ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
61.공개_expressed_



Jin kini tiba di kantornya, sperti biasa ia di beri penghormatan oleh karyawannya karna posisi nya di kantor sebagai pemilik dan penerus perusahaan kim's corp,


"Selamat pagi tuan..ah..maaf bukannya anda sedang libur" tanya skretarisnya


"Pagi.., ya awalnya begitu..tapi katanya ada masalah dengan perusahaan apakah benar?" tanya jin


"Perusahaan ini tudak bermasalah..mungkin perusahaan cabang" ujar sang skretaris


"Ouh..begitu..baiklah terimakasih.."


Skretaris itu mengangguk tersenyum


"Eh..tunggu"


sekretaris yang awalnya melangkah itu pun berbalik menghadapkan wajahnya kembaki keatasannya


"Iyah? Kenapa?"


"Apa ada yang harus ku kerjakan?" ucap jin


"Tidak ada..semuanya sudah selesai sebelum kau pergi ke indonesia" ucap skretaris


"Kalau begitu tolong cek semua perusahaan cabang, tanya apakah ada yang bermasalah atau tidak ..jika ada hubungi aku" jelas jin


"Nee..agesemnida" angguk skretaris


Setelah itu jin pun pergi keruangannya, ia duduk Di kursi


Kerjanya, ia merogoh sakunya untuk mengambil handphone, ia lupa untuk mengabari arra kalau ia baik baik saja di korea, ya  kemarin jin kemarin sangat lelah karna menempuh perjalan yang cukup menguras tenaga terlebih jin tidak memesan zet VIP seperti yang ia lakukan kemari menuju indonesia. Sampai kemarin terjadi acara kerumunan yang mengakibatkan dirinya  susah lewat karna ada seorang ARMY yang mengenali jin.


Ya padahal jin dan semua orang tau kalau BTS sudah bubar, dan sibuk dengan kehidupan masing masing , tapi mau bagaimana lagi idol tetaplah idol yang masih membekas di hati para penggemar.


Jin membuka apps contacts lalu mengklik nomor sang istri, dan baru saja hendak melakukan panggilan jin mendapatkan skretaris yang meminta ijin masuk ke ruangan dengan mengetuk pintu, jin Pun menyimpan handphone di atas


"Tuan.,ini laporan tentang semua perusahaan, dan yang mengalami permasalahan itu tidak ada ..semuannya baik baik saja" uca skretaris tiba di hadapan jimin


"Eoh..begitu..haiklah..terimakasih.kau bisa kembali" ucap jin


Jin merasa aneh kenapa sang appa berkata seperti itu kalau kenyataannya tidak sesuai,


Ada apa ini? Jin harus meminta penjalasan , jika nanti atau ia bertemu dengan appanya?


Dan kini


Jin kembali meraih handphonenya melanjutkan aktivitasnya yang tertunda..namun lagi untuk kedua kalinya aktivitas menelpone arra  gagal lagi karna kali ini sang ayah kim woo seok


Datang keruangannya.


"Appa?" pekik jin


"Hay..Jin bagaimana kabar mu" Ucap kim woo seok


"Ah jangan ditanyakan lgi appa bisa melihat bagaimana keadaan ku sekarang ini kan ...." ucap jin tersenyum miring.


Hal yang ia ingin tannyakan tadi kini muncul kembali setalah orang yang ia temui datang.


Ia pun segera menutup tirai jendela kantor yang menghubungkan dirinya dengan karyawan,karna mungkin hal yang akan dibahas bersifat pribadi.


Sang appa tersenyum , dengan maksud tertentu, namun tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya


Tuan kim woo seok yang berdiri di dekat jendela pun berbalik badan mentap sang anak seakan tau apa yang akan di tanyakannya


"Bicaralah" ucapnya tersenyum


"Apa maksud appa membohongiku? Kenapa appa berbicara kalau peruhasaan kita bermasalah padahal kenyataannya tidak"jelas jin minta penjelasan


"Tidak apa apa, apa hanya ingin kau disini saja, " ucap tuan kim woo seok


"Apa maksud appa? ..dengan caramu Begini, kau Merusak liburan ku dengan arra..dan kau tau arra baru saja kecelakaan dan untung saja bayinya tak kenapa napa" jelas jin geram karna ulah sang appa yang tak mengerti dirinya.


"Aish..jin untuk apa kau peduli pada bayi dalam kandungan wanita itu" ucap kim woo seok.


"Apa maksud mu appa? Dia bayiku kenapa kau berbicara seperti itu" ucap jin heran


Kim woo seok tersenyum miring


"Kau bohong dengan mengtakan kalau bayi dalam kandungan arra adalah anak mu yang jelas jelas dia bukan darah Dagingmu"


Jin terkejut bagaimana bisa ayah nya tau kalau itu memang kenyataanya,


"Aish..appa,, apa kau masih membencinya karna dia bukan gadis saat aku nikahi huh atau dia mantan istri dari jimin?, apa salahnya Jika aku mencintainya, bayi yang ada dalam kandungan nya memang anakku? Kenapa kau selalu membencinya" tanya jin


"Appa hanya ingin yang terbaik untuk mu, dan sudah vukup kau berbohong, jangan katakan lagi kalau bayi itu anak mu, appa tau yang sebenarnya" tegas kim woo seok


"Apa yang sebenarnya? Apa maksudmu" ucap jin , dalam hatinya ia takut dengan fakta yang terungkap


"Bagaimana bisa saat kau menikah dengan arra usia kandungannya dua bulan sedangkan kau baru bertemunya baru beberapa minggu dan lagi bukankah saat pernikahan dia bercerai jimin baru satu bulan? Appa tau itu bayi jimin, benarkan?" tanya kim woo seok


Jin diam


"Kenapa kau diam??" tanya kim woo seok


"Mau bagaimana pun alasannya, arra.. Dimata appa tetaplah wanita yang tak punya harga diri," laniut kim woo seok


"Cukup... Jangan katakan lagi kalau arra wanita yang tak punya harga diri, dia wanuta baik baik, jangan pernah mengatur hidupku, ini yang aku mau" tegas jin


"Ouh...apa kau lebih memilih wanita itu daripada appa mu ini yang mendidik mu Sampai sekarang ini?" tanya kim woo seok


Jin diam, entah apa yang harus dirinya katakan karan di sisi lain ia mencintai arra , dan disisi lain ia tak ingin kehilangan orang tuanya.


"Tolong ikuti keinginan appa ini,apa tak pernah melarang apa mau mu, dan appa tak pernah meminta appa pun padamu, ini yang pertama kalinya..appa hanya ingin yang terbaik untukmu,appa tak ingin kau mendapatkan sesuatu yang "bekas", "


"Appa..tolong jangan katakan "bekas" untuk nama lain arra.!" ucap jin memperingati


Kim woo seok diam, namun tak lama kemudian ia melanjutkan ucapnnya


"jika kau menerimanya appa akan mencoba menerima arra dengan sepenuh hati, appa akan menerima bayi itu"


Jin melirik sang ayah


"Lalu apa yang harus aku lakukan??"


Maaf kalau ada Typo!!


jangan lupa buat Vote like dan komen!!