
Setelah selesai sarapan. Jin dan arra kini berjalan menuju mobil, seperti yang di rencanakan, jin dan arra hendak pergi ke pusat perbelanjaan,
Sungguh. Dalam hati arra ingin segera sampai karna tak sabar membeli peralatan yang menggemaskan itu.
Drrrrrtt..drrrrttt..
Suara getaran handphone arra terdengar di kuping keduannya karna selama perjalannan tak banyak yang di katakan
Arra yang tau getaran itu berasal dari handphone langsung mengecek notifikasi yang masuk. dan ternyata ada pesan masuk.
Arra membuka aplikasi pesannya itu lalu membaca orang yang mengiriminya
"JIMIN" batin arra
Ya jimin yang mengiriminya pesan. Arra memperhatikan suasana , melarak lirik memperhatikan jin, namun ternyata jin sedang fokus menyetir
Arra membacanya
@parkjimin
"Bagaimana.. Apa semuanya naik baik saja.? Aku mencemaskan mu"
"Jimin?mencemaskan ku??"batin arra
Arra bingung harus bagaimana..dia ingin membalasnya tapi ia takut jin akan memarahinya.
Arra kembali melirik jin yang sedang fokus menyetir,dan akhirnya memutuskan untuk membalasnya secara diam diam.
To : @parkjimin
"Aku baik baik saja..terimakasih sudah mencemaskan ku"
Send
"Dari siapa?" tanya jin tiba tiba
Arra terkesiap, dengan wajah tegang ia mencoba bersikap seperti biasa.
"Ah..ani. Ini hanya teman.." ucap arra beralasan
"Siapa?, sampai kau harus ber sembunyi membalas nya" tanya jin melirik arra
"Ah...kau tau yura.. Yang dulu kita temui, di mengirimku pesan dan menanyakan kabarku" ucap arra.
Jelas semuanya bohong ..arra hanya tidak ingin jin tahu, siapa yang mengiriminya pesan karna sudah jelas jelas jin benci ketiak dirinya dengan jimin kecuali mendesak.
"Ouh...begitu yah.." balas jin
"Nee..."
"Ku harap kau tidak Berbohong" ucap jin lalu memfokuskan diri lagi menuju jalanan.
Arra hanya diam.. Dalah hatinya tak enak jika harus berbohong seperti ini. Tapi jika berbohong untuk melindungi seseorang tak apa bukan??
10 menit kemudian. kini arra dan jin sudah sampai di pusat perbelanjaan. Keduanya berjalan menuju toko perlatan ibu hamil dan bayi.
Ada banya barang yang di jual disana mulai dari peralatan,makanan, ataupun kebutuhan lainnya.
"Sayang..?" ucap jin
"Nee..?"
"Kira kira anak kita lelaki atau perempuan?" tanya jin
"Entah..aku tak tau, karna kita belum pernah melakukan USG" ucap arra
"Ah...lalu bagaimana kita membeli pakaian ataupun yang lainnya? " tanya jin
"Memangnya kenapa?" tanya arra sembari memilih pakaian yang lucu lucu
"Lihat ini .Kyeopta.." ucap arra kembali dengan menunjukan baju atasan di lengkapi dengan rok
"Iya...ini sepertinya untuk wanita" balas jin tersenyum
"Iyalah..kau pikir anak lelaki mau pakai rok begini?" tanya arra
Namun jin tersenyum, dalam hatinya benar apa yang di katakan istrinya itu
"Aish...aku jadi bingung untuk membeli baju seperti apa,karna jenis kelamin pun tak tau" ucap arra
"Ya sudah... Beli saja baju yang polos dengan warna yang netral, atau tidak dengan tulisan, kan bisa di pakai lelaki atau pun perempuan?" timpal jin
"Ah..kau Betul"
Arra mengangguk Lalu berjalan menuju pakaian bayi yang polos
Jin mengikuti istrinya itu, ia pun sesekali melihat lihat dan memilih pakaian untuk kelak bayinya.
"Arra..lihat ini cantik bukan?" ucap jin meperlihatkan hoodie mini dengan penutup kepala berkuping dan warna pink (merah jambu)
"Yaa.. Cantik..tapi itu untuk perempuan!!" ucap arra
"Tidak..lelaki pun bisa memakainya" sergah jin
"Tapi warna pink terlalu feminim, jadi cocoknya untuk perempuan. Lebih baik ini warna biru" ucap arra
"Aish..tidak jin..biru lebih bagis..lagi pun bisa di pakai lelaki atau pun perempuan, sedangkan pink hanya bisa di pakai " ucap arra
"Ah..arra...ayolah pink pun bisa di pakai pria, aku sering pun memakainya" balas jin
"Tidak lebih baik biru saja.!" tegas arra
"Tidak..aku mau yang pink" ucap jin tak kalah tegas
Tak sadar keduanya yang sedang beradu mulut itu di perhatikan banyak orang..sampai penjaga toko pun bingung sendiri.
