LIAMARLO

LIAMARLO
MASA LALU bag.1 Aelius, Aneria, dan Scarlette



DUA PULUH TAHUN YANG LALU


"PLAK!!!!!!" Suara tamparan terdengar diruangan pribadi Aelius.


Sosok wanita dewasa berambut hitam pekat yang telah tertata rapi dan mata birunya sebiru langit telah menampar Aelius dihadapan seorang pelayan wanita.


Dia adalah Charisheel Aneria, Istri Aelius dan sekaligus Ratu Dynantya.


"Benar benar tak bisa ku percaya. Kau membuatku kecewa Aelius" Ucap Aneria sambil mengusap air matanya.


Pelayan yang duduk disamping Aelius hanya menunduk diam.


"Kenapa Kau melakukan ini Aelius ? Grep! JAWAB PERTANYAANKU!!!" Teriak Aneria sambil menarik kencang kera Aelius muda.


Kata "Maaf" keluar dari mulut Aelius.


"MAAF?! HANYA MAAF ?!" Tanya Aneria sambil melepaskan kera baju Aelius.


"Benar benar. Kau benar benar..." Aneria mengangkat tangannya yang gatal ingin menampar suaminya itu.


"Ratu, tolong maafkan Baginda Aelius. Saya yang salah. Anda pantas menghukum Saya" Kata Pelayan itu.


"Kau diamlah. Ini salah Aelius juga" Ucap Aneria tanpa melihat Pelayan itu.


"Sekarang, Apa yang akan Kau lakukan Aelius ?" Tanya Aneria.


"Kami bersepakat untuk mengugurkanya" Ucap santai Aelius.


"PLAK!!!" Aneria menampar Aelius untuk yang kedua kalinya.


Aelius terdiam.


"Kau benar benar tak bertangung jawab Aelius" Ucap Aneria.


"Lalu, apa yang harus Aku lakukan ?" Tanya Aelius sambil melihat Aneria.


"Ratu, Saya tidak keberatan unt" Ucap pelayan itu yang belum usai.


"Jangan membuatku menamparmu. Apa Kau tak pernah memiliki seorang anak ?" Sahut tanya Aneria.


"Saya memiliki Putra yang usianya baru empat tahun" Jawab pelayan itu sambil menunduk.


"Apa yang akan dikatakan oleh suamimu bila Dia tau Aelius menghamilimu ?" Tanya Aneria.


"Saya tidak memiliki suami" Jawab Pelayan itu.


Aneria langsung terkejut dan sentak melihat Pelayan itu.


"Apa ? Berapa usiamu ?" Tanya Aneria.


"25 tahun" Jawabnya yang tak berani melihat Aneria.


"Siapa namamu ?" Tanya Aneria.


"Scarlette" Jawabnya.


"Dimana ayah dari anakmu ?" Tanya Aneria.


"Saya tidak tau. Dia bermata merah dan hebat dalam hal sihir dia berambut cokelat keemasan. Wajahnya mirip seperti putra saya" Jawabnya.


"Ah, Ahli sihir yang mana lagi ?" Batin Aneria.


"Bawa Putramu kemari" Perintah Aneria.


Pelayan itu langsung berdiri.


"Ratu! Tolong! Hukum Saya saja! Jangan hukum putra saya ! Dia masih kecil!" Tegas Pelayan itu.


"Aku tidak akan menghukumnya. Aku hanya ingin melihatnya" ucap Aneria.


"Ah! Maafkan Saya! Baik! Saya akan membawa putra Saya kemari!" Tegas Pelayan itu dan langsung berlari keluar.


Kini, Aelius dan Aneria berada diruangan itu hanya berdua.


"Aelius. Apa Kau mau mengangkatnya sebagai pengantiku ?" Tanya Aneria yang menanggis.


Aelius langsung melihat Aneria.


"Tidak Aneria ! Tolong maafkan Aku! Aku benar benar meminta maaf padamu!" Ucap Aelius sambil bersujud pada Aneria.


Aneria berjongkok.


"Aku benar benar kecewa padamu Aelius. Andai kalau Kau bukan seorang pemimpin kerajaan ini, Aku pasti akan menebaskan pedangku pada lehermu Aelius"


Aneria, Dia adalah satu satunya Ahli pedang wanita yang menduduki posisi pertama di Kerajaan Dynantya.


Aneria memegang kedua pipi Aelius dan mengangkatnya.


"Bolehkah Aku melakukan hal ini untuk terakhir kalinya padamu ?" Tanya Aneria sambil tersenyum pada Aelius.


Aelius langsung menjadi takut.


"Jangan melakukannya" Aelius menggeleng.


Aneria tersenyum.


"B*NGS*T!!!!!! DUAGGHH!!!" Teriak Aneria sambil menghantamkan wajah Aelius dengan keras di lututnya.


"AKU BENAR BENAR MARAH PADAMU!!!!" Teriak Aneria sambil memeluk Aelius yang wajahnya penuh dengan darah.


"Maafkan Aku" Lirih Aelius.


"Maaf....., Aku tidak bisa memaafkanmu..." Ucap Aneria yang sesegukan.


Aelius mengusap punggung Aneria.


Aneria melepaskan pelukannya.


"Jadilah laki laki yang bertangung jawab Aelius" Ucap Aneria.


Tak lama kemudian, Pelayan itu kembali sambil membawa seorang anak laki laki yang memakai Scraf merah.


Pelayan itu terkejut melihat wajah Aelius yang penuh dengan darah.


"Dia mirip sekali dangan Ayahnya" Jawab Scarlette.


