KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
MEMBONGKAR IDENTITAS 2



Zerlyn segera merampas ponsel ditangannya dan melotot terkejut sesaat membaca nama yang tertera dilayar.


"Angkat saja Fhai, sedikit main main tidak masalah sepertinya mereka belum tau siapa pemiliknya. Dan apa kau bisa menebak apa isi otakku sekarang?."


"Tentu Nona."


Fhai lantas mengangkat telponnya sebelumnya sudah meminta ijin terlebih dahulu bentuk sopan santunnya kepada Tn.Elmato dan Ny.Hellen.


📞"Hallo Tuan Grayson." Sapa Fhai.


"Hallo Tuan Fhai, maaf saya menganggu waktunya dan maaf jika saya tidak sopan jika berbicara ditelpon."


📞 "Tidak masalah, katakan saja langsung pada intinya jangan berbasa basi saya tidak memiliki banyak waktu."


"Baiklah Tuan, tolong katakan kepada Tuan Mrz apakah memiliki waktu luang untuk saya ajak makan malam bersama? Sambil mengobrol santai membahas kontrak kerjasama itu."


📞 "Maaf, saya rasa itu sangatlah tidak penting mengingat Tn.Mrz sangatlah sibuk."


"Hanya untuk makan malam saja sampai tidak memiliki waktu?."


Fhai sekilas melirik Zerlyn disampingnya dan sekilas Fhai menyimpulkan jika suara disebrang telponnya seperti sedang menahan kekesalannya.


"Tn.Grayson mengajak anda makan malam bersamanya untuk membahas kontrak kerjasama itu. Bagiamana Nona?."


Zerlyn tersenyum miring "Katakan saja, untuk bertemu ditempat lain biar waktu dan tempatnya nanti aku tentukan."


Fhai mengangguk lalu kembali menempelkan benda pipih itu ketelinganya.


📞 "Baik Tuan akan saya sampaikan nanti."


Tu.Tut.Tut!!


Alis Edgar dan Tn.Elmato saling mengkerut melihat antraksi keduanya begitu dekat, Edgar mengepalkan tangannya geram lantas menyeretnya agar posisinya lebih jauh.


"Sudah ku katakan! Kau benar benar tuli rupanya!." Geram Edgar mencengkram lehernya.


"AWw!! Sakit Tuan!!." Pekik Zerlyn.


Edgar memicingkan matanya "Apa? Sakit? Bukankah kau manusia baja yang tidak memiliki rasa sakit sedikitpun?."


"Zerlyn!." Pekik Bik May.


Zerlyn terkejut lalu menatap Bik May yang berwajah pucat "Ada apa Bibi?."


"Ini gawat!!." Desis Bik May berbisik ditelinganya kemudian memberikan tab kepada Zerlyn.


"Astaga!." Zerlyn menjitak keningnya sendiri lalu menatap Fhai dan Frans.


"Apa itu benar sampai berdampak ke negara A?." Tanya Zerlyn.


Fhai dan Frans saling memandang kemudian Frans merebut tab ditangan Zerlyn. Sejenak Frans membuang nafasnya "Ini masalah serius, apalagi kalau sampai berita itu menyebar lebih luas dan akan berdampak kepada Varessham nantinya."


"Lalu? Harus bagaiamana?."


"Ada Zerlyn?." Tanya Tn.Elmato melihat gurat kecemasan diwajahnya.


Edgar segera merebut tab itu dan matanya langsung menatap Zerlyn dengan tajam.


"Jelaskan! Apa maksudnya!." Bentak Edgar.


Zerlyn mengigit bibirnya benar benar sangat panik.


"Ada apa Ed?." Tanya Tn.Elmato.


Edgar tidak merespon lalu menyodorkan tab kepada Tn.Elmato.


"Astaga!! Kau ternyata seorang pemimpin perusahaan dinegara A dan ZN GORUP itu adalah..--."


Tn.Elmato tak mampu meneruskan kalimatnya, Tn.Elmato merasa otaknya tidak bisa mencerna kejadian hari ini yang baginya sangat mengejutkan.


Tn.Elmato tidak menyangka benar benar sangat tidak mengerti akan sifat Zerlyn dan identitas aslinya. Apakah setelah ini, akan ada fakta mengejutkan lainnya? Pikir Tn.Elmato.


Seluruh penghuni mansion terkejut, mengetahui identitas Zerlyn yang perlahan terkuak. Merasa bangga memiliki Nona muda yang berjiwa sosok pemimpin serta mempunyai hati yang baik.


"Apa itu benar Zerlyn? Kenapa menyembunyikan semuanya? Jadi apa benar kau adalah lulusan kuliah terbaik dinegara A?."


"Bisa jelaskan kenapa? Padahal tanpa perlu di tutupi mamah sangat bangga memiliki menantu smart dan cerdas sepertimu."


"Fakta yang sangat mengejutkan!! Harusnya kau bangga Ed." Puji Miller.


Zerlyn diam sejenak kemudian menatap mereka secara persatu.


