ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
87. step to ending 1



Kesal... Bagaimana tidak, ketika ayah mu di tuduh sebagai dalang dari rencana pembunuhan istrimu sendiri??. Jin tau kondisi  ayahnya juga hubungannya sekarang, dan jin tau kalau ayahnya tidak menyukai arra tapi bukan berarti dia menjadi dalang dari pembunuhan.  Seperti apa yang dikatakan jimin satu bulan yang lalu. Karna seburuk buruknya ayahnya tak mungkin melakukan perbuatan keji itu.


Dan jin rasa semuanya baik baiknya, tak ada yang buruk selama satu bulan setelah jimin mengatakan hal yang konyol itu.


Drrrttt.  Drrrrttt...drrrttt..


Jin mengalihkan pandangannya pada handphone yang tergeletak di meja . ia menatap layar handphonenya dilihat


Panggilan masuk dari


Eunha..


"Chagia-ah, mwohaneungeoya?" ucap Arra yang datang dari belakang punggung jin dengan memegang perutnya yang kini menginjak usia kelahiran (sayang,apa yang kamu lakukan) tak sengaja ia membaca panggilan yang masuk pada handphone suaminya


''Ani, tak ada" balas jin tersenyum menatap Arra


"Siapa yang menelpon,? Kenapa tidak diangkat" tanya Arra


"Ini mungkin tidak penting" ucap jin kikuk


Seketika panggilan pun berakhir.


Bersamaan dengan itu Arra mengangguk


Eunha. Nama wanita yang dulu menelepon jin saat dirinya bertengkar, membaca nama itu seketika aar teringat perkataannya yang dulu mencurigakan, dan ternyata sampek sekarang  suaminya masih berbalas komunikasi dengan wanita itu.


Drrrrtttt...drrrtt...drrrtt..


Jin menatap ponselnya lagi ini panggilan yang kedua, Arra bersikap biasa tanpa memperlihatkan kecurigaannya dan seolah semua baik baik saja


"Angkat saja, siapa tau penting" ucap arra


"Eoh. Baiklah..sebentar" bala jin lalu mengambil handphone dan pergi menjauh dari Arra


Aneh. Itu yang Arra rasakan, kenapa suaminya harus menjauh saat mengangkat telpon dari wanita itu.


"Baiklah.. Aku akan menemui mu sekarang, tunggu di tempat yang kemarin"


Ucapan itu yang dapat di dengar Arra dengan samar , namun kembali Arra menyembunyikan wajah kecurigaan nya


"Ada apa?" tanya Arra


"Ani.. Gwaenchanha" balas jin


"chugbog bad-eun? yojeum dangsin-eun gongsang manhago modeun geos-i gwaenchanhseubnikka?"  tanya Arra kembali yang kini duduk disisi kini yang sedang menonton tv. Ralat sebaliknya TV yang menonotin jin melamun (bernahkan? belakangan ini kau hanya melamun saja, apa semuanya baik baik saja?)


"Nee. Gwaenchana" balas jin tersenyum seolah pikirannya bukanlah masalah penting


"Eoh..begitu, apa restoran berjalan dengan baik, sudah lama aku tak sana" balas arra yang kini mengambil yang kini mengambil ramote.


"Ya semuanya baik baik saja." balas jin


"Eoh. Syukurlah. Lalu, kapan kau mau mengunjunginya lagi ini sudah sebulan," ucap arra


"Sekarang." ucap jin seketika


"Apa ada hal yang mendesak?" tanya Arra


" ani. Aku akan membahas pembukaan dengan kepala restoran cabang baru di pantai heundae, " balas jin menatap Arra


"Pantai heundae??, " tanya ulang Arra


"Yaa. Bulan lalu kita berada disana. Aku melihat banyak peluang, lagi pun tempat itu sangat lah ramai" balas jin


"Eoh. Begitu. Apa pun itu Aku akan mendukung mu" balas Arra


"Gomawo.." balas jin lalu mencium kening Arra.


"Chagia-ah?"  ucap Arra


"Nee" gumam jin


" boleh aku ikut?" tanya Arra


"Ani. Kau dirumah saja aku takut kau melahirkan di jalan karna ini sudah memasuki waktunya" balas jin


"Ah. Aku akan baik baik saja  lagi pun usia kandungan 8 bulan 2 minggu. Belum benar benar memasuki tanggalnya" jelas arra


Sejujurnya Arra hanya ingin tahu apa yng di lakukan suaminya, karna sungguh ucapannya tadi membuat hatinya tidak tenang.


