KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
HUKUMAN ANEH



Awalnya Zerlyn tidak ingin berniat melakukan aktivitasnya seperti semula gara gara Edgar yang menghukumnya secara bringas.


"Dasar situa mesum!." Desis Zerlyn menatap dirinya dicermin bibirnya menggerutu kesal saat melihat bekas tanda merah disekujur tubuhnya.


Tak ingin membuang waktu lebih lama, Zerlyn segera keluar berjalan secara pelan. Kakinya masih terasa perih dan sakit.


"Argghh!! Sh@!." Umpat Zerlyn dongkol.


Sesaatnya diujung tangga akhir, Zerlyn melihat mereka tengah berkumpul dimeja makan. Namun Zerlyn merasa ada yang kurang.


"Pah, mamah dimana?." Tanya Zerlyn.


Tn.Elmato menoleh dengan alis menyatu "Diatas, dari kemarin tidak keluar Bik Nur sudah menyiapkan sarapannya namun Hellen tidak mau makan."


Zerlyn membuang nafasnya gusar ia berpikir mungkin gara gara dirinyalah yang menjadi penyebabnya.


"Zerlyn pamit mau kekamar mamah dulu." Ujarnya.


"Hmmm.. Kau akan berangkat kesekolahmu Zerlyn?." Tanya Tn.Elmato.


"Iya Pah. Hmmm.. Ada apa?." Jawab Zerlyn sedikit gugup.


"Untuk apa? Bukankah kau akan pergi keperusahaanmu?."


"Ekh!!."


"Kau bebas berkeliaran, aku ijinkan hari ini! Tapi seterusnya jangan pernah bermimpi mendapatkan kebebasanmu lagi! Terkecuali kau meminta ijin lebih dulu dariku." Tekan Edgar tanpa menoleh kebelakangnya.


Zerlyn tersenyum sinis "Ckk!! Kampret!! Sudah nyiksa makin nyiksa! Peraturan macam apa itu."


Edgar berdiri kemudian menatap Zerlyn yang tinggi tubuhnya hanya sebatas lehernya.


"Menolak, hukuman seperti waktu malam." Bisiknya ditelinga Zerlyn sambil tersenyum penuh arti.


"Kampret!! Pengen rasanya gue tampol!." Teriak Zerlyn yang tanpa sadar dengan ucapannya.


Edgar tersenyum samar kemudian berdehem untuk kembali menetralkan jantungnya.


"Ehem!! Jaga batasanmu dengan si tufay! Jika tidak hukuman itu akan aku tambah menjadi dauble!." Ancam Edgar.


"Huhh? Tufay?." Kening Zerlyn mengkerut bingung.


"Fhai! Asistenmu!." Tegas Edgar.


"Urusannya dengan anda apa? Dan apa itu ada masalah?." Tanya Zerlyn.


"Tentu! Kau bisa bebas bersama dengannya sepanjang waktumu! Tapi besok, tidak akan ada ijin lagi dariku!." Jawab Edgar.


"What? Big No!." Tolak Zerlyn berdecak pinggang.


"Menurut atau aku bunuh situfay dan menghancurkan ZN2 Group bila perlu. Itu sangat mudah bagiku."


"Ingin menghancurkan ZN2 Group? Ckk!! Apa anda lupa Tuan? Saya adalah pemegang kendali perusahaan terbesar bahkan saya tau kode rahasia milik perusahaan anda sendiri." Sinis Zerlyn.


"Ckk!! Serah!." Edgar pergi meninggalkan Zerlyn dengan hati yang dongkol.


**


Zerlyn dengan sigap menyelesaikan soal permasalahan dikantornya dengan cepat dan tepat.


"Nona, apa anda yakin ingin meeting menggunakan seragam sekolah?." Tanya Fhai.


"Akh!! Shi@! Aku lupa." Jawab Zerlyn.


"Aku pinjam jasmu dengan begitu bisa memanifulasi dan hanya terlihat kemeja putihnya saja." Usul Zerlyn.


Fhai mengangguk lantas memberikan jasnya kepada Zerlyn. Zerlyn segera memakainya dan tanpa sadar ia sedikit terbuai dan terlena dengan wangi parfumnya yang sangat menenangkan.


