
***Apakah kau yang berubah atau aku?, aku benci saat seperti ini, waktu berlalu seprti yang kita ketahui, aku membenci mu , kau meninggalkan ku, tapi aku tak pernah berhenti memikirkan mu sehari pun.
Aku mulai gila, lelah tanpa mu, karna aku memikirkan mu tanpa henti, aku membenci mu karna setiap hari aku membuat mu menangis , jika ada kesempatan aku akan memelukmu dan menggenggammu lagi.
You got the best for me
Kau bisa berpura pura bahagia saat hatimu bersedih, bahkan jika untukku kau bisa berpura pura menjadi kuat ketika kau terluka. ()
Kau telah mencintai ku bahkan ini tragis dan kita telah berpisah kau coba untuk tidak menangis .
.
eomma benar aku akan membutuhkan mu dan tak bisa hidup tanpa mu, begitupun dengan jungkook yang bilang aku akan menyesal karna mu
Jika aku bisa mengembalikan waktu, aku akan menyelesaikan semuanya, jarak antara kita,
Jujur aku merindukan mu tapi aku harus menghapusmu, karna itu lebih sakit daripada menyalahkan mu.
Aku benci mengatakan rasa sakit ini seperti asap putih yang menyelimuti, aku katakan aku akan menghapusmu Tapi aku benar benar tidak membiarkan mu pergi dari hatiku!
love is not over for you
Flashback off***
____//
"Aku bisa berpura pura bahagia saat hatiku bersedih, bahkan jika untuknya aku bisa berpura pura menjadi kuat ketika aku terluka."
Itu pedoman arra dalam pernikahan jika sang suami tidak mencintainya, maka arra akan belajar menrimanya,
Memang arra selalu memegang teguh apa arti pernikahan. Karna menurutnya pernikahan itu bukan hal yang sepele dan harus di jaga,
Sungguh arra tak habis pikir apa yang dikatakan jimin untuknya.
Jimin bilang "kau meninggalkan aku"
Arra kesal dengan ucapan itu
Padahal jelas jelas dia yang menyuruh arra pergi dari kehidupannya.
Tapi walaupun begitu arra merasa terenyuh , dan hampir saja menangis kala mendengarnya langsung. Tapi arra mencoba untuk tetap tenang menerima kejadian yang telah terjadi,
Dan kalau saja semuanya tidak terlambat , jika jimin akan mengatakan hal ini, maka arra akan mau menerimanya lagi, karna sungguh di lubuk hatinya yang terdalam masih ada rasa untuk sang mantan suami
Ya memang penyesalan slalu datang terakhir, dan sebab itulah kita harus pandai pandai mengambil keputusan.
Tapi dari kejadian itu arra bisa mengambil hikmahnya..kalau saja tidak seperti itu mungkin arra tidak akan menikah dengan lelaki sebaik jin
Drrrrttt...drrrrt...dddrrrrttt..
"Ye..yeoboseo" ucap arra mengangkat panggilan
"Kau mengingkan sesuatu?"
"Tidak...memangnya kenapa?" ucap arra
"Ah...aku akan pulang, takut nya kau menginginkan sesuatu"
"Ouh..begitu...baikalah ..aku mau,,,,,". Ucap arra tersenyum
"Mau apa?katakan,, pizza,?kimchi,? mochi,? es krim,? donat,? kue,,? kookies? Buah?Atau yang lain?"
"Aih....aku hanya ingin kau segera pulang,," ucap arra
"Aigooo...kau manis sekali...baiklah....aku akan segera pulang, tunggu aku lima menit lagi" lelaki itu
"Neee..." balas arra
Arra sudah sampai dikamarnya..ia pun memutuskan untuk mandi karna hari sudah menjelang sore..
15 menit arra sudah selesai dengan mandinya, ia pun sudah mengganti pakaiannya dengan yang baru dari lemari,..
"Sayang apa kau baik baik saja?" ucap arra melihat pada perut buncitnya
" sayang aku pulang"
Dilihat pintu kamar di bukan dan di dapati jin yang sedikit berlari menuju arrahnya.
Di peluk dengan penuh kasih sayng dari belakang badannya
"Aku merindukan mu" ucap jin
"Aku pun..bagaimana dengan pekerjaan mu" tanya arra
"Semua baik...sayang,, apa kau sudah makan?" tanya jin
"Belum...kenapa?" ucap arra
"Bagaimana Kita makan di luar saja" ucap jin
"Ouh....baiklah... Jika kau mau begitu..ayo" ucap arra
________///____//__///
Lima belas menit
Kinj arra dengan jin sudah sampai di lestoran, ia pun memesan makan apa yang di inginka..
