
Back arra part
Hari berganti ..ini hari ketiga arra tak ada di korea selatan, ya arra masih ada di indonesia..
Ia masih berada dalam ruangan serba putih dengan pakaian yang khas..
Arra mengerjapkan matanya kala suara derap kaki seseorang terdengar, ia membuka kelopak matanya dengan perlahan di dapati seorang dokter yang sedang mengecek selang infus untuk memastikan kalau bekerja dengan baik, tanpa di sadari dokter
Arra tersenyum saat ia melihat perutnya masih mengandung, ia pikir ia akan kembali kehilangan bayinya..namun ternyata tuhan memberkatinya dengan perlindungan.
"Woah..kau sudah sadar" ucap sang dokter tersenyum
"Nee.." ucap arra sambil tersenyum
"Ah...aku akan membangunkan suami mu dulu" ucap dokter
"Jangan, tidak perlu, mungkin ia sedang lelah..biarkan saja" segah arra
"Ah..baiklah..kalian pasangan yang romantis, kau peduli padanya , begitupun dua sampai semalam ia tak tidur hanya untuk menunggu mu, kalau saja aku tak masuk mungkin ia akan membuka matanya sampai sekarang ini" jelas sang dokter
"Ah..terimakasih kau sudah mengingatkan suamiku" ucap arra
"Bagaimana keadaan mu, apa kau merasa baikan?" tanya sang dokter
"Tentu. Aku baik" ucap arra
"Ah..baiklah...kau masih butuh istirahat..kondisi fisik mu masih lelah" ucap dokter
"Eoh., nee...terimakasih" ucap arra
"Baiklah..saya tinggal dulu.. Permisi" ucap dokter.
"Nee..chamshamnida" ucap arra tersenyum
Arra melirik pada sofa yang terdapat seorang lelaki yang tertidur dengan lelap. Ya itu jin sang suami dimana kemarin ia takut akan segelanya pergi..karna hanya jin yang lelaki yang ia cintai.
Ah ralat...di sayangi..karna kenyataannya jimin masih menempati posisi di hatinya..walau sedikitdemi sedikit jin menggeser posisi jimin, untuk menggantikannya seperti dahulu.
Arra kini kembali memutar kepalanya mencari cara merangkai kata untuk meminta maaf setelah kemarin apa yang ia katakankan.
"Huh...andai saja kemarin tidak terjadi seperti mungkin masalah sudah berakhir" pekik arra lalu termenung
Matanya menghadap ke jendela yang memancarkan cahaya matahari dari luar, ia diam namun pikurannya terus memutar
"Arra..kau sudah sadar?"
Suara itu mengalihkan pandangan arra...dan seketika pikirannya buyar. Ia menatap dan melirik arah suara itu
"Ah..eomma" pekik arra
"Nee...kaumasih merasakan sakit?" tanya nyonya arru sang eomma
"Ani..nan gwaenchanha"
"Sudah lama kau sadar...apa jin tau" ucap nyonya arru sembari melirik jin yang masih tertidur pulas
"Belum..., biarkan saja dia tidur , dia sedang lelah." ucap arra
"Ah..baiklah..apa dokter sudah memeriksa mu" tanya sang ibu kembali
"Sudah.
Beberapa menit lalu ia baru saja keluar" ucap arra
"Apa yang ia katakan.."
"Dia bilang aku baik baik saja..dan aku hanya butuh istirahat" timpal arra
"Ah syukurlah...kau mau Sarpan?" tanya nyonya arru
"Tidak..eomma apa kau membawa pakaian ganti untuk jin" tanya arra menatap eommanya berharap ia menyikan pertanyaanya itu
"Ya...eomma membawanya...eomma membelinya tadi di toko sebelum menuju kesini," ucap nyonya arru
"Ah..gomawo eommoni"
"Arra kembali bekerja?" tanya arra
Nyknya arru yang sedang membuka parsel buah pun melirik sekilas dalam aktivitasnya
"Nee...appa mu sedang memantau lokasi," ucap nyonya arru
"Eomma..kapan kembali ke korea" ucap arra
"Nanti..setelah proyek appa ku selesai disini, maka barulah akan kembali" ucap nyonya arru yg kini sedang mengupas buah kiwi
"Lalu berapa lama lagi?"