Jin diam..


"Ku mohon" pinta Arra dengan pupy eyes


"Tapi..."


"Ku mohon. Boleh yah. Aku jenuh berada di dalam ruangan terus" ucap Arra merengek baralasan


"Baiklah..  Sekarang ayo bersiap" ucap jin


Arra pun mengangguk , dengan perlahan ia berjalan untuk mengambil tas di kamar bawah. Ya sekarang ini jin dan Arra pindah kamar dan itu semua demi kebaikan Arra.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Disisi lain, terdapat mobil hitam yang menunggu, ia sendiri tadi membolak balikan kepala menatap arah pintu keluar.


Dan sesekali ia menatap layar ponselnya yang sendiri tadi muncul dengan notif pesan.


Seketika ia mulai bersiap kektika mobil sport Lamborghini biru keluar dari gedung itu. Dan langsung menancap gas mobilnya.


Ia menatap mobil itu yang di tumpangi dua orang tang berstatus suami istri.


Dengan sorot mata tajam dalam hatinya ia berdoa semoga tak terjadi sesuatu yang membuat hatinya khawatir semenjak kemarin.


Entah, memang akhir akhir ini, ia merasa begitu dan tak ayal ia selalu bermimpi jika ia akan mendapat musibah yang tak terduka.


Laju mobilnya mulai menelan ketika lampu merah menyala, ia memberhentikan mobilnya sambil melarak lirik suasana. 


Baru ia sadari kalau diantara mobil Lamborghini


Terdapat mobil dua hitam yang pengemudinya memperhatikan si isi mobil


"Mereka belum berhenti sampai ada pihak yang di untungkan" batinnya.


Seketika lampu hijau pun menyala, kemudian mobil itu pun melaju menuju jalana Mangnidan-gil. di Mangwon, Mapo-gu, Seoul,.


Sudah jelas mereka berjalan munju kemana, karna memang disana ada tempat usaha mereka.


Ia tak habis pikir dengan si wanita yang menjadi istri dari pemilik restoran itu, ia bisa saja meminta uang pada orang tua yang jelas jelas kaya untuk memenuhi kebutuhannya, dan menjalankan perusahaan yang di kemban oleh ayahnya, sungguh jika bisa dinyatakan kekayaan dari Kim Arra terbilang cukup fantastis. Hanya saja keluarga mereka sangat sangat sederhana. Sampai rela mencari uang dan turun kelapangan.


💕💕💕💕💕💕💕


Beberapa menit kemudian jin dan arra sampai di restoran mobilnya pun berhenti tepat di restoran everything eat, ya everything foods adalah nama restoran jin. Everything  artinya "segalanya" dan foods artinya "makanan," dan jin baru menyematkan nama itu stelah nama restoran KSJ.


"Annyeongaseo" ucap doo jihan yang dengan rapih nya memakai tuxedo melihat kewibaanya sebagai manajer di restoran yang di bangun jin


"Nee. Annyoeng" balas jin tersenyum sambil menggandeng Arra


"Bagaimana perjalananya , apa baik baik saja" tanya doo jihan menyapa


" ya seperti yang kau lihat sendiri, kami datang dengan selamat" balas Arra tersenyum


"Ah. Syukurlah. " balas doo jihan sambil berjalan menuju suatu ruangan


"Kau sendiri bagaimana, apa kau baik baik saja?" tanya jin


"Ya. Seperti yang tuan lihat aku sehat," jawab doo jihan


Jin menganggukkan kepalanya


"Ya. Semoga saja kau di beri kesehatan selalu"


"Nee.. Chamshamnida" balas doo jihan


"Ayo masuk" ucap doo jihan kembali menunutun jin dan aar untuk masuk ke ruangan khusus rapat


"Nee.. Chamshamnida" balas jin lalu sudut di soffa yang di sediakan


Doo jihan tersenyum , ketika jin dan arra


Menurunkan bokongnya.


