
Keesokan paginya, Zerlyn sudah rapih dengan tampilan yang baru hanya merombak sedikit penampilannya seperti Nerd. Daripada nyawa yang jadi taruhan, terpaksa Zerlyn melakukannya.
Meski ia mampu melawan, namun Zerlyn kembali menepisnya. Apalagi musuhnya benar benar sangat kuat dan banyak, sedangkan dirinya hanya seorang diri.
Memakai kacamata bulat besar, rambut panjangnya ia kepang dua di sisi telinga. Zerlyn sengaja mengikatnya seperti itu untuk menyembunyikan walkie talkie yang ia pakai ditelinganya.
Zerlyn sekali lagi menilai penampilannya lewat cermin besar "Ferpect!!."
Kemudian segera melangkah keluar dan secara kebetulan Bik Nur seperti biasanya sudah menunggu dibawah. Matanya refleks melotot menatap Zerlyn dengan wajah kebingungan.
"Ini Non Zerlyn?." Tanya Bik Nur.
Zerlyn mengangguk "Lalu siapa lagi Bik? Setan?."
"Kenapa penampilannya seperti ini Non? Bukannya nanti ada kamera yang meliput?."
"Hanya iseng Bik." Zerlyn terkekeh.
"Ah, baiklah. Non, hari ini Pak Syam sedang sakit jadi tidak bisa mengantar." Sesal Bik Nur.
"Sakit apa Bik? Apa sudah berobat?." Tanya Zerlyn.
"Hanya muriang Non, masuk angin. Sudah tadi sekalian dikerik sama Bibi." Jawab Bik Nur.
"Hmmm.. Baiklah, saya pinta kunci mobilnya dan tunggu di meja makan ya Bik." Pinta Zerlyn seraya berjalan mendekat ke arah meja makan.
"Baik Non, Bibi ambilkan dulu." Bik Nur segera melangkah kebelakang untuk meminta kunci pada Pak Syam.
Tak lama Bik Nur datang ditangannya membawa kunci bersamaan Zerlyn sudah selesai dengan sarapan paginya.
"Zerlyn berangkat dulu Bik."
"Hati hati Non, Bibi doakan semoga Non menang lombanya. Disini, Bibi nonton saja Ya." Ujar Bik Nur.
Zerlyn mengngguk lalu segera mengambil langkah cepat untuk masuk ke dalam mobilnya. Beruntung, hari ini penghuni mansion belum kembali itu artinya Zerlyn bebas membawa mobil tanpa ada hambatan.
Sebab, tidak ada yang tau jika Zerlyn bisa membawa kendaraan roda empat tersebut.
___
Selama dalam perjalanan, Zerlyn terus berdoa semoga semuanya berjalan sesuai dengan keinginannya. Kemudian, ia menekan Walkie Talkie ditelinga kanannya.
"Hallo."
"Hallo Nona."
"Bagaimana di gedung XX sekarang? Kau sudah memantaunya?."
"Maaf, saya belum seluruhnya memantau, gedung itu terlalu luas Nona."
"Lalu, dimana kau sekarang?."
"Masih berada digedung Nona, saya sangat kesulitan mengingat pengalawannya terlalu ketat sampai saya tidak bisa masuk keseluruhan gedung."
"Pengawalan?."
"Benar Nona, gedung ini adalah milik Tuan Edgar. Selama dalam masa penyewaan, hanya di perbolehkan memakai gedung aula. Yang saya meragukannya, terlalu banyak kejadian tak masuk akal."
Zerlyn diam sejenak, sesaat orang kepercayaannya mengatakan jika gedung itu adalah milik suaminya. Artinya, Zerlyn benar benar harus exstra berhati hati.
"Baiklah, tunggu aku disana."
"Baik Nona."
Zerlyn segera mengemudi dengan kecepatan penuh, sampai memasuki area basement dan menurunkan sedikit kaca mobilnya untuk memastikan apa benar tentang laporannya tersebut.
Dengan tenang dan menyipitkan matanya, benar saja Zerlyn dapat melihatnya sekilas. Kemudian, ia melanjutkan kembali untuk menyimpan mobil itu dengan aman.
___
Zerlyn berjalan dengan pelan untuk menyesuri setiap lorong gedung dan menemui orang kepercayaannya. Acaranya sebentar lagi akan segera dimulai, suara bising dari arah luar sudah terdengar.
"Bagaiamana Fhai?." Tanya Zerlyn melihat orang kepercayaannya itu tengah mengoprasikan layar komputer.
"Silahkan Nona." Fhai mengarahkan cctv area gedung semuanya tampak aman dan kondusif tidak seperti dengan penglihatannya saat berada dibasement.
"Mereka sepertinya sangat pintar Fhai." Menurut Zerlyn ini sangat aneh, kejadiannya di luar akal kepala.
"Sialan! Berapa waktu kecepatannya Fhai?." Tanya Zerlyn penasaran.
"Masih lama, itu jenisnya seperti Low Explosive." Jawab Fhai dengan jelas.
"Kekuatan rendah maksudnya?." Tebak Zerlyn dengan cepat.
"Betul, mereka hanya sempat sedikit menurunkan kadar di area sekitar untuk mengurangi efek dari radiasi, selebihnya tinggal mematikannya saja." Jelas Fhai.
"Apa kau sudah menemukan siapa orangnya Fhai?."
