ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
72.AND NOW, ARRA WITH WHOM?



ketika aku mncintai kamu dan aku berusaha menjauh dari dia disaat itu kau pergi begitu saja...ketika aku mncintai dia. dan berusaha melupakan kamu.. disaat itu pula kamu datang untuk kembali bersama ku."_PrJMHHR


Satu minggu  kemudian


Kini arra tinggal di kediaman jimin..


Ia menempati kamarnya dulu saat ia menjadi istri dari pengusaha elektronik terkenal itu.


Sebenarnya arra tak enak hati jika memikir kan harga dirinya, ya bagaimana bisa seorang wanita yang bukan suami istri melainkan sudah mantan tanpa ikatan hubungan berada di satu rumah . walau beda kamar tapi tetap saja..mungkin para tetangga membicarakannya dengan penuh difitnah


Dan bagaimana jika jin tau itu, kalau istrinya sedang berada di kediaman lelaki mantan suaminya. Yang padahal minggu lalu ia kemari namun di bohongi jimin.


Tapi arra tak peduli itu..egonya lebih besar dari pada perasaannya. Entah arra sendiri tidak taubagaimana keadaan jin sekarang karna terakhir minggu lalu arra sesekali membalas pesan jin . itupun sat jin hendak ke busan untuk menemuinya, padahal arra tidak busan. Kan kasian jika jin kesana namun sia sia.


Arra hanya berniat memberi pelajaran untuk jin. agar ia tidak mengulanginya lagi, karna arra sudah lelah hidup dengan pelik rumah tangga selama dengan manatan suaminya. Arra hqnya ingin menuntut haknya untuk hidup bahagia. Itu saja!!


Dan


Pagi hari ini arra sudah beres dengan mandinya, ia mengenakan pakaian yang jimin belikan untuknya,  pakaian yang di belikan pun khusus untuk ibu hamil dengan tingkat kelonggaran yang cukup besar. Mungkin jimin berfikir karna seorang wanita, setiap bulan akan bertambah besar perutnya. apa lagi kandungan arra kini menginjak enam bulan pada minggu besok


Berkata tentang jimin.


Kini ia lebih manis dari sebelumnya, ia tak sungkan memberi perhatian pada arra dengan memperhatikan asupan makanannya. Bahkan ia tak malu lagi  jika hendak mengusap perut arra


Kadang jimin pulang awal hanya untuk menemani arra yang jenuh di rumah, padahal banyak tugas yang harus dikerjakan.


Ouh..sungguh jimin berbeda dari dulu saat arra hidup bersamanya.


"Arra-ah"


Suara teriakan memanggil nama arra, terdengar di telinga. Ia yang berdiri di meja rias pun berjalan menuju pintu.


Di bukanya sang pintu di dapati jimin yang tersenyum lebar.


"Good morning baby" ucap jimin mengelus perut arra


Arra tersenyum geli melihatnya.


"Ayo kita sarapan!" ucap jimin


"Nee..kajja"


Jimin pun menarik tangan arra menuntunnya berjalan kala menyusuri anak tangga.


Arra tersenyum dalam hatinya ia bertanya tanya, bagaimana bisa  jimin yang dulu acuh berubah begitu lembut padanya.


"Awas.. hati hati" ucap jimin


"Nee..kenapa kau tidak memakai pakian kantor?" tanya arra


"Ani..aku hanya ingin dirumah bersama anakku" ucap jimin


"Bagaimana bisa? Bagaimana dengan pekerjaan mu?" tanya arra


"Semua itu bisa di atur, aku tak mungkin menyia nyiakan kau ketika berada disini, jika kau kembali pada jin hyung bagaiaman bisa nanti aku bertemu anakku" ucap jin


"Aish..kau kan bisa menemuinya setiap saat" ucap arra


"Ani.aku tak enak hati jika harus mengganggu hubungan mu dengan jin hyung"


"Tidak...jin mungkin akan membiarkan nya karna kau juga ayahnya bukan" ucap arra


"Ah..semoga saja " ucap jimin


Tiba di meja makan jimin mendudukan arra dengan perlahan.


"Kau mau makan apa?" tanya jimin


"Ah..berikan aku sup ayam itu" ucap  arra menunjuk pada sebuah mangkuk kecil


Jimin pun segera memberikannya pada arra


"Ouh..baiklah. Ini makan yang banyak"


"Gomawo" timpal arra


Jimin tersenyum, lalu duduk di kursi ujung


Selama sarapan, keduanya tak berbicara sepatah kata pun. Keduanya sibuk menyantap sarapannya. Namun jimin, sesekali mencuri pandang yang arra tidak menyadari itu.


