LIAMARLO

LIAMARLO
MASA LALU bag. 5 Gelang pemberian Arlo



Sembilan bulan telah berlalu,


Aelius mendapatkan kabar kalau ada sekelompok sekte yang berusaha menguasai kerajaan kerajaan di negri Ardan.


Aelius juga mendapatkan kabar dari Kepala Prajurit kalau ada sekelompok orang yang bisa sihir sedang menyerang warga Desa.


Di waktu yang bersamaan, Aneria berkata pada Aelius kalau Scarlette, Ibu Dera akan melahirkan.


"Ini gawat, Aku juga mendapatkan kabar kalau ada sekolompok orang menyerang warga. Ini ada hubungannya dengan Sekte yang menyerang Kerajaan kecil" Kata Aelius.


"Aku panggilkan Arlo ? Kita butuh bantuannya" Kata Aneria.


"Jangan, nanti warga desa akan balik menyerang Arlo. Sekarang, Kau urusi persalinan Scarlette. Aku akan memanggil para menteri dan yang lain" Kata Aelius.


Ucapan Aelius terdengar masuk akal.


Aneria tanpa pikir panjang langsung pergi ketempat Scarlette yang akan bersalin.


Dikamar itu, ada Dera yang duduk disamping ibunya dan Ibunya Kyle yang membantu persalinan Scarlette.


Aneria, merahasiakan kehamilan Scarlette dari muka umum.


"Argggh" Suara gerangan Scarlette.


Dera yang masih kecil hanya melihati Ibunya saja.


Ditempat lain.


Aelius maju dihadapan sekelompok orang yang bisa menggunakan sihir.


Aelius berencana untuk berbicara baik baik dengan mereka.


Tapi, Aelius juga mengulur waktu untuk pasukannya agar bisa menyergap para musuh dan menyerang dari belakang.


Aelius sadar kalau, dihadapkan dengan sihir, ketangkasannya dalam berpedang akan percuma saja.


Sebab, sihir bisa menyerang dijarak yang jauh, sedangkan pedang hanya bisa digunakan untuk pertarungan jarak dekat.


Prajurit pemanah Aelius mulai menaiki pohon didekat musuh secara diam diam.


"Apa benar Kau Charusheel Aelius, Raja ke 207 Dynantya ?" Tanya sosok bermata merah dengan rambut berwarna cokelat keemasan.


Aelius langsung melihat sosok itu.


"Dia mirip dengan Dera" Batin Aelius.


Tentu saja, Dia adalah Ayah kandung dari Dera.


Dia masih keturunan dari Yve, adik Arlo.


Sedangkan Scarlette ia juga memiliki mata merah pemberian dari Ayah kandung Dera itu.


Scarlette mampu membuat menurunkan matanya pada siapapun dengan syarat, masih keturunan Yve.


Hal itu sudah dilakukan turun temurun dikeluarga Yve.


Arlo mengetahui akan hal itu.


Sebab, Ia pernah melihat sendiri mata Ayahnya yang diturunkan kepada Yve yang awalnya bermata biru.


"Ya ! Aku Charusheel Aelius" Ucap Aelius sambil menunjukkan pedangnya.


"Prok ! Prok! Prok !" Ia menepuk tangan sambil berjalan kearah Aelius.


"Aku dengar, ada seorang wanita berambut pirang dan punya seorang anak bermata merah bekerja di Kerajaan Dynantya. Apa benar Dia ada disini ?" Tanya orang itu.


Aelius sedikit membelalakan matanya.


Sosok itu tidak ingat dengan nama Scarlette karena banyak sekali wanita yang ia temui.


"Kalau tidak salah anaknya laki laki. Aku kemari untuk membawa anakku" lanjut orang itu.


"Dia Ayahnya Dera ?" Batin Aelius.


"Apa Kau mengenal wanita itu ?" Tanya Ayahnya Dera.


"Tunggu sebentar, siapa namamu ?" Tanya Aelius.


"Ah, Maaf atas tidak kesopananku. Namaku, Shakeelano. Orang orang memanggilku dengan nama Alan. Senang bertemu denganmu" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Dia bukan orang jahat ?" Batin Aelius sambil menerima uluran tangan Alan.


"JLEEEB!!!"


"Khak!"


Perut bagian kanan Aelius tertusuk pedang yang tiba tiba muncul di samping Alan.


Alan tersenyum sambil melepaskan tangan Aelius.


Aelius yang jatuh berlutut melihat senyuman Alan dan tatapan Alan yang merendahkannya.


"Kau lebih bodoh dari yang kukira" Ucap Alan.


Aelius melihat pasukan yang Ia bawa telah dikalahkan oleh orang yang dibawa oleh Alan yang jumlahnya kurang dari 50 orang.


"Tuan Elano, Pasukan Dynantya telah kami kalahkan. Kita kehilangan empat orang dipertarungan ini" Kata orang dibelakang Alan.


"Tidak apa apa, Mereka telah berjuang dengan keras demi membantuku. Sekarang, apa yang akan Ku lakukan pada Raja menyedihkan di depanku ini ?" Tanya Alan sambil menaruh pungung jari telujuknya di bawa bibirnya.


"Tuan, Kita biarkan saja Dia disini. Dia sudah tidak mampu untuk bergerak. Dia pasti akan mati kehabisan darah disini" Kata Orang dibelakang Alan.


"Benar juga. Sekarang, Kita jemput Putraku. Aku bisa merasakan kehadirannya. Dia berada di Istana Dynantya. Kita langsung saja kesana" Kata Alan.


"Tep!" Aelius memegang kaki kanan Alan yang akan melangkah.


Alan melihat Aelius.


Pedang sihir masih menusuk sisi kanan perut Aelius.


