ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
69. Love is not over



Arra sudah di halaman gedung, ia kini berjalan berlari menuju jalanan..entah tak ada taxi yang melintas di pukul 21:00 ini. Dan satu satunya ia melilih berjalan untuk menuju halte bus


Arra terus menyusuri jalan, tanpa ada rasa takut dalam dirinya ketika banyak mobil yang berlalu lalang mengelaksoninya dengan maksud jahat..


Ia tak peduli dengan semua itu, hanya merunduk dengan tangisan itu pun kurang untuk meluapkan emosinya.. Jalanan menuju halte bus masih lama


Bukan berniat untuk pulang ke apartement jin tapi arra berniat pulang menuju rumah lamanya di busan ,dimana tempat almarhum neneknya tinggal.


Arra kesal dengan suaminya yang Dengan mata kepalanya sendiri melihatnya berciuman dengan yang lain...


Sungguh sulit masuk dalam akalnya, lelaki yang di pujanya berkhianat Dengan wanita lain.


Arra menatap perutnya, diusia kehamilannya banyak sekali cobaan yang menerpa,


"Ouh tuhan bisa kau kau menulis sedikit alur yang indah dengan kebahagian untukku?" batin arra


Arra menatap kembali ke depan jalanan dilihat halte bus sudah dekat. Arra berjalan Sedikit celat karna rasa lelah berjalan mungkin lebih dari 3 KM dari gedung pernikahan namjoon dan hyemi


"Maafkan eomma mu ini sayang.karna telah mebuat mu sakit sakitan" ucap arra kala sudah sampai di halte


Arra kembali meneteskan air mata lagi.  ia rasa tangis yang ia keluarkan selama berjalan 3 Km belum saja cukup dengan sakit hatinya,


Arra bingung harus bagaimana lagi kedepannya..jika suaminya sudah berani mencium wanita lain itu artinya tak lama lagi ia menjalin hubingan serius. karna sebuah ciuman menadakan terjalinnya  suatu hubungan.


Pantas saja saat dua minggu arra di indonesia jin tidak memperdulikannya, ternyata jin punya wanita lain.


Arra tau ulah siapa, tapi jika jin benar benar mencintainya pasti diakan menolah bukan.!!!


"Akh....kenapa semua ini terjadi padaku, tolong tuliskan cerita bahagia untukku" pekik arra


Ia kembi menangis..terus dan terus tak peduli angin malam menerpa kulitnya. Ia hanya bisa merunduk untuk tidak membuat para lelaki memperhatikannya.


Pukul 21: 45, arra melirik jam di tangannya. Sudah lama arra di halte namun tak kunjung bus yang hendak di tumpanginya datang.


Dan tiba kedua orang lelaki  yang datang di halte bus dalam. keadaan mabuk sembari menenggak minuman.


"Hey ada wanita disini" ucap seorang lelaki dengan nada suara berat


Arra diam masih dengan ragu ia mengangkat wajahnya, menepih tangan pria yang menyentuhnya


"Eoh cantik sekali,...kau menangis..kenapa? Apa kau tak "laku" hari ini" tanya lelaki yang berpakaian jaket kulit


Arra diam..sungguh hatinya ingin mencaci orang yang tak sadar ini, namun ia rasa percuma.


"Jangan menangis " ucap si lelaki yang bersuara berat sembari menyentuh dagu arra


Arra memaling, Menepis perlakuan pria brengsek itu lagi.


"Aish..jangan munafik..kau pasti butuh uang kan, karna kalau tidak mengapa kau disini" ucap salah satunya


"Jangan pernah sentuh aku..pergi kalian" ucap arra tegas


"Ouh..sayang kau marah dalam keadaan menangis itu sangat lucu.." goda si lelaki berjaket kulit


"Ayo..tidur dengan kami sampai besok, layani kami sampai puas nanti kami beri kamu uang" ucap si lelaki suara berat


Arra berdiri dengan berani ia menampar si lelaki yang bersuara berat itu


"Ouh..kau sedang hamil ternyata..pasti sangat asik jika kita bermain" ucap si lelaki berjaket kulit


Dan arra kembali menampar lelaki breseng itu. Mereka berduanya hanya tersenyum penuh goda


"Dengar baik baik aku ini bukan wanit penghibur,jangan sentuh aku, dan  tolong pergi dari sini atau tidak akan ku hubungi polisi biar kalian berdua masuk Tahanan" ucap arra tegas


"Ah..jangan aku tidak mau masuk penjara...baiklah kami pergi jika kau sudah melahirkan hubungi kami biar kami membuat mu hamil kembali" ucap salah satu lelaki itu dengan penuh tawa


"Aish..bichineo...baiklah aku akan menghubunginya sekarang" ucap arra berpura pura mengambil handphone di tas mininya


Dan kedua lelaki itu pun langsung pergi meninggalkan arra dengan berlari.


Arra kembali duduk , ia mengusap wajahnya karna kesal dengan hari ini..ia kembali merunduk dan. Menangis


Dan lagi untuk yang kedua kalinyaa ia di sentuh seseorang. Arra pikir dua lelaki brengsek itu lagi kembali menggodanya


Masih dalam rundukan


Tangan yang berada pada bahunya itu ia tepis, ia menagis karna sangat kesal dengan semua yang terjadi hari ini, dan dengan tegas lagi ia berkata


"Jangan sentuh aku!"


