
"Oppa..mianhae..kalau selama ini aku belum menjadi istri yang baik untukmu, maaf aku tidak bisa menghargaimu, dan maaf jika aku selalu membicarakan mantan suami ku padamu,
Aku benar benar minta maaf untuk semuanya, aku ini bodoh tidak menyadari perasaan mu, aku tak tau jika SelAma ini kau terluka karnanya, tapi jujur..aku mencintaimu tanpa paksaan. Aku menyangimu tanpa alasan." ucap arra sambil menangis
Jin membalikqn badannya. Menatap arra dengan wajah sendu.
"Aku tau kau pasti sangat marah padaku, tapi ku mohon maafkan aku, aku berjanji akan menjadi yang terbaik untukmu, apapun itu akan aku lakukan" ucap arra
"Kau berjanji?" tanya jin
Arra mengangguk
"Kalau begitu aku mohon, jaga perasaan ku dan jaga hati ku ini, jangan buat ku marah dengan kelakuanmu, dan jika bisa ku mohon jangan pernah berhubungan dengan jimin lagi" ucap jin
Arra diam
"Aku memang tak pernah memeriksa handphonemu, tapi aku tau kau selalu berhubungan dengan jimin, dan itu membuat hatiku terluka"
Dengan ragu ia mengangguk, ia pikir hanya itu yang bisa lakukan, setidaknya ia bisa mendapatkan maaf dari jin suaminya itu, bukannya tak punya harga diri. karna ini tak sebanding dengan pengorbanan cinta jin padanya.
"Terimaksih karna kau mau menurutinya" ucap jin
"Jadi kau mau memaafkan aku?" tanya arra
"Nee.. Aku memaafkan mu, aku berjanji tiada wanita lain selain dirimu" ucap jin
"Ku harap begitu" balas arra
"Sudah jangan menangis., maafkan aku juga karna telah membuat mu seperti ini" balas jin
"Gwaenchanaeo, jika aku benar mungkin kau tak melakukannya" balas arra
Jin mendekap arra lalu memeluknya,
"Sudah.. Ayo tidur"
Arra mengangguk lalu memejamkan matanya, sedangkan jin terus menciumi pucuk kepalanya.
"Saat kau mengatakan bahwa kau mencintaiku
Aku menjadi seperti berjalan di atas awan
Tolong katakan padaku sekali lagi
Saat kau mengatakan bahwa kau mencintaiku
Aku hanya membutuhkan satu kalimat itu
Katakan kau tak akan pernah berubah, sekali lagi
Kau begitu berarti bagiku
Peluk aku lebih keras dan lebih menyakitkan lagi
Sesuatu yang kita bagi
Tak bisa kau hilangkan
Kuharap kau tak lupa
Bahwa kaulah milikku
Setiap hari, setiap hari
Musim panas, musim dingin
Meskipun kau mungkin tak sadar
Aku memberikan yang terbaik untukmu
Jadi tolong jangan tinggalkan aku
Meskipun aku belum tahu batasku
Tapi jika itu ada, itu mungkin kamu
Aku ingin itu menjadi ombak yang tenang
Tapi sebelumnya aku tak tahu bahwa kaulah lautnya
Apa yang aku lakukan, aku berbicara dengan bahasamu
Dan aku menghirup udaramu
Aku akan menjadi dirimu, aku ada dalam genggamanmu
Maka peganglah tanganku sekarang juga
Aku tak percaya aku bisa menjadi seperti ini
Aku katakan ini berjuta kali pada diriku
Tolong jangan tinggalkan aku
Aku memberikan yang terbaik untukmu
Tak perduli apakah itu mimpi atau kenyataan
Yang penting kau berada di sisiku
Terima kasih" batin jin
________
_____
Pagi tiba, hari baik kembali. Seperti biasa arra bangun terlebih dahulu sebelum jin.
Ia pun membuka tirai jendela kamarnya itu, lalu menatap wajah tampan suaminya itu seketika ia mendekat lalu menciumnya.
