
Jimin Part
Berbeda dengan arra yabg tengah terbaring di negara indonesia, di korea selatan
Jimin baru saja selesai dengan meetingnya. ia kini melngkahkna kakinya menuju basment untuk mengendarai mobilnya ,
Ya hari ini pukul 15:30 KST, jimin tak ada lagi pekerjaan untuk di urusi..sampai akhirnya ia memutuskan untuk pulang karna lelah dan memilih untuk beristirahat.
Dua hari belAkangan jimin selalu tidur sendiri dikamar yang dulu di tempati arra sungguh sampai saat ini niatannya tak ingin menyentuh seulgi sama sekali. Ya karna rasa kecewanya sudah begitu mendalam
Sampai di basment ia membuka mobilnya lalu mengendarainya untuk keluar,
Perjalanan kali ini sangat santai dengan lalu lalang mobil pun tak cukup ramai seperti biasanya, lagipun jimin hendak pulang bukan pergi kekantor
Jimin menyalakan radio di mobilnya, lantunan musik mellow dengan penyanyi wanita yang di sukai jungkook dengan judul through the night,
Tiba tiba hati jimin menjadi resah..pikirannya tertuju pada arra yang entah sekarang dimana dan sedang apa ?
Di pikir jimin pasti arra sedang bahagia bersama dengan jin yang dicintainya.
"Aish...sudah lupakan arra, dia sudah bahagia" pekik jimin
Lalu ia pun memfokuskan kembali mata dan pikarannya ke jalana bersamaaj dengan lagu yang ber putar beralir ke lagu nya dulu -spring day
"Ouh..tuhan kenapa hari ini sangat menyayat hatiku?" gusar jimin sembarai mengusap wajahnya. Berniat hilang dari keresahan di hati
Drrrttt...drrrrtt...drrrrttt...
Handphine jimin bergetar, dan itu mengalihkan pandangan Jimin dari jalana seketika, ia mengambil dari sakunya lalu membaca panggilan yang masuk.
Setelah membac jimin pun memasang aerphone di telinga dan sektika terhubung dengan handphonenya,
"Yeoboseo..?" ucap jimin mengawali panggilan
"Ah. Jimin-ah..apa aku menganggangu mu?"
"Tidak..ada apa?" tanya jimin sambil fokus menyetir mobilnya
"Tidak..aku hanya bosan. Dan aku merindukan mu"
"Ouh..lalu?"
"bisa kau kemari, aku menginginkan mu"
"Eoh..tentu...kau dimana?" ucap jimin
"Aku di caffe hotel, awal kita bertemu" ucap
"Baiklah..aku akan kesana..secepatnya..tunggu aku" ucap jimin
"Baiklah..ku tunggu kau di kamar "
"Yee .."
"Love you - chagi-ah"
Jimin tersenyum dan seketika jimin pun memutus panggilannya,
Astthh..jimin sungguh beruntung sedang strees begitu ia mendapatkan kesenangan dari wanita lain ..
Arviah,, entah kenapa dia menjadi suka RelAwan memberikan kepuasan untuk jimin, padahal jimin melakukannya hanya penuh nafsu tanpa landasan cinta, ya sejak pertemua meeting privat itu jimin akrab dengannya dalam hubungan ****** .
------+++++---------+++++++-------
20 menit jimin sudah tiba di hottel bintang lima gangnam city.
Ia berjalan menuju administrator
"Permisi saya ingin bertanya " ucap jimin dengan senyuman manis yang membuat siapa saya pasti luluh
"Ah...tentu ada yang Bisa saya bantu" ucap wanita yang menjadi penjaga administrator
"Saya ingin tahu kamar atas nama arviah dimana?" tanya jimin
"Ah..sebentar.. " ucap wanita sembari membuka buku tamunya
"Ah..kamar atas nama arvia di pesan di nomor 24C VIP lantai dua" ucap sang Wanita dengan senyum ramahnya
"Eoh..gomawo" ucap jimin dan langsung mendapatkan anggukan dari sang administrator....
Sepuluh menit jimin kini tiba di depan pintu yang bertuliskan 24C VIP , dan langsung memencet bell yang ada di pintu itu,
"Jimin....kau sudah datang " ucap sang wanita pemilik bilik itu..
"Nee..."
