LIAMARLO

LIAMARLO
Isi hati Kyle dan keinginannya



Di tempat Kyle,


"Aku benar benar meminta maaf padamu Laura. Aku tidak bisa mengabulkan permintaan untuk hadiah ulang tahunmu" Kata Kyle pada Laura sambil memegang kepala adik perempuannya itu.


"Andai saja.... Aku bisa memutar waktu kembali..." Kata Kyle sambil memejamkan kedua matanya.


"Kak Kyle, untuk sekarang. Kakak istirahat dulu saja. Aku dan Pangeran Andreas akan menjaga Kakak hingga bantuan dari Arlo datang" Kata Laura.


"Itu benar Baginda, Tengah malam, Arlo akan menjemput kita. Untuk sekarang, ada baiknya bila anda istirahat. Saya akan membersihkan luka Anda" Kata Andreas.


"Andreas, Aku tidak tau bagaimana caraku membalas budimu karena menyelamatkanku. Aku sungguh berterima kasih padamu dan Laura"


Kyle benar benar mengucapkan isi hatinya pada Andreas. Ia benar benar sangat berterima kasih pada Mereka berdua.


"Iya" Jawab Andreas sambil melihat Laura yang matanya sudah bengkak karena banyak menanggis.


"Putri, bila Kau mau istirahat, maka istirahatlah. Kau terlihat sangat lelah" Kata Andreas sambil melihat Laura yang sudah dalam keadaan berantakan seperti itu.


"Tidak apa apa, Aku masih kuat. Apa ada yang bisa ku bantu ?" Tanya Laura.


"Gaun pakaianmu itu, Apakah tidak mengganggumu saat berlari ?" Tanya Andreas sambil melihat renda gaun Laura yang sudah kotor.


"Sebetulnya, ini sangat menganggu. Tapi mau bagaimana lagi ? Aku tidak bisa kembali dan menganti pakaianku" Jawab Laura sambil memegang gaunnya.


"Bila Kau mau, Kau bisa memakai celanaku dan kemejaku. Saat Aku pakai celana double dan memakai kaos lengan panjang" Kata Andreas sambil berdiri dan memegang kepala sabuk yang yang ia kenakan.


"Eh ?! Tidak perlu ! Aku bisa merobek gaunku !" Kata Laura dengan nada terburu.


Kyle hanya mendengarkan percakapan mereka.


"Percuma saja. Gaun itu, menghambat larimu. Jadi, jangan menolak bantuanku" Kata Andreas yang sudah melepas sabuk kulit yang Ia kenakan.


Laura melihat kearah Kyle untuk membantunya bicara.


Kyle langsung menutup matanya melihat Laura melihat kearahnya.


"Kakak Sialan !" Batin Laura.


"Nah, sekarang pakai ini dan pakai kemejaku" Kata Andreas sambil memberikan pakaiannya dan celana panjangnya kepada Laura.


"Ahahaha..... celananya.... lebih panjang dari kakiku dan lebih lebar dari pingangku" lirih Laura sambil melihat celana milik Andreas.


Andreas mengerutkan kedua alisnya sambil mengulung lengan baju kaosnya.


"Sudah, cepat kenakan. Aku akan membersihkan luka raja Kyle. Jadi, jangan kemari sebelum Aku memintamu kemari" Kata Andreas.


"Baik!" Jawab Laura dan langsung pergi menuju ruang di sebelah tempat Andreas dan Kyle berada.


"Kau, beneran gak papa hanya pakai baju tipis begitu ? Bukannya Kau.." Tanya Kyle yang belum usai.


"Jangan pikirkan kondisi Saya. Kondisi Anda, Lebih buruk berkali kali lipat dari kondisi Saya sekarang" Jawab Andreas sambil melepas sepatu Kyle.


Andreas, adalah Pangeran yang terlahir dari anak ketiga Aelius dan Aneria.


Andreas, adalah Pangeran pertama dari Kerajaan Axexiola, yang gagal menjadi Putra Mahkota Kerajaan tersebut dan digantikan oleh Adik kembarannya, Putra Mahkota Exareas.


Andreas, mengidap kelainan genetik yang harus mempertahankan suhu normal tubuhnya.


