ME AND IDOL Pt 2

ME AND IDOL Pt 2
75. fact



Flashback


Hari esok kembali arra membangunkan badannya untuk menjalani hari seperti biasa, arra sangat menikmati tinggal bersama jimin, layaknya seirang suami jimin begitu perhatian, banyak waktu yang ia lalu di berbagai tempat bersama jimin tak ayal jika mata yang melihat menyangka mereka suami istri .


"Arra-ah...apa kau sudah bangun" teriak seorang lelaki pemilik rumah


"Yee...aku sudah bangun" balas teriak arra berjalan menuju pintu kamarnya


Sampai di depan mata setelah mengikat rambutnya, arra membuka pintu nya, di dapati jimin yang sedang tersenyum dengan garis di matanya, seperti penampilan orang yang barus saja selesai mandi penampilan lelaki di depan matanya itu terlihat segar dengan rambut yang bercucuran air dan handuk di lehernya. Mengenakan kaosberwarna biru muda dengan boxer sebagai bawahannya


"Selamat pagi" sapa jimin


"Nee..selamat pagi kembali" balas arra tersenyum


"Boleh aku masuk?" tanya jimin


"Eoh..tentu"


Jimin pun berjalan menuju kamar yang di tempati arra, ia membuka tirai jendela yang belum sempat arra buka. Tirai jendela itu menghubungkan kamarnya dengan balkon


Jimin berniat untuk menujunya namun sebelumnya ia menatap arra yang diam kebingungan


"Cepatlah mandi..setelah itu kita sarapan aku akan menunggu mu disini"


Dan setelah itu jimin pun berjalan ke arah balkon


Arra yang masih diam hanya menatapnya penuh curiga . ia takut terjadi sesuatu setelahnya namun ternyata ia hanya berfikir negatif saja.


Setelah arra memastikan Jimin sudah berada di balkon kamarnya, arra pun berjalan menuju kamar mandi dengan menenteng kimono.


++++++++++


Jimin mentap area pekarangan belakang rumahnya yang dihiasi kolam dan taman. Ia tersenyum baru pertama kalinya ia kemari setelah arra berada di rumahnya selama dua minggu terakhir. Ya jimin biasanya berada di balkon ini saat ia sedang kalut dalam pikirannya. Namun syukurnya setelah ada arra di sini jimin tidak memikirkan pikiran yang mengingat tentang masalalunya.


Hingga kini jimin masih tergiang ucapan arra beberapa waktu lalu yang yang mengatakan kalau dirinya masih mencintainya.


Andai arra masih sendiri, mungkin jimin sudah mengajaknya kembali rujuk. Awalnya pun jika arra sudah menikah dengan yang lain.  jimin berniat merebut arra kembali tapi setelah saat itu mengetahui jin hyung nya yang akan menikahi arra, dirinya hanya bisa pasrah. Dan kini itu hanya menjadi wancana saja.


Menunggu arra bukanlah hal yang membosankan tapi hal yang menyenangkan karna nantinya setelah arra bersiap ia akan pergi pergi ke pusat perbelanjaan.


Sambil menunggu jimin berkutik dengan handphonenya dan sperti biasa ia membuka aplikasi pesan grupnya.


Ada banyak pesan yang belum di baca dan jimin sendiri sampai bingung apa yang di bahas oleh para member itu. Jika jimin boleh menebak mungkin mereka hanya membicarakan kejadian dua minggu yang lalu saat pernikahan namjoon hyung.


Dan benar saja saat mengklik pesan itu di dapati pesan yang menyakan bagaimana keaadaan jin hyung dan arra, namun sayang jin hyung sendiri tak merespon pesan di grup itu.


Setelah memeriksa dan membalas pesan yang masuk kini jimin membalikan ponselnya pada kantong boxernya. Ia kembali menatap kedepan di lihat taman yang terdapat kursi yang dulu menjadi saksi bisu jimin dan arra kala jimin sendiri tidak bisa tidur dan arra berdiam diri di sana.


"Aish..bodohnya aku menyia nyiakan yang rela menangis karna ku demi wanita yang memanfaatkan ku" batin jimin


Jimin terkesiap kala mendengar suara tirai Tertutup dari dalam.


________


Arra sudah selesai dengan mandinya. ia menggunakan kimono dan menutup gorden yang menjadi penghubung balkonnya. Karna jimin berada di sana, walau mantan suami yang pernah melihat tubuhnya tapi kini berbeda


Arra menggambil pakaian di lemari yang belikan jimin beberapa waktu lalu.


