
Matanya melotot tajam melihat aksi Slade yang akan membunuh Ken. Zerlyn geram dan emosi ia sendiri tau mereka bukanlah anggota Wesley tapi anggota gabungan.
"Ck!! Pantes saja mereka sangat kuat!." Cibir Zerlyn.
Kemudian menekan kembali Walkie Talkienya untuk menghubungi Fhai. "Fhai, kau bisa lihat mereka dicctv?."
"Ya Nona, mereka bercampur dari A-Z dengan misi yang sama."
"Apa yang harus aku lakukan Fhai? Jika aku membantu mereka sepertinya itu ide gila."
"Nona, saya sudah siapkan inti anggota dari jarak 1800 mil dari titik lokasi anda. Tinggal kerahkan mereka untuk membantu membidik agar lebih pas dan sempurna. Saya disini akan membasmi yang lain bersama Frans, anggota mereka sudah menyebar ke setiap gedung."
"Baik Fhai, apa kau tau dimana sisanya?."
"Maaf maksud anda siapa Nona?."
"Ny.Hellen, Clara serta Ezra dimana mereka?."
"Markas Slade Nona, Wesley. Lison tidak ingin menonjolkan sisi keberadaannya, sebab Tn.Edgar belum mengetahui mereka. Disana hanya ada beberapa anggota dari Lemos, mungkin ada sekitar dua orang sisanya gabungan."
"Bisa kau curi datanya?."
"Sudah selesai Nona, hanya tinggal menyimpulkan seluruhnya tapi saya belum sempat mengingat waktunya tidak memungkinkan."
"Lalu, apa mereka baik baik saja? Apa anak buah Varessham sudah ada di titik lokasi?."
"Untuk saat ini belum Nona, saya mendapat laporan dari anak buah ThristyBlood keadaan dimansion sangat kacau. Untuk sementara waktu saya perintahkan dititik A dan B serta masalah penyerangan belum ada laporan. Mengingat anggota ThristyBlood tidak sebanding jumlahnya."
"Perintahkan untuk awasi mereka dengan baik Fhai, disini aku memantau mereka. Sedangkan kau lakukan sebaik mungkin jangan ceroboh, dan ingat! Mereka adalah musuh terkuat Varessham kita belum tau titik kelemahannya."
"Baik Nona, saya mengerti hal itu akan saya cari titik kelemahannya."
**
"Sial! Otak gue benar benar pusing." Gumam Zerlyn yang sudah merasa jengah dan muak.
Kemudian Zerlyn segera menghubungi Jasper.
"Hallo Jasper."
"Iya Nona?."
"Kau bisa melihat keberadaanku?." Tanya Zerlyn.
"Ya, tepat berada dibawah meja." Jawab Jasper.
Zerlyn terkekeh pelan niatnya ingin mengerjai ketajaman penglihatan dari Jasper dan Zerlyn sangat puas akan jawabannya.
"Kau bisa melihat mereka disini? Ada berapa banyak anggotanya?." Tanya Zerlyn.
"Sekitar 100 lebih, serta sisa lainnya berada di dalam gedung dan area basement."
"Artinya hotel ini sudah dikepung begitu?." Tebak Zerlyn selintas ia berpikir, bagaimana caranya untuk bisa mengalahkan mereka?.
"Benar, beberapa diantaranya adalah Harvey sebanyak 45%, Wesley 25% dan Lemos hanya 2%."
"Apa? Harvey? Apa kau salah lihat Jasper?." Geram Zerlyn terkejut.
"Tidak, penglihatan saya jelas Nona meskipun berada dijarak 1800Mil. Harvey ada disamping kiri anda dengan jarak hanya 2 meter saja. Jika dilihat sekilas, mereka semuanya sama hanya terdapat beberapa ciri yang khas dan mencolok."
"Terserah kau saja, simpulkan nanti keseluruhannya dan tunggu perintah dariku, beritahukan ke anggota yang lainnya. Ada berapa anggota disana?."
"Baik Nona, ada 10 yang saya perintahkan. Sisanya 10 anggota di titik A dan 30 dititik B."
"Bagus! Perintahkan di titik A dan B jika salah satu musuh mereka sampai membunuh Varessham langsung tembak mati, lakukan yang terbaik jangan sampai ceroboh dan musuh mengetahui tempat persembunyiannya."
"Laksanakan Nona."
**
Edgar ingin sekali memberikan bogeman mentah kepada Slade disaat Slade tak hentinya tersenyum miring serta menatap Edgar tengah menahan emosi padanya.
"Kau tau Ed, aku sangat menyukai hal seperti ini." Tukas Slade menjilat pisau lipat dengan lidahnya.
