ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
71. I'm Please



Arra membuka gorden jendela membuat celah di kaca, ia menatap kearah bawah-tepatnya kearah ke arah halaman , dilihat mobil sport berwarna biru meninggalkan pekarangan. Dan Tubuh nya membalik kala suara pintu terbuka.


"Bagaimana? Apa dia sudah pergi?" tanya arra pada lelaki yang menjadi mantan suaminya itu


"Sudah..kenapa kau tak mau menemuinya" ucap jimin


"Aku masih butuh waktu,"


"Tapi kasihan dia..dia terlihat begitu strees, Biarkan dia memberi penjelasan." balas jimin


Arra diam sejenak


"Ah..sayangnya aku tak peduli..rasa sakit ku terlalu dalam" ucap arra


"Buang egomu arra-ah, kelihatannya, jin sangat frustasi. kau membuatnya sakit dengan bersembunyi seperti ini"


Arra menatap jimin


"Aku tak pernah se-egois ini ketika aku baik baik saja,"


"Aku akan pergi sekarang.." ucap arra kembali


Kini jimin mentap arra yang berjalan mengambil tas mininya


"kenapa ? Dan Kemana kau mau pergi..?"


"Kau terlalu sibuk mengurusi hidup ku sampai telingaku bosan mendengar ucapan mu yang menitahku untuk membiarkan dia menjelaskan semuanya, dan soal aku pergi kemana, itu urusan ku dan terimakasih kau sudah mengijinkan ku untuk tinggal disini" timpal arra dan berjalan menuju keluar ruangan


"Arra-ah..tunggu" ucap jimin berjalan menunyusul arra


Namun arra tidak membalikan tubuhnya atau menyahutinya.


Jimin langsung menarik tangan arra, dan menjadikan pelukan diantara keduanya


"Mianhae..aku tak bermaksud mengatur mu, aku hanya kasian pada hyungku" ucap jimin


Arra yang terkejut, yang kini masih di pelukan jimin pun hanya bisa diam, entah kenapa jantungnya berdegup begitu kencang.


Jimin melepaskan pelukan nya dan menatap arra


"Tinggallah disini selama kau mau, dan tolong biarkan aku melihat mu dan bayiku walaupun belum lahir" ucap jimin


Arra diam..


"Kenapa?" tanya jimin yang menyadari pandangan aneh arra


"Kau baik baik saja?" tanya arra sambil menempelkan tangannya pada dahi jimin


Jimin tersenyum


"Nan gwaenchanha..tapi hatiku gila karna terlalu mencintai mu" ucap jimin


Arra lagi lagi terdiam, ia befikir bagaimana bisa jimin berkata "terlalu mencintainya" setelah semua yang terjadi. Ya walau memang beberapa saat lalu jimin memintanya kembali. Tapi arra sendiri tidak bodoh, tidak mungkin ia melepaskan permata hanya karna crystal  tipuan.


"Bagaimana?" tanya jimin menunggu respon dari arra


"Baiklah" ucap arra


Ya  arra pikir jika ini tipuan, setidaknya ia membiarkan anak dalam kandungannya ini  bersama appanya untuk beberapa saat, sebelum ia kembali ke kediaman jin.


"Ah..gomawo.." ucap Jimin memeluk kembali arra.


____________


_______


____


____


_______


____________


Jin mengendarai mobilnya yang  kini sudah satu jam ia mengemudi.


Ia kembali membuka handphonenya untuk kembali melakukan panggilan pada arra...


Tuuuttt...tuuuttt..tuuutttt


Suara panggilan tersambung selalu.tapi jin tak pernah mendapakan balasan , baik panggilan ataupun pesan.


"Angkat sayang" gusar jin


"Nomor yang anda tuju sedang di alihkan, coba untuk---"


Jin langsung mematikannya kala mendengar suara operatornya itu.


Jin membelokan mobilnya kala matanya menemukan mini market,jin berniat membeli orange jus untuk membuatnya lebih segar.


Ia turun dari kemudinya, sambil menatap ponsel di tangannya. Ia berniat kembali mengirimi arra pesan


For : my_mine


_arra-ah...apa kau di busan.?


_aku akan kesana..tunggu aku!


Send


Dan setelahnya ia membayarnya.


Jin kembali ke mobilnya, ia duduk di kursi pengemudinya lalu membuka tutup botol dari orange jusnya dan meminumnya.