Setelah itu ia menyisir rambutnya lalu memakai bandana berkelinci. Arra kini mengoleskan pelembab di pipinya lalu memakai bedak tiois dan liptin sebagai oemanis bibirnya.


Arra tersenyum. Ia menatap pantulan wajah di cermin itu.


"Cantik" ucap arra tertawa kecil


"Arra-ah..apa kau sudah selesai?" tanya jimin yang berteriak dari luar


"Iya. Sebentar" balas arra lalu pergi membuka tirai


"Sudah siap?" tanya jimin


"Tentu.."


"Ayo Kita turun, sepertinya ajhuma sudah menyiapkan makan" ucap jin


Arra mengangguk, lalu mengikuti langkah jimin, tak lupa ia membawa ponselnya.


Jimin yang berjalan di hadapan arra terus tertungkul. Memikirkan betapa cantiknya istrinya itu..hanya dengan polesan bedak tipis dengan liptin ia sangat sangat begitu cantik..


"Jimin-ah" ucap arra saat berada di depan anak tangga.


Dan itu membangungkan jimin dari lamunannya.


"Eoh..waenaeo?"


"Tolong tuntun aku" ucap arra sambil memegang perut buncitnya itu


"Eoh..arraseoh..kajja.." ucap jimin mengulurkan tangan.


Dan ara pun menerimanya, jimin menuntun arra dengan perlahan karna takut arra terseleo di anak Tangga dan itu akan berdapak pada kehamilannya.


Lima menit kemudian jimin dan arra tiba di meja makan. Dan didapati ajhuma yang tengah menata makanan di meja.


"Selamat pagi" ucap arra menyapa si ajhuma


"Nee..selamat pagi nyonya. Ayo silahkan dimakan bayimu butuh asupan" balasnya


"Nee..." sahut arra


"Ayo...kau mau apa akan ku ambilkan" ucap jimin


"Aku hanya ingin memakan sayuran saja" balas arra


"Kenapa ? Kan ada daging?" ucap jimin


"Tidak rasanya sudah kenyang saja melihat makanan ini" ucap arra


"Aish..jangan begitu...hargai ajhuma yang Telah memasak makanan ini untuk mu" omel jimin


"Ah..nee baiaklah" angguk arra


Selama sarapan berlangsung tak ada suara, arra hanya diam dengan pikirannya sendiri memikirkan bagaimana keadaan jin sang suami disana. Sudag dua minggu arra di tempat jimin namun arra tak mencoba peduli dengan jin dan baru kali ini ia memikirkannya.


Drrrrrrrttt...drrrrttt..


Getaran handphone membuat mata keduanya menatap layar ponsel itu, aera yang menyadari kalau getaran itu berasal dari handphonenya dengan segara mengechek notifikasi yang masuk. Dan ternyata terdapat pesan


"Siapa?" tanya jimin menatap


"Dari suamiku" balas arra sambil berkutik dengan handphonenya


Jimin mengangguk lalu melanjutkan makannya


Sedangkan arra membaca pesan yang masuk itu


From : jin oppa


"Jaga dirimu baik baik..cepat pulang aku merindukan mu"


Lalu setelahnya ia mematikan kembali layar handphonenya tanpa membalas pesan yang masuk itu, arra pikir dengan jin mengirim pesan seperti itu, itu artinya jin sehat dan baik baik saja.


"Ada apa ?" tanya jimin ketika sarapannya hampir habis


"Tidak ada apa apa.." balas arra laluu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kau tak membalas pesannya lagi" ucap jimin kembali


Arra diam


"Kenapa kau begitu egois?,aku kasian melihat jin hyung begini" balas jimin


Arra hanya diam lagi


"Kenapa kau menghukum jin hyung, sedangkan Dulu saat kau tau aku bersama wanita lain kau membiarkannya saja??" ucap jimin heran


Arra menghela nafasnya


"Aku hanya ingin memberi pelajaran pada orang yang mempermainkan ku, agar saat kejadian BersamA mu itu tak terjadi kembali untuk yang kedua kalinya," balas arra


Dan kini jimin yang malah diam


"karna aku sudah lelah menyakiti diri sendiri demi orang lain bahagia,"lanjut arra


"Mianhae." ucap jimin meraih kedua tangan arra


"Karna aku kau tersakiti,"lanjut jimin


"Gwaenchanhaeo..lupakan semuanya. Jangan pernaha di bahas kembali" ucap arra


Jimin mengangguk tersenyum, karna bahagia di maafkan oleh orang terkasih.


"Arra-ah..ayo kita ku pusat perbelanjaan" ucap jimin


"Untuk apa?"


