
Pagi kembali.
Arra seperti biasanya menyiapkan makanan untuk dirinya..cukup sedikit karna hanya diri yang penghuni
Di apartemenya sendiri.
Setelah selesai arra pun menyuapkan sandwich ke dalam mulutnya sambil berkutik dengan handphone nya
Ia membuka app twitter untuk membaca berita harian terkini.
Terdapat satu pesan yang belum di baca pada akunnya..dilihatnya ternyata jimin yang mengirim pesan lagi
@parkjimin
Arra-ah..ku mohon aku ingin bertemu dengan mu
Entah arra bingung sendiri jadinya. Jika jimin bersih keras ingin bertemu dengannya..
"Ada apa dengan nya bukan kah dia yang menyuruhku untuk pergi" pekik arra
Arra pun menekan tombol home tanpa membalas pesan dari jimin.buakannya munafik tapi sungguh dirinya tak mau jika harus menimbulkan masalah lagi.
Arra masih berkutik dengan handphone nya yang kini membukan apl kontak.
Dicari nama jin.
Lalu menggesernya untuk melakukan panggilan
"Oppa?" ucap arra
"Yee...?"
"Apa kau sibuk?"
"Ani...waenaoyeo?"
"Bisa kah kau antar aku"
"Kau mau kemana?"
"Aku mau menemui calon mertuaku sekarang"
"Calon mertua?"
"Yee...apa kau mau mengantarnya..karna kau yang tau alamatnya"
"Oeh...araseo..araseo..aku akan ke apartmen mu sekarang"
"Nee.."
Setelah itu arra memakan sandwichnya kemabali sebelum bersiap pergi kerumah orang tua jin
Arra sudah memikirkannya semalam. Dan pada akhirnya keputusannya ia mau bertemu dengan orang tua dari jin.
Lebih cepat lebih baik..karna jin mengatakan kalau setelah bertemu dengan orang tuannya pernikahan tak bisa di pungkiri
💜💜💜💜
"Neee..eomma" ucap jin memutuskan panggilan Dengan eommanya
Jin kini sedang mengemudi
Pagi tadi arra menelpon dirinya.
Awalnya ia tak menyangka kalau arra akan mengambil keputusan untuk bertemu dengan orang tuanya memang, semalam saat menelpon arra ia mengatakan "secepatnya" dan mungkin ia membuktikannya.
Sungguh..jin sangat bahagia..karna sekarang dirinya tak akan ditanya kapan menikah sepeeti biasanya oleh appanya.
Beberapa jam kemudian
Kini jin sudah tiba di apartemen milik arra..ia segera menekan bellnya karna hendak masuk pintunya terkuci..lagi pun itu tidak baik.
"Kau sudah datang" ucap arra
Beberapa menit kemudian setelah jin menekan bell arra.
"Nee. " jawab jin dengan senyum manisnya
"Ayo masuk dulu.. Aku belum mandi jadi kau harus tunggu" ucap arra
"Baiklah...sudah ayo" ucap jin
Keduannya pun masuk menuju ruangan..mereka beralih ke lantai atas dimana kamar arra berada.
Yang beda jin sedang berselenderan di kasur sambil berkutik dengan handphonenya sedangkan arra mandi
Sesekali ia meminum jus orange yang beberapa lalu arra ambilkan.
10 menit arra selesaui dengan mandinya..ia keluar dengan kimono
"Kau tidak pergi bekerja huh?" ucap arra
"Ani...berhubung kau menyuruhku. Jadi aku tidak masuk..karna aku piir ini penting" ucap jin
"Penting? Kenapa?" ucap arra heran
"Karna kau akan bertemu ibu mertuamu" ucap jin
"Aish..kau bisa saja" ucap arra tertawa geli
"Perut mu mulai membuncit?" pekik jin yang tak sengaja meperhatikan arra
"Nee..jadi aku khawatir nantinya," ucap arra menatap perutnya
"Jika kau mau..aku akan menyegerakan pernikahannya" ucap jin
"Menurutmu?" ucap arra meminta penjelasan
"Ah..maksudku..aku bisa menyelenggarakan pernikahan dengan cepat,karna kalau begitu nama mu akan terjaga dengan baik" ucap jin
_____!_____!_____!_____!
Arra kini sudah siap dengan penampilannya yang hendak bertemu orang tua jin
"Ayoo..." ucap arra mengajak jin keluar
Jin mengangguk lalu berdiri , merapihkan bajunya dan berjalan mengikuti arra
Ting..nong...ting nong
Suara bell membuat langkah mereka berhenti dan saling bertatap seolah bertanya siapa yang datang .