"Untuk saat ini belum Nona, tapi saya sudah melacak keberadaan orangnya melalui orang suruhan yang sudah saya sebar di beberapa titik lokasi."
"Lalu, untuk apa mereka melakukan hal bodoh seperti itu? Apa hanya untuk kepentingan pribadinya saja?."
"Kemungkinan sebagian dalangnya adalah ingin menguasai dan memiliki gedung ini, dengan melibatkan acara tersebut. Apalagi, keluarga Varessham saat ini sedang diluar negri mengurus beberapa masalah disana. Membuat mereka gencar melakukannya, meski masih ada penjagaan ketat di beberapa titik gedung." Ujar Fhai.
Zerlyn diam sejenak mencerna ucapan Fhai, mencari jawaban diotak namun tak kunjung mendapatkannya.
"Apa maksudnya Fhai?."
"Nona masih ingat waktu pernikahan Nona waktu itu? Dan Nona apa masih ingat dengan seorang wanita bersama pria tua yang berkepemilikan L.W??."
Zerlyn dibuat bingung dan pusing mendengar penjelasan dari Fhai, seketika otaknya menjadi lemot tidak bisa berpikir dengan jernih.
"Jelaskan maksudnya Fhai, aku tidak paham." Tuntut Zerlyn sedikit memijat kepalanya.
Fhai mengehembuskan nafasnya secara kasar, ia berpikir mengapa otak Nona mudanya itu menjadi lemot?.
"Mereka adalah saudara tiri dari keluarga Varessham,--"
"Jangan katakan jika anak itu adalah bukan anak kandung suamiku? Aku selalu bertanya berulang kali, namun mereka semuanya membantah dan selalu mengatakan hal yang sama Fhai." Potong Zerlyn yang mulai sedikit paham dengan ucapan dari Fhai.
"Benar, saya tidak ingin ikut campur masalah pribadi anda Nona. Tapi, jika membutuhkan saya. Saya siap kapanpun anda butuhkan."
Zerlyn menghela nafasnya, kemudian membuang dengan kasar. Pikirannya berkelana ia tak habis pikir ada apa dengan keluarga dari suaminya itu? Zerlyn tak ingin sampai masa kelamnya kembali ikut terseret jika membantu mereka. Namun, mengingat Zerlyn sudah menjadi bagian dari keluarga tersebut mau tak mau, membuat Zerlyn harus kembali mengaktipkannya seperti sekarang itupun secara diam diam.
Meski taruhannya adalah, nyawanya sendiri. Refleks Zerlyn menggeleng pelan memikirkan hal itu membuat otaknya pusing secara bersamaan.
Sempat hening sejenak, lalu Zerlyn kembali bertanya "Lalu, bagaimana dengan area basemant?."
"Apa Nona sudah melihatnya?." Tanya Fhai dengan menebak.
"Sudah, tapi hanya sekilas. Apa mereka banyak Fhai?."
"Tidak tau Nona, lebih baik kita rubah rencananya. Mengingat terlalu banyak yang ikut campur, yang saya takutkan orang bersalah menjadi korbannya." Jelas Fhai.
"Kau benar Fhai, apalagi pengawalan pribadi dari Varessham. Jika sampai mereka tau aku terlibat, kepalaku sebagai gantinya." Ucap Zerlyn memang sudah tau kabar rumor tersebut.
"Kau tenang Nona, hanya tinggal bermain sedikit semuanya akan aman."
"Ku serahkan semuanya padamu Fhai, awasi kamera apalagi acara itu adalah live. Jika sampai ada yang tau tentang kpribadianku, seret langsung siapapun itu!."
"Tidak perlu khwatir Nona, sudah saya pastikan aman. Di beberapa titik sudah saya cek dan Nona bisa langsung melihatnya apalagi dibagian gedung aula."
"Hmmm.. Baiklah Fhai, kabari aku terus kalau ada apapun itu dan jangan lupakan, segera hapus jika ada yang berniat mengambil video atau sekedar fotoku." Pinta Zerlyn dengan nada peringatan.
"Baik Nona."
"Aku minta senjatamu, kau tau dimansion neraka itu pengawalannya terlalu ketat sampai tidak bisa membawa barang berharga milikku."
Fhai mengangguk lalu memberikan senjata miliknya "Berhati hati Nona, tidak perlu memikirkan tentang di titik ujung gedung saya sudah serahkan tugas itu kepada orang suruhan untuk menjaga keamanannya. Hanya tinggal membereskan area basement."
"Apa itu jauh dari pengawasan "mereka"?."
"Benar Nona, asalkan bermain dengan baik dan cerdik."
"Baiklah, aku pergi dulu Fhai."
Fhai mengangguk lalu Zerlyn segera keluar dan berjalan ke arah gedung aula. Sepanjang perjalanannya, Zerlyn sedikit pening apalagi penjelasan Fhai mengenai kata wanita. Membuat Zerlyn berpikir buruk tentang suaminya.
Namun, Zerlyn menggeleng pelan membuang pikiran negatifnya. Mengingat pernikahan itu hanya berjalan dalam waktu 3 bulan saja yang terpenting baginya, mahkota yang selama ini Zerlyn jaga masih aman.
Tak peduli jika suaminya berselingkuh pun Zerlyn acuh. Toh, dalam surat perjanjian itu tertulis jangan ada yang melibatkan perasaan, apalagi jangan sampai mencampuri urusannya masing masing.
πΏπΏπΏπΏπΏ