
Jin kini sedang berkutik dengan laptopnya dan tanganbya sibuk memegangi selembar kertas, ia sendari tadi terus membaca berkas berkas yang berisi tentang persetujuan untuk kerja sama dengan perusahaan lain ,
Sungguh dari tadi pikirannya terus berkeliling menanyakan kedaan arra.yang entah sudah samapi atau belum dan sekarang entah sedang apa?
Samapi akhirnya jin memutuskan untuk mengiriminya messege
@kimarra
_kau baik baik saja?
_apa kau sudah sampai?"
Send
Setelah mengirim memssege jin pun kembali embaca berkas dengan detail., namun hatinya berharap kalau arra membalas
Messege dengan cepat
Beberapa menit berlalu , satu berkas sudah jin baca dengan detail dan memperoleh tanda tangannya
Suara notifikasi pun mengalihkan pandangannya dari berkas yang kedua yang hendak di periksa
Diraih handohone yang tadi di biarkan di meja, dilihat nitifikasi pesan masuk
Tertera nama sang istri yang mengiriminya pesan atau lebih tepatnya yang membalas pesannya
@kimarra
_aku baik baik saja
_aku sudah sampai dirumah.
Sungguh menbaca pesanbyang di kurim arra membuatnya tenang sekwtika, pikiran buruk tentang arra dan jimin terhilangkan,
Jin pun memutuskan untuk mengirim kan pesan kembali setidaknya ia merasa tersemangati dengan cara saling berbalas pesan
To: @kimarra
_kau sedang apa sekarang..apa ku mengganggu
Send
Sambil menunggu balasan jin kembali berkutik dengan laptop dan berkasnya, ia membaca berkas dokumen yang kedua.
Namun saat hendak fokus kembali , pintu ruangan terbukan tanpa diketuk,
Jin melihat ke arah pintu itu, bertanya tanya siapa yang berani masuk keriannganya tanpa mengetuk pintu dan mendapat persetujuan..tapi yang biasa begitu hanya namjoon, simantan readers dari grupnya dulu, dan jika itu benar maka jin akan beryeruak dengan suara kerasnya memarahi si penghancur barang itu
Jin bersiap siap menyiap kan suaranya untuk di teriakam dengan mengambil napas yang dalam jin menatap pintu yang sedikit terbukan
Jin sudah siap hanya tinggal mengeluarkan suaranya saja,
Namun saat tengah menahan nafas untuk meneriaki yang masuk, jin kembali menurunkan nafasnya, membuangnya kembali ke luar.
"Ah..appa?" ucap jin menatap pria paruh baya itu
"Eoh..jin bagaimana kabar mu, apa kau baik baik saja?" tanya sang appa
"Nee..aku baik baik saja" balas jin
"Eoh...syukuurlah." balas appa kim
"Ada apa apa kemari?" ucap jin
"Tidak..appa hanya ingin berkunjung saja..lama dirumah membuat appa rindu pekerjaan"ucap tuan kim
"Jin?" pekik sang appa yang terdengar di telinga sang anak
"Yee?" tanya jin melirik sang ayah
"Bagaimana kondisi kehamilan arra ?" ucap nya
"Eoh...dia baik...sangat baik malah" ucap jin
"Bagaimana tentang jenis kelaminnya...apa kau sudah mengetahuinya?" tanya tuan kim kembali
"..molla!!" ucap jin
"Loh....kau ini bagaimana kau ayah dari nya kenapa kau tak tau tentang itu sekali pun" ucap bingung tuan kim
"Ani..appa aku hanya ingin menjadi kejutan bagi ku dan arra" ucap jin
"Ah..itu pasti bukan alasan, tapi kau takut kalau anak itu bukan lelaki..melainkan permpuan bukan?" ucap tuan kim
"Tidak..appa..aku tidak akan takut." ucap jin
Sang appa - tuan kim tersenyum melihat keberanian nya.
"Baiklah... Ku harap kau masih ingat dengan ucapan ku jika anak yang di lahirkan arra bukan lelaki maka kau harus meninggalkannya" ucap tuan kim
"Nee..appa..aku ingat" ucap jin kesal
Tuan kembali tersenyum menyadari tingkah anaknya
"Kau tak mau menceraikannya?"
"Jelas aku tidak mau menceraikannya, karna dia sedang mengandung anakku" ucap jin
"Dan kenapa appa selalu berkata seperti itu" ucap jin heran
"Aku hanya tidak senang kau tidak mendapatkan apa yang layak untukmu" ucap jin
"Apa ini hidupku..dan ini sudah menjadi keputusan ku...bukan kah kau yang menyuruh jika aku harus cepat menikah dan memperoleh keturunan" ucap jin
"Ya..aku tau itu..tapi bukan ini maksudku..aku hanya ingin yang terbaik untuk mu" ucap tuan kim
"Aku tau mana yang baik dan buruk..dan arra yang terbaik untuk ku.." ucap jin tegas
"Ya..seterah dengan mu..." ucap tuan kim lalu pergi meninggalkan anaknya yang diam dalam duduknya.
_______
Seorang pria paruh baya yang pergi meninggalkan anaknya itu dari kantor..ia sangat lelah menntikan calon penerus perusahaannya itu dari anak semata wayang.
"Siang pak" ucap karyawan membungkukan badan ketika drinya melintas di koridor
Ia membalasnya dengan senyuman, karna tak usah berucap senyuman pun Bisa membuat hati si penyapa senang.
"Ayo pulang" ucap pria paruh baya itu ketika sampai di depan kantor
Si supir yang mendengar perintah dari atasannya itupun segera melangkahkan kaki untuk pergi mengambil mobil di basment
Sambil menunggu seorang supir, ia pun duduk di loby,, ia berkutik dengan handophone, sembari membaca berita harian yang sedang menjadi topik.
Matanya sibuk membaca, tapi pikirannya sibuk memikirkan anaknya ..sungguh sampai hari ini ia tak rela ketika anaknya menikah dengan seorang janda.
Vote..like dan komen readers...