LIAMARLO

LIAMARLO
KONDISI KERAJAAN NELZEFVIA



Di tempat Pangeran William dan Pangeran Zaverias


Kedua Pangeran itu langsung di bawa masuk oleh prajurit.


"TOK ! TOK ! TOK!" Prajurit itu mengetuk Pintu kamar Raja Alter.


Raja Alter langsung membukakan pintu kamarnya.


Rambut Raja Alter terlihat berantakan.


"Baginda, Maaf menganggu waktu anda" Kata Prajurit itu sambil membungkuk di hadapan Raja Alter itu.


"Tidak apa apa, Kenapa Pangeran William dan Pangeran Zaverias kemari ? Bukankah Anda berdua harus berada di Dynantya ?" Tanya Raja Alter.


Kedua Pangeran itu membungkuk di hadapan Raja Alter yang merapikan rambutnya itu.


"Maaf Kami menggangu waktu Anda. Ada kabar penting yang harus Kami bicarakan dengan Anda" Kata William.


Alter melihat prajuritnya.


Prajuritnya yang paham langsung pamit pergi.


"Mari Kita bicarakan di ruang tamu" Kata Raja Alter.


"Baginda, ini sangat darurat. Bisakah Kita mengobrol di sini saja ?" Tanya Zaverias.


"Darurat ?" Tanya Raja Alter.


Zaverias dan William saling melihat.


"Iya Baginda. Kedatangan Kami kemari untuk meminta bantuan Anda. Kerajaan Alter adalah Kerajaan yang paling dekat dengan Dynantya" Kata William.


"Iya, memang kenapa dengan Kerajaan Dynantya?" Tanya Raja Alter sambil melihat mereka berdua dengan tatapan serius.


William menarik napas panjang.


"Raja Dynantya, Arshell Aelius dan Pangeran Nelzevia Liam. Mati diserang oleh musuh" Jawab William.


"Apa ?!" Dari raut wajah Raja Alter, Ia terlihat sangat terkejut.


"Kalian tidak bercanda ?" Tanya Raja Alter untuk memastikannya.


"Kami tidak ada waktu untuk bercanda. Musuh kami adalah sosok yang bisa menggunakan sihir dan sosok itu kini mengendalikan jasad Pangeran Liam" Kata Pangeran Zaverias.


"Apa Arlo yang menyerang Kalian ?" Tanya Raja Alter.


"Arlo berada di pihak Kami. Kami sangat membutuhkan bantuan Anda untuk menyelamatkan warga Dynantya. Arlo berkata, Kalau jangkauan sihir milik sosok yang mengendalikan tubuh Pangeran Liam memiliki jangkauan yang cukup luas. Prajurit Dynantya habis di bantai oleh pengikut sosok yang mengendalikan jasad Pangeran Liam" Jelas William pada Alter.


"Arlo di pihak Kalian ? Itu sangat tidak masuk akal. Tapi walau tidak masuk akal, Aku akan ikut membantu. Apa salah satu dari pengikut orang yang mengendalikan Pangeran Liam Kalian mengenalnya?" Tanya Raja Alter.


"Salah satu dari komplotannya adalah sahabat Putri Laura, kalau tidak salah namanya Scarlette, Dia anak menteri yang berkerja di Kerajaan Nelzefvia" Jawab Zaverias.


"Kalau begitu, kondisi Kerajaan Nelzefvia juga terancam. Aku akan membantu Kalian dengan mengirimkan tenaga medis dan prajurit. Kalian berdua, Apakah bisa memimpin Prajuritku untuk melihat kondisi Nelzefvia ?" Tanya Alter.


Mereka berdua baru terpikirkan kondisi Kerajaan Nelzefvia sekarang.


Lagi lagi Dua Pangeran itu saling melihat dan mengangguk bersamaan.


"Percayakan Prajurit Anda untuk ke Nelzefvia kepada Saya" Kata William sambil memegang dadanya.


"Baiklah, PRAJURIT !!!!!" Teriak Raja Alter.


"DRAP DRAP ! " Empat Prajurit berlari kearah Raja Alter.


"Kami menghadap Baginda!" Tegas empat prajurit itu sambil berlutut.


"Suruh seluruh Prajurit berkumpul dan panggilkan kepala Prajurit untuk menghadap padaku. Aku tunggu lima menit. Jalankan !" Tegas Raja Alter.


"Baik Baginda !" Tegas empat Prajurit itu dan langsung berjalan mundur kemudian berlari dengan cepat Ke gedung Prajurit di sebelah Istana utama Kerajaan Alter.


"Mohon tunggu sebentar. Aku akan bersiap untuk menuju Kerajaan Dynantya" Kata Raja Alter sambil masuk kedalam kamarnya untuk menganti pemainnya.


