KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
UNA VIDA ABURRIDA CAPÍTULO TWENTY



Zerlyn sangat bosan berdiam diri dimansion, Ny.Hellen melarangnya untuk berangkat kesekolah malah mengurungnya seharian penuh.


Tak ingin membuang kesempatan, Zerlyn mengambil laptop miliknya ia baru teringat dengan kiriman email dari Fhai waktu kemarin.


Saat mengecek, Zerlyn sepenuhnya merasa tidak percaya tentang informasi yang Fhai dapatkan. Karna penasaran, Zerlyn ingin mengoreksi lebih detail lagi.


Mengingat semua kunci jawabannya berada dalam diri pria tersebut. Zerlyn ingin keluar sejenak, berharap ada ijin dari Ny.Hellen segera ia menyambar tas miliknya kemudian melangkah menuruni anak tangga.


Saat sudah berada dilantai bawah suasananya begitu sepi, kemudian Zerlyn mencari Bik Nur untuk menanyakan keberadaan Ny.Hellen.


"Bik Nur." Karna malas mencari apalagi mansion itu begitu luas, Zerlyn lebih baik memanggilnya dengan suara teriakan.


Bik Nur segera datang dengan berlari dari arah belakang "Ia Nona?."


"Bibi, apa melihat Ny.Hellen?." Tanya Zerlyn.


"Maaf Non, Nyonya baru saja pergi." Jawab Bik Nur.


"Pergi? Kemana?." Balas Zerlyn.


"Saya tidak tau Non, tadi yang saya lihat perginya bersama Tuan besar." Jelas Bik Nur.


Zerlyn mengangguk mengerti "Baiklah, nanti tolong katakan yah Bik, Zerlyn mau pergi keluar sebentar."


"Baik Non, mau saya bilangin sama Pak Syam biar diantar?." Usul Bik Nur.


"Tidak perlu, Zerlyn sudah pesan gojek." Tolak Zerlyn.


"Baik Non, hati hati." Ujar Bik Nur memberi nasehat serta peringatan.


"Siap Bibi, Zerlyn berangkat dulu." Pamitnya kemudian melangkahkan kakinya keluar mansion.


___


Selama dalam perjalanan memakan waktu yang tidak singkat, Zerlyn akhirnya sudah sampai di tempat tujuan. Menatap indah dan kagum bangunan tinggi yang megah tersebut.


Kakinya kemudian masuk lebih dalam, para karyawannya tidak pernah ambil pusing melihat Zerlyn bebas masuk kapan saja semaunya. Tidak ada yang berani melanggar ataupun bergosip dibelakangnya, mengingat dengan hukuman yang setimpal sudah siap menanti jika ada yang berani melanggar.


"Hallo Fhai." Sapa Zerlyn melihat Fhai tengah sibuk dengan segudang aktivitasnya.


Fhai terkejut dengan kedatangan Zerlyn yang tiba tiba, kemudian Fhai berdiri untuk menyambutnya.


"Maafkan saya Nona, saya tidak tau dengan kedatangan Anda." Sesal Fhai.


"Tidak masalah, aku disini ingin sekedar mengontrol saja tentang permasalahan waktu kemarin Fhai." Ujar Zerlyn langsung dalam intinya.


"Hmmm.. Apa Nona baik baik saja?." Tanya Fhai yang mengetahui kabar waktu kemarin tentang Zerlyn masuk ke rumah sakit hingga membuatnya harus ekstra beristrhat dimansion dengan cara mengurungnya.


"Aku baik Fhai, berikan padaku soal laporan kerja sama itu." Perintah Zerlyn kemudian duduk disofa dengan menyilangkan kakinya.


Fhai kemudian mengambilnya yang masih tersimpan rapih di atas meja kerja lalu menyerahkannya kepada Zerlyn bersamaan Fhai duduk disampingnya.


"Apa tujuannya Fhai? Bukankah Varessham itu perusahaan milik Edgar?." Tanya Zerlyn.


"Benar, dengan tujuan agar lebih meningkatkan kualitas produk label perusahaan, ingin lebih terkenal dari sebelumnya. Mengingat cabang Varessham Group membutuhkan label dari perusahaan ZN2 GROUP. Dengan iming jika menyetujuinya saham perusahaan ZN2 akan naik sebanyak 50%." Jelas Fhai.


"Perusahaan mana yang kau maksud Fhai?."


"Australia Nona, namun saya alihkan menjadi cabang pusat apalagi perusahaannya sama besarnya dengan di negara A tersebut."


"What? Kenapa bisa seperti itu?."


"Karna hanya perusahaan itulah yang Varessham Group butuhkan Nona, dan mereka tidak meragukan ketenaran yang dimilikinya. Mengingat perusahaan itu adalah yang terkuat dan masih bertahan di posisi pertama."


"Apa mereka ingin menemui siapa pemiliknya Fhai?." Tebak Zerlyn.


Fhai mengangguk membenarkan.


"Lalu bagaimana? Berapa lama waktu yang Varessham inginkan?."


"Tenang saja Nona, saya sudah menyelesaikan semuanya. Hanya tinggal menunggu keputusan apa Nona ingin menyetujui kerjasama itu atau tidak? Sedangkan untuk waktunya sendiri, mereka menyerahkannya saja."


"Apa dengan cara seperti itu mereka masih tetap ingin bertemu dengan pemilik perusahaannya?." Tanya Zerlyn kembali.


Fhai sekilas melirik Zerlyn ia dapat mengetahui raut wajah kegelisahannya.


Zerlyn bernafas lega "Ah, syukurlah."


"Semua keputusan ada dalam diri Nona, saya ikut saja jika itu pilihan yang terbaik menurut Nona sendiri."