"Siapa namamu nak ?" Tanya Aneria dan langsung mengendong anak laki laki berambut cokelat emas dan bermata merah itu.


"Dela" Jawabnya yang agak pelat.


"Lucu sekali, Apa Dera suka kalau punya adek bayi ?" Tanya Aneria.


Dera kecil menggeleng.


"Kenapa?" Tanya Aneria.


"Dela nggak mau mama gendong adek" jawab Dera.


Aneria tersenyum.


"Kalau, dedeknya digendong sama Ratu gimana ? Jadi mama Dera ngak ngendong dedek bayi mau ?" Tanya Aneria.


Dera tidak paham dengan perkataan Aneria.


Dera langsung melihat Scarlette yang mengangguk.


Dera ikut mengangguk.


Aneria tersenyum.


"Baiklah. Lahirkan bayinya dulu setelah itu, Kau boleh keluar dari pekerjaan ini. Sekolah Dera, biar Kami yang menanggung. Kau akan tetap dapat tunjangan untuk hidup" Kata Aneria.


Scarlette langsung berdiri.


Mata Scarlette yang berkaca kaca langsung meneteskan air matanya sembari bersujud dihadapan Aneria.


"Saya benar benar meminta maaf kepada Anda Ratu! Saya tidak pantas mendapatkan semua itu!"


Scarlette menanggis di kaki Aneria.


"Berdiri lah. Jangan begini" Ucap Aneria yang tidak bisa menurunkan Dera.


Setelah kepergian Scarlette dan Dera dari ruangan itu, kini menyisahkan Aneria dan Aelius.


"Aneria..." Panggil Aelius.


"Aku ingin menenagkan diri dulu. Beberapa hari ini tolong jangan temui Aku dan Kau pindahlah dikamar yang lain untuk tidur" Ucap Aneria sambil pergi dari ruangan itu.


Aneria berjalan menuju Danau tempat Ia menenangkan diri.


Angin sore hari, menyapu rambut hitam Aneria yang menutupi matanya yang berair.


"Wuush...." Arlo datang dengan sihir teleportnya dan langsung-


"DOOOR!!!!" Arlo mengejutkan Aneria dari belakang.


Aneria tidak terkejut sedikit pun.


"Eh ? Tumben" Batin Arlo.


Arlo mendengar Aneria yang sesegukan.


Arlo langsung berjalan dan melihat Aneria dari depan.


"Aneria, Apa Kau baik baik saja ?" Tanya Arlo sambil membuka rambut Aneria yang menutupi matanya.


"Arlo....." Aneria menanggis sambil memeluk pinggang Arlo.


Aneria sudah menganggap Arlo seperti keluarga sendiri.


"Hei.... Kau kenapa ? Siapa yang membuatmu menaggis ?" Tanya Arlo yang terkejut dengan wajahnya yang memerah karena dipeluk oleh Aneria yang tiba tiba.


"Aku ingin sekali membunuh Aelius. Apakah itu boleh ?" Tanya Aneria yang masih menanggis.


"Ya boleh boleh saja. Aku bersedia menjadi pengantinya Aelius" Kata Arlo.


"Jangan ngelawak!" Tegas Aneria sambil melepaskan pelukannya dan menggusap air matanya.


"Baik. Kenapa Kau menanggis ?" Tanya Arlo sambil duduk disebelah Aneria.


"Aku tidak bisa cerita. Sekarang, hibur Aku!" Pinta Aneria.


"Eh ? Kau minta ku hibur ? Bagaimana caranya ?" Tanya Arlo.


Aneria melihat Arlo dan langsung memegang kepala Arlo yang rambutnya yang berwarna putih itu sambil menepuk nepuknya.


"Kau seperti Kucing bertelinga empat. Lucu sekali" Aneria benar benar menganggap Arlo seperti seorang adik yang polos.


Arlo menikmati kepalanya ditepuk tepuk oleh Aneria.


"Bawa Aku pergi kehutan. Aku ingin sekali menghirup udara segar" Pinta Aneria.


"Apa Aku akan mendapatkan upah ?" Tanya Arlo.


"Akan kubayar dengan darahku dan Aku ingin tau cerita tentangmu" Kata Aneria.


"Apa Kau mulai tertarik denganku ?" Tanya Arlo.


"Najis ! Kau itu sudah Kakek Kakek ! Carilah seorang gadis yang belum berkeluarga. Carilah orang yang membuatmu merasa nyaman dan cocok. Aku ini sudah bersuami. Lagian Aku tidak tertarik dengan laki laki tua sepertimu" Kata Aneria sambil memanyunkan bibirnya.


"Hah..." Arlo menghela napas.


"Aku memilih wanita yang sudah berkeluarga karena mereka pasti tidak tertarik padaku. Lagi pula, Aku benar benar suka padamu loh Aneria. Bila Kau terlahir untuk yang kedua kalinya atau ada orang yang terlahir mirip sekali denganmu. Aku pasti akan ngebet" Kata Arlo.


"Ya, Siapa tau ada orang yang seperti itu, Berjanjilah untuk mengejar cintanya dan jangan lupa untuk mengungkapkan rasa sukamu setiap hari padanya" Kata Aneria.


"Tentu saja. Mari..." Ajak Arlo kepada Aneria yang ingin kehutan.


Catatan:


*Dera sengaja memberi nama samaran untuk kekasihnya Eagle dengan nama Scarlette. Tujuannya, Ia ingin Aelius selalu teringat dengan Ibunya.


Dan, Dera usianya dimuda oleh Aneria dua tahun agar menyamai Kyle untuk masuk disekolah yang sama*.