
Zerlyn menatap Clara disampingnya yang sedang meringkuk ketakutan, Zerlyn sejenak memandang Clara seperti mengalami trauma berat.
Lantas kemudian Zerlyn mendekatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Clara seraya mengusap pelan rambutnya.
"Clara, tenanglah ini hanya sebentar semuanya akan baik baik saja oke."
"Aku takut kakak." Lirihnya.
TOK!TOK!TOK!
"Buka sekarang! Jika saya dobrak paksa!." Bentak pria yang masih setia berdiri diluar.
"Jika aku belum selesai, jangan keluar selalu kunci pintu mobil dengan rapat." Tegur Zerlyn kemudian keluar meninggalkan Clara.
**
Zerlyn menyipitkan matanya menatap pria didepan yang berotot besar dan bersenjata lengkap serta wajah tertutup kain hitam.
"Ikut saya bersama gadis itu jika masih sayang dengan nyawa anda!."
"Urusan anda dengan saya! Bukan dengan dia!."
"Jangan membuang waktu saya Nona, menurutlah sebelum saya menembak kepala anda."
"Cihh!! Anda sendiri yang membuang waktu, kenapa menyalahkan saya?."
"Anda sangat berani sekali Nona, Nyali yang patut diacungi jempol."
"Tidak perlu! Saya tidak butuh pujian anda!."
"Heii!! Seret gadis sialan itu, cepat! Kenapa kau malah beragumen tidak penting!." Perintah pria tua itu dengan berteriak.
Pria itu lalu mengangguk kemudian segera menyeret, namun Zerlyn berhasil menepisnya dengan kasar.
BUUGGGHHH!!!
ARRGHHH!!!
Zerlyn segera memberikan bogeman mentah hingga berkali kali membuat sosok pria tua itu pingsan ditempat. Tak ingin tinggal diam, Zerlyn lalu merampas senjata api laras panjang miliknya.
Sedangkan didalam, Clara melotot terkejut lantas mengambil ponselnya untuk merekam aksi yang akan dilakukan Zerlyn selanjutnya.
Pria A tersenyum miring kemudian memberikan tepuk tangan "Wow!! Anda sangat hebat sekali nona Zerlyn."
Zerlyn tersenyum sinis mata tajamnya awas mengelilingi sekitar kanan kirinya belum ada pertunjukan apapun. Walkie talkienya berbunyi segera Zerlyn menekannya.
"Saya sudah mengamankannya Nona beserta Nona Clara akan aman, saya melindungi anda di belakang dari jarak jauh. Maaf tadi saya tidak sempat mengangkat telepon anda, ada kesibukan yang belum saya tuntaskan." Jelas Fhai.
"Baik Fhai, berapa jumlah anggota?."
"Saya bersama Luthfer Nona. Sedangkan Jasper dan Julian berada dirumah sakit masih menjaga tugas mereka dengan baik. Sementara sisanya berada dimarkas menjaga mangsa yang belum sempat anda cicipi."
Zerlyn tersenyum samar Fhai seolah tau apa yang ia inginkan "Apa Frans sudah melakukan tugasnya?."
"Sudah Nona, dan sepertinya...--"
"Aku tau, delette langsung! Aku tidak peduli siapapun dia yang berani bertentangan denganku!."
"Akan saya sampaikan."
"Dan juga cari tentang gadis yang bersamaku, kau pasti bisa melihatnya Fhai. Segera sampaikan perintahku kepada Frans."
"Saya melihatnya Nona, dengan segera."
"Ya termasuk aku juga bisa melihatmu. Apa kau tau siapa mereka?."
"Menurut informasi dari Frans, mereka musuh dari suami anda sendiri Nona. Anak buah Wesley, Daffa."
"Rupanya pria tua itu berniat membalaskan dendamnya padaku."
"Benar, sepertinya mereka sudah mengetahui identitas serta istri rahasia anda Nona."
"Shi@!." Umpat Zerlyn.
"Cepat serang dia!."
Zerlyn mundur beberapa langkah kemudian mulai menyerang mereka secara bersamaan. Zerlyn tidak ingin membuang waktunya, lebih baik membasmi langsung keseluruhannya.
BBUGGHHH!!
KRAKKK!!
Berkali kali Zerlyn menendang serta menangkis beberapa pukulan lalu mematahkan tulang kering yang menurut Zerlyn sangat mudah seperti sedang mematahkan benda lunak.
Pertarungan sengit antara seorang gadis dengan 7 musuh itu berlangsung dramatis, meski Zerlyn sudah berusaha menghindar serta melawan namun tetap saja kekuatannya akan melemah apalagi jika didepannya bukanlah sebagai tandingan.
