
"Jadi selama dua minggu terakhir kau tinggal dengan jimin!?" tanya jin menatap arra penuh tanya jin
arra bingung harus menjawab apa. Ia takut jika ia berkata ia makan jin akan memarahinya dan menegur jimin terlebih dulu saat jin ke kediaman jimin , jimin berkata kalau dirinya tak ada di rumahnya.
Namun dengan ragu, juga bersiap diri untuk menerima amarah jin
Arra mengatakan yang sebenarnya
"Ia..aku tinggal di rumah jimin" ucap arra
Jin memalingkan wajahnya, semula yang menatap arra kini berpaling ke arah yang lain
"Jadi saat aku ke kediamannya, yang ia katakan itu bohong" ucap jin memperjelas
Arra mengangguk
"Mianhae..aku tak bermaksud ..semua itu aku yang inginkan" ucap arra
"Lalu bagaiamana dengan jimin" ucap jin
"Jimin..dia sangat baik," ucap arra
"Tentu..karna dia masih mencintaimu bukan dan kau juga begitu?" tanya jin ia kini berdiri menjauh dari sisi arra
"Apa yang kau katakan..sudah berapa kalai ku tegaskan aku mencintai mu jin" ucap arra gelagatan
"Hah..aku tau itu, tapi aku lebih tau kalau sejujurnya kau mencintainya kan?" tanya jin lagi
"Cukup jin...jangan membuat masalah" ucap arra tegas
"Aku, kebih baik kau menginap di hotel dan menguluarkan uang banyak dari pada kau menginap di kediamana mantan mu itu" ucap jin kesal
Arra mendekati jin . perutnya terasa berat dengan perlahan ia berjalan, ia meraih tangan suaminya itu lalu menatapnya
"Percayalah padaku..jika aku mencintainya mungkin aku takan kembali Kemari"
"Aish..kau pasti hanya kasian kan dengan ku?" tanya jin kembali menepis tangan arra
"Percaryalah jin , Aku sadar mana yang terbaik untukku, jimin walau dia mantan suami ku , dia punya untuk bayi ini hanya itu maksudku." ucap arra lagi
Jin terdiam , benar juga aoa yang di katakan arra jika arra masih mencintainya tak mungkin ia kembali, dan jika mau arra pergi dan menikah lagi dengan jimin saat itu juga.
"Tolong percaya padaku" ucap arra
Jin menatapnya,
"Baiklah..ku harap perkataan mu sesuai dengan hati mu" ucapnya
"Aku mencintai mu jin" ucap arra memeluk suaminya itu
Jin pun membalasnya, dengan mengusap puncuk kepalanya.
"Kau baru pulang, ayo cepat mandi ajhuma pasti dudah selesai dengan masakannya" ucap arra
"Nee...baiklah...aku akan mendi dulu nanti kita makan bersama" ucap jin
Arra mengguk .lalu jin berjalan menju kamar mandi dengan menenteng handuk
_________///__________///__
"Selamat malam..tuan,nyonya" ucap ajhuma in-gil yang melihat majikannya itu datang
"Nee..selamat malam" balas arra
"Aku senang melihat kalian bersama lagi..ku harap seterusnya seperti ini" ucap ajhuma in-gil lagi
"Ah..gomawo.. " ucap jin sembari mendudukan arra
"Ya sudah. Silahkqn dimakan" ucap ajhuma in-gil
"Nee..chamsahamnida" ucap arra
Jin pun langsung melayani istrinya itu, dengan mengambilakan makan.
"Ayo makan yang banyakΒ agar anak kita sehat" ucap jin
Arra tersenyum.
"Terimakasih karna kau mempercayaiku, dan terimakasih karna cintamu" ucap arra
Jin mengguk tersenyum.
"Sudah ayo dimakan" balas jin.
______________
_______
___
Walaupun rasa cintanya pada jimin masih ada, tapi arra berusaha untuk tetap bersama jin, karna apa pun itu jin sudah rela berkorban untukknya.
Arra mengecup bibir jin, lalu menatap perut yang membuncit itu, ini hari minggu dimana arra usia kandungan arra sudah tujuh bulan.
