
Warning....harap tidak mencoto hal yang buruk karna ini kebutuhan novel , jadi author. Terpaksa menulisnya.. Dan lagi dosa di tanggung readers!!
Pagi hari telah kembali.
Di negara yang berbeda arra mendengar suara riuh burung yang bergemricik, ditambah lagi suara gaduh di bawah yang mungkin sudah jelas ajhuma in-gil sudah berada pada aktivitasnya, arra perlahan membuka matanya itu menetralkan cahaya yang masuk dari fentalasi jendela kamarnya. Hidung nya merasakan udara sejuk yang masuk kedalam hidungnya, ya baru kali ini arra merasakan udara sesejuk ini. Mungkin perbedaan cuaca yang membuat arra sulit mendapatkannya.
Arra merasakan deru nafas di punggungnya. lalu ia menatap pada perutnya itu yang terdapat pergelangan tangan yang kekar sedang memeluknya dari belakang.
Ia tahu siapa pemilik nya itu, yang pasti dan sudah jelas sang suami -jin yang selalu melakukannya,
Arra sunguh sungguh merasa beruntung mendapatkan suami seperti jin .walaupun perbedaan umur selisih 6 tahun tapi jin sang suami mampu mengimbanginya dan membuat suasana lebih menarik dan itu membuat arra sedikit demi sedikit melupakan kenangan masalalunya.
Ya walau mungkin akan ada masalah baik kecil maupun besar datang menghamipirinya , dan entah ia bisa melewatinya atau tidak yang jelas, arra harus bersiap dari mulai hatinya juga pikirannya untuk menghadapi semua itu.
Arra mengusap tangan jin yang kekar itu, rasanya ia rindu dengan celotehan khas yang di buat buat suaminya itu yang mengakihatkan. Gelakan tawa ataupun tangisan kecil..ya walau semalam sebelum tidur jin berulah dengan mengibaskan rambutnya ke wajah arra yang sedang beristirahat dan terjadilah pertengkaran kecil namun hal itu tak menyurutkan rasa cinta nya justru itu adalah hala yang membuatnya gemas dengan kelakuan jin yang seperti bayi
Ya ,kata jodoh tidak kemana memanglah pas untuk dirinya, dulu ia merasakan sulit kehilangan jin walau jimin sang idola bersama nya, namun yang namanya cinta pertama memanglah sulit dilupakan
Arra membalikan badan dan juga wajahnya untuk menghadap ke arah sang suami dengan perlahan agar tidurnya tidak terganggu, dan syukurnya jin tidak mengubah posisi tidurnya - memeluk arra
Arra menatap lekat sang suami
Sungguh bibir yang di miliki jin mampu membuatnya mengingat saat pertama kali berciuman panas dengannya.
Dan sekarang ini, ingin rasanya arra menciun bibir milik jin itu..tapi jika jin tidak sadar ia rasanya curajg , terlebih jika arra melakukannya sendiri sanagtlah membosankan, lagi pun rasanya tak enak jika tak ada perlawan dari pasangan. Dan yang ada arra hanya menanggung lelah ditambah lagi jin mungkin akan marah sudah mengganggu tidur nya.
Arra harus menelan ludahnya demi menahan nafsunya yang tiba tiba datang, entah setan apa yang merasukinya di pagi hari ini.
Arra menyentuh bibir sang suami, ia pikir jika tidak bisa menciumnnya stidaknya ia bisa membelai bibir yang di inginkannya itu. Arra tersenyum karna saat di sentuh , jin hanya diam dalam tidurnya.
Dan sampai dimana arra memberanikan diri untuk mendekatkan bibirnya pada sang suami ,bukan bibir seperti yang ia inginkan malahan arra menciumi leher jin dan membuat tanda merah di beberapa titik.
Dan sayangnya, ketika arra hendak menggapai bibir jin dengan bibirnya, jin memalingkan wajahnya dengan badan berbalik ke arah lain..
Arra kesal kenapa bisa ia mengaganggu tidur nyenyak nya suami. Dan lagi arra harus mengurung niatnya untuk menahan nafsunya itu.
Suara gaduh di lantai bawah membuat arra memutuskan untuk turun dari ranjanganya melihat aktivitas ajhuma in-gil yang entah sedang apa.
Arra bergeser dari tempatnya meninggalkan jin yang tertidur dengan posisi memunghunginya.
"Tidur yang nyenyak sayang" pekik arra menatap jin yang tengah tertidur
Arra berjalan , namun baru saja satu langkah langkahnya terhenti..karna bajunya dirasa terkait pada ranjang.