"Ayolah..aku hanya ingin Berbelanja temani aku" pinta Jimin


"Eoh.pantas saja kau hari ini hanya mengenakan kaos dan boxer, ternyata kau bolos kerja lagi?" ucap arra


"Eh kenapa kau berkata aku bolos bekerja, sedangkan perysahaannya adalah miliku sendiri bagaimana bisa?" ucap jimin


"Ah...tapikan kau tak perlu begitu" jawab arra


"Asih..sudahalah...tunggu disini aku akan bersiap dulu, setelah itu kita pergi" ucap jimin berdiridari duduknya lalu pergi ke kamarnya untuk mengganti baju.


______________


_______


___


"Kita mau kemana?"ucap arra


"Aku hanya ingin membeli pakaian ku, aku butuh baju kaos kaos lagi" ucap jimin


"Aigooo...kau sudah banyak memiliki kaos tapi kau hanya memakai itu itu saja" pekik arra


"Tak apa, karna kali ini aku ingin memakai baju pilihan mu" ucap jimin


"Aish...menyebalkan" runtuk arra


Sedangkan jimin terkekeh. Dan beberapa menit kemudian arra dan jimin sudah berada di toko pakaian.


"Tolong pilihkan" ucap jimin


"Aish...dasar malas" balas arra


Namun walauoun begitu arra menuruti keinginan mantan suaminya itu, arra mengambil kaos dengan tulisan "fantastic" berwarna hitam, dan kaos polos berwarna putih,juga abu.


"Ini..coba " ucap arra memberikan pakaian itu


"Ah..baiklah...tunggu" ucap jimin lalu pergi keruang ganti


Lima menit...


"Bagaimana?" ucap jimin memakai kaos berwana hitam


"Cocok..kulit mu kan putih jadi jadi pantas saja" balas arra


"Ah..terimakasih sudah memujiku" ucap jimin tersenyum


"Menyebalkan sekali kau " ucap arra kesal


Namun jimin langsung kembali ke ruang ganti untuk mencoba yang lain


"Bagaimana dengan yang ini" ucap jimin memakai kaos berwarna abu


"Bagus juga...sudahaku yakin apapun yang kau pakai akan bagus di tubuhmu, bahkan jika kau hanya memakai daun pisang dan rumput di tubuhmu itu sangat bagus" ucap arra kesal


"Ah..baiklah aku akn menggunakan kaos ini" ucap jimin lagi kembali ke ruang ganti mengambil kaos yang ia hendak beli dan ia pakai.


Setelah membayarnya kini arra dan jimin pergi ke toko kosmetik, bukan arra yang hendak berbelanja tapi jimin yang hendak membeli parfume dan bodylotion,


"Arra..kau suka bau yang mana?" tanya jimin memberikan varian parfume VT,


"ini abil yang Poudre, aku suka baunya." ucap arra


"Baiklah..aku akan membelinya" ucap jimin


Arra mengangguk , sambil menunggu jimin memilih lotion arra memilih bedak untuk dirinya.


Drrrrrttt..drrrrttt...


Getaran handphone arra menyadarkanya.


Arra oun segera mengambilnya lalu membuka notifikasi yang di dapati pesan


From : +8278×××××××4


"Jalani hidup dan bahagialah,habiskan waktu mu dengan suami jin. Kadang aku tak mengerti apa kelebihan mu hanya seorang wanita yang tak becus dalam rumah tangga bisa di cintai jin, sampai di rela meninggalkan orangtuanya demi wanita seperti mu yang banyak di luaran sana. Bersenang senang lah karna lambat laun nyawa mu akan ku habisi, karna telah merebut jin dari ku "


Seketika detak jantung arra bedegup lebih cepat.Ia terkejut dan tak kuasa membaca pesan itu. Ia tak percaya dengan apa yang ia baca.


Seseorang yang menerornya yang mengatakan bahwa jin meninggalakan orang tuanya hanya demi dirinya.


Arra terdiam. Tak sadar air matanya menetes.


"Arra-ah..apa kau baik baik saja?" tanya jimin yang mendekati arra


Namun arra masih saja diam


"Arra-ah..kau kenapa? Kenapa kau menangis?" tanya jimin menangkup wajahnya


Arra mencoba menatap jimin


"Jimin-ah..apa benar, jin meninggalkan orangtuanya?" tanya arra


"Entah..aku belum mendengarnya..dari mana kau tau?" tanya jimin


Arra pun memberikan ponselnya berharap jimin membaca pesan itu, jimin pun dengan segera menerimanya dan membaca pesan yang  ada diponsel arra


Terkejut, jimin merasakan apa yang


"Arra-ah..kau diancam?" tanya jimin menatap


Arra diam


"Siapa yang mengancammu..kenapa kau diam saja" tanya jimin lagi


Namun bukannya mrnjawab arra malah menangis memeluk jimin


"Apa yang harus aku lakukan jimin...aku tak tau akan menjadi begini semuannya" ucap arra di sela sela tangisan


Jimin yang merasa tak nyaman berada di toko kosmetik itu pun memilih membawa arra ke tempat yang nyaman


Lima Menit kemudian jimin dan arra kini berada di taman samping pusat perbanjaan. Area bermain


"Ceritalah..sebenarnya apa yang terjadi dan apa kau tau siapa yang mengancammu??" ucap jimin pelan menatap arra,


Arra mengangguk.


