KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
ARWAH GENTAYANGAN



Suasana ruangan itu kembali hening hanya terdengar bunyi mesin monitor.


Perlahan mata yang tertutup rapat terbuka kembali, pandangannya mengedar kesetiap keliling.


Asing, itulah awal pertama yang Zerlyn lihat apalagi diruangan itu sepi tidak ada siapapun. Bibirnya sedikit meringis menekan bekas luka tembak dibagian perutnya.


"Ohh!!Sh@! Sangat memalukan!." Gerutu Zerlyn.


Tak lama, pintu ruangan terbuka lebar sepertinya mereka sangat panik.


"Astaga!! Zerlyn." Pekik Bik May terkejut melihat kondisinya yang memprihatinkan.


Tangan tertancap selang infus, mesin Ventilator disampingnya serta alat Oxygen Cannula tertempel dihidungnya. Luka dibeberapa titik terlihat jelas, kontras dengan warna kulit putihnya.


"Hei! Tenanglah! Aku baik baik saja!." Ujar Zerlyn.


"Seandainya saya tidak menuruti keinginan keras kepala Anda mungkin tidak akan terjadi seperti ini." Sesal Fhai duduk disamping ranjang Zerlyn.


"Maaf!! Maafkan saya Nona, maaf tidak bisa melindungi anda." Lirih Fhai.


Anak buah ThristyBlood segera menunduk hormat "Nyonya, maafkan kami. Maaf kami tidak bisa melindungi anda saat itu."


"Ckk!! Sudah ku katakan aku baik baik saja!." Bentak Zerlyn emosi.


"Aku tau kau itu kuat Zerlyn! Dan aku tau kau bukan wanita lemah! Aku bahkan melatihmu dengan baik, sampai jadi anggota militer aku turuti keinginanmu! Tapi kenapa kau jadi lemah seperti ini?." Isak Bik May akhirnya pecah hatinya teramat sesal.


"Bik, sudahlah tidak perlu dibahas lagi yang terpenting sekarang aku masih hidupkan?."


Bik May membuang nafasnya kasar, ia memang tau akan sifat keras kepala Zerlyn. Berpura pura baik baik saja namun fakta hatinya berbeda.


"Siapa yang menembaknya? Apa kalian tau dari arah mana saat terjadi penembakan itu?." Tanya Frans menatap anak buahnya.


"Barat Tuan, kemungkinan itu adalah anak buah Lemos. Maaf saya tidak bisa menyimpulkannya, disaat akan mengriset serta membersihkan area itu jejaknya sudah menghilang. Hanya meminta bukti satu Butir peluru yang bersarang didalam perut Nona Zerlyn." Jawab Luther dengan jelas seraya memberikan tabnya kepada Frans.


Fhai berdiri lalu merebut tab ditangan Luther, keningnya mengkerut lantas menatap Luther dengan lekat.


"Apa maksudnya?." Tanya Fhai kebingungan.


"Itu peluru berkaliber 44 berisi 5-7 Peluru dan menembaknya hanya dari jarak 2 meter--"


"Apa artinya mereka bukan Sniper?." Tebak Bik May.


Luther mengangguk membenarkan "Yang saya tau, Nona Zerlyn hanya mengkode lewat hitungan jari mundur serta menyentuh dahan diatas kepalanya sebagai kode."


"Namun sesaat anak buah ThristyBlood membunuh seluruh anak buah gabungan, Nona melihat dibelakang Tuan Edgar ada yang ingin menembaknya."


"Dengan sigap, Nona mendorongnya dengan kuat, dan berpikir mungkin lebih baik dirinya yang tertembak." Jelas Luther.


"Apa kau tau Zerlyn siapa orangnya?."


Zerlyn menggeleng pelan sebagai jawaban.


"Dari awal saya sudah menjelaskannya Bik, itu hanya kemungkinannya saja." Tebak Luther.


"Suruh anak buahmu mencarinya!." Geram Bik May.


"Sudah, kita tinggal menunggu informasi dari Whalter."


"Apa kalian masih ingat dengan ucapanku waktu itu?." Tanya Fhai.


Sontak semuanya menatap Fhai dengan tatapan bingung. Zerlyn segera turun dari ranjangnya membuat semua diruangan itu kebingungan.


"Kau mau kemana Zerlyn?."


"Bisa kumpul sebentar." Perintah Zerlyn menatap keseluruhan anggotanya.


Anak buahnya segera berkumpul tepat didepannya, mereka tak sanggup melihat keadaan Zerlyn yang lemah dan pucat. Namun berusaha untuk tetap tegar didepan anggota ThristyBlood.


"Berapa sisa anak buah kita Fhai?." Tanya Zerlyn serius.


"Hanya tersisa Whalter, Luther, Ervin, Jasper dan Julian." Jawab Fhai.