Arra berbalik badan dan terkejut setengah kesal karna tenyata bajunya tidaklah tersangkut, melainkan ulah jin yang menariknya dengan senyuman namun matanya tertutup dengan rapat
"Yaakkk..kau ini apa apa-an...bukannya kau tengah tidur huh?" tanya arra setengah teriak
"Ah..ani..kau sangat menggangguku tadi" ucap jin mengusap matanya dengan sebelah tangan
"Ouh ..mianhae...aku tidak akan melakukannya lagi" ucap arra
Jin terdiam tangannya masih memegang baju arra,
"Sudah lepaskan..kau bisa melanjutkan tidur mu" ucap ara
"Tidak..." ucap jin
"Kenapa, biarkan aku pergi.." ucap arra
"Anieo.." ucap arra
"Waenaeo?" tanya arra jengah
"suruh siapa..kau sudah menganggu tidurku,dan malah kau membuat bercak merah di lehar ku" ucap jin
"Eoh...baikalh..aku tidak akan melakukannya lagi..nanti nanti jika kau mengingkannya..aku tak mau" ucap arra menarik paksa bajunya lalu pergi
Dan lagi dengan cepat jin menahan kembali langkah arra,dengan menarik tanganya
Arra diam, tanpa membalikan badannya , sungguh arra rasa tak ingin menatap wajah absurd jin yang tampan itu karna kalau begitu ia akan mudah luluh
"Kau marah padaku?"
Untuk yang kedua kali nya arra diam tanpa sepatah kata pun.
Dengan posisi yang sama
"Sayang...katakan..kau marah?" tanya jin
"Lepas..aku mau turun kebawah" ucap arra
"Kau marah....aku minta maaf" ucap jin
"Lepas .." paksa arra menggubris pergelangan tangannya.
Menyadari tidak mendalat respon jin, mendekatkan tubuhnya ke arah arra, ia memeluk dan mengunci pergerakan sang istri dari belakang
"Maaf ..aku hanya bergurau" ucap jin berbisik pada telinga arra
Sungguh arra merasakan geli yang dasyat. namun begitu arra tak berani berucap dan memilih diam
"Maaf kan aku..." ucap jin lagi
Dan lagi lagi. Arra diam..
Melihat tak mendapat respon dari sang istri jin membalikan badan arra.
Arra tertungkul kala dirinya di hadapkan pada posisi si pria berbahu besar itu.
Jin menanggahkan wajah si itri lalu tanpa aba aba ia memajukan bibirnya dan mulai ******* bibir nya .
Arra terkesiap ketika sang suami memperlakuaknnya dengan tiba tiba..ia tak tahu harus membalas atau membiarkan ciumannya yang jelas sebelumnya ini yang dirinya inginkan. Namunbpada akhirnya arra hanya diam
Jin terus ******* bibir sang istri. berharap mendapat respon dari sang pemilik nya. Ya padahal jin menikamati kecupan yang dilakukan arra beberapa menit lalu , dalam artian dirinya memang sudah bangun sebelum arra memnciumnya dan soal terusik tidur nya jin sengaja.
"Mmmfffthh...lepaskan jin" ucap ara sambil mendorong dada bidang suaminya
Namun jin tetap pada posisinya untuk ******* bibir nya.
"Mmmfffthh..lepas" ucap arra lagi
Namun jin tak bergeming..malah jin beralih ke leher jenjajng sang istri. Dengan geli arra sedikit mendesah, ia tak kuat rasanya sungguh berbeda ini pertama kalinya jin melakukan ini..walaupun sebelumnya arra pernah merasakannya dengan mantan suaminya - jimin
Jin terus menyelusuri leher arra dan membuat beberapa titik tebal berwarna merah seperti yang arra lakukan padanya.
Tangan jin pula tak ambil diam . ia memasukan tangannya kedalam baju arra, ia mengerayangi dua benda yang kesal itu, sekali kali ia merema remas p******a milik sang itu
"Sungguh ini pertama kalinya aku melakukan sperti ini pada wanita.. ini sangat menantang dan mengasikan" batin jin
Ya memang jin tak pernah berbuat apapun dengan arra hanya cium bibir ia rasa cukup ..tapi ini melibihi apa yang ia pikirkan .. Ini yang pertama kali untuk jin tapi ia tau bagaimana cara membuat ******* lawan jenisnya.
"Ahhh..uffht..eohffttt"
"Mmmffhht...henti...kan jin ahfftt" sambil meremas remasa rambut jin
Sampai akhirnya jin menghentikan semua aktivitasnya, ia menatap wajah lemas arra dengan sigap ia menggendong arra untuk membaringkannya kembali keranjang.
Arra hanya pasrah ketika jin memainkan tubuhnya.. ia yang awalnya menolak kini mengikuti alur yang dibuat jin , rasa marahnya kini surut karna ia tak munafik dengan semua ini
**hi readers..makasih udah baca.sampai sejauh ini ..kasih kritik dan saran, biar karya ku lebih baik lagi..jngan sungkan.,jika ada yng tidak di mengerti silahkan berkomentar dan sisipkan bagian nya..insyallah author benerin ..
jangan lupa vote..like dan komen nya..
I purple U 💜**