Nafasnya tidak beraturan seperti mengikuti lomba lari, keringat dingin mengucur deras. Sebenarnya Zerlyn sudah tidak sanggup, ia sendiri merasa kelelahan akan tetapi musuh tinggal menyisakan satu lagi. Mau tidak mau Zerlyn harus kembali menyerang.
"Wow!! Hebat sekali anda bisa membasmi seluruh anak buah saya. Tak kusangka seorang istri Edgar begitu hebat, selain cantik memiliki bakat multi segala bidang." Desisnya tersenyum miring.
"Fansku yang ke2." Gumam Zerlyn pelan.
"Hahaha!! Anda sangat tau jika saya fans berat anda, bisa dikatakan kalau saya sangat terobsesi dengan anda Nona Zerlyn Annabeth."
Zerlyn diam sejenak, otaknya berpikir kenapa semua orang tau namanya? Sedangkan dirinya sendiri tidak tau siapa mereka?.
"Menyerahlah, jika Anda masih ingin selamat Nona dan serahkan cepat gadis yang anda bawa." Perintahnya dengan mengarahkan senjata api tepat di kepala Zerlyn.
Zerlyn tersenyum getir batinnya menjerit, jiwanya benar benar lelah dan muak. Kehidupannya yang hancur, musuh banyak namun dirinya tak mampu melawan semuanya. Ingin sekali Zerlyn menangis meratapi nasib yang tak pernah membuatnya bahagia, namun Zerlyn berusaha tegar tidak ingin terlihat lemah.
Bagi dirinya akan tetap selalu pada pendirian utama yang sudah berpesan pada dirinya sendiri. Mengatakan jika "Wanita tegar pantang mengeluh, menangis, cengeng, manja" Apapun bentukannya, Zerlyn bukanlah tipe gadis seperti itu.
Ia benci wanita lemah, apalagi cengeng. Wajar, jika sekarang Zerlyn memiliki sifat tegas, galak, dan sedikit jutek.
**
Bak petir disiang bolong, Zerlyn segera merampas senjata api ditangannya kemudian langsung menembak diiringi emosi yang memuncak dan menggebu dalam dadanya.
DOOORR!!!
Zerlyn menembak ke arah kakinya, ia sengaja melakukan hal itu. Kemudian melempar senjata api tepat dihadapan wajah pria tua yang tergeletak di tanah dengan menahan timah panas mendarat sempurna.
"ARGGGHH!!! SIALAN! Awas kau bajing@! Tunggu pembalasan dari Tuanku yang akan membunuhmu langsung!."
Zerlyn tidak menggubris ucapan konyolnya, ia terus melangkah menuju mobilnya dengan perasaan campur aduk begitu menyiksa batin serta jiwanya.
"Bereskan semuanya!." Perintah Zerlyn.
**
TOK!TOK!TOK!
"Clara, bisa tolong buka pintunya?." Pinta Zerlyn.
Clara bergegas membuka pintu mobil, lalu berjalan merangkak untuk pindah duduknya dikursi belakang.
Zerlyn memutar bola matanya melihat Clara yang seolah ketakutan seakan menganggap dirinya seperti monster siap untuk menelannya hidup hidup.
"Tenanglah! Aku tidak akan memakanmu." Tegur Zerlyn kemudian kembali melanjutkan perjalannya.
**
Dalam perjalanan itu Zerlyn sekilas memandang Visi Mirrornya menatap Clara yang masih berdiam ditempat dengan mata melihat pemandangan cuaca disore hari yang indah.
Ralat, bukan indah tapi menyeramkan. Posisi Zerlyn saat ini masih berada ditengah tengah hutan belum keluar dari area tersebut. Zerlyn yang tau jika Clara ketakutan, segera mempercepat laju mobilnya.
Clara sedikit tersentak kemudian sejenak menatap Zerlyn tengah fokus mengemudi tangannya begitu sempurna mempermainkan stir kemudi membelokkan, membanting ke kanan kiri begitu pas dengan jalurnya.
Serta tatapan matanya tajam, duduk yang santai tanpa ada rasa takut sedikitpun. Clara menelan ludahnya kasar kemudian kembali memilih tidur, berharap ini hanyalah mimpinya belaka.
Clara sendiri baru mengetahui jika watak asli Zerlyn seperti Edgar bahkan persis dengan masalalunya. Membuat Clara dilanda ketakutan yang hebat, Clara tidak habis pikir siapa Zerlyn dan Edgar? Perlukah ia meminta bantuan kepada Zerlyn? Pikir Clara hingga membuatnya benar benar terlelap dalam mimpi.
πΏπΏπΏπΏ