Bahagia rasanya, karna sampai saat ini arra Bisa membesarkan kehamilannya, walaupunΒ sampai hari ini ia tak tau apa jenis kelamin anaknya itu,karna di beri kesehatan saja itu sudah cukup.
"Sayang..jika kau lahir aku bingung jadinya, kalau kau akan mrngikuti sifat Siapa??, tapi siapa pun aku rasa tak apa asal kau meniru sifat bai kedua ayah mu " batin arra sambil mengelus perutnya itu
Arra menatap jin lagi. Jin begitu lelap dari tidurnya, jadi arra tak mau menganggunya lagian ini hari minggu,. Setelah itu arra berjalan menuju jendela untuk membuka tirai yang menghalangi sinar mata hari masih.
Seperti di kediaman jin , kamar arra pun memiliki balkon, dan dengan niat ia berjalan menujunya kesana. Ini pertama kalainya arra melangkah ke balkon karna sebelum sebelumnya arra hanya menatapnya saja.
Indah..sangat indah...
Dari ketinggian ..arra bisa melihat belakang rumah jin yang di hiasi kolam yang sekali pun arra belum coba berenang.
Arra memperhatikan taman itu, ia melihat ajhuma in-gil yang sedang memotong bunga untuk di buang ranting yang panjangnya.
"Good morning ajhuma" teriak arra
Sang ajhuma pun yang mendengar dan menyadari keberadaan majikannha tersenyu. Lalu melakukan hal yang sama
"Selamat pagi nyonya"
Arra hanya tersenyum
"Selamat pagi sayang?"
Sontak arra terperanjat dengan suara itu terlebih, ada tangan yang melingkar di pinggangnya.
Arra pun membalikan badan. Dan di dapati jin yang tersenyum
"Kau sudah bangun?" tanya arra
"Nee..." ucap jin
"Apa suara ku membangunkan mu?" tanya arra lagi
"Tidak.. Aku memang sudah terbangun semenjak kau mengecup bibirku" ucap jin tersenyum penuh goda
"Yaaaa.....kau ini menyebalkan sekali, setiap kali pasti kau begitu" ucap arra mencubit dada jin
"Biarlah..aku sangat merindukan mu sayang" ucap jin,lalu tanpa aba aba ia mencium bibir istrinya itu.
Keduanya hanyut..tanpa di sadari keduanya, Ada yang memperhatikan. Siapa lagi kalau bukan ajhuma in-gil
ππππππ
Lima menit tanpa henti keduannya berciuman, sampai akhirnya arra melepaskan tautan itu
"Jin-ah...usia kandungan ku sudah 7 bulan..bagaimana kalau kita belanja peralatan bayi?" tanya arra
"Apapun yang kau inginkan..akan ku turuti sayang" balas jin
"Baiklah..sekarang kau mandi sanah, aku akan mandi di kamar lain" ucap arra
"Eoh..kenapa kau harus mendi kamar lain...kenapa tidak berdua saja" tanya jin
"Aish.otak mesum..." ucap arra
"Aku ini suami mu..jadi wajar akau berkata seperti itu" ucap jin bingung
"Sudah jangan banyak bicar, cepat mandi sana" balas arra lalu pergi meninggalkan jin
"Arra-ah" teriak jin.
"Ayolah..aku mau mandi beraama dengan mu" ucap jin berteriak
Arra yang berjalan pun hanya tersenyum melihat kakuan jin yang di tinggal istri setelah dua minggu.
Jin berlari mendekati arra, lalu memeluknya.
"Sayang..mengertilah ... aku. Merindukan mu" ucap jin
"Aku tau kau merindukan ku, lalu aku harus apa?" tanya arra membalikan badan menatap jin
"Mmmm... Mandi denganku" ucap jin
"Aish..baiklah, kalau itu mau mu kajja" ucap arra
Lalu jin pun tersenyum penuh kemenangan dan dengan segera mengendong arra ala bridalstyle, tak peduli seberapa berat arra yang penting jin bisa mandi dengan orang yang di rindukan.
MAAF TYPOOO.. INSYAALLAH RAJIN UP.. BUAT NEMENIN KALIAN DI BULAN PUASA!!!