
Pagi menjelang kembali, tak seperti biasanya
Arra kini sedang termenung menatap pintu kamarnya,.
Makanan yang ada di atas nakas bekas semalam pun tak kunjung ia makan, karna tak nafsu, pikiran teruju pada jin suaminya , entah kenapa semalam ia tak pulang tanpa kabar, arra pun kemarin yang menunggu di restoran tak kunjung menemukannya, menghubunginya bebarapa kali tapi tetap saja tak ada balasan.
"Aku minta maaf jin " batin arra
____________
________
_____
Jin memarkirkan mobil sportnya di bastmet, ia berjalanmenuju apartemennya,
Lelah..sedikit tapi setidaknya ia memiliki ketenangan
Setelah pergi satu hari.
Beberapa menit. Ia pun sampai di apartemennya, ia masuk dan di dapati suasana rumah yang sepi.
"Ah..tuan kau sudah pulang" tanya ajhuma in-gil yang tak sengaja lewat
Jin hanya tersenyum tanpa berkata apapun, ia memilih melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya.
Ia menyusuri anak tangga, dengan pikirannya yang tertuju pada sang istri, dari tadi ia belum melihat batang hidungnya,
"Apa dia masih tidur?" pikir jin
Sampai di depan kamar ia membuka pintunya, tak ada orang di kamar itu, jin berjalan menuju kamar mandi, namun tak ada suara yang menandakan orang sedang mandi, aneh handohone arra tergeletak dia atas nakas, tapi pemilikbya entah kemana,. setelah itu jin berjalan menuju balkon dan sayang hasilnya pun nihil,
jin menatap kebawah, berharap ia menemukan apa yang dia cari dan benar dugaan jin, arra ada di bawah tepatnya di taman yang sedang duduk merunduk. Jin menatapnya sejenak setelah itu ia kembali kedalam untuk mandi menyegarkan tubuhnya.
________
_____
"Permisi nyonya,"
Ucapan itu membuat arra mengalihkan padangannya dengan mendongak menatap arah suara itu
"Ada apa?" tanya arra menatap ajhuma in-gil
"Itu..nyonya.. Mm. Tuan sudah pulang" ucap ajhuma in-gil
"Benarkah?" tanya arra dengan raut wajah senang
"Nee.. Aku baru saja melihatnya tadi ia naik ke atas menuju kamarnya" ucap ajhuma in-gil
"Ah..gomawo, sudah memberi tahu ku" ucap arra
Ajhuma in-gil mengangguk,sedangkan arra dengan segera ia berjalan masuk kedalam ruangan.
Ia berjalan dengan lumayan cepat, namun masih berhati hati mengingat dirinya tengah hamil tua.
Lima menit, arra kini berada di depan kamarnya, ia membuka pintu lalu masuk ke dalamnya , di dapati jin yang kini sedang terbaring di tempat tidurnya dengan pulas,
Sayang. Niatan untuk meminta maaf harus tertunda kembali, arra sedih tapi setidaknya ia dapat melihat wajah suaminya itu dengan kondisi yang baik.
Drrrrrrttt...drrrrtt...
Getaran handphonenya mengalihkan pandangan arra dari tatapannya pada sang suami.
Ia beejalan menuju nakas untuk mengambil handphonenya itu, di lihat notifikasi pesan masuk. Dan dengan segara arra membukanya.
From : +8278×××××××4
"Baimana? Apa kau sudah menikamatinya dan merasa puas ? Apa kau merasa senang dengan Jin? Ku harap kau begitu? Karna hanya tingga menunggu waktu, kau akan segera tamat di tanganku, berhati hatilah..karna aku terus mengawasimu!!"
Seketika, tubuh arra bergetar hebat, hatinya sakit membaca pesan ancaman itu, apa yang dirinya harus lakukan, arra hanya ingin bahagia begitupun dengan jin, tapi kenapa selalu ada saja masalah yang datang?
Arra meneteskan air mata, apa yang ia alami benar benar membuatnya depresi, kalau saja arra tak kuat mungkin arra sudah gila, namun berhubung ia sedang hamil ia harus selalu kuat dengan masalah yang ia hadapi.
