
"Tuhan aku harus apa"-
arra
Arra bingung untuk menjawab apa, ini benar benar terlalu cepat untuk arra yang baru beberapa bulan kemarin bercerai dirinya merasa takut dengan apa yang nantinya terjadi.
Tapi mendengar penuturan jin yang memikirkan masa depan anak nya membuat arra terenyuh. karna memang benar apa yang di katakan jin jika semakin hari maka semakin besar perut arra dan itu akan menjadi hinaan masyarakat jika arra membiarkannya ..
"Bagaimana?" ucap jin menyadarkan lamunannya
"Mmm...baiklah..aku menerimanya, " ucap arra dalam satu tarikan nafas
Jin tersenyum, bahagia menerima penuturan dari yang terkasih
"Baiklah..bagaimana kalau besok kau ikut dengan ku" ucap jin
"Dengan mu?" tanya arra kembali
"Nee...kau ikut dengan ku untuk menemui orang tua ku" ucap jin menatap arra
"Orang tua mu?, apa ini tidak terlalu cepat??" tanya arra cengo
"Ah..mianhae, tapi..jika orang tua ku mengetahuinya pasti mereka akan bahagia" ucap jin menarik senyumannya
"Ouh...tapi aku belum siap" ucap arra merunduk
"Ah..baiklah..kalau begitu, nanti saja " ucap jin menarik kesimpulan
"Mianhae" ucap arra
"Gwaenchanha" ucap jin
______///____///_____///___//////
Arra bukan tanpa alasan menolak ajakan jin untuk menemui keluarganya , karna kemarin saat arra tiba Di halte saat menunggu jin
Dirinya di telpon oleh jihyun yang katanya hendak datang untuk menginap dan berniatan untuk mengunjungi makam mendiang orang tuannya.
Ya arra mengiyakan jihyun untuk menginap di apartemennya dengan syarat tidak beri tahu jimin, dan untungnya ia menginyakan, entah alasan apa yang berikan Untuk besok ia datang kemari
"Arra-ah..ayo masuk, hari semakin malam, sebaiknya kau tidur" ucap jin
"Ah..nee kau benar, udara oun semakin dingin" ucap arra
"Ye..kajja" ucap jin menarik lengan arra untuk masuk kedalam kamarnya.
"Oppa" ucap arra kala tiba di ruangan , dan didapati jin yang hendak keluar kamar
"Nee..?" ucap jin menatap jin
"Oppa..kau tidur dimana" tanya arra
"Aku akan tidur di sebelah kamar mu saja" ucap jin
"Andwae..dangsin..su hamkke gu?" ucap arra
"Oettoen..kajja "
Jin pun menitah arra untuk segra berbaring di rangjang , bersamaan dengan itu dirinya tidur di sisi arra .
_______///////_____////___//////////___
Pagi kembali, jin sudah bangun lebih awal di bandingkan arra , ia pun segera menuju kamar mandi untuk mandi karna ia akan segera berangkat ke seoul kemabali untuk menunaikan tugasnya
7
menit jin sudah keluar dari kamar mandinya , bersamaan dari itu arra juga sudah bangun dari mimipinya
"Kau sudah siap" tanya arra
"Tidak..apa penglihatan mu masih belum sempurana sehingga kau tidak bisa melihatku bertelanjang dada" ucap jin tertawa kecil
Arra pun mengucek matanya dengan niatan matanya melihat dengan jelas pada tubuh jin
"Ah..mianhae...aku belum sepenuhnya sadar" ucap arra menguap
"Tak..apa kau bisa melanjutkan tidur mu" ucap jin yang sekarang me
"Ani..aku akan menyiapkan makanan untuk" ucap arra
"Ah...jangan kau masih mengantuk kalau itu terjadi kau pasti akan salah memasukan bumbu yang seharusnya gula malah jadi garam" ucap jin tertawa
"Ani..aku akan mencuci muka ku dulu baru turun ke bawah." ucap arra
"Ya sudah..pergi sana" ucap jin
______///___/_____/_/_/__/__/
Entah ,, masa iyah arra harus menyajikan bubur, atau tidak roti isi.
