ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
58. bogosipeoyeo



"Lalu setelah ini..apa kau mau kembali padanya?"


Arra menatap jin penuh tanya sembari berkata " apa maksudmu"


Jin tersenyum


"Aku tau kau masih mencintai dia kan..?" ucap jin sambil menyimpan handphonenya di meja lalu menyilang kaki dan bersender di sofa


"Ani... Sigani nan saranghaeo!, wae?waenaeo??" (tidak..kau yang ku cintai, kenapa? Ada apa ?)


"Aku belajar melupakannya dan aku sekarang mencintai mu jin, percaya lah.." ucap arra memegang tangan jin


Jin menatap arra


"Ah..mianhae.... Aku tak bermaksud"


"Nee..nan gawaenchanha" ucap arra langsung memeluk suaminya.


Jin mengusap tengkuknya juga membalas pelukan arra, jin rasa mungkin benar arra mulai kembali mencintainya dan melupakan mantan suaminya.


"Permisi,, tuan nyonya, makanannya sudah jadi" ucap ajhuma in-gil


Lantas keduanya segera melepas pelukan lalu mengambil bubur yang ada di napan itu.


Ajhuma in-gil yang melihatnya hanya bisa tersenyum, karna setelah kejadian kemarin ternyata ada hikmahnya yang membuat hubungan keduanya semakin erat


"Gomawo " ucap jin


"Nee., kalau begitu saya permisi tuan."


Jin dan arra pun mengangguk ,


"Aku akan menyuapimu" ucap jin mengambil mangkuk arra dan sendok nya.


"Tak usah ..kau makan bubur milikmu saja" ucap arra sembari merebut makanan miliknya.


"Tidak..aku ingin menyuapi istri tersayangku saja, jadi biarkanlah" bantah jin


"Baiklah...kalau itu mau mu." balas arra pasrah.


"Kalau begitu...ayo buka mulut mu" ucap jin


Dan arra mau tak mau harus membuka mulutnya dengan perlahan ketika jin menyuapinya.


"Ayo...sekarang kau buka mulutnya" ucap arra mengambil alih sendok di tangan jin lalu menyodorkan sesuap bubur


"Aih.." pekik jin


"Sudah...ayo..buka saja mulut mu" ucap arra lagi


Jin pun menurutinya..dan setelah itu keduanya saling suap menyuapi makanan..sungguh jin sangat suka dengan momen ini dimana ia bisa melihat arra tersenyum dengan lepas.


"Ini pertama kalinya lagi kau menyuapiku..setelah kejadian naas itu" ucap arra


"Ya...kau benar..sekarang pun sama kau mengalami kejadian buruk sampai kau di bawa kerumah sakit dengan begitu aku menyuapi mu lagi" ucap jin


"Dan aku harap suatu saat nanti menyuapi mu,kau tak lagi mengalami kejadian buruk lagi" lanjutnya.


"Ya..kau benar..dan semoga saja ucapan mu terkabul" ucap arra


Jin tersenyum


"Dan sekarang ayo habiskan makanannya, buka mulutmu lagi" ucap jin


"Baiklah.." dan arra pun memakan nya dengan lahap


Drrrrrttt...ddddrrrrttt...ddrrrrtt


Kedua mata mereka mengarah pada handphone yang ada di atas meja.. Jelas jelas itu milik jin , karna handphone arra berada pada sisi sofa.


Jin meletakan mangkunya itu diatas meja lalu mengambil handphonenya..di lihat tertera nama "appa" sebagai pemanggilnya.


Jin pun menggeser tombol warna hijau itu lalu mendekatkan handphonenya di sisi telinganya..


"Yee..yeboseo?" ucap jin mengawali panggilan


"........."


"Untuk apa?"


"........"


"Tidak appa...aku sedang berada di indonesia pun sudah ijin padamu" ucap jin


"........."


"Apa yang penting, bukannya semua pekerjaan sudah ku batalkan"


"........"


"Aish....sepenting itu kah?" ucap Jin seraya mendelik kearah arra.


Arra pun bingun dan penasaran apa yang bicarakan suaminya itu, arra tidak bisa mendengarnya karna jaraknya jauh dari tempat duduknya.


Dan kenapa raut wajah jin seperti orang kesal?


Arra mencoba untuk diam tanpa mengganggu pembicaraan mereka, karna arra tau jin akan berbicara ketika ia selesai dengan panggilannya.


Drrrrt....drrrrt...


Handphone arra bergetar... Menadakan ada pesan masuk dan ternyata dari notif twiter.


Arra meraih handphone itu lalu membuka notif dari Apps twiter,


Arra terkejut ketika pesan yang masuk ke akun twitternya adalah jimin mantan suaminya..arra membuka pesan itu, tertera kalimat "bagimana kabarmu, apa kau baik baik saja, ku hrap kau baik baik saja, aku merindukan mu dan lagi aku menyesal dengan semuanya,jika kau mengijinkan..aku ingin bertemu dengan mu lagi"


Arra menutup bibirnya yang berbentuk Huruf "O" tak menyangka jika jimin akan mengirimkan pesan seperti itu,


Arra pun membalasnya


"Nan gwaenchana,"


Send @parkjimin


Dalam keadaan seperti ini jin adalah suaminya, dan arra harus menghormatinya juga menghargainya..arti sebuah penikahan bukanlah mainan semata.


Jin berjalan menuju arra yang lalu ia tinggalkan, dilihat sang istri sedang berkutik dengan handphonenya yang entah sedang apa


"Ada berita baru" pekik jin yang duduk di sebelah arra.


