KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
PRAT3



Zerlyn sangat terkejut mendapati Arlyn, yang mengira awalnya itu bukanlah Arlyn mengingat perubahannya begitu drastis. Zerlyn tidak menyangka dengan kedatangannya secara tiba tiba yang itu artinya 'mereka' juga turut hadir, namun berkali kali pandangannya mengedar ke sekeliling tidak menemukan objeknya.


"Sial! Dimana dia? Kenapa Fhai tidak memberitahuku?." Batin Zerlyn.


Disaat pikirannya fokus, Zerlyn sampai tidak memperhatikan Fhai serta Frans baru saja tiba memasuki area gedung. Banyak pasang mata lapar menatap mereka sebab Fhai adalah kunci utama dalam acara itu.


Ny.Hellen tersenyum ramah serta menjabat uluran tangan mereka menyambut tamu pentingnya.


"Terima kasih Fhai kau sudah datang." Ucap Tn.Elmato.


"Sama sama Tuan." Jawab Fhai.


"Akh, Fhai perkenalkan ini Zerlyn menantuku. Zerlyn, kenalkan ini Fhai dan disampingnya Frans dia yang pernah saya ceritakan waktu itu sebagai pemilik perusahaan ZN2 GROUP dan Frans adalah Asistennya." Timpal Ny.Hellen tersenyum ramah menatap dua pria tampan didepannya.


Zerlyn tersenyum kecut "Hallo Tuan perkenalkan saya Zerlyn." Sambut Zerlyn menjulurkan tangannya.


Sama halnya dengan Fhai yang mengutuk dirinya sendiri "Sandiwara macam apa ini." Batinnya dongkol.


Fhai menjabat uluran tangan Zerlyn "Hallo Nona, saya Fhai dan disamping saya Frans."


"Akh, Ya!! Senang bertemu dengan anda Tuan." Ujar Zerlyn berusaha tersenyum untuk menghilangkan rasa canggungnya.


"Terima kasih Nona." Ujar Fhai.


Zerlyn tersenyum tipis, Edgar dapat memperhatikan gerak geriknya membuat Edgar terasa panas seketika.


"Gak usah genit!." Ketus Edgar.


"Ekh!!." Zerlyn terkejut.


"Ehem!! Fhai, terima kasih berkat bantuan dan kerjasama dengan perusahaanmu hotel ini bisa berdiri kembali."


"Seharusnya berterima kasih kepada Nona Zerlyn Tuan, bukan dengan saya." Batin Fhai merasa miris.


"Tidak perlu mengucapkan hal itu Tn.Elmato, sudah tugasnya perusahaan saya membantu anda. Begitupun juga dengan waktu itu, saya tidak akan melupakannya Tuan."


"Sifatmu dari dulu tidak pernah berubah Fhai, tapi aku bangga padamu. Untuk soal itu, lupakan saja Fhai tidak perlu mengingatnya."


"Bagi saya itu sangat berharga Tuan, apalagi dari kejadiannya saya bisa menghargai serta tau bagaimana cara mengurus berbagai perusahaan sampai sekarang."


"Baguslah! Kau hebat bisa mendirikan perusahaan sebesar ZN2 bahkan mempertahankan diposisi yang masih sama diurut nomor 2 setelah Varessham."


Fhai tersenyum tipis kemudian menatap Zerlyn merasa hatinya teriris yang seharusnya Tn.Elmato katakan bukanlah padanya.


"Sampai kapan sandiwara ini akan berakhir, tolong saya Nona." Batin Fhai.


Merasa ada yang memperhatikan, Zerlyn sekilas menatap ke depan melihat Fhai masih berdiri, dari raut wajahnya Zerlyn tidak bisa menebak. Entah apa yang Fhai pikirkan.


"Bagiamana perusahaan utama dinegara A Fhai?." Sambung Edgar.


"Semuanya baik baik saja Tuan, namun akhir akkhir ini saya lebih fokus mengurus cabangnya." Jelas Fhai.


"Lalu, siapa yang mengurus perusahaannya? Apa kau tidak merasa khwatir jika kecerobohanmu sendiri samaj melupakan perusahaan utama? Mengingat kau sepertinya jarang sekali pergi keluar negri."


"Anda benar Tuan, ada kerabat dekat saya yang mengurusnya. Anda tidak perlu mencemaskan apapun."


"Kau jangan salah paham Fhai, khwatir bukan berarti aku peduli tapi sungguh sangat disayangkan perusahaan terbesar dan tertinggi diasia itu harus terbengkalai hanya gara gara tidak pernah mengeceknya sekalipun."


"Sepertinya Anda penasaran sekali Tuan, jika anda berkenan silahkan berkunjung."