Alan melihat Aelius tanpa berekspresi dan langsung-


"Bruak!!!!" Alan menendang kepala Aelius sebelum Aelius berdiri.


Mata Aelius berwarna merah terkena darah yang keluar dari keningnya.


Aelius berfikir kalau Ia buta karena mata kanannya tidak bisa melihat apa apa.


Aelius tergeletak ditanah.


Alan yang berdiri tanpa berekspresi itu langsung mengeluarkan pedang sihirnya lagi dan langsung-


"JLEB!!!" menusuk lengan kiri Aelius dengan pedang sihirnya.


"ARGGGHHHHH!!!!!!!" suara teriakan Aelius yang lengannya tertusuk oleh pedang sihir hingga menembus ke tanah.


"Ayo, langsung ke Istana" Kata Alan sambil pergi meninggalkan Aelius.


Aelius melihat Alan yang pergi dengan mata kanannya yang masih terbuka,


"Gawat ! Aku tidak bisa melepaskan ini!"


Aelius berusaha menarik pedang sihir yang menusuk lengannya hingga tembus ketanah.


Rasa sakit dirasakan oleh Aelius.


Ia berfikir, Ini mungkin karma yang telah Ia dapatkan.


Aelius berusaha mengangkat pungungnya.


Pedang sihir itu semakin menusuk lengan Aelius.


Itu memang rencana Aelius agar bisa terlepas dari tanah yang ditusuk oleh pedang.


Aelius berniat untuk meminta bantuan pada Arlo.


Lengan Aelius tertusuk hingga di mata pedang di dekat pengangan pedang sihir itu.


"Arrrgghhhh!!!" Suara teriakan Aelius sambil menarik mata pedang sihir itu agar keluar dari tanah.


Darah mengalir dengan deras dari lengan kanan dan telapak tangan kiri Aelius.


"Trash!!" Aelius berhasil mengeluarkan pedang sihir yang menacap ditanah dan Aelius sempat terjatuh.


Aelius langsung berdiri dan berlari kedalam hutan yang tak jauh dari tempat Aelius berdiri.


Ditempat Arlo,


Arlo mencium bau darah yang tak asing di hidungnya.


Arlo langsung berdiri dan keluar dari rumahnya sambil berlari.


Ia berjanji pada Aelius untuk tidak menggunakan sihir teleportnya setelah ketahuan menemui Aneria diam diam.


Di tempat Aneria,


Scarlette masih kesulitan untuk melahirkan.


Dera menanggis melihat Ibunya yang menjerit kesakitan.


Anak pertama Aneria atau ibunya Kyle dan calon Ibunya Laura membawa keluar Dera untuk menenangkannya.


"Terus Scarlette, Kepalanya sudah terlihat" Ujar Aneria yang sudah melihat Kepala bayi itu muncul.


Wajah Scarlette yang merah dan penuh keringat itu, membuktikan betapa kerasnya Ia berjuang untuk melahirkan seorang bayi yang mempertaruhkan nyawanya.


"OEKKKKKK...." Suara tangisan bayi langsung terdengar ditelinga Dera yang menanggis di balik pintu kamar persalinan Scarlette.


Aneria mengendong bayi laki laki atau anak Scarlette itu.


Nafas Scarlette begitu ngosngosan.


"Dia laki laki, ucap Aneria sambil memberikan Bayi itu pada Scarlette.


"BAMMMM!!! BRUAKKKK!!!!!" Suara dentuman keras terdengar di telinga Aneria dan orang orang di dalam Istana.


Ibunya Kyle langsung membawa masuk Dera ke tempat Scarlette.


"Suara apa itu, Flyyn ?" Tanya Aneria pada Putri tertuanya yang mengendong Dera.


"Saya tidak tau, Saya akan memeriksanya" Kata Flyyn atau Ibunya Kyle.


"Jangan ! Pergilah dan bawa Dera bersama Kyle ketempat yang aman melewati pintu belakang ! Sepertinya Aelius tidak bisa diandalkan" Kata Aneria yang blak blakan.


"Baik, Ibunda. Saya berjanjilah untuk menjemputku" Kata Flyyn sambil kembali mengendong Dera dan berlari keluar.


"Ibu berjanji" Kata lirih Aneria.


"Ratu, Anda juga harus pergi untuk menyelamatkan diri. Para Prajurit pasti akan melindungi Anda. Saya Akan memanggil Pelayan untuk berkumpul" Ucap Scarlette sambil duduk.


"Hanya tersisa 100 Prajurit disini. Aelius membawa 350 prajurit untuk pertempurannya dan juga Aelius mengirim 2450 pasukan ditambah 150 orang medis ke Kerajaan Nelzefvia yang sedang bertempur. Kita dalam kondisi kekurangan pasukan. Kau istirahatlah disini. Aku berjanji akan melindungi mu bersama anak laki laki yang selalu di idam idamkan oleh Aelius. Aku tidak bisa memberikan anak laki laki untuk Aelius. Jadi, Kau dan anakmu harus Aku lindungi. Aku adalah Ahli berpedang yang lebih tinggi dari Aelius, Aku pasti berhasil" Kata Aneria sambil meringgis.


Aneria melepas gaunnya dan mengantinya dengan celana panjangnya kemudian mengambil pedang.


"Oh iya!" Aneria melepaskan gelang dari Arlo yang Ia pakai.


Ia memakaikan gelang itu pada Bayi laki laki Scarlette.


"Jaga ini. Ini untuk melindungi Putra mu" Kata Aneria sambil berlari keluar.


Aneria adalah sosok yang sangat di kagumi oleh semua orang.


Ia begitu tegas dan bisa diandalkan.