"Terimaskasih untuk semuanya" gumam arra menatap jin kembali
"Selamat pagi ajhuma" ucap arra tersenyum tibanya di dapur
Ajhuma in-gil pun membalikan badan,
"Selamat pagi nyonya, kau terlihat berbeda hari ini" ucap ajhuma in-gil tersenyum
"geugeos-eun sasil-ibnida?" bernakah
"Nee. Kau terlihat bahagia hari ini" timpal ajhuma in-gil
"Ah..kau bisa saja" ucap arra malu
"Aku bersyukur jika kau baik baik saja dengan tuan" balas ajhuma in-gil sembari memasukan wortel kedalam panci
Arra hanya tersenyum
"Sekarang kau masak apa?" tanya arra
"Aku membuatkan sup untukmu, karna kau belum makan dari kemarin bukan" ucap ajhuma in-gil
"Ah..terimakasih kau telah memperhatikan ku" balas arra
Ajhuma in-gil mengangguk
"Aku ingin membuat makanan untuk suamiku, kira kira apa ya?" ucap arra
"kimchi bokkeumbap atau gyeran jjim" ucap si ajhuma
"Mana yang lebih mudah," tanya arra
"Keduanya juga mudah, tapi gyeran jjim lebih mudah " timpal ajhuma in-gil
"Baiklah..aku akan membuat gyeran jjim" balas arra
Sang ajhuma pun tersenyum
Gyeran jjim atau Steamed egg merupakan menu makanan yang populer di Korea Selatan. Biasanya menu ini sering disajikan dengan makanan pedas.
Karna bahan dasarnya telur arra pun mengambil beberapa telur di lemari es, dan bahan bahan lainnya. Seperti batang daun bawang,kecap ikan, minyak wijen. lada hitam.
Arra pun menyiapkan panci dan menaruhnya diatas kompor, setelah itu ia memasuka air ke dalam panci, kemuadian menambahkan kecap ikan.
Ajhuma yang melihat itu tersenyum,
"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya ajhuma in-gil
"Andwae..kalau kau membantuku nanti makanannya tidak spesial" balas arra yang kini memecahkan telur ke dalam mangkuk,dan mengocoknya.
"Ah..baiklah semoga tuan menyukainya" ucap ajhuma in-gil
Arra mengangguk dan kink ia menuangkan adonan telur ke dalam panci, lalu ia mengaduknya,setelah itu menutup pancinya. Kemudian arra memotong daun bawang karna jika telurnya sudah matang ia akan menaburinya.
________
_____
Di tempat yang berbeda kini jin sudah terbangun dari tidurnya, ia melirik ke samping tempat tidurnya namun tak ada arra di sana, ia pun membangunkan badannya melarak lirik ke semua sudut ruangan namun tak ada arra.
Jin tak mencarinya lagi karna jin berfikir arra ada di bawah. Dan jin memutuskan untuk kekamar mandi untuk menyegarkan dirinya dan hari ini ia akan pergi kerestoran , karna sudah dua hari ia tak mengunjunginya.
10 menit jin pun selesai dengan mandi dan memakai pakaiannya, kini ia berjalan menuju tempat dimana arra berada.
Sungguh jin sekarang sangat bahagia, kata kata yang arra ucapkan semalam membuat dirinya melayang, dan kini ia tak henti hentinya tersenyum
"Pagi sayang" ucap arra kala jin tiba di ruang makaan
"Pagi sayangku.." ucap jin tersenyum
"Ayo sarapan, ini aku sudah buatkan gyeran jjim spesial untukmu" ucap arra membererikan semangkuk makanan yang ua masak beberapa menit lalu
"Wah..sepertinya enak sekali.." ucap jin langsung mengambil sendok dan melahap makanan yang dibuat istrinya itu
"Bagaimana?" tanya arra menatap jin
"Ini sangat lezat" ucap jin dengan senyuman lalu melahapnya lagi
"Oppa" gumam arra
"Nee...?" tanya jin menatap
"Siapa wanita yang bernama eunha?" tanya arra merunduk
Jin tersenyum, ia memegang tangan arra yang tergeletak di atas meja makan itu.
"Dia bukan siapa siapa, percayalah padaku kalau aku hanya mencintaimu" ucap jin
"Sungguh? kau tak membohongiku kan?" tanya arra
"Ani...percayalah padaku" balas jin
Arra mengangguk, namun hatinya tidak yakin, karna jelas ucapan wanita itu sangat mencurigakan.
"Kau mau pergi ke restoran?" tanya arra kemudian
"Nee..apa kau mau ikut" tanya jin
"Boleh...aku bosan dirumah " balas arra
"Ya sudah..sebaiknya ku bersiap sanah, aku menunggu mu" ucap jin
Arra mengangguk. Lalu meninggalkan jin begitu saja...
"**Aku akan bahagia pada waktunya, biarkan semua ini mengalir seperti seharusnya"_ arra
maaf typoo...
jangan lupa vote , dan like nya**??