"Permisi..tuan,,nyonya.. Sebaiknya kalian membeli kedunya" Ucap sang pelayan yang tiba tiba datang
Dan jin maupun arra sama sama diam. keduanya melihat sekeliling yang ternyata dan baru sadar mereka di perhatikan banyak mata.
Keduanya kikuk, dan malu sendiri.
"Ah..mianhae.. Kami telah membuat keributan disini" ucap jin
"Gwaenchanhaeo..jadi tuan dan nyonya pilih yang mana?" tanya penjaga toko
"Kami ambil keduanya..." ucap jin seketika
Arra melirik jin, kesal
"Ada lagi yang lainnya" ucap jin
"Nee...sebentar.." ucap arra yang kini melihat lihat pakaian yang lainnya.
Hari menjelang sore..arra dan jin kembali menuju rumahnya, ternyata membeli peralatan bayi sangat menguras emosi, mulai dari pakaian, peralatan makan, cosmetik/bedak bayi semuanya butuh tenaga. Bukan karna lelah MembawA barangnya melainkan lelah karna terus beradu mulut dalam pemilihan warna. Seperti yang kalian tahu arra suka dengan warna biru sedangkan jin suka berwarna pink.
Dan sampai akhirnya keduanya membeli barang yang sama dengan warna yang berbeda.
Semua serba dua, sampai arra menggelengkan kepalanya sendiri karna merasa gemas dengan tingkah suaminya itu
"Ajhuma-ah" teriak jin
"Nee..tuan.."ucap ajhuma in-gil yang langsung berada di hadapan jin
"Ini..aku punya sesuatu untuk mu" ucap jin
Sontak mendengar hal itu , ajhuma in-gil bingung
"Apa tuan?"
"Ini..semoga kau menyukainya" ucap jin memberikan tote bag
Sang ajhuma pun melirik pemberian tuannya itu,di dapati sebuah kalung dengan permata merah. Yang di ketahui dengan harga lima kali lipat dari gajihnya.
"Aigoo...tuan.. Apa kah ini tidak berlebihan, saya bekerja disini baru beberapa bulan" ucap ajhuma in-gil
"Gwaechanhaeo...justru aku berterima kasih karna kau telah membantuku dalam pekerjaan rumah tangga" ucap arra
"Nee....tapi aku disini bekerja padamu, " ucap ajhuma
"Sudah...terima saja, anggap saja ini sebagai tabungan mu untuk nanti kelulusan anak mu" jin
"Ah..baiklah..aku ucapakn terimakasih banyak, ini sangat bermanfaat untukku " ucap ajumha in-gil
"Nee...kalau begitu..tolong bereskan semua ini" ucap arra
Memeberikan barang belanjaannya.
Setelah itu jin dan arra pun pergi kekamarnya, seperti biasa setiap menaiki anak tangga arra selalu di tuntun jin.
"Sayang....aku lelah aku ingin tidur" ucap arra
"Ya Sudah kau tidur saja..aku ingin mengecek usaha ku!" Jawab jin
"Usaha? Usaha apa? Kau punya usaha lain selain mengurusi perusahaan mu?" tanya arra
"Ani...setelah aku memutuskan memilihmu, aku tidak lagi memegang perusahaan,aku tak mengambil sepeser pun dari perusahaan itu dan tiga hari yang lalu aku baru membuka restoran,syukurnya banyak pengunjung yang datang" jelas jin
Arra terdiam.. Sesampainya di lantai dua, ia menatap suaminya
Lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya
" kenapa kau lakukan ini semua?" tanya arra
"Sudah ku bilang aku hanya ingin bahagia, itu saja" ucap jin
"Maaf.. Karna aku kau kehilangan semuanya" ucap arra
"Siapa bilang, aku masih mempunyai mu, aku tak sendirian" jawab jin
Arra tersenyum, jin sangatlah sempurna ia tak kuasa menahan haru, sampai akhirnya meneteskan air mata
"Aku menyangimu" ucap arra seketika memeluk jin
"Nee...aku pun..aku mencintai mu arra..aku tak ingin kehilangan mu, kau kebahagianku" ucap jin mengelus punggung arra dalam pelukan
Dan dengan ragu arra mengatakan "aku mencintai mu" walau pada kenyataannya itu sedikit keliru.