Dan arra pun langsung menyimpan kembali handphonenya , lalu menatap jin dengan penuh tanya


"Ada apa?"


Jin mentap arra dan menggenggam tangan sang istri


"Appa menyuruhku untuk kembali ke korea, karna ada perusahaan yang bermasalah" ucap jin


"Bermasalah?? Kenapa?" tanya arra


"Entah..appa hanya ingin membicarakannya nanti setelah aku ada di sana" ucap jin


"Ah..kalau begitu, kau pergilah..appa mu membutuhkan mu" ucapa arra dengan senyuman


"Mana aku bisa pergi kesana sedangkan kau disini baru saja pulih" jelas jin tak terima


"Aih..aku bukan anak kecil lagi sayang, aku sudah besar, lagipun disini ada appa dan eomma ku, " ucap arra menangkup wajah sang suami yang terlihat kesal


"Tapi..."


"Sudah..ini demi masa depanmu juga, demi anak kita juga, kau pasti bisa menangani masalahnya, aku percaya padamu" ucap arra


"Sayang.. Kau tau hubungan pernikahan kita baru satu setengah bulan tapi kenapa banyak cobaan?" ucap jin


"Ini bukan cobaan..tapi ujian bagaimana kau menghadapinya untuk jadi lebih baik,lagi pun ini tidak berat kita hanya terhalang jarak yang jauh tapi hati kita selalu dekat" ucap arra memberi pengertian


"Ah...jika kau mengijinkan baiklah..aku akan pergi ke korea, nanti siang" ucap jin


"Ya...semoga kau bisa menyelesaikan semuanya,"


Jin mengangguk lalu memeluk sang istri untuk yang kedua kalinya. Jin merasa beruntung jika arra mengerti dengan dirinya sebagai seorang pengusahawan,


"Ajhuma in-gil akan ikut bersama mu, biar dia yang memenuhi kebutuhan mu" ucap arra


"Dan kau?" tanya jin


"Aku , akan tinggal di villa eomma, aku tak mungkin disini Sendirian"ucap arra


"Ya..kau benar, "


"Terimakasih, kau telah mengerti aku" ucap jin


"Aku istrimu bagaimana bisa aku tidak mengerti suami mu" ucap arra


"Sebaaiknya kau bekemas sekarang, " titah arra


"Baiklah..., kau tak apakan sendiri disini" ucap jin


"Yak..aku tak apa apa, sanah pergi" ucap arra.


Setelah jin pergi arra kembali berkutik dengan handphonenya , ia menemukan trending topik dengan hastag #jungkook


Ah..nama itu pernah ada dalam kehidupannya..teman dan sahabat yang baik, entah semenjak PernikahaN itu jungkook tak lagi terlihat, dalam komunikasi pun sudah JaRang.


Arra mengklik hastag itu lalu melihat postingan yang terkait, terdapat SAtu postingan yang menjelaskan kalau jungkook berada di IndonesiA, yang sedang dalam acara konser dan fanmeeting.


Sungguh arra sangat senang mendengarnya karna jungkook kini sudah menjadi idol yang sangat terkenal seperti para hyung nya


"Ah...nyonya permisi, Apa benar kita aKan KembaLi ke Korea? Bukannya kita masih ada waktu 3 hari lagi" tanya ajhuma in-gil


"Ah..iya.bukan kita tapi ajhuma dan suami ku akan kembali ke korea, jin bilang ada MasalaH dalam Perusahaannya , dan aku mohon jaga jin dengan baik" ucap arra


"Ah...begitu baiklah kalau begitu saya akan membereskan Barang barang saya dulu..permisi" ucap ajhuma in-gil


"Nee"


Satu jam berlalu jin dan ajhuma in-gil kini sudah siap untuk berangkat.. Semuanya berkumpul di halaman villa milik nyonya arru,jin mengenakan topi dengan coat yang di padu padankan dengan baju hangat, beserta tas yang di kaitkan pada bahunya.


Arra tersenyum melihat jin yang berpamitan pada sang appa dengan berpelukan, tanpa sadar ia meneteskan air mata namun segera di hapus karna jin kini Sudah di deoan matanya.


"Sayang...aku pergi..jaga baik baik dirimu dan bayi kita" ucap jin berlutut karna arra masih duduk di kursi roda


"Nee..aku akan menjaganya...jaga dirimu juga baik baik" ucap arra membelai wajah sang suami


"Pasti...jika nanti urusan ku selesai..aku akan secepatnya menjemputmu" ucap jin kembali.


Arra mengangguk..di sertai senyuman yang mengalirkan air mata


"Jangan sedih..kau bilang jarak diantara kita saja yang jauh..tapi hati kita selalu dekat" ucap jin menggenggam tangan arra


Lagi lagi arra mengangguk, namun air matanya menjadi deras karna tak rela di tinggalkan oleh orang yang disayang.


"Aku pasti merindukan mu"


"Aku juga"


Jin merasa pilu, hatinya sakit ketika meninggal kan istri tercintanya, apa lagi dalam kondisi sepertini ini,


"Eomma...tolong jaga arra" pekik jin


"Nee..aku akan menjaganya" balas nyonya arru


"Aku pergi..." pekik jin lalu melangkah menuju mobil yang di sediakan oleh nyonya arru


Arra hanya bisa melambaikan tangan saja ketika jin masuk kedalam mobil,


jin tak kuasa ia meninggalkan arra dan ia memilih tertungkul karna ini sangat menyakitkan,


Dan nyonya arru berserta suaminya hanya bisa berkata


"Hati-hati"