Dan jin menggeleng ketika arra menayakannya.
"Aish...siapa yang datang,,perasaan aku tidak memesan apapun" ucap arra
Keduannya berjalan menuju pintu lalu membukannya setelah tiba di hadapannya
"Jihyun?" ucap arra mendapati jihyun yang berdiri di depan pintu
"Nee..hyung kau di sini??" tanya jihyun kaget mendapati jin yang berdiri di sebelah noonanya
"Nee..jihyun..apa kabar mu" ucap jin menanggapi
"Ah...Aku baik.. Kau selalu kesini?" ucap jihyun
"Nee..." timpal jin
"Kalian mau kemana sudah rapih" ucap jihyun
"Ah..kami..." ucap arra terpotong
"Arra akan menemui orang tua ku" sergah jin
"Untuk apa?" jihyun kebingungan
"Begini..jihyun...kami berdua akan menikah...kuharap kau bisa memahami..karna usia kandungan ku semakin hari semakin bertambah" Jelas arra
Jihyun diam..ia terkejut dengan apa yang di nyatakan arra..noonanya..
"Eoh..geurae?" tanya jihyun memastikan
"Neee..kau kesini salah waktu..karna noona mu akan ku bawa" ucap jin
"Ah..mianhae..aku hanya mengambil pakaian ku" ucap jihyun
"Eoh...baiklah..ayo masuk" ucap arra
Dan jihyun pun menurutinya.begitu pun jin
Jihyun naik ke atas ke kamar yang lalu ia tempati..pakaiannya masih dalam koper jadi tidak menyulitka jihyun untuk menatanya dan tidak membuang waktu
"Kau sudah?" tanya arra melihat jihyun yang turun dari tangga
"Nee noona." balas jihyun
"Baiklah..ayo.."
Ketiganya keluar dari apartement.
"Jihyun. Kau ikut saja dengan kami. " ucap jin
"Ani...ani...tidak usah..aku akan memakai kendaraan umum saja" ucap jihyun
"Lho..kenapa.. arah kita sama" ucap arra
"Tidak usah.noona..aku hanya ingin menikmati perjalanan" ucap jihyun
"Baiklah...kalau itu mau mu...hati hati" ucap arra
"Nee..noona sampai jumpa" ucap jihyun.
_____//_____//____//
Setelah menempuh perjalann beberapa jam kini arra dan jin sudah tiba di depan kediaman dari orang tua jin
Jantung arra berdegup kencang kala ia. Ia keluar dari mobil jin, rasa tidak oercaya diri melanda arra karna takut orang tuannya tidak menyukai arra
"Kau baik saja?" tanya jin menatap arra
"I'm so afraid" ucap arra
"Gwaenchanha.semuanya akan baik baik saja" ucap jin memegang tangan arra lalu menariknya untuk mengikuti langkah jin.
Sampai di dalam keduannya di sambut hangat oleh nyonya kim berbeda dengan tuan kim nya sendiri.
"Sayang kau sudah datang" ucap nyonya kim. Karna mengetahui anaknya yang hendak berkunjung membawa calon istrinya
"Nee..eomma..appa..perkenalkan ini calon istriku" ucap jin
Arra pun langsung membungkukan badan untuk menyapa sekaligus menghormatinya.
"Anyeongaseo..kim arra imnida"
"Nee..anyyoeng..ayo duduk" ucap nyonya kim
Arra pun menurutinya lalu, mereka berempat mengobrol membahas kehidupan arra.
"***Aku berharap banyak pada mu jin,semoga saja orangtuamu merestui"
-arra
VOTE , LIKE DAN KOMENNYA. KO SEPI??
.KASIH SEMANGAT AUTHOR,BIAR UP NYA LRBIH CEPET..BIAR SERU KAYA ME AND IDOL (PERJODOHAN***)