ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
78. Gwaenchanhaeo-jin



Pagi kembali. Seperti biasa arra kembali bangun lebih awal dari suaminya itu. Ia berjalan menuju kamar mandi dengan niatan untuk menyegarkan dirinya.


Ia masuk ke dalam KamaR mandi Dengan Menenteng handuk. Sesampainya di dalam ia menyalakan shower dan merendamkan diri di bath-up


15 menit kemudian, dengan mengenakan handuknya, arra keluar dari kamar mandi fan mendapati jin masih tertidur pulas.


"Sayang..bangun..kau bilang kau mau pergi ke restoran?" ucap  Arra mendekati ranjang


"Ah...sayang...aku masih mengantuk" balas jin menggeliat


"Ayolah..kau kan sudah janji untuk mengajak ku kesana" balas arra sambil menggoncangkan tubuh jin


Memang Hari ini arra berniat untuk ikut ke restoran milik suaminya itu, ia ingin tahu bagaimana keadaan restoran itu sekaligus arra hanya ingin sedikit membantu apa yang bisa ia kerjakan.


"Ayo bangun sayang" ucap arra kembali


"Kiss" gumam jin dengan mata tertutup


"Tidak...kau belum mandi, aku tidak mau melakukannya" ucap arra


"Ayolah....aku ingin kiss" ucap jin kembali sembil menarik tangan arra


"Mandi dulu. Baru aku berikan " ucap arra menjauh


"Ish...kamarin saja aku bekum mandi kau melakukannya duluan, dan sekarang aku mengingkannya kau malah tidak mau" ucap jin masih dengan mata tertutup


"Itu lain lagi.." ucap arra yang kini sedang mengenakan pakaian


"Ayolah..sayang..." bujuk jin


"Mandi dulu..baru cium" timpal arra


"Aish..menyebalkan." ucap jin


Namun. Arra hanya tersenyum,


Sedangkan jin menuruti apa kata istrinya itu dengan berjalan menuju kamar mandi.


Arra, kini ia tengah menyisir rambutnya. Ia menatap cermin melihat kondisi perutnya yang sangat besar, tak di sangka dua bulan lagi ia menjalani kehidupan baru, dengan menjadi seorang ibu dan melahirkan seorang anak, dan mendidiknya sampai besar, arra tak menyangka juga akhirnya ia bisa menjadi istri yang sempurna.


Walau umurnya kini baru 22 tahun, tapi arra yakin dirinya bisa menjadi ibu yabg terbaik untuk anaknya nanti. Dan berharap jika kelahiran anaknya nanti di lancarkan oleh tuhan.


"Sayang.... Baik baik yah, sehar selalu, eomma berharap kau jadi anak yang berguna " gumam arra menatap perutnya itu


Suara pintu terbuka mengalihkan pandangan arra


Ia tersenyum menatap orang yang hanya menggunakan handuk sepinggang  keluar dari kamar mandi itu.


"Kenapa kau tersenyum" ucap jin sambil mengeringkan rambutnya dengan handuknya


"Ani...aku sangat bahagia saja" ucap arra


"Kenapa?? Apa kau bahagia melihat tubuhku yang sempurna ini, atau kah kau tertarik "roti sobek" nyah?" ucap jin  seperti biasa dengan percaya diri


"Ani...kau sagat pandai memuji diri mu sendiri" ucap arra tersenyum gemas


"Lalu apa? Kau menang hadiah?" tanya jin yang kini berjalan menuju lemari mengambil pakaian.


"Aku bahagia karna kau akan menjadi ayah" ucap arra


"Itu sudah pasti sayang..karna aku ini suami mu" balas jin


Arra tersenyum , sambil duduk dan masih menatap cermin ia mengolesi bedak di wajahnya.


"Aku banyak berterima kasih padamu, tanpa mu aku bukanlah orang yang istimewa" ucap arra


"Itu semua karna mu juga, yang membuat ku tertarik padamu" sergah jin.


"Terimakasih lagi karna kau mau menerimaku apa adanya" ucap arra ucap arra mengalihkan pandangan dari cermin menatap jimin


"Jika aku menerima mu ada apanya, mungkin akan meninggalkan mu karna kekurangan mu," ucap jin


"Sudah..jangan di bahas Lagi, kita hanya saling melengkapi kekurangan kita,  itu saja " ucap jin kembali


Arra mengangguk.. Ia kini berdiri di DepaN cerminnya mengambil lipstik dan mengolesinya di bibirnya.