ya roti isi..arra berfikir hendak membuat sandwich Dengan isian telur, daging, dan sayuran
Arra pun mengambil rotii.lalu mengambil sayur, seperti tomat dan selada, dan bahan lainnya seperti telur dan daging
Kini arra pun sibuk mencuci sayuran di wastafel, sebelum memotongnya untuk di tumpuk
_______///_
"Selesai" pekik jin melihat tampilan dirinya di pantulan kaca
Ya..kini sudah rapih dengan pakaian khas kantorannya, dan untungnya jin tidak seperti hari sebelumnya yang tidak memakai pakaian bekas kemarin, jadi ia lebih Menghemat waktu tanpa haris berkunjung ke toko pakaian hanya untuk mengganti pakaian..
Jin pun memakai jam tangannya untuk menyempurnakan penampilan lalu setelah itu turun ke bawah menemui sang calon istri yang sedang menyiapkan sarapan.
______///___///____///___///____/////_
Dua sandwich utuh telah selesai arra buat, itu cukup untuk jin sarapan, tinggal membuat dua atau tiga lagi untuk jin bawa sebagai bekal--batin arra
Arra kini tengah memotong tomat dengan ketabalan yang setara. Setelah itu ia pun mengambil satu helai roti dan menumpukan teluh juga sayur diatas tak lupa di beri mayones dan sedikit saus nya lalu di tutup kembali denga satu helai roti,
Satu sandwich untuk bekal oun jadi .tinggal dua lagi.
Saat membuat yang kedua kalinya arra pun terperanjat lantaran tubuhnya di dekap dari belakang.
Dari postur dan tangannya yang arra rasa ia kenali, karna memang di appartemnnya siapa lagi lelaki yang ada. Hanya seokjin bukan?
"Oppa..kau mengagetkan aku saja" ucap arra menepuk tangannya
"Mianhae...tapi aku mengingkan ini sebelum aku pergi" ucap jin
"Aish...kau ini, sudah lah..bukannya kau semalan selalu mendekap ku di dada mu sampai aku kehilangan nafas karna mu" ucap arra
Jin tersenyum
"Banarkah..kau kehilangan nafas?lalu kenapa kau masih hidup" ucap nya sambil mengekspresikan jenakanya
"Ouh..jadi kau ingin aku mati" ucap arra menatap jin dengan tatapan tajam
"Tidak... Karna aku belum menikah dan menikmati hari dengan mu" ucap jin
"Lalu kalau itu semua sudah di lakukan apa kau masih mau diriku mati" ucap arra
"Aish...tidak mana mungkin aku mengiyakanya karna yang akan mati wanita terkasih" ucap jin
Arra tersenyum
"Jinjja.?"
"Nee.." ucap jin mengangguk
Setelah itu mereka pun saling menatap dengan senyum
Entah siapa yang memulai duluan,
Dipagi hari keduanya sudah memulai aktifitas yang panas dengan saling mencium bibir,
"Aish..,, kenapa jadi begini, ayo cepat kau harus sarapan" ucap arra
Jin tersenyum
"Tak apa, karna kita baru melakukannya, dan terimakasih karna kau mau menerima ku kemabali" ucap nya
"Sekarang kau menjadi candu ku"_seokjin
"Kiss me on the lips lips
Dulmanui bimil
Neoran gamoge jungdokdwae gipi
Niga anin dareun saram seomgiji mothae
Almyeonseodo samkyeobeorin
Dogi deun seongbae
Eochapi geobuhal sujocha eopseo
Deoneun domanggal sujocha eopseo
Niga neomu dalkomhae neomu dalkomhae
Neomu dalkomhaeseo" _BLOOD SWEAT & TEARS