"Ehem!! Maaf untuk masalah ini, saya tegaskan saya tidak bermaksud menutupi keseluruhannya. Alasannya karna nyawa saya sebagai ancamannya. Dan perlu digaris bawahi jika saya mengakui pemimpin dari ZN2 GROUP kepada dunia maka musuh terkuat yang berada di negara A akan menyerang. Meskipun saya pribadi ketua dari ThristyBlood, tapi untuk menyerangnya saya berpikir dua kali."


"Kenapa? Karna anggota ThristyBlood beranggotakan hanya sedikit dan sekarang sisanya tinggal 5 orang. Bayangkan musuh terkuat saya mencapai ribuan lalu menyerang anggota yang hanya 5 orang? Maka untuk itu sementara saya menonaktifkan namun itu tidak bertahan lama."


"Setelah saya menikah rupanya, Wesley, Lemos dan Harvey ikut bergabung untuk menghancurkan Varessham dan ThristyBlood serta menghancurkan dikota B. Dan untuk Mamah, saya ijin untuk kali ini saja untuk berangkat ke kota B mengaktipkan kembali kekuasaan saya serta mengklarifikasi tentang rumor ZN GROUP kepada media sebelum kabar buruk itu semakin menyebar sampai berdampak ke Varessham."


"Saya beserta Fhai, Frans, Bik May dan anggota 5 orang akan berangkat memimpin langsung. Tuan Edgar mohon ijin sebelumnya."


"Tn.Elamto, Ny.Hellen, Ken, Miller, Tn.Edgar dan Ezra untuk sementara rahasiakan identitas saya jangan sampai Tn.Grayson mengetahuinya lebih dulu."


Jelas Zerlyn dengan suara tegas dan lantang membuat semuanya sangat kagum dengan pidatonya.


Aura pemimpinannya terpancar ditambah sorot mata tajam menatap keseluruhan sampai pengawal mansion menunduk hormat.


"Apa yang akan kau lakukan? Jangan melakukan hal yang bodoh! Dan apa kau pikir aku bakal mengijinkanmu Hah!."


" Mamah juga tidak akan setuju dengan keputusan tekadmu Zerlyn! Sebelumnya juga mamah sudah memperingatkannya bukan?."


Zerlyn memandang keduanya dengan raut wajah kecewa yang terpancar dengan jelas.


"Tapi..--"


"Maaf Nona, biarkan kami yang mengurusnya kami akan bertanggung jawab dan membalas kebaikan anda."


"Itu benar Zerlyn, daripada harus mati sia sia lebih baik kalian bergabung!." Usul Tn.Elmato.


Zerlyn, Fhai, Frans dan Bik May terkejut mereka sama sama saling memandang satu sama lain dan bingung entah harus menjawabnya seperti apa?.


"Hei!! Itu ide bagus aku jadi tidak sabar ingin segara membasminya, kapan Nona akan berangkat ke kota B?."


"Tidak tau, tapi kemungkinan --"


"Kau tidak perlu ikut campur kali ini, ini urusan dan masalah pribadiku! ThristyBlood dan Varessham resmi bergabung tanpa perlu mendengar keputusan darimu!."


"Seenjak jidat anda mengambil keputusan tanpa menunggu jawaban apa dariku?."


"Nona, terima saja jangan menolaknya mengingat Varessham juga membutuhkan seorang sniper bukan? Keduanya saling membutuhkan satu sama lainnya. Jangan membantah apapun yang sudah menjadi keputusan dari Tn.Edgar."


Zerlyn geram dan menatap tajam keduanya.


"Nona, jika itu keputusannya saya tidak akan mempermasalahkan apapun. Dan kemungkinan itu benar, rasanya kami pasti akan kalah lebih dulu mengingat musuh dari Lemos sagatlah kuat."


"Baiklah! Tapi aku ikut ke kota B! Jika tidak, aku tidak memberikan anggota ThristyBlood padamu!." Ancam Zerlyn sinis.


"Zerlyn!." Tegur Ny.Hellen.


"Mah, please aku bisa jaga diri baik baik. Ini masalah serius kalau sampai tidak menyelesaikannya, bisa berdampak fatal." Mohon Zerlyn dengan melas.


"Biarkan saja Mah, ada Edgar bersama Varessham yang akan melindunginya."


Ny.Hellen tidak merespon kemudian memilih pergi naik kelantai atas perasaan hatinya berkecamuk serta pikirannya menjadi bimbang sekaligus gelisah.


Edgar tersenyum miring lalu mendekat ke arah Zerlyn, Zerlyn memundurkan langkahnya "Anda mau apa!." Bentak Zerlyn.


"Bersiaplah akan ada hukuman untukmu istri nakalku." Desis Edgar memberinya ancaman.


"Bik Nur!." Panggil Edgar.


"Iya Tuan."


"Panggilkan beberapa pelayan lainnya dan urus wanita gila ini sampai bersih tunggu hukuman dariku!." Ujar Edgar.