"Sekitar satu tahun lagi..mungkin semuanya selesai" ucap nyonya arru
Arra diam..sangat di sayang kan jika nanti ia melahirkan ibunya takam ada di dekatnya
"Ayo makan ini?" pinta sang eomma menyodorkan sesuap buah buahan yang sudah dipotong kecil
Arra menurutinya ..perlahan ia mengunyah nya
"Kenapa? Kau sedih karna eomma tak ada untuk mu" ucap nyonya arru yang menyadari raut wajah anaknya
Lagi lagi arra diam
"Tenang saja..doaku menyertai mu " ucap nyonya arru
Arra tersenyum lalu memegang tangan lembut sang ibu
"Gomawo, gomapta eomma"
Dan itu mendapat balasan dari nyonya arru lagi dengan senyuman
______________++++___
Jin menajam pendengarannya kala seseorang berkata
"Woah..kau sudah sadar"
Jin tau itu suara siapa, karna suara itu yang menitahnya untu tidur
Jin kembali menajamkan pendengarannya
.ketika suara yang dirindukan berbunyi dalam hatinya ia bersykur dan sangat senang jika arra sudah sadar.. Setelah kemari di tunggu tunggu tak kunjung sadar..ya dalam artan lain arra koma selama 20 jam
"***Nee.."
"Ah...aku akan membangunkan suami mu dulu"ucap seorang yang jin yakini dokter
"Jangan, tidak perlu, mungkin ia sedang lelah..biarkan saja"
"Ah..baiklah..kalian pasangan yang romantis, kau peduli padanya , begitupun dua sampai semalam ia tak tidur hanya untuk menunggu mu, kalau saja aku tak masuk mungkin ia akan membuka matanya sampai sekarang ini" ucap sang dokter lagi
"Ah..terimakasih kau sudah mengingatkan suamiku" ucap arra***
Jin tak menyangka arra begitu perhatian, ditambah lagi rasa senang nya karna arra mengatakan suami keoada orang lain, ia pikir arra tak akan berbuat seperti itu setelah apa yang arra perbuat, karna jin tau arra masih menyukai mantannya, karna sudah terbukti bukan?.
Setelah jin dengar sang dokter akan pergi, jin berniat untuk membuka matanya namun lagi untuk kedua kalinya suara pintu terbuka..jin mengintip sedikit di lihat sang eomma mertua datang dengan menenteng sekeranjang buah dan totebag
Jin kembali menajamkan telinganya lagi, dan seperti yang diawal arra sangat memperhatikannya terbukti ia menanyakan apakah membawa pakaian penganti atau tidak?
"Ah...benar benar istri idaman" batin jin
Setelah menunggu pembicaraan arra dan eommanya jin memutuskan untuk membuka kelopak matanya, ia berpura pura mengusap matanya agar lebih meyakinkan kalau dirinya baru bangun tidur
Ah..kalau saja eomma tak ada mungkin jin akan langsung memeluk arra
"Ah..arra..kau sudah sadar?" tanya jin pura pura terkejut dan langsung menghampirinya
Arra tersenyum mengangguk
"Aku baik baik saja"
"Ouh..syukurlah..aku sangat khawatir...padamu..maafkan aku jika ini semua salahku" ucap jin menggenggam tangan arra
"Tidak..ini salahku..jika aku tak membuatmu marah mungkin semua ini takan terjaDi" ucap arra
"Ah..sudah lah.jangan di bahas. Lupakan saja." pekik jin
"Ah..nee" ucap arra
"Ayo habiskan..makanannya" ucap jin menyodorkan buahnya lagi dan setelah itu ia mengusao halus pucuk kepalanya
"Ah..melihat kalian berdua, eomma ingat saat dulu eomma sakit karna kehilangan kakakmu" ucap nyonya arru
"Ah..apa kau punya kakak?" tanya jin bingung
"Ya...kim jaehwan usianya sama dengan mantan suami arra, ia meninggal karna kecelakaan saat hendak pulang ke seoul untuk menjemput ku ,ia bus yang ia tumpang bertabrakan dengan bus yang lain, dan nyawanya pun tak bisa tertolong .." jelas nyonya arru sedih
"Ah..eomma sudahlah...oppa sudah bahagia di alam sana.." ucap arra
"Ah..mianhae..." ucap jin tak enak hati melihat eomma nya menghapus air matanya.
"Eoh..eomma gwaenchanha.., " ucap nyonya arru tersenyum
"Chagi-ah sebaiknya kau mandi.,kau bau" ledek arra mencairkan suasana
"Eh..kau pun sama bau nya seperti ku karna kau juga belum mandi." timpal jin tak mau kalah
"Ah..aku punya suster nanti juga membersihkan tubuhku.." ucap arra
"Aish..tak perlu kau surih suster untuk membersihkan tubuhmu, aku pun mau melakukannya" ucap jin sembari tersenyum geli
"Hey..seokjin..jaga ycapan mu di hadapan eomma" ucap arra malu
Sedangkan nyonya arru hanya tersenyum
"Sudah sanah mandi..bajunya ada di totebag." ucap arra
"Baiklah..aku akan mandi..jika kua Mau ikut ayoo" goda jin kembali
"Aish...bichineo" pekik arra
Dan setelah itupun jin masuk kedalam kamar mandi yang tersedia diruangan.
