ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
84. Deja Vu



Pagi kembali ini hari terakhir jin dan arra berada di  Pantai Haeundae busan, arra masih tertidur sedangkan jin kini ia berada di restoran


Jin sedang menyantap sarapannya dengan sandwich ala korea yang isinya hampir sama saja seperti sandwich ala western. Jin begitu menikmatinya walaupun tanpa arra, ya awalnya ia ingin sekali sarapan bersama , tapi jin tak tega membangunkan arra yang kemarin kelelahan karna terua berjalan jalan di tepi pantai samapai matahari benar benar menghilang dan di gantikan bulan, sedangkan perut jin tak bisa di ajak kompromi karna rasa lapar. Jadi mau tak mau ia makan sendiri. Tapi walaupun begitu ia sudah memesan makanan untuk arra dan menitah pelayan hotel ini mengantarnya ke kamar yang di tempati arra.


_____


___


__


Ketukan pintu dari luar membuat arra terbangun, saat bangun arra mendapati dirinya sendiri terbaring diruangan, ia mencari jin menyusuri ruangan dengan matanya namun jin tak ada dimanapun, di kamar mandi pun tak terdengar suara air ataupun suara orang sedang mandi. Entah jin sedang dimana sekarang?


Pikiran arra kembali pada suara di balik pintu..dengan cepat menghampirinya lalu membukanya


"Maaf noona ..aku mengantarkan makanan ini untuk mu" ucap pria yang memakai baju resepsionis


Arra tersenyum lalu menerima makanan itu ,lalu kembali bertanya


"Dimana orang yang memesankan makanan ini" ucap arra , dirinya tak bertanya siapa yang memesankan karna mustahil kalau bukan jin yang memesankannya bukan.


"Dia sedang makan di lantai bawah, permisi noona saya harus kembali "


Arra mengangguk , sedangkan sang pelayan pergi berlalu,


Arra kembali memutuskan untuk masuk membasuh mukanya karna mungkin wajah bantalnya akan di tertawakan untung saja pelayan tadi tidak melakukannya


Saat tengah di kamar mandi dan membasuh wajah, arra baru sadar kalau kejadian barusan ia pernah alami, ya kejadian barusan terjadi saat arra masih berhubungan dengan jimin.


Ara masih ingat saat saat dirinya bersama jimin di pantai ini.


"Aish....apa yang terjadi paduku" gumam arra sembari menatap pantulan wajahnya di cermin kamar mandi itu


.


Jimin tengah menyantap makananya dengan matanya yang tertuju pada keluarga kecil yang bahagia, yang tengah mengawasi anaknya bermain pasir. Diam diam ia membayang jika nanti dirinya begitu jika nanti arra melahirkan.


--+--


--+--


--+--


Jin terperanjat saat pundaknya disentuh oleh tangan, lalu segera ia tolehkan wajah pada tangan yang masih berada pada pundaknya.


"kau disini, kapan kau Bangun?" tanya jin ketika melihat arra dengan senyuman


"Eoh..nee..aku baru saja bangun saat pelayan mengetuk pintu kau sudah sarapan?" tanya arra lalu duduk dihadapannya


"Nee..mianhae..aku tidak menunggu karna aku mau membangunkanmu tak tega melihatnya,kau tidur begitu pulas" balas jin masih dengan senyuman


Arra tersenyum kecil,


"Gwaenchanaeo.."


"Ayo ke pantai lagi" ucap arra lagi melihat suasana pantai yang begitu ramai di pagi hari


"Nee..aku akan menghabiskan makanannya dulu." ucap jin memasukan potongan sandwich kedalam mulutnya


"Ya sudah..aku akan menunggu mu di pantai...habiskan makanan mu" ucap arra melenggang pergi keluar area.


"Heyy....kau kan belum sarapan?" teriak jin


"Nanti saja." balas arra lalu pergi keluar


Arra yang keluar tersenyum menikmati sinar matahari yang terpancar di pagi hari ini,  banyak pasangan mulai dari remaja, dewasa, menikah, ataupun tua Yang sudah  berkeliaran menjalani aktivitas mereka.


Arra terus tersenyum ketika para pasangan yang juga menyapa walaupun tak kenal ,


Sampai ketika bola voli mengenai kakinya ,


"Noona, bisakah kau lempar bola itu" ucap anak memakai kaos putih kira kira  berusia 8 tahun yang berada pada garis lapangan


Arra yang mendapati bola itu terdiam, ia kembali dari pikirannya yang lama ,


" ini benar benar pernah terjadi." batin arra


Arra tersenyum, lalu menghampiri mereka


"Ini..hati hati kalau main" ucap arra


Anak itu terdiam, menatap arra dengan penuh pikiran


"Noona?"


"Eoh?" tanya arra menatap


"Eoh..noona.  Kau sedang hamil" ucap anak lelaki yang berbeda dengan memakai kaos berwana biru tersenyum


Arra lagi lagi bingung bagaimana bisa anak anak itu bertanya seperti itu padanya


"Noona apa kau masih ingat kami?" tanya ulang anak lelaki yang mengenakan baju berwarna hitam


"Nee...kau ingat dulu kau menelaktir kami usai bermain bola voli" ucap si anak berbaju putih


Seketika arra pun tersenyum dari pikiran nya yang larut


"Ah..sekarang aku ingat, bagaimana kabar mu" ucap arra


"Kami baik noona, kau sendiri bagaimana?" tanya nya


"Aku baik.." ucap arra tersenyum


"Kau sendiri kemari?" tanya anak berbaju hitam


Baru saja hendak Menjawab, telinga arra mendapati panggilan yang memanggil namanya


"Arra"


Dilihat jin dengan kacamata hitamnya berjalan menghampiri arra, begitupun anak anak itu yang juga ikut mentap jin


...