Fhai kebingungan melihat tingkahnya, kemudian berdehem untuk membuyarkan lamunan Zerlyn.


"Ehem!! Nona!!." Tegur Fhai.


"Ekh!!." Zerlyn terkejut dan seketika rona pipinya bersemu.


"Sudah siap? Dan apa anda yakin?." Tanya Fhai.


Zerlyn mengangguk kemudian menyuruh Fhai untuk mengaktifkan kameranya. Sesaatnya, Fhai merasa ada yang tidak beres segera ia mengeceknya dan setelah mengecek sekilas kepalanya menggeleng pelan.


"Ada apa Fhai?." Zerlyn melihat Fhai mendekatinya dengan jarak yang begitu dekat.


Fhai tidak merespon namun membenarkan jasnya dirasa sudah sempurna, Fhai kembali memegang kendali kamera.


Zerlyn setengah gugup, menelan kasar slavinanya. "Sadar Zerlyn! Loe harus ingat dengan hukuman si kampret." Batinnya.


**


Wanita cantik dengan makeup tebal, bibir merah menyala, bulu anti badai, rambut berwarna merah terang tergerai menjuntai, serta baju yang ia gunakan sangat ketat menonjolkan dua bukit kembarnya sampai menyembul ingin keluar dari tempat persembunyiannya.


Dengan santai dan tampang tak berdosa ia rela menunggu dilobi untuk menemui tunangannya alias mantan tunangan.


Banyak para karyawan menatap kagum pada sosok wanita tersebut. Namun ada juga yang merasa iba kepada istri sahnya secara sang suami tampannya malah berselingkuh dibelakang.


TING!!.


Sesaat pintu lift terbuka, lantas ia segera beranjak dari tempat duduknya dan secara tiba tiba merangkul serta memeluknya dengan mesra.


"Hallo sayang, aku sangat merindukanmu!! Kau tidak berbeda jauh yah, malah semakin tampan."


Edgar sempat diam sesaat terkejut melihat kedatangan Arlyn. Begitu juga dengan Ken dibelakangnya yang tengah sibuk membacakan beberapa jadwal meeting.


BBRUUKK!!


"AWw!!." Yang, kamu kenapa sih? Kamu tidak biasanya kasar? Apa jangan jangan gara gara wanita sialan itu kamu jadi berubah?." Arlyn segera bangkit meski kesusahan akibat benturan keras mengenai lutut serta sikut tangannya.


Edgar diam dan tidak meresepon, Ken segera menyusul dibelakangnya dan memandang Arlyn sinis.


"Yang, aku ini calon istri kamu!." Teriak Arlyn berlari mengejar Edgar.


Para karyawannya heboh melihat adegan didepannya sampai pengawal menggebrak dengan keras.


BBRRAKK!!!.


"JAGA MATA KALIAN!."


"Ekh!!."


Mendengar bentakan dan bunyi suara yang keras membuat nyali karyawan menjadi ciut seketika.


"Yang, please tungguin dong!! Aku rela nungguin kamu berjam jam demi menemuimu! Aku kangen sama kamu yang." Lirih Arlyn memegang pergelangan tangan Edgar.


Lagi, Edgar menepisnya dengan kasar dan segera masuk kedalam mobilnya setelah dibuka oleh Ken. Ken memasang badan saat Arlyn akan mencoba masuk.


"Bereskan sampah didepanku!." Tegas Ken kepada pengawalnya.


"Baik Tuan." Jawab pengawalnya menunduk hormat.


"EDGAR!!." Teriak Arlyn menghentekkan kakinya kesal.


"Arrghhh!!!." Geram Arlyn menahan kekesalannya.


**


"Ken, kenapa dia? Sejak kapan datang kembali ke indonesia?." Tanya Edgar memandang keluar pikirannya kembali melayang entah kemana, hatinya memang sedikit merindukannya.


"Saya tidak tau Tuan, sepertinya memberikan kejutan untuk anda." Jawab Ken asal.


