ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
6.daegu



Hari berikutnya telah dimulai


Jin semangat bekerja karna rencananya usai semua selesai ia akan berkunjung ke rumah arra.


"Selamat pagi tuan" ucap seorang karyawan


"Pagi" balas jin tersenyum


"Anda ada jadwal untuk meeting pemasaran barang dengan perusahaan jisoo's" ucap perempuan itu


"Ya...kau atur semuanya, jika sudah kau beritahu aku"


"Baik tuan" ucap perpuan itu lalu pergi


Jin membuka pintu lalu masuk kedalam ruangnya sebagai CEO perusahaan kim, ia duduk sambil memangku dagunya


Sungguh hatinya tak sabar bertemu arra, dirinya tak segan segan membayangi arra ketika tersenyum, ya senyuman kemarin waktu membuat dirinya tergiang giang dan kemarin juga jin baru melihat lagi arra tersenyum setelah sekian lama


"Hey..jin kenapa kau tersenyum begitu"


Suara paruh baya itu menyadarkan jin dari lamunan indahnya, ia lantas menanggah pada orang yang berbicara


"Appa...ada apa kemari?" ucap jin


Yang ditanya mendengus sambil tersenyum miring


"Seterah appa mau kemari atau tidak..ini perusahaan appa dan appa berhak untuk keluar masuk sesukanya"


Jin mendelik mendengar jawaban dari sang ayah


"Yaakkk...aku tau itu...ini perusahaan ayah, "


"Lalu?" tanya balik sang ayah


Jin tak berani menjawab rasanya ia selalu salah ketika berbicara dengan ayahnya


"Jin..apa kau sudah menemukan pasangan ?" ucap tuan kim


Jin tertegun,


Taun kim meliriknya


"Waktu kamu tinggal dua hari lagi ,, bagaimana bisa kamu mencarinya"


Dalam satu tarikan nafas jin menatap ayahnya


'Tenang saja..aku sudah punya,"


Tuan kim mendelik tak percaya


"Oh yah..kau tidak berbohongkan" ucapnya


"Untuk apa ..aku berbohong apa..aku akan secepatnya menikahi dia" ucap jin


"Kau...,..Jangan main main" ucap tuan kim tak percaya


"Ada apa dengan appa ini..kau menyuruhku mencari wanita , dan menikahinya untuk meneruskan keturunan..dan sekarang aku Telah menemukannya tapi appa sekarang bersikap tak terima, apa yang appa mau?" tanya jin protes


"Ya..aku memang menyuruh mu mencari pasangan, tapi yang ku tau kau baru saja kenal dengan wanita itu bukan, dan kau langsung menikahinya? Kau yang benar ?". Ucap tuan kim


"Ada apa...?, memangnya ada yang salah?, " tanya jin


Tuan kim menghembuskan nafasnya, dengan seiring bahunya turun


"Kau menikah pun harus tahu asal muasal wanita itu, kau ini seorang anak dari perusahaan ternama yang menjabat sebagai pemilik tunggal perusahaan ini, jadi kau harus memperhatikan bibit, bebet ,bobotnya"


"Appa tak perlu khawatir soal itu, aku dengar dia orang yang setara dengan kita, jadi kuharap kau merestui hubunganku dan menyetujui pilihanku" ucap jin


"H.mmm..baiklah..kalau begitu, jika pun mengecewakan maka tawaran appa kau harus turuti, " ucap tuan kim


"Yaakkkkk....appa ini kenapa, kau mau menjodohkan aku dengan wanita itu yang jelas aku tak tau siapa dia, " ucap jin kesal


"Appa hnya ingin yang terbaik untuk mu" ucap tuan kim


"Aku tau itu ...tapi setidaknya appa biarkan aku memilih kebahagian ku sendiri tanpa paksaan" ucap jin menatap sang ayah


Sang ayah menanggapinya dengan anggukan


"Kalau begitu, hari minggu nanti kau kenalkan pasangan mu pada ku"


"Nee..aku akan mengenalkannya pada mu" ucap jin


Sang ayah mengangguk lalu pergi begitu saja tanpa sepatah kata


*********


Ya...arra akan pindah hari ini sesuai ucapannya yang kemarin di lontarkan pada jin.


Berbicara mengenai jin sungguh sampe sekarang arra masih merindukannya.. Walaupun statusnya sekarang merasa canggung karna lama tak bertemu ataupun menjalin komunikasi,tapi itu tak bisa arra pungkiri juga.


Pukul menunjukan jam 10 : 00 KST


Kini arra sudah siap dengan barang barangnya tinggal mengangkut nya kedalam mobil,, beberapa menit lagi


Pikiran arra kini terlintas pada jimin yang sudah sah menceraikan nya juga sudah sah tanpa memiliki hubungan apa pun


Tiba tiba air matanya menetes mengingat kejadian setahun yang lalu dimana awal ia menikah sampai akhirnya nya ber pisah dengan luka.


Awalnya arra sendiri berharap jimin akan memintanya untuk kembali tapi mungkin itu cuma ilusi arra sendiri.


Sambil menunggu mobil datang arra menulis sepucuk surat yang berisi lagu dari negara asing, dengan lirik kata kata yang mewakili perasaanya.


I'm not crying 'cause you left me on my own


I'm not crying 'cause you left me with no warning


I'm just crying 'cause I can't escape what could've been


Are you aware when you set me free?


All I can do is let my heart bleed


tulisan lirik yang menggambarkan hubungan durinya dengan jimin, arra berharap jimin membacanya, namun kalaupun tidak Mungkin surat ini akan lapuk dimakan usia ataupun rayap.


Tetttt....teetttttf


Suara klakson mobil terdengar di telinga arra dengan cepat arra melipat surat lalu di biarkan tergeletak dengan buku dan pulpen yang biasa ia tulis diary.


"Siang?" ucapnya


"Ah....kau...kenapa kemari bukannya sedang dikantor" ucap arra bingung


Lelaki itu tersenyum..


"Jangan tanyakan aku kenapa, karna semua sebabnya kau yang membuat"


"Aku??,,,,heeyyy..memang apa yang aku lakukan soekjin?" tanya arra


"Yaakkk..kau tau aku dari dulu masih menyukai mu sampai sekrang" ucapnya


"Aishhh...." pekik arra geleng kepala


"Kau mau kemana sudah rapi"


Tanya seokjin


"Ah..ani.tadi ku kira kau supir yang menjemputku" ucap arra


"Memangnya kau mau kemana?" tanyanya lagi


"Sesuai dengan ucapan ku kemarin, kalau aku akan pindah "tersenyum


"Jadi kau menepatinya"


Araa mengangguk tersenyum


"Ouh...boleh aku mengantarmu?" tanya seokjin


"Memangnya kau punya waktu luang" tanya arra


"Ada...mau berapa lama?" ucap jin


"Mmmm..... Setelah kau saja" ucap arra tersenyum..begitu pun jin


Teet... teet...


Suara klakson kedua kalinya menjalar pendengaran arra ..keduannya dengan cepat melirik kearah mobil yang datang.


"Itu supirku," ucap arra


Jin melirik arra meminta penjelasan


"Jadi, jika kau mau ikut ayo..., biar barang barang ku di bawa sopir ku dan aku ikut dengan mu" lanjut arra


"Arraseoh, kajja" ucap jin tersenyum


Jangan lupa vote ARMY😍😭, j


like sama komen jangan lupaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