...


...


Ke empat anak lelaki itu bingung dan ragu, pasalnya pasalnya lelaki yang berada di hadapannya itu tak asing baginya


"Jin, idol BTS?" ucap lelaki yang dulu menjadi tertua dari kawan kawannya


Jin menatap anak yang menyebut namanya itu


"Hay...." ucap jin tersenyum


"Noona dimana suami mu jimin hyung??" ucap tanya anak yang memakai baju putih


"Dia suami ku, " ucap arra


"Suami mu, lalu jimin hyung" ucap si anak lelaki yang tertua


"Kami sudah berpisah" ucap arra seketika


"Eoh..maafkan kami " bala anak lelaki berbaju hitam


"Eoh..baiklah..ayo kita bermain" ucap anak yang memegang bola langsung meleparnya pada


Teman yang lainnya ,


"Boleh ikut bermain?" tanya jin


"Kajja" ucap si anak lelaki yang tertua


Jin pun di beri bola dan dengan sigapnya jimin menangkapnya tak membiarkan wajahnya terkena bola.


Arra hanya bisa diam menonoton permainan itu.


Mereka bermain ,sambil tertawa mana kala jin yang terjatuh karna terkena bola dan dengan sigap pula arra membantunya berdiri kembali lalu membersihkan pakaiannya dari pasir putih


"Aku pernah berada dalam masa masa seperti ini, ada apa dengan hari ini?" batin arra


Tiga puluh menit berlalu , permainan voli sudah selesai, jin sudah berkeringat banyak begitupyn dengan anak anak yang lainnya. Mereka beristirahat menatap pantai dengab air yang di tiup angin


"Baiklah...karna kalian sudah membiarkan aku bermain, aku akan menelaktir kalian es krim"


Ucap jin dan disambut dengan gembira oleh ke empat anak itu , arra pun ikut antusias dengan mengangkat kedua tangannya


"Kajja..." ucap Jin.


🐍🐍🐍🐍


Kegiatan menelaktri ke empat anak itu sudah jin lakukan , dan mereka sudah pamit pergi untuk mandi di tepi pantai


"Kita mau kemana?" tanya arra melirik jin yang menjilat es krimnya semabari berlali kecil


"Lihat disana, ayo kita main air"  ucap jin


"Aish..apa apaan" balas arra


Jin tak peduli dengan arra yang terima arau tidak , ia  lalu menarik tangan arra untuk menghampiri genangan air.


Arra  mau tak mau ia harus menurutinya, jin mulai mengibaskan air  ke tubuh arra menggunakan tanganya


"Jin...apa yang kau lakukan" teriak arra


"Nikamatilah..ini sanagat meng-asikan" timpal jin yang terus menyiram air dengan penuh tawa


"Ok..jika itu mau mu.." timpal arra yang kini juga ikut memnyirami suaminya itu dengan air.


Keduannya tersenyum, banyak orang memperhatikannya, dan lagi arra dan jin tak peduli dengan itu.


.........


.......


Lima belas menit berlalu keduanya kini tengah duduk diatas pasir sambil memainkan air.


Dari ujung rambut sampai ujung kaki keduanya basah., begitu pun dengan pakaian mereka.


"Kajja" ucap jin yang berdiri mengulurkan tangan


"Kemana?" tanya arra mendongak menatap jin


"Ayo kita sudahi, ini sudah cukup aku tak mau membuat mu sakit, kajja.." ucap jin


Arra tersenyum lalu menarik uluran tangan jin, ya arra tau barusan sangat mengasikan tapi ia tau bagaimana jin sangat memperdulikannya terlebih kulitnya pun sudah mulai putih mengeriput karna terlalu lama Di air


Keduanya berjalan menuju kamar mandi umum, lagi lagi  tak peduli orang orang memandanginya karna mereka masuk berdua, apa salahnya jika suami istri masuk di kamar mandi yang sama. Toh sudah sah bukan?


"Kita tak membawa pakaian ganti" ucap arra


"Astaga aku lupa," ucap jin terkejut kala menyadarinya


"Lalu?" tanya arra


"Tunggu sebentar aku akan membeli pakaian dulu di dekat toko sini" ucap jin


"Kau yakin" tanya arra memastikan


"Memangnya kenapa?" tanya jin bingung


"Awas kalau saja pakaian yang kau beli tidak muat di tubuhku" ucap arra


"Aigooo...aku yau itu sayang, mana mungkin aku lupa dengan postyr tubuhmu yang sekarang" ucap jin sambil menyubit pipinya arra


"Aish...menyebalkan, sudah sana pergi" ucap arra kesal karna ucapan jin yang jika dipikirkan menghina tubuh arra yang besar.


"Baiklah...tunggu sebentar" ucap jin


"Aish..sudah sanah pergi" ucap arra lagi


Dan segera jin pun pergi dari hadapan arra sambil terwatawa kecil melihat wajahnya yang marah itu.


MAAF TYPOO..YAH


VOTE NYA DONG, JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN...DAN DOAIN BIAR CEPET SELESAI INI STORY..BIAR CEPET NGEPUBLIS REPLECEMENT MY HUSBAND!!