"Bagaimana dengan restoran ini, apa semuanya baik baik saja?" tanya jin


"Tentu, bahkan ada beberapa investor yang mau menanamkan modalnya di restoran kita" balas doo jihan


"Ah, geureo?" tanya jin tersenyum


begitupun dengan Arra yang senang mendengarnya


"Ya..perusahan VX Holding perusahaan meble terbesar di korea bersedia berinvestasi sekita 5 miliar Won" ucap doo jihan sambil memberikan teh hangat


"Jinjja" tanya Arra tak Percaya.


"Aku tidak bohong, kemarin CEO nya langsung menghubungi ku dan datang kemari" ucap doo jihan


"Wauw...aku tak menyangka ini" ucap jin


"Masih banyak lagi yang ingin berinvestasi, jika tuan ingin menerimanya aku akan mengatur jadwalnya" balas doo jihan


"Aigooo.. Semoga ini menjadi jalan untuk membuka cabang baru, sampai akhirnya restoran everything foods ini menjadi restoran terkenal di negara ini" Ucap jin


"Ya. Ini hal tak terduga kau menginginkan membuka cabang di pantai heundae dan sekarang tuhan memberikan jalannya" balas Arra


"Ku harap restoran ini bisa sukses kedepannya, karna melihat potensi pengunjung yang semakin meningkat berkat pengenalan global" ucap doo jihan


"Baiklah. Kau atur semuanya, aku percaya pada mu jika ada apa apa hubungi aku" ucap jin


"Nee.." balas doo jihan


"Ayo silahkan diminum" ucap doo jihan


"Nee" balas Arra


Mereka bertiga pun meminum teh, lalu mengobrol sedikit tentang rencana ke d apa nya untuk restoran baru yang niatnya akan buka di. Itaewon dan pantai heundae


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Mobil hitam masih terpakir, si pemilik masih setia dengan pantauan nya, sebelum kedua pasangan itu melarikan diri.


Drrrrrtt. Dddrrrttt


Suara getaran handphonenya memalingkan pandangan dari pintu masuk restoran


Dilihat notifikasi grup Bangtan yang datang dari j hope


@junghosoek


"Kurasa grup ini semakin sepi, semenjak kalian yang sudah menikah"


@minyoongi


"Haish...kalau begitu kau cepat rmnikah pula,agar kau dapat kegiatan yang berfaedah"


@JeonJk


"kurasa kau benar hyung @junghosoek, mereka mungkin sibuk dengan keluarganya"


@junghosoek


"Kau bnar jungkook, aku pun iri melihatnya"


@minyoongi


"Ya sudah ...tinggal kau cari saja ..wanita banyak diluaran sana @junghosoek dan kau langsung menikah"


@ParkJIMIN


"@junghosoek tenang saja hyung, aku juga masih sendiri"


@kimnamjoon


"Ada apa ini??"


@kimtaehyung


Hosoek hyung, ku doa kan kau cepat menikah


@junghoseok


"Haish. Jimin-ah. Kau sendiri tapi pernah merasakan namanya bulan madu"


"Gomawo @kimtaehyung"


@kimnamjoon


"Tak ada yang merespon ku?"


@minyoongi


"OUH, jadi kau ingin menikah hanya karna ingin berbulan madu?? Sanah pergi beli kambing lalu bawa ke kamar mu dan ajak tidur.. Dasar yandong"


@JungHoseok


"Bukan begitu maksudku."


@kimnamjoon


"Perlu bantuan @junghosoek"


@JeonJk


"😆😆😆hyungku ternyata yandong"


@junghosoek


"Wah kookie kau sudah dewasa rupanya"


@JeonJK


"Diam kau hyung..memang nya kau saja "


Read


Seketika , setelah membaca pesan grup itu. Matanya kembali tertuju pada pintu masuk restoran. Dan tak lama pun yang di buntuti keluar dari restoran bersamaan dengan dua pengunjung.


Keduanya sekarang menaiki mobil sport lalu melajukan mobil bersamaan dengan itu, ia pun ikut mengejar mobil itu.


Jimin tidak lelah kemana pun ia membututi pasangan utu, yang jelas ia hanya ingin menyelamatkan kedua nyawa yang sedang terancam itu.