"Pergi...dari sini!"


Namun tak ada pergerakan dari orang yang berada di hadapannya


"Arra.. Ini aku jimin"


Seketika  arra mendongak lalu memeluk jimin tanpa rasa takut mengkhianati suaminya. Ia tak peduli yang ia rasakan kali ini hanya takut terjadi sesuatu pada anaknya..pikirannya selalu negatif , ya bagaimana tidak seorang wanita berdiam diri di halte bus di waktu larut malam mungkin orang akan berfikir yang tidak tidak bukan.


"Gwaenchanhaeo?" tanya jimin membalas pelukan arra


"Kau kenapa?" tanya jimin kembali


"Jangan menangis!"


Namun arra tak kunjung menjawabnya. Seakan tau apa yang terjadi jimin memilih fiam dan mengusap punggung arra dari pelukannya. Berharap dirinya memberi ketenangan.


Ya seharus jimin tau dari awal, karna ia bertemu deengan arra di tempat dimana sang hyung dengan wanita lain, dan mungkin ini semua karna itu.


"Kau mau kemana?, kenapa kau tidak pulang" tanya jimin kembali


"Ah.. Mianhae.aku lancang memelukmu" ucap arra seketika melepaskan pelukannya, karna takut jimin merasa risih


"Gwaenchanhaeo..kau baik baik saja" ucap jimin


Arra mengangguk


"Ayo..aku antar pulang" ucap jimin memegang tangan arra,


Arra mengangguk ,namun tangan jimin yang memegang tangannya di tepis...


"Ah..mianhae" ucap jimin ..


"Kajja..mobil ku disana" ucap jimin kembali


"Arra..tunggu"


Lima langkah lagi menuju mobil, arra mendengar suara yang memanggilnya, bukannya jimin yang berkata,melainkan suaminya -Kim seokjin arra terkejut dengan datangnya jin.


Arra menatapnya kesal, ketika sang suami mendekatinya, dan jimin hanya bisa diam.


"Ayo pulang..aku akan menjelaskan semuanya" ucap jin menarik lengan arra


Arra menghempasnya, hatinya benar benar marah


"Tidak...pergi saja sanah nikmati hari mu Dengan wanita itu"


"Arra-ah..percaya lah padakau aku tak memiliki hubungan apapun dengan dia" ucap jin


"Kau pikir aku ini bodoh..jelas jelas kau berciuman dengan dia, jika tidak kenapa kau melakukannya" ucap arra


"Tolong percayalah...ayo pulang aku akan menjelaskan semuanya" ucap jin kembali


"Tak perlu kau jelaskan, aku sudah mengerti, dan jangan pernah hubungi Aku lagi" ucap arra


"Tapi..."


Baru saja hendak berkata lagi arra langsung pergi.


Arra menarik tangan jimin untuk segera menaiki mobilnya. Dan meminta jimin untuk melajukan mobilnya meninggalkan jin


"Arra...tunggu" ucap jin berteriak


"Arra...dengan penjelasan ku" ucap jinn lagi


Namun sayang mobilnya sudah pergi begitu jauh, dan jin hanya bisa mengusap wajahnya karna frustasi, mungkin arra membutuhkan waktu sendiri.


........


.......


......


Di mobil arra terus menangis,entah ia egois atau  bagaimana yang jelas arra hanya ingin ketenangan.


Ia tak mau melihat wajah suaminya itu sekaraang sekarang ini.


Jimin hanya bisa melihat arra menangis..ia tak tau harus melakukan apa..ini sangat canggung baginya


"Jangan menangis," hanya kalimat itu yang bisa jimin lontarkan


Arra hanya diam, walau handphonennya berbunyi


Berkali kali di tas mininya.


"Minum ini" ucap jimin memberikan air mineral yang ia beli di mini market


"Angkat saja kasian jin hyung" tebak jimin pada panggilan du handphone arra


"Aku malas berbicara dengannya," jawab arra


"Eoh...tapi cobalah biarkan dia memberi penjelasan kalau dia bilang tidak memiliki hubungan dengan wanita itu" ucap jimin


"Eoh..tidak, kuping ku terlalu malas mendengarkan ucapannya" balas arra kembali


"Ya..sudah jangan terlalu di pikirkan aku tak mau bayiku terjadi sesuatu" ucap jimin


Arra hanya melirik sekilas , lalu membuka ponselnya, membuka notifikasi


Panggilan tak terjwb


Jin oppa (20)↙


Dan pesan


@K_seokjin


_sayang..kau dimana?


_kau dimana?


_aku ingin menjelaskan semuannya


_tolong percaya padaku


_ini semua akal dari appa ku


_tolong jangan marah


_pulang lah.


_aku mohon.


_aku akan menunggumu


_sayang..


_chagi-ah..


_aku mencintai mu


Jimin melirik arra yang sibuk dengan ponselnya


"Lalu setelah ini kau mau kemana?" tanya jimin


"Bawa saja mobilnya...,nanti aku akan memberi tahu kemana aku akan pergi"


"Eoh...baiklah.."


Dan setelah itu tak ada percakapan lagi dari keduanya.


***saranghaejwo dasi nae pumeuro wajwo


Love is not over__park Jimin***


MAAF TYPO YAH..