Seketika ia terperanjat dengan ulah jin yang Memeluknya di belakang,


"Aish..kau ini apa apaan..untung saja bibirku tak tercoret lipstik" ucap arra menepuk tangan jin di perutnya


"Aku mau menagih janji mu" ucap jin


"Janji yang mana?" tanya arra berpura pura tak tahu padahal dia tau


"Aish...hanya di tinggal sejam, kau sudah lupa?" tanya jin


"Katakan saja, memang aku pernah berjanji padamu" ucap arra acuh


"Ayolah sayang..kau menyuruhku mandi saat aku minta kau menciumku" ucap jin geram


"Oh..kau mau cium" ucap arra tersenyum yang kini membalikan badan


Jin mengangguk tersenyum


"Mau dimana? Disini?" tanya arra menunjuk pipi jin


"Disini?" ucap arra lagi menunjuk bibir jin


"Atau disini?" tanya arra kembali menunjuk leher jin


"Semuanya" ucap jin seketika


Arra tersenyum, dan jin langsung menyambar bibir arra, keduanya berciuman dengan panas, sampai lupa dengan waktu


Namun seketika arra melepaskan tautan bibirnya, .


Jin menatap arra


"Aku mencintai mu" ucap jin lalu memeluk arra


"Aku pun" ucap arra membalas pelukan jin


Jin melepaskan pelukannya itu, ia ingin berlama lama tapi ia takut arra kesakitan


"Perut mu sangat besar, kau beda dengan ibu hamil yang lainnya" ucap jin


"Jinjja?, ku kira aku saja yang merasa seperti itu"


"Ah...ku rasa bayi kita akan gemuk," ucap jin


"Mau gemuk ataupun tidak, yang aku harapkan bayi kita ini sehat " ucap arra


"Nee...aku juga berharap seperti itu, ah.. Rasanya aku tak sabar menjadi seorang ayah" ucap jin


Arra tersenyum


Suara ketukan pintu menyadarkan mereka


Keduanya, lantas mereka melirik ke arrah pintu itu


Jin pun berjalan menuju pintu itu,membuka dan mendapati ajhuma in-gil


"Ada ApA?" tanya jin


"Mm..tuan sarapannya sudah siap, segeralah makan karna kalau dingin tidak enak" ucap ajhuma in-gil


"Eoh...arraseoh.. Sebentar lagi kami turun" ucap jin


"Nee..agesemnida., kalau begitu saya permisi." balas ajhuma in-gil


Jin mengangguk, lalu setelahnya jin berjalan kembali kedalam ruangan


"Kau sudah selesai?" tanya jin


"Nee..." balas arra


"Kalau begitu, ayo kita sarapan setelah itu kita je restoran" ucap jin


"Nee.kajja" balas arra


Jin pun mengulurkan tanga seperti buasanya ia menuntun arra untuk menuruni anak tangga. Agar kejdian lalu di indonesia tidak terulng lagi.


_______________


____________


________


Dua jam berlalu , arra kini tengah menatap pengunjung yang berlalu lalng masuk dan pergu. Ya satu jam yang lalu arra sampai di restoran yang menyajikan aneka makanan dari berbagai makanan di belahan dunia ini.


Dan benar apa kata jin.. Restoran yang di bangunnya sekarang ramai di kunjungi orang orang. baik turis ataupun warga lokal, arra yang niatnya ingin membantu, malah di suruh diam dengan melihat jin yang melayani  pelanggan tertentu saja,


Arra hanya bisa duduk di kursi kasir bersama petugasnya yang bernama doo jihan , seorang lelaki yang berpendidikan tinggi.


"Jihan-ah.. Kau senang bekerja disini?" tanya arra kala doo jihan diam setelah melayani pelanggan


"Ouh.. Aku takjub padamu, kau seorang mahasiswa yang bisa membagi waktu, kan kebanyak mahasiswa hanya mengandalakan uang orang tuanya saja" arra


Doo jihan tersenyum


"Aku bekerja untuk memenuhu kebutuhan sehari hari ku, karna uang yang di berikan orang tua ku hanya cukup untuk membayar pendidikan ku" ucap doo jihan


"Lau kenapa kau tak mau meminta kekurangannya" tanya arra


"Ah...aku tak mau membebani orang tuaku, sudah masuk perguruan tinggi saja aku sudah bersyukur" ucap doo jihan


Arra mengangguk,


"Jihan-ah, kau orang yang merantau bukan?" tanya arra


"Nee..nyonya  aku berasal dari daegu, ibu ku petani sedangkan appaku sudah meninggal, jadi aku hidup disini hanya mengejar cita cita ku" ucap doo jihan


"Oh.. Begitu" angguk arra


"Nee.. Nyonya"


"Aish...kenapa kau terus memanggilku nyonya " ucap arra


"Ah..mianhae .. Kau istri dari pemilik restoran ini dan aku menghormati itu" ucap doo jihan


"Tapi apa aku terlalu tua untukmu" ucap arra


"Ku rasa tidak, aku pikir umur kita sama" ucap doo jihan


"Nah..kalau begitu panggil saja aku dengan nama" ucap arra


"Andwae.. Aku tidak bisa melakukannya, itu tidak sopan" ucap doo jihan


"Baiklah.. Kalau begitu panggil noona saja" ucap arra lagi


Dan akhirnya doo jihan pun mau mengatakan "noona" pada arra.


____________


________


Lima jam berada di restoran.


Kini arra dan jin sedang mengendarai mobil menuju arah pulang.