Satu jam berlalu
Jin sudah selesai dengan mandinya dan kini ia tengah bersiap untuk untuk pulang ke villa karna arra tak ingin berlama lama di rumah sakit..
Dipikirnya istirahat bisa dilakukan di rumah, kan kasian jika ajhuma in-gil di tinggal sendiri di villa.
"Sudah beres semuanya" tanya arra
"Iya..apa lagi..?" tanya jin menatap keseluruh ruangan
"Administrasinya?" tanya arra
"Sudah ku bayar menggunakan black card ku" ucap jin
"Wah..kau sombong huh?" tanya arra
"Bukannya sombong tapi memang kenyataannya aku ini kaya raya" ucap jin bertingkah
"Yah.aku akui itu.." arra pun Mengalah
"Ayoo pergi apa kau mau tjnggal disini?" pekik nyonya
"Ah..tidak.." sergah jin
"Ya sudah ayo..kenapa masih berkata kata" omel nyonya arru yang gemas dengan tingkah anaknya
"Ayo" ucap jin
Arra yang duduk di kursi rodapun di dorong jin dari belakang
Sepuluh menjt menempuh perjalanan akhirnya arra sampai di vila setelah terjebak macet
Kedatangan arra di sambut hangat oleh penjaga villa mau pun asisten nya termasuk ajhuma in-gil
"Ah..nyonya..syukurlah kau sudah pulang..aku sangat merindukan mu" ucap ajhuma in-gil
"Ah..nee..aku pun merindukan mu" ucap arra
"Apa kau sudah makan.? Kalau belum akan ku siapkan makanan untuk mu" ucap ajhuma
"Ya..aku mau" ucap arra
"Baiklah..aku akan memasknya. Sekarang, permisi" ucap ajhuma in-gil
"Jin bawa istrimu kedalam biarkan ia istirahat." ucap nyonya arru
"Nee..eomma" ucap jin
Sampai di villa ,
"Oppa..bisa kah kau membawaku keruang santai?, aku ingin menonton tv" tanya arra
"Tentu.." pekik jin
Jin pun mendorong kursi roda arra menuju ruangan yang di inginkan sampainnya disana jin menganggkat arra ala bridalstyle untuk tiduran di soffa sembari menungu makanan ajhuma in-gil selesai.
Arra menyalakan televisi ia membuka chanel yang menampilkan situs tv luar negri kebetulan chanel tv-nya berasal dari negaranya.
KTV sedang menampilkan situs berita harian yang menjadi
"hangug deilli nyuseu ...
oneulnal yumyeonghan jeon usang in bagjimin-ilaneun ileum-e gwanhan nollaun sosig-eun gang seulgiwa ihon han geos-eulo allyeojyeossda." ucap pembawa berita tersebut
(berita harian korea..
hari ini berita yang mencengangkan menyangkut nama park jimin, mantan idol terkenal itu dikabarkan bercerai dengan kang seulgi, penyebab perceraian itu belum di ketahui sampai saat ini, )
Jin dan arra sama sama melirik..tak percaya dengan kabar yang ia dapati di tv..dan dengan segera jin dan arra pun membuka handphonenya..jin membuka apl pesan grupnya sedangkan arra membuka apl twiter,
Arra membuka situs pencarian trending hari ini dan benar hastag dengan jimin. sudah ada 63,76 ribu status yang memakai tagar jimin divorced with seulgi (jimin bercerai dengan seulgi)
Atau ada pula tagar a happy day in the world because of jimin (hari bahagia seduni karna jimin)
"Aku tak menyangka ini" pekik arra
"Aku pun...aku sudah bertanya pada semua member dan katanya itu benar terjadi"ucap jin
"Aish...kenapa kalian berpisah..kalian pasangan yang serasi" ucap arra
Jin mendelik
"Lalu setelah ini..apa kau mau kembali padanya?"
**hi readers makasih udah baca sampai sejauh ini...makasih juga atas komenan nya mau itu kritik ataupun saran ataupun apa intinya makasih , tapi tolong jika ingin mengkritik kalian bisa chat saya biar saya tau apa yang kalian mau, bagaimana alurnya pun saya terima saran kalian.!!
dan maaf sejauh ini jika cerita saya kurang menarik ataupun ada penulisan yang salah, lama up-nya ataupun lainnya,karna saya ini masih seorang pelajar bangku SMA yang akan lulus, jadi saya harap maklum karna sekarang sekarang ini saya sedang menghadapi beberapa ujian dan tugas.
terimakasih untuk kalian yang masih suport saya, buat up walaup pikirannya udah buntu mau lanjutin bagaimana..jadi mohon kerjasamanya..saya terima saran dan kritik anda tapi saya harap semua itu membangun!!
#I purple U ☺😉**