Drrrrrtttt...drrrrttt...
Getaran handphonenya kembali, ia pun dengan segera membuka dan membaca
From : +8278×××××××4
"Jangan lupa katakan selamat tinggal, ketika ajal mu menjemput"
Tubuh arra lemas, ia berjalan menuju sofa di kamar itu, ia berusaha menghilangkan kecemasannya, dengan mengelus perutnyanya sambil berkata
"Eomma akan menjaga mu sampai kau lahir sayang" gumam arra
Drrrrrrtt...drrrrttttt...drrrrtttt..
Arra mengambilnya dan menatap ponsel suaminya itu di lihat ada panggilan masuk dari orang yang bernama eunha
Arra menatapnya terus, ia ingin mengangkatnya tapi ia takut jin marah karnanya.
Namun panggilan itu pun terhenti dan layarnya kembali memperlihatkan wallpaper lockscreennya.
Arra pun memutuskan menyimpannya kembali, namun lagi getaran hadphonenya kembali terdengar dengan Panggilan yang sama.
Sampai akhirnya arra memutuskan untuk mengangkatnya.
"Eoh..jin , malam ini kau kembali ke kediaman ku kan?"
Arra diam, lagi lagi tubuhnya bergetar, hatinya sakit mendengar suara perempuan yang melakukan panggilan.
Terlebih ucapnnya itu, sungguh ini tak masuk di Akal ..
"Jin. Semalam kau merasa puaskan?" ucap si penelpon lagi
Seketika panggil arra putuskan sepihak. Ia tak kuasa untuk mendengar ocehan selanjutnya
Jadi semalaman jin tidur di kediaman orang lain, terlebih seorang wanita,
Arra tau suaminya itu maeah, tapi ia baru tahu kalau jin sekarang sudah berbuat di luar nalarnya!
"Oh tuhan.. Cobaan apa lagi ini?" _batin arra
________________
__________
_____
Pukul 18 : 00 kst
jin baru bangun daru tidurnya. Ia mendapati arra yang tertidur di sofa.
Ia berjalan menujunya,
Bukannya memindahkannya jin malah mengambil ponselnya untuk memeriksa notif yang masuk, dan benar saja ada pesan yang masuk, dan setelah langsung pergi kekamar mandi.
..
..
...
Arra terbangun setelah beberapa jam lalu ia tertidur karna lelah dengan pikirannya sendiri.
Ia menatap tempat tidur, berbeda sebelumnya kini jin tak ada disana.
Arra menatap pintu kamar mandi, yang terdengar suara shower yang tengah di nyalakan.
Dan sudah pasti itu jin
Arra termenung bagaimana bisa menghadapi masalah ini sendirian,
Seketika pintu kamar mandi terbuka, arra menatap ke arahnya di dapati jin yang sudah mandi
"Dari mana saja kau?" tanya arra
"Kau peduli padaku?" tanya jin yang kini mengambil pakaian di lemari
"Jelas aku peduli aku ini istrimu jin" ucap arra kesal
"Istri yang tak menghargai suami begitu?" elak jin
"Apa maksudmu?" tanya arra bingung
"Tqnyakan saja pada dirimu sendiri" balas jin
"Aku minta maaf jin.. Aku tau kau marah padaku" ucap arra merunduk
"Bagus kalau kau menyadarinya" ucap jin ketus
"Tolong maafkan aku" ucap arra kembali menatap jin
Jin hanya diam , ia kini sudah rapih dengan pakaiannya
"Mau kemana?" tanya arra kembali melihat jin melangkah kaki
"Bukan urusan mu, karna urusan mu hanya mengurusi mantan suami mu" ucap jin lalu pergi begitu saja
Untuk kesekian kalinya arra menangis. Bodoh seharunya arra tegur tanpa basa basi, Sudah jelas jin akan pergi mengunjungi rumah perempuan bernama eunha itu.
Jin kini berubah, dan perubahannya itu karna arra sendiri, kini arra sadar tak sepatutnya jika dalam rumah tangga tak membahas soal masalalu, terlebih mantan suami!!