
"AKU MEMBENCI MU!!!!!!" Teriak Laura yang terisak
Laura membalik tubuh pelayan yang telah dipenggal oleh Liam.
Tanpa sengaja, Laura memegang sarung pisau dipinggang pelayan itu.
"Eh ?" Laura terkejut dan langsung melihatnya.
Laura, melihat sarung pisau dengan batu delima setengahnya.
"Ini, mirip seperti batu kalung yang dikenakan Scarlette" Lirih Laura sambil mengambilnya.
"SRUKKKK" Beberapa lembar kertas keluar dari saku Pelayan itu yang tubuhnya telah dibalik oleh Laura.
Laura langsung membukanya tanpa permisi.
"Ambilah pisau dengan batu sihir berwarna merah disarungnya. Katakan pada Scarlette kalau Aku masih berurusan dengan Adikku yang bandel. Dia, tau apa yang harus Kau dan yang lain lakukan. Aku akan datang bersama tamu istimewa Dynantya. Malam ini, balas dendamku akan tersampaikan. Bila berhasil, Apapun yang Kalian minta akan Aku penuhi" Isi surat itu.
Laura langsung membelalakan matanya dan langsung berdiri.
Ia baru tau kalau ucapan Liam bukan bualan.
Laura tersadar telah mengatakan hal yang buruk dan harusnya tak Ia ucapkan pada Liam.
Air mata Laura langsung keluar dan Ia langsung berlari kearah Liam yang telah masuk.
"Kek!" Suara teriakan Liam terdengar ditelinga Laura dari tembok sebelah.
"SRUK! Bruk!" Liam langsung menarik tangan Raja Dynantya hingga Raja Dynantya terjatuh.
"Jleeb!"
Tragis, pedang panjang milik pengawal Scarlette telah menembus perut Liam yang awalnya berniat untuk membunuh Raja Dynantya.
"Bkhak!" Liam langsung batuk darah.
Laura yang melihat Liam tertusuk langsung membelalakan matanya untuk yang kesekian kalinya.
"LIAM!!!!!" Teriak Raja Dynantya dan para Pangeran termasuk Gevand.
"HIAAAAAAA!!!!!! SELAMATKAN DIRI KALIAN!!!!!!! DRAO DRAP!!!" Seisi Ruangan langsung menjadi Gaduh.
"Fufu. Kalian tidak akan bisa kabur dari sini. Sihir Kelopak pengurung, Aktif!" Ucap Scarlette yang berdiri disamping Veronicca sambil menutup mengibaskan kipas miliknya.
Verronicca yang berada disamping Scarlette langsung syok.
"WUSH!" Hempasan angin yang dihembuskan dari kipas milik Scarlette langsung membentuk Lingkaran Sihir yang memiliki pola seperti kelopak bunga Lyly berawarna kuning emas mengelilingi ruangan Aula.
"Scarlette....." Batin Veronicca.
"Scarlette! Apa yang Kau lakukan!" Teriak Veronicca sambil mengguncang tubuh Scarlette.
"Turunkan tanganmu. Dasar buruk rupa. Plak!!!! Bruak!!!!" Ucap Scarlette yang langsung menampar Veronicca menggunakan sihirnya dan Veronicca langsung terhempas serta terhantam tembok.
"Prak!" Suara tubuh Veronicca yang terhantam ketembok dan langsung kehilangan nyawanya ditempat.
"KYAAAAAA!!!!!!" Suara wanita yang berteriak histeris disamping tubuh Veronicca yang terhempas.
"Bruk!" Lagi lagi tubuh Laura jatuh lemas, Ia tak sanggup untuk berdiri.
"Veron......" panggil lirih Laura.
"Tap tap tap" Scarlette berjalan dengan anggun dihadapan semua orang yang ketakutan.
"Kalian, tetaplah disini. Sebentarlagi, sebuah kebenaran besar akan terungkap. Kalian semua akan menjadi saksinya. Dan siapapun yang keluar dari ruangan ini, Kalian pasti akan mati ditanganku" Ucap Scarlette sambil memainkan kipasnya perlahan.
"SIALAN!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA SAUDARAKU!!!" Teriak Gevand yang sangat marah sambil mengeluarkan pedangnya.
"Berhenti disana" Ucap Scarlette yang tiba tiba berubah wujud.
Scarlette berubah menjadi sosok perempuan dewasa dengan rambut berwarna hitam pekat dengan mata merah bercahaya.
Gevand langsung berhenti ditempat.
Tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"Berhenti disana, Kau membuat Pangeran Liam terluka" Akihiro muncul dibelakang Scarlette sambil menodongkan pedangnya.
"Hem ? BAM!" Ucap Scarlette sambil menunjuk perut Akihiro dengan kipasnya.
"Wush! KREAK! CRAAT!!!!!" Kilatan cahaya berwarna kuning emas langsung melesat kearah perut Akihiro dan kilatan cahaya itu membuat perut Akihiro berlubang serta darah Akhirio muncrat mengenai gaun yang dikenakan Scarlette.
Gevand membelalakan matanya.
"Hiro......" Lirih Laura.
"Ahk, Maafkan Aku Ayah, Putri, Pangeran..... Bruk!" Akihiro menjadi korban setelah kematian Veronicca.