Edgar tersenyum sinis "Kita dekat hanya sebatas kerjasama antar perusahaan Fhai, lagipula perusahaanku tidak bergabung dengan perusahaan utama bukan?."


"Benar, anda hanya mengajukan dicabang pusat."


"Ya! Berkali kali anda menolaknya." Timpal Ken.


"Maaf, saya terlalu sibuk sampai tidak memperhatikan hal seperti itu."


"Lalu tugas asisten anda apa? Hanya monoton saja?." Tanya Ken.


Frans yang mersa tersindir akhirnya buka suara "Tugasku hanya makan dan makan bahkan saya sendiri tidak peduli dengan perusahaan."


"Wow!! Baru kali ini aku mendengar tugas Asisten otaknya hanya terisi dengan makanan." Sambung Tn.Daff terkekeh ikut menimpali obrolan mereka.


"Hay Fhai apa kabarmu? Sudah lama rasanya aku tidak bertemu lagi. Hmmm.. Apa kau sudah mengajukan berkas itu pada perusahaanku?." Tanya Tn.Daff.


"Bukankah Fhai sudah mengatakannya tadi Tuan Daffa?." Timpal Frans.


"Baiklah, aku selalu menunggu berkas itu oleh tanda tangan cantikmu Fhai. Akh, Ya!! Perkenalkan ini di sampingku Lison pemilik perusahaan di kota B." Sapa Tn.Daff kepada mereka.


"Selamat malam Tuan, Nyonya, Ed, Ken, Fhai serta Frans." Sapa Lison mengabsen keseluruhannya.


"Hallo Lison!! Apa kabarmu? Terima kasih sudah datang." Sambut Tn.Elmato.


"Kabar saya biak Tuan, Wow!! Diusia anda yang sudah tidak terbilang muda lagi tapi anda masih tampan dan berkharisma sekali." Puji Lison seraya menampilkan senyuman dibibirnya.


Tn.Elmato tertawa ringan "Kau bisa saja Lison!! Bagaimana kabar perusahaan dikota B?."


"Sedikit terkendala Tuan, jadi saya langsung datang kembali ke negara asal saya dan suatu keberuntungan saya diundang ke acara hotel X. Yang awalnya saya mengira jika hotel itu dulunya sudah diambang kehancuran."


"Ya, kau benar Lison tapi berkat Fhai pemilik perusahaan ZN group membantu membangkitkannya kembali."


"Oh Ya?." Tanya Lison seolah tidak percaya kemudian melihat Fhai disamping "Benarkah itu Fhai? Jadi kau pemilik perusahaan itu?."


Fhai hanya mengangguk membenarkan.


"Kau tau Lison, Fhai sangat hebat sekali memimpin perusahaan terbesar diusia yang masih muda." Sambung Tn.Daff.


"Terima kasih pujiannya." Ucap Fhai singkat.


Tn.Daff terkekeh "Tidak perlu kaku seperti itu Fhai, bukankah perusahaan kita juga sudah bergabung dan bekerjasama?."


Fhai tersenyum tipis "Mungkin, saya rasa begitu."


"Akh, jadi ini pemilik perusahaan itu? Tapi, bukankah ada yang mengatakan jika pemiliknya adalah seorang wanita?." Batin Lison curiga.


"Hei Ed, bukankah Varessham saat ini sedang membuat project baru dengan ZN2 dikota B?." Tanya Tn.Daff dengan yang melirik ke arah keduanya.


Sekilas, Lison sedikit kesal mengenai kabar project tersebut apalagi kota B adalah milik kekuasaannya. Ingin sekali Lison menghancurkan bidang bisnis yang saling menguntungkan antar dua perusahaan itu apalagi Varessham serta ZN2 perusahaan yang digadang gadang paling terkuat dan sudah terkenal diberbagai negaram


Ditambah sekarang perusahaan itu saling bekerjasama, tak terpikir dan terhitung bagaimana kekuatan perusahaan itu sampai tidak ada yang bisa mengalahkan ataupun menggantikan posisinya. Termasuk 'mereka' yang iri.


"Ada apa menanyakan hal itu? Apa kau tertarik juga ingin ikut bergabung? Tapi mengingat saham perusahaan kau saat ini rasanya tidak memungkinkan Daff." Jawab Edgar sinis.


"Cerita anda membuat saya terharu Tuan. Saya turut berduka cita." Timpal Fhai disamping Edgar.


Edgar tersenyum miring mendengar ucapan dari Fhai sebenarnya Edgar juga merasakan hal yang sama seperti Fhai. Sungguh sangat malas melayani obrolan kuno dari Tn.Daff ujungnya pasti akan mengemis meminta bantuan uluran mereka.