"Dia tuan kim woo seok, ayah dari jin suamiku sendiri"


Jimin tak percaya itu bagaimana bisa pernikahan yang sudah beberapa bulan lamanya tak di landasi restu orang tua


"Bagaimana bisa?"


"Sebenarnya pernikahan ku dengan jin tak di restui ayahnya. Karna aku ini bekas mantan istrimu, terlebih saat dia tahu anak yang ku kandung adalah anak darimu , ia semakin membenciku,"


"Saat ku di indonesia, dia selalu mengirimiku pesan agar aku berpuas hidup bersama jin, ia melakukan berbagai cara untuk memisahkan aku dan akhirnya dia meminta jin untuk pulang dengan alasan penting mengenai perusahaannya, dari situ aku takut kalau jin termakan Tipuannya aku tau dia itu orangtuannya tapi aku hanya ingin jin mendapatkan apa yang dia mau, selama dua minggu di indonesia aku tak mendaoat kabar dari jimin aku cemas, dan benar saja jin bersama dengan yang lain dan itu karna ulah appanya yang mengirimiku foto jin sedang bersama waNita, dan pertengkaran itu aku tak menyangka kalau akan berimbah pada hubungan keluarga jin.,"


"Aku takut..jimin-ah..bukannya nyawku yang ku takutkan tapi nyawa dalam perutku yang ku takutkan" lanjut arra memeluk jimin


Jimin merangkul arra, ia mengusap punggungnya berharap arra dapat ketengan.


Jimin yang mendengarkan cerita arra pun geram dengan appa jin. Ia kira tuan kim woo seok orang yang baik, namun ternyata Ia salah.


"Kenapa kau tak melaporkannya ke polisi" tanya jimin


"Ani..Walau bagaimana pun dia itu masih orang tuaku." balas arra


"Lalu ..apa jin hyung tau soal ini"tanya jimin


Arra menggeleng..


"Ini sudah buruk, aku tak mau menambah buruk kondisinya lagi"


"Ya sudah..kalau begitu kau pulang temui jin hyung, jika benar jin hyung meninggalkan orangtuannya, itu berarti jin hyung benar benar mencintaimu," ucap jimin


"Dan kau...??" tanya arra


"Gwaenchanhaeo..aku memang mencintai mu tapi aku tak mau melihatmu dan jin hyung seperti ini" ucap jimin


"Ya sudah aku akan mengantarkan mu pulang ke rumah jin hyung, kajja..." ucap jimin berdiri dari duduknya


Arra pun mrngikutinya lalu mereka pun pergi.


______________


_______


___


25 menit menempuh perjalanan, kini jimim dan arra tiba di depan apartemen jin


"Jimin-ah..terimakasih untuk semunya" ucap arra sebelum turun dari mobil jimin


"Nee...jika kau ada perlu apa pun , hubungi aku. Terlebih soal ancaman itu.." ucap Jimin


"Nee...gomawo..ku harap kau menjaga rahasia ini jangan ucapkan pada jin " ucap arra


"Nee..ya sudah..ayo masuk..istirahat dengan baik..minta maaf padanya, dan jangan tinggalkan dia" ucap jimin


"Nee...jika kau mau main main saja kemari" ucap arra


Jimin mengangguk lalu arra pun keluar dari mobil jimin,  dan setelah itu melambaikan tangan pada jimin ketika mobilnya pergi.


Flashback end


"Jadi selama dua minggu terakhir kau tinggal dengan jimin!?" tanya jin menatap arra penuh tanya jin


maaf typo... dan maaf telat up .author baru punya kouta😂😂😂 maklum kan gx ada pemasukan. selain uang jajan sekolah . jadi ketunda .


buat nebuh keslahan..


author kasih part yang banyak..dan semoga memebantu menghilangkan rasa rindu ke cerita ini.


dan buat kalian umat muslim. selamat menunaikan ibadah puasa..semngat terus jangan bolong bolong tuh.