"Kejutan? Ckk!! Mataku sakit melihat warna rambutnya Ken." Jelas Edgar memijat kepalanya terasa pening.


Ken tersenyum tipis "Itu sedang tren Tuan." Ucapnya.


"Urusannya denganku apa?." Sinis Edgar.


Ken menggeleng pelan ia kembali fokus menatap kedepan. Sempat hening sesaat kemudian Edgar membuka suaranya.


"Ken, apa tikus itu masih ada dimarkas?." Tanya Edgar.


"Masih Tuan, saya menyuruh Stev serta Tyler untuk menjaga kemanannya dengan ketat apalagi sekarang Lemos secara terang terangan menyerang." Jawab Ken.


"Anak buahnya?." Tebak Edgar.


"Dibawah pimpinan Lison." Tepat Ken membenarkan.


"Bukankah dia Presdir?." Alis Edgar mengkerut.


"Bukan, tapi Rholl sesuai apa yang Nona Zerlyn katakan waktu itu." Ujarnya.


"Lalu, apa kau menemukan tempat persembunyiannya? Dimana mereka saat ini? Aku menunggu laporannya namun hasil yang kudapatkan sangat tidak memuaskan."


"Entah, saya tidak tau. Tapi, sepertinya Nona Zerlyn mengetahuinya."


"Dimana dia sekarang? Apa menemui si tufai itu?." Tebak Edgar geram.


Lagi, Ken tersenyum melihat raut wajah Edgar seperti menahan.. Ehem!!.


"Mengurus masalah perusahaan yang berada dipusat utamanya, tadi Nona sudah melakukan live untuk meluruskannya. Serta akan melakukan meeting dengan Harvey direstoran X."


"Restoran X? Harvey? Bukankah kita juga kesana? Dan Harvey serta Wesley perusahaan itu sedang mengalami krisis?." Tanya Edgar.


"Benar, sepertinya Tn.Grayson ingin menjebak Nona apalagi Tn.Grayson belum mengetahui sepenuhnya siapa pemilik ZN2 Group."


Edgar tersenyum miring "Menjual maksudmu."


"Tepat Tuan."


"Bersama siTufay dan Frans?."


"Tidak, hanya Fhai saja tanpa ada pengawalan apapun."


"Wow!! Sepertinya dia kucing Ken."


"Bahkan melebihi kucing Tuan."


"Ingin sekali aku mencincangnya Ken. Dia wanita keras kepala dan pembangkang, selalu saja melawanku!." Ujar Egdar dengan emosi.


"Nona Wanita kuat dan mandiri, prinsipnya sangat teguh pada pendiriannya. Harusnya Tuan bersyukur memilikinya, Nona tidak pernah membuat masalah bahkan menyelesaikannya sendiri tanpa meminta apapun ataupun meminta bantuan. Pasti akan sadar dan mengerti dengan perasaannya sendiri Tuan." Jelas Ken.


"Maksudmu?." Alis Edgar mengkerut bingung.


"Nona pasti menjaga hatinya dan sadar diri jika tubuhnya sudah dimiliki. Tidak mungkin berkhianat dibelakang, intinya bisa menjaga batasannya tanpa perlu Tuan memberitahukannya walaupun berkali kali Tuan memberi peringatan keras."


"Ya! Aku tau itu Ken, tapi aku ingin dia nurut padaku walaupun satu kali ini saja. Dan aku ingin dia berjauhan dengan situfay! Apalagi dia adalah asistennya, aku tidak bisa membayangkannya Ken. Menurutmu aku harus melakukan apa?." Tanya Edgar menghela nafasnya panjang kemudian menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi.


Ken lagi lagi tersenyum entah apa yang ia pikirkan saat ini. Ken berpikir tidak biasanya Edgar berbicara panjang lebar ataupun bercerita tentang masalah hubungannya.


Ken tidak mengerti, ada apa sebenarnya? Apakah Edgar sudah memiliki perasaan? Walaupun Edgar dengan jelas memutuskan ikatan tali pernikahan tersebut.


Namun disaat Zerlyn membicarakan hal itu, Edgar malah menghukumnya dengan alasan yang tidak jelas.