Tn.Daff sangat dongkol dan geram, ia berpikir kenapa sangat sulit sekali merayu keempat pria kaku didepannya. Sejak tadi, Tn.Daff selalu berbicara hal konyol bahkan serius. Tetapi, mereka hanya menatapnya datar seolah tau jika ucapannya hanyalah trik basi untuk mentargetkan perusahaan mereka. Tidak seperti dirinya yang sangat menonjolkan sisi dramatisnya.


Karna sudah malu dan sadar jika ucapannya tidak akan kembali mempan. Lantas, Tn.Daff menatap Ny.Hellen disamping Zerlyn. "Ny.Hellen dimana Clara? Apa dia tidak ikut?."


"Ada Tn.Daff mungkin sedang berada diluar, serta yang lainnya saya tidak tau. Ada apa Tuan menanyakan Clara?."


"Akh tidak apa apa Nyonya. Sudah lama saya tidak bertemu dengannya, pasti sekarang gadis itu sudah tumbuh dewasa."


"Anda benar Tuan, dia sangat cantik saya beruntung memilikinya saat itu."


"Pasti Nyonya, pilihan saya tidak ada yang salah bukan?." Goda Tn.Daff menaikkan satu alisnya.


"Jika Tuan merasa rindu ingin bertemu dengan Clara, temui saja mungkin berada dibelakang bersama Ezra." Usul Ny.Hellen.


"Akh Baiklah, kalau begitu saya permisi Tuan, Nyonya." Pamit Tn.Daff pada keduanya terbesit dalam otak Tn.Daff memiliki ide gila.


"Sejak kapan kau datang?." Tanya Edgar Lison.


"Kemarin, aku datang khusus untuk mengurus perusahaan cabang di kota B. Dan ya, kau tau sendiri perusahaan itu selalu saja bermasalah." Jawab Lison sekilas matanya menatap wanita cantik yang berada disamping Fhai.


"Hmmm.. Ah, biar aku tebak, apa ini kekasihmu Fhai? Apa istrimu? Hai Nona, perkenalkan saya Lison maaf mengabaikan kebaradaan anda." Sapa Lison mengulurkan tangannya.


Sekilas Lison memperhatikan dengan lekat wajah Zerlyn apalagi telinganya tersebumbat Walkie talkie yang itu artinya jika wanita didepannya bukanlah orang sembarangan. Batin Lison.


"Hallo, saya Zerlyn Tuan." Sambut Zerlyn seraya menjabat tangan Lison.


Edgar sedikit geram apalagi saat Lison begitu memperhatikan Zerlyn sangat lekat. Kemudian, Edgar berpindah tempatnya menjadi berada disamping Zerlyn serta dengan lantangnya Edgar menjawab.


"DIA ISTRIKU!." Tangannya seraya merangkul mesra pinggang Zerlyn.


Zerlyn melotot terkejut reflek menatap Edgar yang sedang merangkulnya apalagi saat para tamu itu seluruhnya menatap kearah keduanya. Entah tatapan memuja atau entah tatapan iri, banyak yang berbisik seolah tidak percaya jika pengusaha terkaya no1 itu ternyata sudah memiliki istri cantik.


Para tamu berpikir sejak kapan Edgar menikah? Kenapa tidak mengundang publik? Ribuan pertanyaan lainnya sontak bersarang di kepala mereka.


Termasuk, salah satu wanita cantik yang sejak tadi memperhatikan tingkah mereka. Tangannya mengepal kuat, emosinya memuncak seketika ingin sekali melabraknya namun mengingat kondisinya sangat tidak memungkinkan.


Ditambah degan penampilan Edgar yang malam terasa ini sedikit terasa berbeda apalagi Zerlyn disampingnya memakai gaun yang berwarna senada. Menjadikan mereka seperti raja dan ratu sempurna.


Sontak para tamu itu memberi ucapan selamat serta merta memperkenalkan istri seorang Edgar kepublik. Hal itu lantas membuat Ny.Hellen serta Tn.Elmato bangga akhirnya Edgar mengakui kehadiran istrinya.


"What?? Dia istrimu Ed? Sejak kapan kau menikah? Kenapa tidak mengundangku Heh? Apa kau sudah melupakanku?." Tanya Lison terkejut mendengar fakta yang menurutnya sangat menarik.


"Apa perkataanku ditelingamu tidak jelas? Atau sekarang kau sudah Tuli?." Jawab Edgar acuh kemudian melepas rangkulannya.


"Bukan seperti itu Ed, hanya saja aku terkejut aku pikir kau tidak menyukai wanita. Dan pikiranku saat itu teringat waktu tunanganmu bernama Arlyn? Bukan Zerlyn?." Tanya Lison kembali dengan penasaran.


