
Arra melangkahkan kakinya meninggal jin yang sedang sarapan itu..iya kembali menempelkan handphonenya ke telinga
"Yee...eomma...?" ucap arra
"Nee..ada apa sayang?
"Tidak..aku hanya merindukan mu " balas arra tersenyum walaupun tak bertatap muka
"Eoh..eomma pun sama...aku juga merindukan mu, bagaimana kabar mu?"
"Nee..eomma aku baik.," balas arra
"Eoh..kandungan mu juga kan?"
"Nee..semuanya baik"
"Bagaimana hubungan rumah tanggamu dengan jin? "
"Baik..tak ada yang buruk saat ini,aku nyaman bersama jin?" balas arra
"Eoh..syukurlah....pertahan jika itu membuatmu nyaman sayang!"
"Ya..aku pun berfikir begitu..dan aku minta maaf karna aku tidak bisa memenuhi keinginan eomma untuk hidup dengan jimin" ucap arra
"Gwsenchanha..eomma hanya menginginkan yang terbaik untukmu..."
"Eomma....kapan kau pulang kemari?" tanya arra
"Eoh..mianhae...butuh waktu satu tahun lagi eomma dan appa disini..karna proyek yang appa kerjakan dalam jangka waktu yang panjang"
"Eoh..geurae?" ucap arra
"...kau tak apa kan?"
"Nee..nan gwaenchanha" ucap arra yang kini melangkahkan kakinya untuk duduk di tepi sofa yang tersedia
"Kenapa..kau tak berkunjung kemari saja bersama suami mu sekalian aku ingin Berkenal dekat dengan nya"
"Nee..eomma...jin sedang sibuk, aku sedang hami...jadi aku takut terjadi sesuatu" ucap arra
"Eoh..yah ..eomma mengerti...kalau begitu lain kali saja eomma dan appa berkunjung ke kediaman mu"
"Baiklah...aku harus mamatikan sambungannya karna jin akan berangkat kerja"
."nee...sayang...kau harus jaga kesehatan mu..jika terjadi sesuatu hubungi aku"
"Nee..arraseoh....sampai bertemu lagi eomma, salam untuk appa" ucap arra
Sambungan terputus arra pun langsung merunduk..tak sadar air matanya matanya menetes..
Arra terus meluapkan rasanya.kerna hanya dengan menangis ia bisa meraskan ketengan..jika tidak begitu ia tak tak harus bagaimana dannkepada siapa ia meluapkan rasa rindunya sedangkan jin.rasa tak mungkin karna dirinya tak ingin membenbani pikiran
"Kau kenapa ?"
Sekstika pundaknya merasakan tangan yang merangkul, ia tahu siapa pemiliknya jadi arra tak usah melirik mencari suara yang beratanya
"Kenapa kau menangis.? Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya seokjin
Jin pun merangkul arra membiarkan tangisan arra yang membanjiri jas kantir..ia tak peduli kau ia telat kekantor yang penting sang istri merasa tenang dengan nya.
"Cerita lah..jangan membuatku khawatir?" ucap
"Oppa...aku merindukan mereka" ucap arra dalam tangisnya membalas pertanyaan jin
Ya..arra menangis karna rindu
Jin pun tak bisa berkata apa apa karna ia tau dan bagaimana rasanya merindukan orang tua saat dirinya menjadi trine di BIGHIT, dan selama masa masa nya debut pun ia begitu.
"Kau ingin bertemu mereka?" tanya jin
.arra menatapanya dalam tangisan, tak peduli wajhnya seperti apa
"Nee...tapi aku sadar kondisi ku aku sedang hamil dan pihak bandara pasti tak menginkan penumpang yang sedang hamil, karna takut terjadi sesuatu" ucap arra dalam tangisnya.
"Ah..soal itu bisa saja di atur..asal aku kuat..perjalan dari korea ke indonesia kurang dari lima jam." ucap arra
"Tapi kan ..sekarang sekarang ini kau sedang sibuk bekerja tugas menumpuk" ucap arra kemabali
"Aih..tenang saja..aku ini pemilik dari perusahan yang aku kelola..jadi aku bisa melakukannya kapan saja." ucap jin tersenyum, lalu tangan nya menyelipkan kembali rambut yang terurai di wajahnya
"Kau yakin tak ada meeting..atau pertemuan dengan klien lain" ucap arra memastikan
Lagi lagi jin tersenyum menghapus butiran air mata yang tersisa di pipi arra
"Tenang saja..aku usahakan besok kita kan berangkat" ucap jin
Sontak mendengar penuturan jin arra langsung tersenyum dan memeluk sayang jin
"Gomawo..gomapta" ucap arra seketika pelukannya di lepas arra pun langsung mencium pipi jin sampai akhirnya berhenti di bibir jin lalu terjadilah lumatan diantara keduanya.
"Aish....kenapa jadi begini" pekik arra melepaskan lumatan bibirnya
"Wae? Waenaeo?" tanya jin.
"Ya..kenapa berakhir seperti ini..bukannya kau akan pergi kekantor?" tanya arra
"Lalu?"
"Yakk.....nanti kau terlambat sayang" teriak arra gemas
"Hey...bagaimana aku bisa ke kantor sedangkan pakaian ku ini basah terkena air mata mu" ucap jin dengan candaan
Arra tersenyum
"Baiklah..sekarang kita kekamar?" ucap arra
"Eh....ada apa..? tadi kau suruh aku ke kantor dan sekarang kau menyuruh kita kekamar," ucap jin
"Aku tak mau melakukannya sekarang, aku takut melukai ayi kita, tapi kalau kau mau aku akan mengerayangi tubuhmu" ucap jimin tertawa dengan khasnya
Sontak arra yang mendengar ucapan suaminya itu mengerutkan dahinya
"Eh....ada apa dengan mu?kenapa kau berbicara seperti itu" ucap arra
"Lah..bukan nya kau mau mengajak ku "begitu"?" tanya jin tersenyum
"Aish...Aku tak akan melakukan seperti ini saat pagi hari. Dasar mesum" ucap arra memukul bahu
"Eoh...lalu?" tanya jin
"Aku mau memilihkan baju pengganti untukmu, dan kau harus memakainya supaya kau cepat langsung pergi ke kantor" ucap arra
"Eoh..begitu..baiklah....ayo" ucap jin menarik tangan sang istri
**MAAF KALAU ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR..
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR, BIAR SERING SERING UP DENGAN CARA KOMEN YAH..
I PURPLE U ARMYπ**