"Ayo masuk" ucap arviah
"Kau mau minum apa" ucap arviah
"Wine...kau punya wine?" ucap jimin
Arviah tersenyum
"Tentu..sebentar aku akan mengambilnya" ucapnya
Jimin mengangguk..lalu arviah melangkahkan kaki menuju lemari pendingin
Jimin termenung sembaru menatap layar tv yang sedang memberitakan sang hyung jhope sedang menagalami naik daun dengan sebutan dancer king, ya..raja dalam menari memang pantas untuk hyungna dapatkan bagaimana tidak dulu saja saat dance untuk come back hoseok hyung mampu menghapal gerakan dalam itungan menit, jadi tak salah bukan dari dulu hingga sekarang masih menekuni hobinya.
"Ah ini" ucap arvia membawakan dua botol wine dan dua gelas di atas nampan,
"Nee..gomawo.." ucap jimin langsung menuangkan minuman itu kedalam gelas mini
".kau sepertinya sedang strees iya?" tanya arvia
Jimin tersenyum, membenarkan petanyaan arvia, mungkin raut wajahnya bisa di tebaknya karna penampilan pun mendukung menyatakan kalau jimin sedang banyak pikiran
"Ada apa...kau bisa cerita padaku" ucap arvia
"Ani..., ini maslah pribadi" ucap jimin meneguk segelas mini minumannya.
"Eoh..baiklah....bagaimana pekerjaan mu?" tanya arvia
"Baik..tak ada yang buruk belakangan ini" ucap jimin
"Eoh..begitu" ucap arvia mengangguk lalu menuangkan wine di gelas mini
"Kenapa kau tidak meminumnya" tanya jimin
"Tidak...aku takut" ucap arvia
"Taku apa...apa yang salah bukan kah kau yang dulu meminum minuman ini?" tanya jimin
"Yee...tapi aku takut terlalu lincah saat nanti bersama mu " ucap arvia
"Eoh...ah..aku sampai lupa kalau kau mengundangku kemari untuk itu" ucap jimin tersenyum
"Ah..tak apa...kau lanjutkan saja minum aku, aku mau buang air kecil dulu" ucap arvia
Lalu setelah itu ia pergi ke dalam kamar mandi
___///_______//___/_/
"Kemari lah pertunjukannya akan dimulai .."
"Neee...agesemnida"
Jimin mengedarkan pandangannya, ia kini sudah terpengaruh alkohol sampai rasa pusing kini menyeramgnya, ejtah sudah lama jimin tak meminum minuman keras lagi dan sekarang ia sedikit kewalahan dengan dirinya
Jimin melihat arvia hanya dengan menggunakan celana pendek juga tangtop yang membuat belahan dadamya terbuka bahkan terlihat setengahnya
"Kau sudah puas ?" tanya arvia
"Eoh..kau ...mau melakukannya sekarang?" tanya jimin
"Baiklah...ayo kita mulai" ucwp arvia dengan senang hati
Seperti mendapatkan harta karun jimin langsung menyergap bibir tebal arvia wanita asal indonesia itu
Berciuman kian lama kian menjadi panas ..tangan jimin tak tinggal diam ia menyelusup kedalam kaos arvia,
Oh...ini pelampiasan nafsu jimin ketika belakangan ini. Ia tak menyentuh seulgi, ya ia tahu birahinya harus di penuhi walau bagaimana pun .
Arvia dengan senang hati menerima perlakuan jimin, demi yang di tuju,,
"Kau cantik hari ini" ucap jimin
"Aku sama seperti yang kemarin apa bedanya" ucap arvia tersenyum
"Aku Mencintaimu" ucap jimin tersenyum
"Jimin....!!"
Seketika kuaduannya menghentikan aktivitasnya ketika terdengar suara wanita yang memanggil lelaki yang sedang "bermain"
**hi readers..makasih udah baca.sampai sejauh ini ..kasih kritik dan saran, biar karya ku lebih baik lagi..jngan sungkan.,jika ada yng tidak di mengerti silahkan berkomentar dan sisipkan bagian nya..insyallah author benerin ..
MAAF KALAU ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR.. dan maaf juga jarang up..terus kalau up up nya satu chapter , authornya lagi banyak tugas seoklah.. sekali lagi maaf
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR tetep stan yah sama me and idol
I PURPLE U***