
Sinar matahari kembali..
Arra dan jin masih dalam tidurnya, suara kicauan burung tak mampu membangunkannya.
Pelukan di perut arra semakin mengencang kala jin menghimpit badannya
"Aku sangat mencintaimu" ucap jin dalam tidurnya.
"Nee...aku juga " ucap balas arra tersenyum dalam tidurnya
"Kau sudah bangun..kenapa masih diam?" tanya arra
"Aku ingin memelukmu" ucap jin
"Setiap malam kau memelukku, apa yang ucapkan?"
Jin membuka matanya perlahan lalu tersenyum
"Kau ini candu ku" pekik jin
"Aish...kau pikir aku nikotin apa?"
"Yah...semacam seperti itu" ucap jin tersenyum lagi
"Sudah...sanah..mandi sepagi ini kau malah menggombal" titah arra
"Aku tidak menggombal..itu kenyataanya."_jin
"Sudah sanah...mandi..ini sudah siang" titah arra kembali
"Kiseu." ucap jin menunjuk pipinya
Cup...
Satu ciuman mendarat, bukan di pipi melainkan di bibir seokjin.
"Yaakkk...kau curang kenapa kau tidak mengatakan kalau akan mencium di bibir" teriak jin
"Aish...sudah....mandi sanah" ucap arra menarik tangan sang suami untuk bangun
"Andwae....aku ingin ingin manfi dengan mu" ucap jin yang kini menarik tangan arra untuk imu ke kamar mandi
"Jangan mengada ngada,, ini baru pagi tapi pikiran mu sudah mesum" ucap arra
"Aish...baiklah..." ucap jin dengan wajah cemberut
Selagi menunggu jin selesai mandi arra pergi kedapur.
Tibanya di dapur
Didapati seorang ajhuma Yang sedang memasak
"Annyeonghaeseo" ucap arra
"Nee annyeong nyonya,," ucap ajhuma tersenyum
Ya ahjhuma itu adalah asisten rumah tangganya, yang semalam di jemput di yayasan, ahjuma itu bernama yun in-gil, wanita dengan umur 40 tahun, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di daejeon , ia pergi merantau ke seoul menjadi Asisten Rumah tangga untuk menghidupi sang anak yang kini sekolah di tingkatan SMP, karna sang suami telah meninggal dunia.
Arra mengetahui itu karna sang yayasan semalam memberitahu profil para pekerja yang di sediakan untuk di jadikan Asisten Rumah tangga.
"Semoga saja ..ajhuma betah disini" ucap arra memperhatikan kinerja dari asistennya itu
"Tentu...aku akan betah karna tak mungkin aku berhenti karna ada anak yang harus ku penubi kebutuhannya" ucap ajhuma yang sedang mengaduk masakannya
Arra tersenyum menanggapinya
"Selamat pagi ajhuma,," ucao jin yang tiba di ruang makan
"Nee...pagi tuan" timpal sang ajhuma
"Bagaiamana tidurnya semalam" tanya jin yang menenteng tas kantornya
"Baik..sangat baik" ucap ajhuma in-gil
"Ahjhuma apa ini sudah selesai?" tanya arra melihat sup dalam panci
"Nee..." ucapnya
"Baikalah...segera sajikan karna cacing suamiku sedang kelaparan" pekik arra tertawa
"Ya....aku kelaparan akan dirimu sayang" ucap jin
"Oh..shit...tidak bisa kah kau diam" ucap arra kesal
"Jangan berulah di depan ahjhuma" ucap arra lagi
"Nee..mianhae...aku lupa karna biasanya kita hanya berdua" ucap jin tersenyum
"Kemarilah." ucap arra
"Yaakk..Kau bilang jangan berulah..tapi kau malah yang berulah"_jin bingung
"Hey...siapa yang mau berbuat tak senonoh di depan ajhuma, "
"Lalu...Kenapa?" tanya jin lagi
"Sinih ku pakaikan dasinya untukmu" timpal arra
"Aigoook...Ku rasa kau benar"
Semabari menanti selesainya masakan ajhuma yang di hidangkan
Sedangkan dalam aktivitasnya sang ajhuma malah tersenyum melihat keduanya
......
"Silahkan tuan" ucap ajhuma ketika selesai dengan sajiannya
"Nee..gomawo" ucap jin
Dan setelah itu dasi yang di pakaikan pun telah selesai..keduanya pun makan dengan perlahan menyatap sup labu yang arra inginkan
25 menit kemudian
seokjin sudah pergi beberapa lalu , tak ada yang bisa ia lakukan setelahnya, karna sekarang Ajhuma in-gil yang mengambil alih pekerjaanya.dan arra memutuskan Untuk mandi
selesai mandi dan memakai baju, arra duduk di rooftop apartement jin, ia kini menatap layar ponselnya,
Tutt.....ttuutt...tuuuttt..
"Yeoboseo?"
"Ya?"
"Eoh ..jihyun?" ucap arra
Ya arra melakukan panggilan pada jihyun karna sudah lama arra tak mendapat kabarnya, terlebih jihyun tak berkata apapun saat pernikahannya minggu lalu, dan itu membuat arra tak enak hati
"Yee .waenayeo?"
"Ani..bagaimana kabar mu?"
"Ah...ku rasa aku baik baik saja tanpa mu"
"Eh ...apa maksudmu?"
"Ku kira kau lupa dengan ku?"
"Ada apa dengan mu jihyun?"
"Ani...aku bukan siapa siapa mu lagi kan"
"Apa yang kau katakan" tanya arra heran
"Ah...noona...aku bukan siapa siapa mu lagi bukan, kau sudah menikah dengan jin hyung, dan karna itu kau bukan noona ipar ku lagi bukan"
Arra mendengar suara jihyun menahan tangis
"Bagaimana kau bisa berkata seperti itu jihyun" ucap arra
"Aku masih noonamu, aku sedang mengandung ponakan mu," ucapnya lagi kemudian
"Eoh...geurae?.."
"Nee....aku masih noona mu, jangan merasa kesepian" ucap arra
"Ah...noona aku sangat takut jika kau akan seperti itu, bahkan setelah menikah kau tidak memberikan kabar padaku" ucap jihyun
"Hilangkan pikiran Mu itu, dan sampai kapan pu. Kau itu adikku" tegas arra
"Eoh..noona..gomawo" ucapnya
"Ye....kau sedang apa?"
"Aku sedang mengemasi pakaian"
"Untuk apa?"
"Aku akan meneruskan pendidikan ku, aku akan pergi ke australia, untuk kuliah"
"Eoh....baiklah...kapan kau berangkat"
"Besok"
"Eoh...begitu. Entah aku bisa mengantarkan mu atau BisA"
"Gwaenchanha. Jimin hyung ada"
"Eoh...tapi, kau ...."
"Tak apa noona..aku mengerti mu, "
"Eoh...noona sudah dulu aku harus memberesi pakaian dulu"
"Baiklah...aku tutup sambungannya"
"Nee..noona"
Sambungang pun terputus, dan sekarang arra memilih melangkahkan kakinya kebawah melihat aktivitas ajhuma in-gil
VOTE ,,NYA DONG...LIKENYA..JUGA.
KOMENNYA JUGA. AUTHOR BUTUH SEMANGAT
AUTHOR BUTUH SEMANGAT.....AUTHOR LAGI BERDUKA