Ini sangat mendadak.


Di tempat Kerajaan Nelzefvia,...


Ternyata benar dengan apa yang dikatakan oleh Raja Alter.


Kondisi Kerajaan Nelzefvia lebih kacau dari Kerajaan Dynantya.


Sebanyak lebih dari 80% dari jumlah Prajurit dan Pelayan Kerajaaan yang hampir mencapai jumlah 1500 orang banyak yang mengundurkan diri karena konflik yang membuat Nelzefvia putus akses dengan Dyantya.


Saat ini, Kerajaan Dynantya sudah kehilangan banyak kepercayaan dari Kerajaan kerajaan sahabat yang sudah lama berkerja sama dengan Raja sebelum Kyle.


"Khuk !" Kyle terbatuk darah sambil meraih tangan Istrinya yang sudah tak bernyawa lagi.


Kyle tidak menyangka kalau semua menteri dan penasihatnya adalah anak buah dari Dera.


"PRACKKKK!!!!!" Tengan Kanan Kyle yang penuh dengan luka di injak keras oleh penasihat kepercayaan Ayahnya sendiri.


"Argh!!!" Teriak Kyle yang merasa sangat kesakitan.


"Sudah menyerahlah. Kau tidak pantas untuk menjadi seorang raja yang melindungi kerajaan ini..." Ucap penasehatnya yang mengijak tangan kanan Kyle.


Mata biru kanan Kyle menyalah di redupnya pencahayaan Istana menatap tajam


"Aku Nelzefvia Kyle. Telah bersumpah atas namaku sendiri di hadapan jasad Ayahku dan di hadapan rakyat Nelzefvia untuk melindungi Kerajaan ini sepenuh hatiku." ucap Kyle dengan suara yang berat akibat sesak yang Ia rasakan di dadanya setelah menerima pukulan penasihatnya yang menyerang bagian dalam organnya.


"Preek! Akh!" Tangan Kyle di injak lebih keras lagi oleh penasehatnya.


"Menyerahlah. Kau tidak akan bisa menang dariku" Ucap Penasihat itu.


Laura dan Andreas yang baru datang bersembunyi di jarak aman dan berniat menyelamatkan nyawa Kyle.


"Putri, karena di ruangan ini hanya ada orang itu saja, jadilah umpan untuk menarik perhatiannya. Aku berjanji untuk melindungimu. Aku akan menyerang orang itu dari belakang. Atau kalau tidak, bila Kau memiliki kesempatan untuk kabur. Maka, kaburlah." Lirih Andreas yang berdiri di belakang Laura yang membungkuk membelakangi Andeas.


"Baik, Tolong berhati hati" Kata Laura sambil melirik Andreas.


Andreas mendekat mulutnya di telinga Laura.


"Tentu, Kau juga harus berhati hati. Usahakan untuk Kau tetap di jarak aman. Minimal Kau berada di jarak 5 meter dari orang itu berdiri" Bisik Andreas.


Laura mengangguk.


Andreas berdiri dengan tegak.


"Tep ! Baiklah, lakukan dengan hati hati. Kita pasti bisa membawa Raja Kyle keluar dari sini" Lirih Andreas sambil memegang bahu Laura dan memberikan salah satu pedang miliknya pada Laura.


Pangeran Andreas adalah salah satu Pangeran yang menggunakan dua pedang sekaligus saat bertarung.


Laura langsung berjalan dan menjauh dari tempat Andreas bersembunyi.


Andreas mulai berjalan jongkok perlahan di antara bayangan yang menutupinya.


"Kak Kyle !" Laura memulai aktingnya yang seolah olah Dia terkejut melihat Kyle dan Penasehatnya itu.


"Laura ?!" Kyle yang terkejut langsung melihat Laura yang berdiri di pintu.


Penasehat Kyle melihat ke arah Laura.


"Bagus, tolong ulur waktu dan alihkan pandangannya" Batin Andreas yang masih berjalan jongkok perlahan di antara bayangan itu.


Laura mengangkat pedang besi yang berat itu.


"Sial... kenapa pedang ini lebih berat dari pedang yang biasa di buat untukku berlatih bersama Kak Kyle ?" Batin Laura.


Walau lama tapi, Laura sempat belajar berpedang bersama Kyle.


Dan itu sudah dulu sekali sebelum Flyyn meninggal.


"Men... jauh dari Kak Kyle !" Tegas Laura yang ke susahan mengangkat pedang besinya.


"PFFT!!!!!" Penasehat Kyle langsung tertawa.


"Laura! Kau masih belum bisa berpedang ! Disini bahaya ! Pergilah untuk meminta bantuan ! Dan selamatkan dirimu !" Tegas Kyle.