Terkadang, karena kelainan tersebut, Andreas sangat kesusahan saat berada di musim dingin.


Dari sesak napas, otot nyeri, pembengkakkan, Ia juga, pernah tidak sadarkan diri saat dalam perjalan pulang dari Akademi putra Dynantyan menuju ke Asramanya hingga harus di larikan di Rumah Sakit.


Andreas memang memiliki tubuh yang lemah, Tapi, Ia kuat dalam pertarungan dan Penyerangan.


Oleh sebab itu, Kyle sangat mengenal Andreas dan juga, merasa prihatin terhadap Andreas yang di kucilkan dan dikeluarkan dari Rumah Utama Istana Axexiola.


Ya, sebenarnya, Kyle juga merasa prihatin pada Liam.


Tapi, karena Liam selalu menghindarinya, Kyle juga menghindari Liam karena Kyle pikir, Liam itu menjauh i dirinya karena membencinya yang tau kebenaran kalau Liam, bukan adik kandungnya.


Andreas menggulung celana panjang milik Kyle dan Andreas sangat terkejut melihat Kaki Kyle yang sudah berwarna ungu dan bengkak.


Kyle sudah tidak bisa merasakan Kaki kanannya itu.


"Baginda, Kaki Anda..." Lirih Andreas sambil melihat Kyle.


"Aku sudah tau, Kaki kananku sudah hancur dan mata kiriku sudah rusak. Aku, sangat merasa kesakitan. Kalau boleh, Apakah Aku bisa meminta satu hal padamu Andreas ?" Tanya Kyle.


"Saya, akan mendengarkan permintaan Anda. Asal, Anda tidak meminta hal yang aneh aneh"


Andreas, sudah merasa kalau Kyle akan meminta sesuatu yang harus Ia lakukan dan yang pasti, Ini akan berhubungan dengan Laura.


Lagi lagi, Andreas mengerutkan alisnya.


"Tentu, Apapun permintaan Anda, itu akan menjadi sebuah kehormatan bagi Saya, untuk menjalankannya" Kata Andreas.


Kyle membuka jas gelap yang Ia kenakan.


Andreas langsung membelalakan matanya.


"Kau lihat ? Apa dengan kondisiku yang seperti ini Aku masih bisa hidup dan melindungi adikku, Laura ?" Tanya Kyle sambil memperlihatkan perutnya yang sudah sobek dan dipenuhi oleh darah di pakaiannya.


"Baginda, Kenapa Anda tidak memberitahu saya dari awal ! Kalau begini ! Apa yang harus saya katakan pada Putri ?!" Tanya lirih tegas Andreaa agar Laura tidak mendengarnya.


"Entahlah, Untuk saat ini, Aku hanya ingin meminta maaf pada Laura dan memandangi ia terus hingga akhirku tiba. Kau tau, Aku ingin sekali membuat Laura senang. Tapi, sekali pun, Aku tidak pernah membuatnya tersenyum seperti Liam. Aku, sudah sangat senang saat Laura memanggilku Kakak dan berbicara non formal padaku. Hari hari di Istana, Dia selalu memanggilku Putra Mahkota dan berbicara formal padaku. Aku sangat iri sekali pada Liam yang selalu ada di sampingnya saat Laura sedih maupun sakit. Aku, benar benar bukan sosok Kakak yang baik" Kata Kyle sambil melihat Andreas.


"Di hari Laura tersadar setelah meninggalnya Ayahku, Aku ingin sekali memeluknya untuk menghibur dirinya. Tapi syangnya, Aku hanya bisa mengusap rambutnya saja. Entah kenapa dadaku merasa sesak karena tidak bisa melakukan hal itu. Hingga saat ini, Aku masih belum bisa memeluk adik perempuanku itu. Apa Aku bisa memeluk adikku untuk pertama terakhir kalinya ?" Tanya Kyle yang mulai berkaca kaca.


Kyle berhenti sejenak karena mulutnya bergetar dan tidak kuat untuk melanjutkan kata katanya itu.


Andreas tersenyum sambil duduk santai di sebelah Kyle.