Jimin pernah berfikir untuk melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib tapi jimin tak cukup punya bukti.  Dan jimin takut kalau hyungnya akan membenci diri nya.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


"Sayang kita mau kemana?" tanya Arra kala sadar kalau jalan yang di tuju bukan lah jalan ke tempat kediamannya


"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat" ucap jin tersenyum


"Kemana? Apa aku pernah mengunjunginya?" ucap Arra


"Ani. Kau belum sama sekali menginjakan kaki disana," ucap jin


"Oh. Benarkah?" tanya Arra


Jin mengangguk


"Oh yah. Sebelum kita kesana aku ingin bertemu seseorang dulu" balas jin


"Siapa?" tanya Arra dalam hatinya ia yakin kalau orang yang akan di temuinya itu tak lain adalah eunha.


Jin hanya tersenyum, dan itu membuat hati Arra merintih.syang pikirannya selalu negatif karna takut jin berlaling


"Oh yah. Sebelum kita kesana , aku ingin memakan ice krim dulu" ucap jin


"Boleh. " balas Arra tersenyum hambar


"Ah. Rasanya aku sudah lama tak membelinya" ucap jin


" baiklah... Aku menuritinya"balas Arra


Lima menit jin kini memarkirkan mobil di area kaffe yang menjual berbagai varian rasa es cream dengan toping yang beragam.


Keduanya keluar dari mobil, lalu masuk menuju ruangan, suasana begitu ceria karna memang es cream bisa mengubah suasana hati menjadi lebih baik.


Setelah mereka masuk, tak lama kemudian dua orang pengunjung juga ikut masuk.


Arra dan jin memilih tempat di tepi jendela supaya bisa menatap lalu lintas jalan. Selagi menunggu


"Sayang. Apa yang kau inginkan?" ucap jin


"Maksdmu" tanya Arra sedikit bingung


"Ah. Ini kau mau rasa apa?" tanya jin


"Oh. Itu.. Aku ingin rasa coklat dan blueberry, dengan roti yang pastinya" ucap Arra


"Baiklah.." ucap jin lalu ia memanggil pelayan dan mengatakan pesanannya.


Sedangkan Arra menatap sekeliling ruangan yang sangan ramai di datangi pengunjung


"Aku pernah berkata kalau aku akan memberikan nama bukan?" tanya jin setelah berbicara dengan pelayan


"Iya. Apa? Apa nama untuk bayi kita?" tanya Arra


"Nanti, aku akan memberi tahu mu setelah kau melahirkan anak kita" ucap jin


"Asih. Aku sudah lama menunggu, memang kenapa kalau sekarang " ucap Arra


"Karna itu bukan spesial, aku mau kau memakai nama itu untuk anak kita, aku tak ingin kau mengubahnya" ucap jin


"Lah. Kau pikir aku suka merubah nama orang?" tanya Arra


" ani.. Aku hanya takut saja, " ucap jin


Arra pun diam, namun jin terus menatap Arra dengan senyuman


________________________


"***Target sedang barada dikaffe sebaiknya kita mencari waktu yang pas"


"Ya kau benar, akan lebih mudah jika kita melakukan di jalan , agar orang mengira kalau terjadi kecelakaan"


"Ya. Aku pikir kita akan melakukan dua cara, kau berada di kejahuan untuk menembak target, dan setelah ia jatuh aku akan menabraknya, atau sebaliknya aku yang manbraknya dulu dan kau yang menembaknya?"


"Bagaimana pun caranya, yang penting kita berhasil melakukan misi kita ini karna bayarannya sangat menggiurkan"


"Tapi kau harus ingat, bos bilang kita tidak boleh salah sasaran, kalau tidak kita berurusan denga polisi"


"Ya ku harap begitu, karna dari tadi itu yang ku takutkan, "


"Semoga saja tidak terjadi hal yang buruk, karna aku melakukan ini juga demi keluargaku,"


"Yah. Semoga saja"


HUWWAAHHH.. READERS MIANHAE NUNGGU ME AND IDOL LAMA UP JYA, KARNA MEMANG BNER BNER SUSAH BUAT BIKIN ENDINGNYA, DI TAMBAH MAU BIKIN STORY LAGI. AUTHOR HARAP KALIAN MAKLUMIN AUTHOR YANG JUAHAT INI YAH !! KARNA BUAT KALIAN NUANGGU SEKALI MIANHAE


JANGNA LUPA VOTE LIKE DAN KOMEN***!!!!