"Ini.. Ambil ikannya" ucap jin memberikan pring yang berisi ikan salmon yang di panggang setengah matang


"Ah Ani..ini sudah cukup" timpal arra tersenyum


Jimin pun memberikan ikan salmon itu, menaruhnya di piring arra


"Ah..kau ini.aku tidak mau bayiku kekurangan makanan..ayo di makan"


"Wae?" tanya jimin


"Aku tak bisa menghabiskan makanan ini, ini terlalu banyak perut ku sudah mulai kenyang"


"Lalu?" tanya jimin


"Kemari lah?"


"Hah...??" tanya jimin bingung


"Sudah kemarilah duduk, di sampingku"


"Ada apa?"ucap jimin menuruti perintah arra


"Buka mulutmu"


"Aaaaaaa?" Jimin membukan mulutnya


Dan Happp


Satu suapan masuk ke dalam mulut jimin.


Arra tersenyum


"Aku sudah kenyang...kau saja yang habisi" ucap arra


"Ah..aku juga sudah kenyang,"ucap Jimin


"Eh..suruh siapa kau memberikan makanan ini terlalu banyak padaku" ucap arra protes


"Yakkk....kau begitu..." pkik jimin


"Sudah makan saja..aku akan membantu mu juga tapi sedikit demi sedikit saja" balas arra yang kini memasukan makannanya pada mulutnya


"Ah..baiklah..." ucap jimin


Arra terus menyuapi jimin, sesekali mereka tertawa karna arra memeberikan sendok makan pada bukan pada bibir jimin melainkan Hidungnya.


Setelah mereka berdua selesai dengan sarapannya..kini arra dan jimin berada di ruang tv menonoton acara kesukaan arra. Dulu ditempat ini untuk pertama kalinya jimin  mengatakan kalau ia akan belajar mencintai arra dan sekarang ketika berhasil ternyata arra sudah bukan menjadi istrinya lagi.


"Terus belajar mencintaiku, karna aku tak lelah mencintai mu "


Jimin teringat dengan kalimat  itu..dimana arra mengatakannya dengan tulus sambil Memeluknya. Namun sayang semuanya dudah berbeda..


Jimin menatap arra ketika arda sedang menonton tv..ya tanpa sepengetahuannya jimin memperhatikan arra


"Kau tak berniat menghubungi jin hyung?" ucap jimin


Seketika senyuman arra yang terbentuk pun kian memudar


"Kenapa kau berbira seperti itu?,bukan kah kau yang Megy nginkqn aku disini selama beberapa hari" tanya arra


"Ya..aku tau itu tapi ini hari ke 12 kau tinggal kediaman ku, apa kau tak mengkhawatirkan kondisi jin hyung" ucap jimin


Arra terdiam..ya sebenarnya ia mengkhawatirkan kondisi suaminya itu, bahkan panggilang dan pesan yang di kirimkan kan jin pun tak sekali Dirinya respon padahal sudah beratus ratus pesan jin yang memohon dirinya untuk pulang, tapi arra masih ingin memberi hukuman.


"Ah..diakan sudah besar dia bisa mengurusinya sendiri" ucap arra


"Tapi.."


"Sudah, jika kau merasa cukup tinggal dengan ku ..aku akan pergi sekarang" ucap arra lalu berdiri berniat berjalan mengambil barangnya di kamar


Jimin pun ikut berdiri dengan segera jimin menarik tangan arra agar dia bisa memeluknya.


"Mianhae..aku tidak bermaksud..aku senang kau ada disini..tapi bukan berarti aku senang dengan pertengkaaran kalian,aku kasian dengan jin hyung"


"Aku mohon.. Kabari jin hyung sekali saja..begitupun dia suami mu" ucap jimin lagi


Arra yang terkesiap hanya bisa diam, detak jantung semakin cepat, entah mungkin jimin bisa merasakannya.


"Arra...sejujurnya aku masih mrncintai mu, maafkan kan aku kalau kau telat menyadarinya. Tapi ku mohon kau harus tetap dengan jin hyung..dia pria baik"


"Jimin-ah.." gumam arra


"Yee?" tanya jimin memabalikan


Tubuh arra dan menatapnya


"Sejujurnya. Aku juga masih mencintai mu" ucap arra seketika


**AND NOW, ARRA WITH WHOM?


MAAF TYPOO...JANGAN LUPA VOTE**