Edgar tersenyum sinis "Kau seperti pelayan pribadiku Lison, seolah tau apa yang aku perbuat dan aku pikirkan."


Lison tersenyum kecut "Akh, lupakan Ed! Aku memberimu ucapan selamat. Oh Ya Nona, maaf jika saya tidak membawa kado hari ini."


"Tidak masalah Tuan, lagipula pernikahan itu sudah lama." Ujar Zerlyn.


"Akh Begitu?." Lison sedikit tertarik dengan kepribadian dari Zerlyn yang menurut Lison berbeda.


"Menarik." Batin Lison.


**


Zerlyn sampai kwalahan menyalami tamu yang memberinya ucapan selamat serta kamera itu tak hentinya menyorot mereka.


Zerlyn sangat gelisah, berkali kali menelan slavinanya. Fhai, Ken, serta Frans bisa melihat hal itu dengan jelas terutama Fhai dalam hatinya berdoa untuk keselamatan Nona mudanya.


Tak ingin tinggal diam, Fhai mundur sejenak dari posisinya berdiri kemudian mencari tempat aman, Fhai tidak ingin jika aksinya sampai membuat Ken serta Edgar bisa mengetahui hal itu.


"Bagaimana identitas Nona sekarang?." Tanya Fhai menekan walkie talkienya.


"Data tidak stabil Tuan." Jawab salah satu anak buah ThristyBlood.


"Lakukan yang terbaik, bila perlu hubungi Bik May minta bantuannya jangan sampai mereka bisa mengetahui identitas Nona Zerlyn yang aslinya."


"Baik Tuan."


**


Disaat para tamu masih menyalami Zerlyn, entah siapa yang memberikan ide konyol itu sampai MC menyebut nama Zerlyn untuk naik ke atas panggung. Sekedar memperkenalkan dirinya kepublik serta sedikit memberikan sambutan yang meriah.


Terdengar konyol memang, sampai Zerlyn muak dan kesal. Akhirnya mau tak mau Zerlyn naik keatas panggung ditambah desakan para tamu yang menyemangati dirinya. Sebelum hal itu terjadi Edgar sempat membisikan ancaman ditelinganya.


"Pergilah! Tapi, jangan sampai membuat nama saya malu didepan publik!." Desisnya tajam.


Ny.Hellen menggelengkan kepala mendengar Edgar memberikan sebuah ancaman bukan menyemangati Zerlyn. Ny.Hellen berpikir, baru saja Edgar membuatnya bahagia dengan pengakuan dari ucapannya, kini malah kembali dalam mode awal.


"Semangat Zerlyn, tidak perlu gugup sayang." Nasehat Ny.Hellen.


"Kamu pasti bisa! Ayo!! Ada papah serta mamah disini yang mendukungmu. Tidak perlu malu oke?." Timpal Tn.Elmato.


Zerlyn mengangguk kemudian menarik nafasnya pelan, lantas segera menaiki ke atas panggung.


Zerlyn diam sejenak, matanya menatap keseluruhan gedung hotel sampai di setiap sudut semuanya masih tampak aman belum ada tanda apapun. Lantas sejenak Zerlyn melepas Walkie talkie ditelinganya lebih dulu.


Lalu, tangannya memegang Mic "Selamat malam semuanya." Sapa Zerlyn dengan ucapan yang lantang membuat para tamu berdecak hebat mereka pikir Nyali Zerlyn akan menciut dan gugup.


"MAAALLAMMM!!!." Jawab para tamu dengan seretak lalu kembali memberikan tepuk tangan yang meriah.


"Baik, terima kasih!! Tolong tahan dulu!! Boleh saya minta waktunya sebentar?." Pinta Zerlyn.


Refleks suara tepuk tangan sudah tidak terdengar kembali, Zerlyn kembali melanjutkan "Oke, terima kasih!! Baik saya langsung saja."


"Kalian tidak perlu bertanya siapa saya ataupun bertanya 5W+1H yang bisa diartikan Apa, Siapa, Kapan, Mengapa, Di mana, Bagaimana dan Apa Alasannya."


"Yang terpenting bagi kalian saya berdiri didepan kalian, dengan menginjakkan kaki, tidak melayang ataupun terbang." Tegas Zerlyn dengan jelas.


"Primero, quiero agradecer a todos los que me pidieron que subiera al escenario. No sé quién es, pero no me importa, solo quiero decir "COBARDE."


"Satu kali lagi saya katakan "COBARDE!."


Zerlyn diam sejenak melihat para tamu kebingungan dengan bahasa yang Zerlyn gunakan, terdengar aneh dan seperti bahasa alien. Zerlyn tersenyum kecut hatinya merasa geli saat menatap wajah mereka terkesan ambigu.