"Cih, membosankan sekali" Ucap Scarlette sambil melewati Gevand.
"Cleux sembuhkan Liam. Dia sangat menyusahkan sekali. Habis ini, Dia akan datang" Kata Scarlette sambil menggelung rambut hitamnya.
"Merepotkan. Selalu saja Kau yang membuat rencana Kami berantakan. Tuan pasti akan membunuhku dan wakil karena Kau tertusuk pedang. Trash!" ucap sosok yang berniat menusuk Raja Dynantya sambil menarik kasar pedang yang menusuk Liam.
Raja Dynantya berdiri dari jatuhnya, Ia sangat Syok.
"Charusheel Aelius, Raja Dynantya yang ke 271. Aku tidak punya urusan denganmu. Yang punya urusan denganmu adalah Kekasihku. Tunggulah sebentar" Kata Scarlette sambil berjalan kearah Laura.
"Nelzefvia Laura, Putri pertama dari Dua bersaudara yang berasal dari Keraj" Ucap Scarlette yang belum usai.
"Jauhi Putri Laura!" Ucap Pangeran Andreas yang tiba tiba berada didepan Laura.
Laura, melihat pungung Pangeran Andreas yang telah mengambil kuda kuda didepan Laura sambil memengang Pedangnya yang belum Ia tarik dari sarung pedangnya.
"Tenanglah, Aku tidak akan menyakiti Putri Laura selagi Kau tidak menyerangku" Ucap Scarlette.
"Andreas! Mundur!" Tegas Raja Dynantya.
"Tapi Baginda!"
"Turuti ucapanku!" Tegas Raja Dynantya.
"Jadilah Pangeran yang penurut seperti Si tua yang disana itu" Ucap Scarlette.
"Apa ?! Swing!!!" Watak tidak sabaran Pangeran Andreas benar benar merugikanya.
Ia menebaskan pedang besinya kearah Scarlette.
Scarlette yang telah ahli langsung mengibaskan kipasnya kearah Andreas.
"Wush!" Andreas langsung terlempar dan untungnya ditangkap oleh Raja Dyanantya.
"Turuti ucapanku! Jangan membuat para tamu dan saudara saudaramu celaka disini Andreas!" Tegas Raja Dynantya.
Pangeran Zaverias menyadari sesuatu.
"Kekuatan penyihir itu berasal dari kipasnya" Batin Zaverias.
"Tep!" Scarlette menarik kedua pipi Laura.
"Wajahmu sangat menjengkelkan" Ucap Scarlette.
Bola mata biru Laura bergetar.
"Menyedihkan sekali. Tak kusangka Kau mudah sekali dibodoh i" Ucap Scarlette.
Laura sangat ketakutan.
Mulut Laura bahkan tertutup dengan rapat sangking takutnya.
"Kenapa ? Kau seperti bukan Putri yang kukenal apa Kau terkejut ?" Tanya Scarlette.
"Kenapa Kau seperti ini, Scarlette ?" Tanya Laura.
"Ups, Kupikir Kau tak bisa bicara lagi ? Lagi pula, Namaku bukan Scarlette. Namaku, Aegle" Kata Scarlette.
"Kenapa Kau menghianatiku dan membunuh Veronicca. Salah apa Veronicca ?" Tanya Dingin Laura dengan tatapan kosongnya.
"Wajahnya menjengkelkan dan Dia sok sokan manis dihadapan Liam" Jawab Aegle sambil menunjukkan senyumannya.
"Blink!" Liam membuka matanya dan bola matanya berubah menjadi merah bercahaya.
...***...
Ditempat Arlo.
Arlo telah membuka sihir teleportnya.
"Hah! Sudah lama Aku tidak membuka ini !" Tegas Arlo. sambil menaruh kedua tangannya dipinganggnya.
"Anda, Siapa sebenarnya ?" Tanya Ketua TP.
"Aku, Arlo. Penyihir baik yang terkurung dihutan sihir" Ucap Arlo dengan penuh percaya diri.
"Kalian masuklah. Sesekali, bisa menikmati sihir milikku" lanjut Arlo sambil meringis.
Dera melihat langit yang sangat mendung.
"Dera. Setelah ini, bantu Aku ya! Katanya Kau bisa berpedang ?" Tanya Arlo.
"Tentu dengan senang hati" Ucap Dera yang membawa kepala Ayahnya sambil masuk kedalam sihir teleport milik Arlo tanpa ragu.
"Archie, masuklah dulu" Kata Ketua TP yang sangat ragu dengan perkataan Arlo kalau Dia bukan penyihir jahat.
Arlo memegang kedua bahu Tim penyidik itu.
"Lebih baik Kita masuk bersama" Kata Arlo sambil melangkah maju.
Mereka berempat sampai didalam Aula Istana Dynantya.
"TRASH!!!!! GLUNDUNG!!!" Kepala perempuan berambut hitam digelung mengelinding dikaki Dera.
"AEGLE!!!!" Teriak Dera yang sangat terkejut.
Liam yang menebas kepala Aegle langsung melihat kebelakang mendengarkan suara Dera.
"KAU!" Liam sangat terkejut melihat Dera bisa lolos dari hutan.