"Apa Anda tau Baginda, Anda adalah sosok yang paling Saya percayai dikehidupan Saya. Saya tidak percaya dengan rumor yang beredar tentang Anda akhir akhir ini. Anda melakukan sesuatu pasti ada sebabnya. Anda, sudah berani untuk meminta maaf pada Putri. Menurut Saya, Putri pasti menyayangi Anda dan Putri, pasti mau untuk memeluk Anda. Anda bukanlah Kakak yang buruk. Seorang Kakak, memiliki cara masing masing untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya. Ada yang melakukan dengan cara usil, cuek, bahkan sok sok an untuk menjadi sosok yang paling pemarah hingga di takuti oleh adiknya. Anda hanya kurang berkomunikasi dengan Putri. Bagi Saya, Anda sudah cukup baik untuk menjadi seorang Kakak" Jelas panjang Andreas sambil memegang bahu Kyle.


Kyle menunduk sambil tersenyum dan meneteskan air matanya.


"Aku, ingin sekali memperbaiki hubunganku dengan Laura. Aku selalu memimpikan bermain kejar kejaran bersama Liam dan Viona. Liam dan Viona sudah berlari jauh di depanku. Dan, Laura duduk di ayunan sendiri. Disana, Aku melihat Sosok bayangan yang berdiri di belakangnya sambil menatap langit. Aku selalu berfikir kalau itu adalah Ayah. Tapi, sekarang Aku tau. Mungkin, sosok itu adalah sosok yang akan melindungi Laura. Dan, Aku yang bermain kejar kejaran bersama Liam dan Viona, Akan meninggalkannya untuk selama lamanya. Aku harap, Kau bisa menjaga Laura agar tidak kesepian" Kata Kyle.


"Anu.... Pangeran, Apa... Saya sudah boleh disana bersama Kalian ?" Tanya Laura yang tiba tiba bertanya.


Andreas melihat kearah Kyle yang sedang menutup jasnya kembali.


Kyle mengangguk.


"Tentu, Kemarilah. Apa pakaiannya pas ?" Tanya Andreas.


Laura keluar dari ruangan itu.


Andreas dan Kyle melihat Laura yang memakai celana dan pakaian itu yang kebesaran.


"PFFT!" Kyle menahan tawanya.


Rasa sakit di perutnya itu membuatnya berhenti untuk tertawa.


Laura yang memerah langsung berjongkok di depan Kyle.


"Kak ! Kalau begini ! Aku lepas saja celananya ! Ini malah membuatku tidak bisa bergerak ! Dan Aku malah terlihat seperti layang layang!" Tegas Laura yang malu.


"Ya, jangan gitu. Kalau Putri, melepas celananya. Apa Putri tidak malu ?" Tanya Andreas.


"Aku pakai stocking, Itu lebih nyaman dipakai dari pada celana ini" Jawab Laura sambil berdiri dan melepaskan sabuknya.


"Wutthhh..." Celana Andreas yang dipakai Laura langsung jatuh di lantai.


"PFFT!!!!! Kau ! Benar benar kurus sekali Putri ! Makanlah yang banyak agar berisi sedikit ! Hahaha..." Andreas tertawa melihatnya.


"UGHHH!!! Kalau Aku gendut sedikit, nanti Aku bakalan di ejek sama Gisel dan Veron..." Ucap Laura yang langsung terhenti dan melepaskan celananya.


Laura, teringat dengan Veronicca dan Scarlette.


"Jangan di buat sedih Putri. Kalau mau menanggis sini, ada bahuku untukmu" Kata Andreas sambil tersenyum dan menepuk bahunya sendiri.


"jangan macam-macam, Bajul!⁵ " Tegas Lirih Kyle sambil menyikut lengan Andreas di sampingnya.


"Saya hanya berusaha untuk menghiburnya" Lirih Andreas sambil menunjukkan senyumannya pada Kyle.


"GREP!"


"Eh ?!" Andreas dan Kyle sama sama terkejutnya.


"Aku ! Benar benar lelah hari ini Pangeran !" Tegas Laura yang memeluk Andreas sambil menanggis.


Andreas membelalakan matanya dan mengangkat kedua lengannya karena sangat terkejut.


Kyle tersenyum sedih melihat Laura yang memeluk Andreas.


"Padahal ada Aku, Kakakmu. Kenapa Kau malah memeluknya, Adikku ?"


Bajul⁵ : artinya Buaya dalam bahasa jawa