Slade terkekeh pelan "Kau adalah target selanjtunya Miller, apa jangan - jangan kau sudah tidak sabar untuk segera aku eksekusi?."
"Bacot! Bunuh gue langsung sialan!." Teriak Miller meluapkan emosi yang sejak tadi ia pendam.
"Hahha!! Sabarlah sedikit, apa kau butuh seorang jal@? Sepertinya kau sangat frustasi sekali Miller. Katakan saja jika kau membutuhkannya, aku akan menyiapkan jal@ spesial untukmu serta kamar hotel yang indah agar malam pertama kesekianmu lebih berkesan."
"Cihh!! Jal@ darimu penyakitan! Aku tidak sudi menyentuhnya!." Desis Miller menatap tajam ke arah Slade.
"Akh begitu? Bagaimana jika kau sedikit minum ini dariku? Pasti kau akan membantah sendiri ucapanmu Miller, rasakan lah sensasinya seperti apa sebelum kau mencobanya." Tangan Slade kemudian memberikan minuman setelah memerintahkan kepada anak buahnya.
"Breng@k! Jauhkan tangan kotormu itu sialan!." Teriak Miller saat anak buahnya memaksakan minuman itu kedalam mulutnya.
"SLAADDEE!!." Teriak Edgar melotot tajam dengan urat lehernya terlihat jelas sosok iblis yang menjiwai tubuhnya langsung keluar.
"Jika sampai kau berani melukainya, aku tidak segan untuk membunuh kalian semua!." Pekik Edgar dengan nafasnya yang memburu.
"Hahaha!! Membunuh? Dengan cara apa Ed? Perlukah aku membunuh situa bangka ini dulu? Hmmm.. Sepertinya akan sangat menyenangkan sekali."
Tn.Elmato menggelengkan kepalanya anatara ketakutan dan panik, dari tadi Tn.Elmato menunggu anak buah dari Varessham, namun kedatangannya tak kunjung ada.
"Lepaskan dia sialan!."
Slade hanya tersenyum dan tertawa hatinya merasa senang mendapat mangsa dan mainan terbarunya. Slade segera melayangkan pisau itu tepat didepan wajah Tn.Elmato.
"Akh, sepertinya akan sangat menyenangkan jika kedua matanya aku congkel." Gumam Slade.
Disaat akan melancarkan aksinya, tangannya sudah lebih dulu tertembak timah panas.
DORRR!!!
"Argghh!!!."
Slade menggeram kesakitan timah panas itu seolah mengandung racun langsung menjalar keseluruh tubuhnya.
Belum sempat anak buah Slade membalas serangan mendadak serta tidak tau dari mana asal suara itu, Jasper lebih dulu menembak mereka hingga tewas.
DORRR!!!
DORRR!!
Edgar terkejut lantas mereka saling pandang satu sama lain.
"Apa Varessham datang Ed?." Tanya Tn.Elmato.
"Maaf Tuan, saya belum sempat untuk mengabari yang lain mereka lebih dulu menyerang dibelakang tanpa kita sadari." Jawab Ken sedikit ada rasa sesal dalam benakknya.
"Lalu, siapa mereka Ken?." Ucap Edgar kebingungan.
"Hei, Ed harusnya kau bersyukur ada yang menolong daripada harus mati konyol." Sambung Miller.
"Kau saja!! Bukankah kau adalah target selanjutnya?." Ujar Ken mendelik sinis.
"Ken, kau itu seperti wanita jal@! Selalu sinis menatap wajah tampanku." Cibir Miller.
Perdebatan mereka terhenti saat mendengar suara teriakan dari Tn.Elmato yang sangat terkejut melihat Zerlyn ternyata berada tidak jauh dari posisinya hanya bersembunyi dibawah kolong meja.
Serta anak buah Slade mengetahui tempat persembunyiannya dengan menendang meja itu hingga keras sampai terdengar bunyi yang nyaring.
BRAAKKK!!
"Zerlyn!." Teriak Tn.Elmato takut jika Zerlyn sampai terluka apalagi anak buah Slade mengepungnya dengan senjata lengkap berlaras panjang.
"Astaga!! Nona." Ken serta Miller keduanya terkejut melihat Zerlyn yang tidak percaya jika posisinya sangat dekat itu artinya Zerlyn bisa mendengarkan semua apa yang diucapkan oleh mereka.
"Hei! Jika sampai berani melukainya, kalian yang akan aku bunuh!! Lawan aku peng@ sialan!." Teriak Edgar sama halnya dengan Tn.Elmato, Ken, serta Miller.
Edgar berpikir jika Zerlyn tertangkap dan dibawa ke markas Slade. Namun rupanya, Zerlyn hanya bersembunyi.
πΏπΏπΏπΏ