
Lelaki bertubuh tinggi dengan bahu lebar itu kini sedang duduk sambil memijat pelipis dengan tangan kirinya.
Pikirannya terus sibuk dengan hal hal yang menimpanya belakangan Ini
Bukan karna masalah pekerjaan ataupun perusahaan yang anjlok atau dalam kondisi buruk melainkan oleh hal hal yang bersifat pribadi
Suara pintu terbuka mengalihkan pikirannya juga mata yang kini langsung mengarah padanya
Dilihat saudaranya yang sesama bermarga kim juga adik saat bernaung di agensi bighit masuk Keruangan . dia memang seorang pengusaha dalam bidang yang sama tak heran jika keduanya berkerja sama
"Hyung...kau sedang apa?" tanyanya
"Ada apa kau kemari?" tanya si pria heran
"Ah..hyung..apa ku salah masuk keruangan mu" timpalnya
"Ah..bukan begitu namjoon..kau sangat jarang beberapa belakangan bulan ini, mangkanya aku heran" ucap nya
"Aih..hyung, aku kesini karna aku rindu dengan suara tawa mu yang khas ,tapi sepertinya kau ada masalah bukan" ucap namjoon menebak
"Nee..kau benar, aku sedang menghadapi masalah!"
"Apa itu hyung? Apa kah itu berat sampai kau terlihat begitu pusing menghadapinya?" ucap namjoon
"Ya.. Aku pusing...aku juga tidak tau harus bagaimana?"
"Apa masalahnya? Katakan hyung ?kau ...bukannya saat aku menjadi leader semua masalah aku hadapi dengan baik dan selalu berhasil?" ucap namjoon tesenyum
"Kau mau menyobongkan diri mu huh?, aku tau kemampuan mu, kau tak usah membicarakannya"
"Syukurlah kalau kau tau" ucap namjoon tersenyum kembali
Pria berbahu tinggi nan lebar itu hanya mendelik, menatap sekilas wajah namjoon yang tersenyum senang melihat ekspresi sang hyung yang sangat kesal
"Jadi apa masalahnya??" tanya namjoon
Keduanya berbalik badan melihat siapa yang datang
"Hey kim seokjin...bagaimana tawarannya?" ucap pria parubaya itu
"Appa...sudah ku bilang aku enggan dijodohkan, aku punya kekasih" ucap anaknya
"Jika kau punya kekasih kenapa kau tidak tunjukkan padaku?" ucap tuan kim pemilik dari perusahaan kim's corp,
"Aku belum siap. Bisa kah appa tunggu sebentar lagi" ucap jin
"Appa sudah menunggu, dari umurmu dua puluh lima tahun, dan sekarang usia mu dua puluh tujuh tahun, bagaimana appa harus sabar menunggu mu lagi? Perusahaan kita butuh penerus dan kau anak satu satunya appa yang bisa appa andalkan dalam perusahaan ini" ucap tn.kim dengan nada memaksa
"Aku mohon appa...nanti aku kenalkan" ucap
Tuan kim menghela nafas , menurunkan emosinya
"Baiklah..appa beri waktu satu minggu dan kau harus segera mengenalkan kekasih mu yang akan kau nikahi" ucap tuan kim
"Nee...appa aku akan mengenalkan dengan mu secepatnya" ucap jin.
Sebelum tuan kim pergi, ia melirik namjoon yang berdiri di belakang jin dengan senyuman kikuk sambil mengangguk kepala tanda Menyapa,
Kemudian langkah kakinya mengarah ke pintu sampe akhirnya tubuhnya itu terhalang di balik pintu.
***Hello readers, sebenernya aku bingung buat nerusin Me and IDOL (PJM) ,karna ini kelanjutan dari ceritanya, bingungnya karna aku gx tau harus pindah cerita ataupun disatuin.
Tapi akhirnya aku mutusin untuk pisah takut ribet ,
Buat Me and IDOL (PJM) masih di update walaupun sesekali ataupun dalam waktu yang lama Sampe bner bener selesai.
Buat cerita ini semoga kalian suka + jangan lupa komen sama vote dan like terus jangan lupa tambah ke library atau rak buku 🙏🙏*