"Kau lelah?" tanya arra melirik jin


Jin tersenyum


"Tak seberapa. Dan mungkin berkurang karna kau bersama ku" ucap jin


"Aish...menyebalkan" ucap arra


Terkekeh


Dan jin pun melakukan hal yang sama dengan arra


"Ya sudah ..cepat lajukan mobilnya, aku tak kuat melihat suami ku kelelahan" ucap arra


"Nee..arraseoh" timpal jin


Setelah sekian menit menempuh perjalan kini arra sampai di apartemEn jin. Keduannya masuk namun seperti biasanya arra selalu di tuntun jin


"Kau baik baik saja" ucap jin


"Nee.. Gwaenchanhaeo" balas arra tersenyum


Saat Jin dan Arra memasuki Ruangan, ajhuma in-gil langsung menghampirinya dengan senyuman


"Tuan , nyonya makanannya sudah siap. Apa mau langsung makan malam?" tanya ajhuma in-gil


Jin menatap arra menanyakan bagaimana dengan tawarannya.


Arra sebenarnya lelah. Namun karna tak mau mengecewakan asisten rumah tangganya itu, ia pun mengangguk.


"Ya sudah..ayo" ucap arra


Jin pun menuntun arra ke ruang makan, sampainya disana terlihat banyak makanan


"Ajhuma..banyak sekali kau memasak Makanan hari ini" ucap jin


"Ah, iya kah?" tanya ajhuma in-gil, yang sebenarnya ia memasak banyak karna sebagai ucapan terimakasih


"Nee., kau yang memasaknya belum makan kan. Ayo sini, kita makan bersama " tanya arra


"Ah..ani ..Gwaechanhaeo, tuan dan nyonya saja duluan" balas ajhuma in-gil tak enak hati


"Kajja... Anjaeoseo" ucap arra


(Cepat, ayo duduk)


"Ya..ayolah duduk, sekali sekali kau makan bersama kami" ucap jin


"Hajiman..."


"Lagi pun makanan sebanyak ini tak bisa kami habiskan berdua" balas arra


"Imi, kajja" ucap jin menyergah ucapan ajhuma in-gil


Dan dengan ragu ajhuma in-gil pun duduk, bersebrangan dengan arah arra


"Santai saja.." ucap jin yang meluhat gelagat ajhuma in-gil kaku


"Ah..nee" ucap ajhuma in-gil mengangguk


____________


________


Setelah makan jin dan arra pun kini berada di kamarnya, setelah mandi beberapa menit yang lalu kini keduanya bersiap untuk tidur. Arra berganti  piyama di kamar mandi sedangakan jin hanya memakai boxer dengan kaos polos berwarna hitam  yang kini sudah berada di atas ranjang.


"Chagi-ah.. " teriak jin


"Nee. " sahut arra


"Cepatlah.. Kemari aku ingin memelukmu" ucap jin


"Nee.  Sunganeo" balas arra


Lalu tak lama kemudian arra keluar dari kamar mandinya. Ia berjalan mendekati jin lalu tidur di sebelahnya.


Jin merapatkan tubuhnya  pada arra sambil memeluknya, lalu ia memejamkan mata, sedangkan arra hanya menatap langit langit kamarnya


"Oppa.." ucap arra


"Nee.." balas jin


"Apa kau sudah siapkan nama untuk anak kita" tanya arra


"Ani..aku belum memikirkannya" ucap jin


"Aish..payah" balas arra


"Nanti saja saat kau melahirkan akan ku katakan siapa namanya" ucap jin


"Aish...menyebalakn sekali" ucap arra


"Memangnya kau sudah terpikir nama yang bagus untuk anak kita" ucap jin


"Ah.. Aku pikir jika wanita kim taeri, dan jika Lelaki jinho kim" ucap arra . ia nama itu bagus untuk marga kim, karna kebanyakan ia menemukan nama bermarga park


"Ah.. Nama yang cukup bagus, tapi aku punya nama yang cocok untuk anak kita nantinya" ucap jin


"Ah..baikalah..aku serahkan urusan nama pada mu" ucap arra


Jin diam .. Matanya mengantuk ingin di istirahatkan


"Oppa.. Jika nanti aku melahirkan apa boleh jimin kemari" ucap arra


Sontak jin pun langsung membuka matanya, dan arra yang menyadari itupun langsung berucap


"Ah..maksudku. Jiminkan juga ayah dari anak yang ku kandung jadi dia berhak melihat anak ini bukan?" tanya arra


Jin menghela nafas, posisi nya yang semula kini berganti menatap langit langit kamarnya


"Jika kau tidak mengijinkan.. Gwaenchanhaeo" ucap arra


"Silahkan saja..aku bukan tipe orang yang menjauhkan anak dari bapaknya" ucap jin seketika


Arra yang mendengarnya pun merasa bahagia sekaliagus takut dan ragu karna ucapan jin terdengar ketus.


"Mau dia menunggu saat persalinan mu pun aku tak apa, itu hak mu karna dia ayahnya bukan, anggap saja aku hanya pengasuh mu yang menjaga mu sampai melahirkan" ucap jin