"Baiklah Fhai, aku menyetujuinya. Lagipula aku tidak meragukan perusahaan itu dan aku ingin kau atur ulang kembali semuanya." Perintah Zerlyn.


"Baik Nona, dan ini ada dua perusahaan yang meminta kerja sama seperti WLY GROUP serta HVY GROUP." Fhai menyerhakan berkas tersebut kepada Zerlyn.


Kening Zerlyn mengkerut saat mendengar kata HVY yang menurutnya itu sangat tidak asing.


"HVY? Maksudnya Harvey? Ada apa dengan perusahaan itu Fhai?."


"Yang saya tau, kabarnya sedang mengalami krisis dinegara S tersebut."


"Bukankah Varessham sudah menyuntikan dana serta saham waktu itu?."


"Benar, Anda tau sendiri Nona perusahaan itu seperti apa? Beserta keluarganya yang selalu menghamburkan uang perusahaan?."


Fhai mengatakan hal itu, dalam hatinya sedikit ada rasa sesal berharap Zerlyn tidak kecewa akan ucapan yang Fhai lontarkan untuknya.


Zerlyn diam sejenak, sesaat pikirannya terbayang kembali ke masa dulu. Meski Zerlyn tau Fhai merasa bersalah dengan ucapan miliknya sendiri.


"Ya, aku tau Fhai.." Lirih Zerlyn.


Fhai menatap Zerlyn dengan lekat dan sorot matanya memperlihatkan penyeselan teramat dalam "Hmmm.. Maafkan saya Nona, saya tidak bermaksud.."


"Tidak apa apa Fhai, lalu bagaimana dengan WLY GROUP?." Potong Zerlyn cepat.


"Ya, termasuk salah satu teman anda Nona." Tebak Fhai.


Zerlyn kemudian teringat dengan informasi yang Fhai berikan untuknya. "Maksudnya info yang kau kirimkan lewat emailku?."


"Tepat, dia adalah generasi penerusnya. Sama halnya seperti Nona, ia hanya melakukan penyamaran untuk mendapatkan informasi tentang Anda."


"Kau benar Fhai, buktinya dia sendiri sudah tau segala informasi tentangku bahkan statusku sekarang. Sampai tidak segan untuk membongkar rahasia terbesarku. Aku sendiri bingung, darimana ia bisa tau segalanya."


"Itu artinya Nona sudah melakukan kesalahan fatal, apalagi sampai mengetahui segala informasi tentang anda."


"Kesalahan apa Fhai? Apa pernah aku melakukan kesalahan terbesarku sendiri sampai dampaknya terbongkar semua rahasia milikku? Aku bahkan tidak pernah bercerita kepada siapapun termasuk Stella."


"Coba anda ingat kembali Nona, masalahnya sepele seperti halnya tentang perlombaan, pemotretan, ditambah sekarang sudah banyak alat canggih bisa mendeteksi yang menurutnya itu adalah musuh terbesarnya. Ditambah dengan akun Ig miliknya, yang terus mengekspose tentang Anda."


"Tapi beruntungnya tidak ada yang mengetahui identitas keseluruhan Anda Nona, hanya mengetahui sisi dari istri rahasia saja." Jelas Fhai dengan panjang lebar serta berusaha tetap memastikan untuk menenangkan Zerlyn.


"Yang bisa diartikan jika mengetahui segala tentangku, maka musuh itu sendiri akan semakin banyak menyerangku Fhai?." Tebak Zerlyn dengan mencerna ucapan dari Fhai.


"Ya lebih tepatnya seperti itu, apalagi dengan status anda seorang.. Ah, bisa lebih dikatakan berbahaya untuk Nona sendiri."


"Apa semuanya masih berkaitan dengan masalaluku dulu? Tapi apa? Apakah itu dendam? Aku merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun Fhai? Aku hanya iseng belajar dan belajar itupun juga bertujuan untuk aku sendiri, kau tau hal itu kan?." Bela Zerlyn selalu terbayang akan masa lalunya yang kelam.


"Menurut saya itu tidak ada Nona, dari awal sudah saya katakan bukan? Tidak ada yang tau segalanya tentang Anda, hanya mengetahui sisi istri rahasia." Ulang Fhai kembali.


"Tapi masalahnya Fhai, dia sudah tau kalau aku bukanlah gadis sembarangan." Jelas Zerlyn yang masih kukuh pada pendiriannya.


Fhai menghela nafas panjang kadang lelah berdebat dengan Zerlyn yang sikapnya selalu keras kepala.


"Nona, perlahan orang lain akan tau jika Nona mengeluarkan bakat anda sendiri saat disituasi genting. Dan oranglain akan berpikir hal yang sama seperti apa yang Nona pikirkan sekarang."


Zerlyn dibuat bingung dan dilanda kepanikan. Otaknya merasa pening seketika ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa? Semuanya sudah jelas sangat kacau.


"Lalu aku harus bagaimana Fhai?." Zerlyn menatap Fhai dengan lekat, kedua tanganya menggenggam tangan Fhai hal itu membuat Fhai berkeringat dingin.


"Ah, sekrang tenangkan dulu diri anda Nona." Ujar Fhai mencoba melepaskan genggaman tangannya. Ia sendiri menjadi gugup serta degub jantungnya berdebar baru pertama kali inilah Fhai berhadapan dengan seorang wanita, itupun dengan Nonanya sendiri.


Zerlyn baru sadar dengan perbuatannya kemudian melepaskan genggaman tangannya. Zerlyn merasa bersalah saat menyadari jika Fhai sepertinya tidak nyaman dengan situasi tersebut.


"Mm... Maafkan aku Fhai." Sesal Zerlyn bersuara lirih.


"Tidak masalah, lupakan Nona." Ujar Fhai mengetahui sesalan Zerlyn.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