Dirasa cukup jin menyimpan botol orange jusnya, dan memasang sabuk pengaman. Selesai dari itu.


Ia kembali menyalaka mesin mobilnnya dan berjalan meninggalkan mini market itu.


Jin merasa baikan setelah meminum orange jusnya itu itu, yang awalnya tubuh jin merasa sangat lelah, tapi untuk arra ia tak kenal dengan kata itu.


Ya Demi demi yang terkasih ia akan berbuat segalanya.


Drrrrrttt..dddrrrttt..


Jin melirik handphonenya itu yang tergeletak di kursi sebelahnya. Ia kira ada panggilan yang masuk namun ternyata buka, Dilihat ada notifikasi pesan masuk yang entah dari siapa.


Jin pun menggapai ponsel nya itu lalu membuka lockscreennya sambil memperhatikan jalanan


From : My_Mine


"Jangan pergi ke busan..aku tidak ada disana. Pulang lah..jangan hiraukan aku, jangan khawatirkan aku, aku hanya butuh waktu untuk lepas dari mu"


"Lepas dari mu?" gumam jin


Jin termenung,Apa maksudnya dia berkata seperti itu? Apa itu artinya arra akan meninggalkannya.


"Oh tuhan jangan buat ku menderita seperti ini" gusar jin


Jin pun menepihkan mobilnya. Ia tak mampu mengemudi kala pikirannya semraut seperti ini.


Jin mengambil orange jusnya lagi lalu menegaknya berharap ia tenang dengan semuanya.


To :My_Mine


"Kau dimana sekarang..aku ingin bertemu dengan mu"


Send


Drrrttt..drrrttt...


From : My_Mine


"Pulang lah...aku akan pulang setelah semuanya ku rasa membaik, aku tidak ada di busan.. Aku masih di seoul"


Jin menghela nafasnya.mungkin arra memang butuh waktu untuk menemuinya. Dan jin berharap kalau semua yang di pikirkan tak akan terjadi.


To: My_Mine


"Baiklah aku tunggu kepulangan mu .. Ku harap kau tak begitu lama"


"Aku merindukan mu"


Send


Jin pun menyalakan mesinnya kembali..ia berbalik arah untyk pulang seperti yang istrinya katakan , dan untung saja jin baru sampai di Daejeon.


Satu jam berlalu jin kini sudah sampai dirumah..ia berjalan menaiki tangga dengan lemas, ya ia rasa ia akan jatuh sakit karna belum mamasukan makanan selam lima hari kebelakang.


Ia pun memutuskan untuk beristirahat sebelum parah total,


"Ajhuma" teriak jin kala ia sampai di pintu kamarnya


Sang ajhuma Pun yang sedang membersihkan debu langsung berlari menuju tuannya.


"Nee.tuan. ada yang bisa saya Bantu"


"Ya...mm.. Bisakah kau buatkan aku bubur labu?" ucap jin yang entah kenapa ia ingin sekali memakan bubur labu itu


"Ah..tentu...tapi saya harus membeli labunya dahulu.." ucap ajhuma in-gil


"Ya sudah...beli saja labunya..ini uangnya" ucap jimin memberikaN uang 75.000 won jika di dalam rupiahkan sekitar


1 juta.


"Ini terlalu banyak tuan" ucap ajhuma in-gil


"Jika masih ada sisa beli kebutuhan rumah, ataupun dapur" ucap jin


"Ouh..begitu tapi.. Apa tuan tidak menginginkan yang lain?" tanya ajhuma in-gil


" tidak.. Aku hanya ingin sup labu yang kental" ucap jin


"Baiklah..saya akan pergi membeli labu nya dulu, permisi" ucap ajhuma in-gil


Jin mengangguk lalu berjalan masuk ke kamarnya. Ia terus berjalan menuju balkon kamarnya, di lihat pemandangan di belakang tempat kediamannya sangat indah..


Jin sejenak berfikir untuk membuka usaha untuk kelangsungan hidupnya, karna tak mungkin jika uangnya akan bertambah jika ia hanya berdiam diri,kecuali ia seorang billioner yang punya berbagai aset.


Dan jin berharap jika kedepannya hidupnya akan kembali normal bersama arra dengan bahagia.


ada hukuman untuk stiap kesalahan..


jika kamu mentakdirkan untuk kesedihan pasti ada alasannya?,_jin


MAAF TYPO...AYO VOTE....