Sembari menunggu makan datang arra menatap sang suami
Dengan senyuman
Jin yang melihatnya pun malu , kalau saja bisa di liaht mungkin pipi jin sudah merah seperti tomat busuk ✌😅
"Ada apa kau menatap ku " tanya jin menyimpan handphone di meja
"Kenapa?" jin memastikan
"Dulu kita bertemu saat aku melayani mu karna aku pelayan di restoran dan sekarang aku melayani karna kau suami ku" ucap arra tersenyum geli
"Tadik tak ada yang tau, dan syukurnya rasa cinta ku pada mu tak surut saat mengetahui kau menikah dengan jimin" timpal jin
"Ya...kau tau, kau dulu tak mengatakan kalau kau menyukai ku .kau hanya memberi kode dengan menyebutku chagia, sungguh saat itu aku bingung dengan ucapan mu" ucap arra
"Dan kau tau betapa sakitnya aku saat teman mu memberi tahu ku kalau kau akan menikah " timpal jin tersenyum
"Ah...yura" pekik arra
"berbicara masalah itu.. sekarang apa kau masih berkomunikasi dengan dia" ucap jin kemudian
"Ani...aku tak tau dia dimana sekarang..karna terkhir bertemunya saat aku menikah dengan jimin" ucap arra.
"Ouh...begitu..." ucap jin
Tak lama kemudian makanan yang di pesan datang
"Ayo makan" ucap jin
"Nee" timpal arra
Keduanya tak banyak bicara ketika makan, keduannya saling diam hanya saja arra selalu menatap jin diam diam..
"Ah...oppa aku mau ke toilet dulu" ucap arra
"Apa perlu aku temani?" tanya jin
"tak usah ..kau lanjuti saja makanya" ucap arra tersenyum
Arra pun bangkit dari duduknya lalu memundurkan kursi yang di tempatinya dan berbalik badan melangkahkan kaki menuju kamar mandi
"Oh...shit" ucap seorang wanita
sayang nya arra menabrak wanita yang menggandeng anaknya , hingga anak itu terjatuh
"Ah..mianhae.." ucap arra yang langsung membantu anak itu berdiri
"Kau tak apa sayang?" tanya ibu kepada sang anak.
"Lain kali, jika berjalan liat liat" ucap sang ibu
"Ah..mianhae..aku tak sengaja." ucap arra mendongakkan wajah melihat sang ibu
"Arra?" pekik wanita itu
"Ya?" tanya arra bingung
"Kau arra bukan?" ucap nya kembali
"Ya aku arra, kau mengenal ku" tanya arra
"Eh...apa kau tak mengenalku, aku yura teman SMA mu dulu." ucap wanita itu
"Yura....kau benar lee yura" ucap arra memastikan
Wanita itu mengangguk lantas arra pun memeluknya,
"Bagaimana kabar mu" ucap yura
"Aku..baik...bagaimana dengan kau" ucap arra
"Yee..aku juga baik, " ucap yura
Sedangkan jin diam menatap arra
"Kau hamil...berapa bulan?" ucap
yura
"Tiga bulan, " ucap arra
"Kau sendiri kesini?"tanya yura
"Tidak ..aku dengan suamiku"ucap arra
"Mana suami mu? Mana jimin" _yura
"Ah...jimin bukan suami ku, tapi jin suamiku" ucap arra
"Loh ...bagaimana bisa, bukan nya kau menyukai jimin" _yura
"Ya...tapi ku rasa kami tidak cocok"
"Ah...aku ikut prihatin" _yura
"Tak apa ini sudah takdir"
"Baiklah, berikan no handophone mu" _yura sambi memberikan ponselnya
Arra pun mengentik nomornya
"Baiklah..ku harus pergi, suami ku sudah menunggu, kapan aku akan berkunjung kerumah mu" ucap yura
"Nee." arra tersenyum
Setelah yura pergi arra pun langsung melanjutkan aktivitas nya yang sebelumnya terunda.
VOTE, LIKE,***DAN KOMENNYA READERS...KALIAN PENYEMANGAT AKU...KALIAN GX KASIAN APA AUTHOR NGEMIS NGEMIS KAYAK GINI..!!
YUKKKKKK...VOTE NYA YANG BANYAK BUAT AUTHOR SEMANGAT***!