Labuhan Cinta Tuan Bima

Labuhan Cinta Tuan Bima
Penolakan Delia



Bima merasa gemas melihat Delia yang hanya terdiam saat Bima memintanya untuk berpisah dengan Daniel. Tiba-tiba saja Bima memiliki ide cemerlang untuk membuat Dea tersadar dari lamunannya.


Sebuah kecupan singkat Bima daratkan di bibir Delia. Sontak saja Delia langsung terkesiap dan mendorong tubuh Bima.


"Kau! Kenapa kau suka sekali memanfaatkan kesempitan dalam kesempatan! Dasar buaya air asin!" umpat Delia dengan bibir mengerucut.


Bima tersenyum nakal. "Jangan banyak melamun, apa kau tidak tahu jika di kantor ini ada hantunya?"


"Tidak lucu! Jangan pernah ikut campur urusanku lagi!" Delia beranjak pergi.


"Daniel sudah mengkhianatimu!"


Kalimat Bima membuat Delia menghentikan langkahnya. Delia kembali menghampiri Bima.


"Hubunganku dengan mas Daniel tidak ada urusannya denganmu. Jadi, jangan merasa jika kau adalah orang yang paling benar!"


"Aku tahu kau mengajakku bermalam bersama karena kau kecewa dengan Daniel. Kau ingin membalasnya." Bima masih berucap santai. Tapi Delia makin tidak tenang jika Bima mulai membahas soal malam panas mereka.


"Iya! Aku akui aku salah karena sudah memintamu bermalam bersama. Tapi, kita sudah sama-sama dewasa. Hubungan satu malam bukan hal yang perlu di besar-besarkan terutama untuk pria buaya air asin sepertimu. Aku yakin kau sudah sering melakukannya dengan wanita lain. Kalian semua sama saja! Kau dan teman-temanmu itu!"


Tangan Bima terkepal mendengar kata-kata Delia. Bima memang bukan pria baik, tapi setidaknya ia tidak mempermainkan hubungan seperti yang dilakukan Daniel.


"Jadi tolong jangan ganggu hidupku! Hidupku sudah cukup rumit dengan semua hal tentang mas Daniel. Aku tidak ingin kau menambah runyamnya hidupku. Lupakan hubungan satu malam kita, karena itu tidak berarti apapun untukku!"


Usai mengucapkan kalimat yang menusuk hati Bima, Delia meninggalkan pria itu sendirian. Bima tersenyum getir setelah mendapat penolakan dari Delia. Ternyata semua tidak semulus yang ia kira.


Bima berjalan gontai keluar dari gedung MT Grup. Rasanya ia sudah tidak bersemangat lagi untuk bekerja. Bahkan untuk menerima tawaran Amy untuk menjadi pengacara brand Lucia, Bima sudah tidak tak berselera. Biarlah ia tetap menjadi pengacara perceraian seperti pekerjaan sebelumnya.


#


#


#


Satu bulan telah berlalu sejak Luze meminta Bima untuk membawa seorang gadis ke rumah untuk dijadikan menantu. Nyatanya Bima tak mampu melakukan apa yang Luze minta.


Dan malam ini, Luze akan mengambil keputusan tentang perjodohan Bima dan Cassandra.


"Nah, Bima. Karena kamu tidak berhasil membawa calon menantu untuk mama, jadi kamu harus menerima perjodohan dengan Cassandra. Besok malam datanglah ke Resto Diamond. Kita akan bertemu dengan keluarga Cassandra disana. Mengerti?"


Bima hanya bisa mengangguk pasrah. Hidupnya sudah tidak berarti lagi.


Pernikahan bisnis. Itulah yang akan Bima lakukan dengan Cassandra. Bima akan menerima itu meski ia sama sekali tidak mencintai Cassandra.


"Wah, jadi abang akan bertunangan dengan Cassandra Dinata yang terkenal ini?" Stella berseru girang saat melihat foto-foto Cassandra di sosial media miliknya.


Mendengar sesuatu yang tidak asing di telinganya, Bima langsung terkesiap.


"Apa katamu? Brand Lynx adalah milik Cassandra?" tanya Bima dengan penuh penasaran.


"Iya, Bang. Apa Abang baru tahu?"


Bima tidak menjawab dan malah memikirkan sesuatu. Yang jelas sesuatu yang tertuju kepada Delia.


Gadis yang sudah menolaknya tapi hingga kini hatinya terus memanggil nama Delia. Bima tidak bisa melupakan tunangan sahabatnya itu.


#


#


#


Restoran Diamond


Keluarga Bima dan keluarga Cassandra bertemu di satu meja makan yang sama. Bima terlihat terus terdiam. Sementara Cassandra terus melirik kearah Bima.


Cassandra sangat tertarik dengan Bima yang terkenal dengan sikap dinginnya. Cassandra tidak salah bersedia dijodohkan kembali dengan anggota keluarga Antara.


Perjodohannya dengan Bisma kandas karena pria itu meninggal dunia. Dan kini Cassie, biasa gadis itu dipanggil, akan kembali dijodohkan dengan adik kandung Bisma. Cassie merasa ini adalah sebuah keberuntungan.


Para orang tua yang mengerti dengan sikap kedua putra putrinya, segera meminta Bima dan Cassie untuk bicara sendiri berdua. Bima mengangguk setuju. Meski hatinya menolak.


"So, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi, Bim. Kau sudah terlihat matang dan menawan." Cassie memperhatikan penampilan Bima.


Usia Cassie tiga tahun di bawah Bima. Dulu ia mengenal Bima sebagai anak yang suka membuat onar. Danu Antara kurang menyukai tingkah Bima yang sering membuat masalah.


Tapi, pria yang Cassie lihat ini sangatlah berbeda dengan Bima yang dulu.


"Apa kau mau tahu, kenapa aku bersedia dijodohkan denganmu?" tanya Cassie. Ia ingin membuat Bima bisa bicara padanya.


"Tidak! Kita tidak perlu saling tahu apa alasan kita dijodohkan. Tentu saja ini adalah pernikahan bisnis." Bima tetap bersikap dingin pada Cassie.


"Sebaiknya kau jangan jadi pengecut seperti kakakmu! Hadapi dan terima apa yang sudah menjadi takdirmu. Seberapa besar kau menolak, kita akan tetap menikah!"


Cassie memilih pergi usai bicara dengan Bima. Memaksakan sebuah percakapan rasanya menyesakkan hati, karena Bima sama sekali tidak menganggapnya ada.


#tbc