
Jimin meneguk air di gelasnya untuk yang terakhir kali..
Ia pun menyimpannya dia tas meja..lalu melangkahkan kakinya menuju kamar melihat seulgi yang entah sedang apa..
Dan mungkin seulgi sedang menunggu kebutuhannya, karna di perjalanan jimin di telpone bukan?
Namun saat ingin naik ke atas tangga jimin MenEmukan jihoon anaknya yang sudah di taburi bedak, dengan rambut yang basar, tak ayal baunya (jihoon) pun begitu menusuk hidung jimin dari jarak kaki lima langkah.
"Wah. ..anak appa sudah mandi" ucap jimin ketika dirinya mendekati sang baby sister yang menggendong anaknya itu
"Ah..tuan kau sudah pulang" tanya baby sister
"Nee...kenapa..ada yang salah" tanya jimin heran..karna dua pembantunya menanyakan maksud yang sama
"Tidak..." balas nya..
Jimin mengangguk karna mungkin ini hanya hal yang tak sengaja dengan kata lain hanya serendipity._ kebetulan
"Oh..yah kau sudah memberi makan jihoon?" tanya jimin
"Ah..ani....ini baru ingin membuat bubur" ucap baby sister itu
"Ouh..baiklah..cepat beri dia makan..dan jangan lupa dengan susunya, lalu setelah itu bawa jihoon ke belakang taman supaya dia merasakan angin alam" ucap jimin
"Nee..agesemnida" ucap baby sister lalu dengan segera ia membawa jihoon pergi kedapur untuk menitah ajhuma membuatkan bubur.
Jimin menyusuri anak tangga ,untuk menggapai kamarnya itu. Tak lupa dua kantong pelastik ia bawa kembali kekamar.
Lima menit jimin kini tiba di depan kamarnya, ia mendengar suara
Lantas ia menghentikan niatannya untuk masuk kedalam ..bukan suara wanita dari asisten rumah tangganya, atau pun pengasuh anaknya, ..melainkan suara lelaki!
"Park jihoon..., bagus juga dia memberikan nama pada anak kita, aku suka nama itu, dan kebetulan marga ku juga Park" ucapnya ,
Jimin terkejut ia pun menajamkan pendengaran kala lelaki itu berucap kembali
"Sayang kapan kita bersama lagi! Aku lelah jika ingin bernesraan dengan mu , maka aku harus diam diam datang ke apartemen ini kala jimin pergi keluar rumah dan jihoon tak ada dirumah" ucap lelaki itu
jimin membulatkan matanya karna terkejut dengan penuturan lelaki yang ada di dalam itu.
"Sabar sayang....ini belum saatnya" ucap seorang wanita yang ia tau suara milik siapa.
"Aku tidak ingin menceraikan dia saat ini..karna aku masih menikmati hartanya "
"Aish....apa harta yang ku miliki sekarang tidak memuaskan mu untuk memenuhi kebutuhan mu dan anak ku" ucap sang lelaki
"Tidak..bukan begitu, tapi untuk mencukupi kebutuhan anak kita."
"Aish...kau ini. Aku tau dulu aku sangat susah sampai kau berfikir aku tidak bisa memenuhi kebutuhan mu dan lagi kau adalah wanita dari kalangan idol yang ternama.., tapi aku sudah kaya sekarang"
"Nee...aku tau itu, tapi ini bukan saatnya," ucap sang wanita
"Kenapa. Lagi..?"
"Aku butuh alasan agar menyingkirkan jimin dari hidupku" ucap nya
"Apa susahnya....dulu kau sanggup untuk membodohi jimin untuk percaya kalau jihoon itu anak kau dengan jimin, kau juga sanggup menyingkirkan arra dari apartemen ini, bahkan kau juga sanggup membunuh orang tuannya, dengan jejak yang tak tercium polisi " jelasnya
Jimin untuk yang kedua kalinya ia membulatkan mata , karna refleks saking terkejutnya ia mendengar penuturan fakta fakta tentang yang apa yang telah terjadi,
Ingin rasanya jimin masuk dan membongkar keduanya dengan menyaksikan wajah terkejut mereka
"Aku..tau itu , tapi jihyun orang yang awalnya aku hendak di jadikan sasaran kesalahan kini sudah pergi untuk menimba ilmu"
"Eoh..lalu..apa rencana mu setelah ini...kau kan pandai?"
" ya....untungnya aku menemukan rencana yang tepat," ucap sang wanita
"Ah..apa itu?"
Jimin mendengar Wanita itu tersenyum dengan gembira
Seketika jimin lebih menajamkan kembali pendengarannya. Berniat menguping strategi yang di rencanakan kedunya..
"Aku akan........."
MAAF KALAU **ADA TYPO YAH...MOHON MAKLUM... AUTHOR SEKALI LAGI MINTA DOANYA BUAT KESEMBUHAN KAKEK AUTHOR..
JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK , LIKENYA JUGA...JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT BUAT AUTHOR, BIAR SERING SERING UP DENGAN CARA KOMEN YAH..
I PURPLE U ARMY💜**