Zerlyn mengangguk mengerti "Terima kasih atas perjuangan kalian meski beberapa anak buah kita gugur. Aku harap, tolong jangan egois, jangan menyalahkan siapapun dengan kejadian ini. Aku ingin selanjutnya kalian semua siapkan strategi baru untuk penyerangan dikota B, sisanya hancurkan perusahaan mereka lebih dulu dan buatlah rencana untuk nanti."


"Yah! Kau benar, semenjak kita pergi keluar negri pembangunan itu terbengkalai namun sepertinya dimanfaatkan oleh Lison." Ucap Zerlyn.


"Maaf Nona, apa Nona yakin akan menyerang kembali? Sedangkan sisa anggota kita hanya 5 orang?." Tanya Luther.


"Kalian adalah sniper terbaik dari ThristyBlood, walaupun hanya beranggotakan sedikit kita buktikan bahwa klan mafia kita kuat seperti apa yang orang tau."


"Jangan membuatku malu, berjuang sebisa kalian aku hargai itu nanti setelah aku sembuh kita langsung ke titik lokasi kota B untuk mencari posisi yang aman dan pas." Perintah Zerlyn.


"Fhai aktipkan kembali MrZ, hancurkan perusahaan mereka sekarang! Frans, dan Bik May bantu dibelakang sisanya targetkan di beberapa titik lokasi ini." Sambung Zerlyn tanpa sadar jika mereka sedang memperhatikannya.


"Wow!!! Apa kalian tidak ingin mengajakku?." Tanya Miller diambang pintu.


Sontak semuanya terkejut melihat kedatangan mereka secara tiba tiba apalagi Edgar menatapnya dengan tajam.


"Apa kau pikir aku akan mengijinkanmu pergi?." Ucap Edgar sinis.


Zerlyn menatap Fhai yang sedang fokus mengaktipkan laptopnya. "Fhai! Matikan!." Teriak Zerlyn.


"Kenapa? Apa kau takut aku mengetahuinya? Heh!! Asal perlu kau ketahui, aku sudah mengetahui semuanya!."


Zerlyn tersenyum miring "Memang anda siapa yang berhak ngatur saya? Saya rasa kita tidak memiliki hubungan apapun lagi."


"Berani kau mengatakan hal itu Hah!."


"Kenapa? Itu faktanya kan? Bahkan anda sendiri yang mengatakannya langsung kepada saya!." Zerlyn sangat geram dengan mahluk didepannya, dengan gerakan cepat Zerlyn mencabut selang infus ditangannya.


"Aku tidak butuh apapun! Bahkan lebih baik aku mati! Daripada bertemu orang seperti anda!." Tegas Zerlyn lantas menatap keselurahn anak buahnya.


"Berkumpul dimarkas utama!." Perintah Zerlyn lantas segera keluar.


"Sekali lagi berani melangkah kupotong kedua kakimu sekarang!." Ancam Edgar dengan mengeluarkan senjata miliknya.


Zerlyn berbalik dan menatap Edgar sinis dengan gerakan cepat Zerlyn melakukan hal yang sama.


Semua pandangan mata mengarah kepada mereka dengan tangan yang saling menodongkan senjata.


"Astaga!! Edgar!!." Teriak Tn.Elmato panik.


Zerlyn memundurkan langkahnya perlahan sampai keluar dari ruangan, rumah sakit itu semuanya sontak heboh dengan kedua aksi yang berstatus suami istri tersebut.


Bibirnya keduanya tersenyum sinis, Zerlyn yang tau akan kode pandangan mata tajam milik Edgar mengangguk pelan.


Tak menunggu waktu lama, Edgar menekan platuknya.


"Edgar! Dia istrimu bodoh!." Teriak Miller.


Edgar hanya melirik Miller sekilas, lalu.


DORRR!!!!


"Edgar!!!."


Zerlyn segera menunduk, Edgar terus membantai musuh yang bersembunyi dibalik body mobil dan dibalik pohon.


Tak tinggal diam, Zerlyn membantu Edgar dengan kedua tangannya memegang senjata.


DORRR!!!


DORRR!!


Aksi penyerangan yang secara tiba tiba dirumah sakit itu membuat keadaanya kacau, banyak yang bergidik takut dan hanya bisa melihat dari kejauhan.


"Wow!! Suami istri sama sama iblis!!." Puji Miller terkekeh melihat aksi Zerlyn sangat sempurna.


"Pasangan yang serasi." Timpal Stev.


"Zerlyn!! Hentikan!." Bentak Ny.Hellen.


Zerlyn segera menghentikan aksinya sesaat melihat musuh itu seluruhnya sudah tewas, ia lantas menatap Ny.Hellen raut wajahnya seperti sedang menahan amarah dan kekecewaan.