ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
46. Plane 2



Jimin kin sudah sampai di hotel gangnam city dengan waktu yang di perkirakan.


Ia berjalan manuju ruangan vip, namun sebelumnya jimin berjalan menuju tempat resepsionis untuk menanyaka posisi ruangan yang di pesan oleh wanita yang bernama arvia


Setelah mendapatkannya jimin pun memasuki lift untuk menjangkau tempat tujuannya.


"Aneh...kenapa bisa di kamar?" _batin jimin


Lima menit setelah nya jimin akhirnya sampai di tujuan..


Ia mengetuk pintu kamar itu, dan di dapati seorang wanita yang berpakaian rok mini diatas lutut , dengan baju belahan dada terbukan sedikit menamoakan isiannya


"Eoh...Jimin ajhusi" pekik wanita itu


"Neee. Annyeonghaseo...nae Jimin imnida " ucap jimin mnjulurkan tangan


Si wanita itu pun membalasnya dengan kembali memegang tangan jimin


" ah nee..annyeong Arvia imnida, jeonhwaneun arra" ucap wanita itu


"Dia memiliki nama panggilan yang sama seperti nama mantan istri yang di sesalinya" batin jimin


Wanita bernama arvia itu menatap Jimin, ia tak menyangka bertemu dengan orang terkenal disini


"Eoh...gibeun kajja" ucap arvia


"Nee..gomawo" balas jimin lalu mengikuti wanita itu yang masuk kedalam kamarnya.


Jimin melirik setiap sudut ruangannya yang menampakan ruangan yang baru di huni dengan dua koper di dalamnya


"Ayo kita di rooptof saja" ucap arvia


Jimin mengangguk mengikuti arahan wanita yang sering di sapa Itu.


Sampai di rooptof jimin mendapati kursi dengan meja yang di atasnya sudah terdapat minuman juga makanan ringan. Mereka pun bercakap tentang hal hal perusahaan .


"Berapa keuntungan yang akan ku dapat jika aku mensuplay barang ke prusahaan mu" ucap jimin


"50% dari penjualan, bagaimana?" ucap arvia


"Bagaiamna bisa ...aku tidak masalah jika keuntungan ku 50% tapi kau tidak bisa menjual barang ku dengan murah! " ucap jimin


Arvia malah tersenyum saar jimin melirimmya sekilas


"Lihat ini..jika kau menjual barang kudengan murah nantinya kau akan rugi"ucap jimin memperlihatkan diagram batang pemasukan


"Itu tidak masalah..asalkan kau menyuplay barang itu, di indonesia banyak orang mengutamakan gaya hidup memenuhi kebutuhan skunder dari pada primer, jadi itu takan memengaruhi terlebih brand mu JM yang awalnya mempunyai fans " ucap arvia


"Lagi pun banyak cara untuk membuat kita untung dalam berjualan" ucap arvia kembali


Jimin diam..memikirkan kerja sama ini dengan baik


"Jadi bagaimana..apa kau mau?" ucap arvia


"Baiklah..jika kau tak merasa di rugikan aku mau bekerjasama dengan mu" ucap Jimin mengulurkan tangannya


Mereka pun bersalaman,tanda kesepakatan terjadi


"Senang bekerja dengan mu"ucap Jimin


"Kalau begitu aku akan pergi " ucap jimin memasukan lapton ke tasnya


"Kau yakin tidak ingin mrngobrol dulu" ucap arvia


"Mengobrol?" tanya jimin


"Ya..aku ingin lebih dekat dengan mu" ucap arvia


"Baiklah..jika kau mau" ucap jimin


Arvia pun tersenyum,


"Ayo minum dulu kau dari tadi tidak menyentuhnya" ucap arvia


"Eoh..nee..gomawo" ucqp jimin tersenyum lalu meminum teh yang di sediakan itu


"Bagaimana kalau kita mengibrol didalam saja sambil menonton tv" ucap arvia


Jimin mengangguk lalu arvia pun Menuntun jimin kedalam ruangan.


Arvia menyalakan talevisinya, lalu memutar chanel yang kebetulan menampakkan adegan hot.


"Aku akan ambilkan cemilan dulu"


Jimin meneguk salivanya,ketika tayangan hot itu berlangsung..dari kejauhan jimin mendapati arvia sedang membungkuk mengambil makanan dari laci  dengan belahan dada yang terbuka dari arvia


Sungguh itu membuat libido jimin semakin naik...tapi entah kenapa jimin merasa pusing dengan kepalanya.


"Kau baik baik saja?" ucap arvia yang tiba di depan jimin yang sedang memegang kepalanya


"Ah..nee...nan gwaenchanha..." ucap jimin


"Kau mau minum lagi?" ucap arvia


"Yee..berikan" ucap jimin


Berharap setelah minum ia mulai berkonsentrasi kembali


Arvia pun mengambilkan segelas air..lalu memberikannya pada jimin


"Kau sudah baikkan?" tany arvia setelah jimin melegut air itu


"Nee..." balas jimin


Yang padahal jimin berkata bohong


Entah dorongan darimana jimin malah mencium bibir arvia dengan kasar, dan arvia yang bukannya berontak malah mangikuti alunan ciuman itu


Bahkan arvia pasrah ketika tubuhnya dilucuti jimin, dan hal tak terduga pun terjadi ketika jimin tidak sadar menyetubuhi arvia Dengan penuh nafsu.


**MAAF KALAU ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR.. dan maaf juga jarang up..terus kalau up up nya satu chapter , authornya lagi banyak tugas seoklah..terus sering sakit jadi gx fokus, sekali lagi maaf


JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR tetep stan yah sama me and idol


I PURPLE U**