KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
TEROR PRAT 2



Lama terdiam, suasana ruangan itu tampak hening hanya terdengar suara mesin monitor didekat ranjang Stella yang terbaring lemah.


"Maaf tante, bukan saya bermaksud lancang mengorek informasi keluarga tante." Sesal Zerlyn saat Millie tak kunjung meresponnya.


Millie tertegun sejenak mungkin dengan menceritakan sedikit kepada Zerlyn beban pikirannya akan hilang meski hanya separuhnya. Mengingat Zerlyn seperti orang baik, jujur, dari aura wajahnya terpancar kharismatik tinggi bila memperhatikannya dengan lekat.


Berjiwa sosok pemimpin, bersikap tegas dan penuh wibawa. Millie bisa melihat dengan jelas saat menatap wajah Zerlyn begitu dekat apalagi memiliki mata yang tajam dibantu alis tebal serta bulu mala lentik. Semakin menambah kesan misterius dalam diri Zerlyn.


"Tidak apa apa Nak Zerlyn." Ucap Millie kemudian berdiri dan menuntunnya menuju sofa "Duduklah." Pinta Millie kemudian.


Zerlyn menurut lalu duduk disamping Millie, matanya menatap Millie dengan pandangan yang hanya Zerlyn ketahui.


"Suami saya bernama Leo, selama pernikahan selama 5 tahun Tuhan memberi saya nyawa tiga anak. Dua perempuan serta satu laki laki. Dia yang perempuan saya beri nama STELLA EDITH, selang beberapa tahun kemudian saya hamil kembali dan yang membuat saya bahagia adalah anak saya kembar berbeda jenis kelamin. Disaat saya merasa sangat bahagia tak hentinya saya menangis terharu sebab dibalik semua itu, ada nyawa yang harus saya korbankan."


"Ya, nyawa saya sendiri. Waktu itu saya pendarahan hebat hingga menyebabkan pingsan dan koma selama satu minggu. Sesaat sudah sadar, saya menanyakan dimana kedua anak kembar itu kepada Leo."


"Namun jawabannya malah diluar dugaan. Leo menceraikan saya beserta kedua anak kembar yang Leo sudah bawa keluar negri serta putra saya entah berada dimana sekarang."


"Yang saya ingat, waktu itu Stella masih berumur 1 Tahun belum mengetahui apapun. Hingga diumurnya ke 5 Tahun selalu bertanya dimana ayahnya? Karna terpaksa dan tidak tau harus berbuat apa, saya menceritakan seluruhnya."


Cerita Millie panjang lebar hatinya merasakan sesak saat harus kembali mengingat kejadian tahun lalu yang seharusnya tak ingin Millie ingat lagi. Berusaha menguburnya dalam dalam, namun tidak dengan kedua anak kembarnya.


Serta kerinduan selama bertahun tahun lamanya tak kunjung bertemu, semakin menggebu. Ingin sekali saja melihatnya untuk sekedar melepas rindu, namun sayangnya Millie tidak bisa berbuat apapun.


Karna Millie sendiri tidak tau persis seperti apa rupa kedua anaknya sekarang. Mengingat saat anak kembarnya lahir, Millie tidak terlalu memperhatikan raut wajah mereka.


Baru selesai membuatkan nama untuk keduanya, kepala Millie sudah merasakan pusing serta darah terus keluar menyebabkan Millie saat itu juga tidak sadarkan diri.


___


Zerlyn memeluk Millie mencoba menenangkannya "Maaf Tante, Zerlyn tidak bermaksud mengungkit masa lalu tante."


Millie memblas pelukan Zerlyn, Millie tak munafik saat ini ia ingin merasakan pundak siapapun untuk menampung kesedihan hatinya.


"Menangislah tante, luapkan seluruh emosi yang ada dalam hati serta pikiran tante." Zerlyn tau seperti apa perasaan Millie saat ini, meski ia sendiri tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orangtuanya.


"Terima kasih Nak Zerlyn, saya tidak tau harus mengucupkan apa lagi selain hanya terima kasih? Saya merasa terlalu banyak merepotkan."


"Tidak perlu mengatakan seperti itu tante, jika tante membutuhkan saya, ingin kembali menceritakan yang sepenuhnya belum tante ceritakan ataupun sekedar berbagi cerita hal yang tidak waras sekalipun Zerlyn siap mendengarnya."


"Jangan menangis lagi tante, yang Zerlyn tau tante itu wanita kuat, wanita tangguh, tidak pernah mengeluh meski masa lalu tante tak seindah kenyataannya. Lupakanlah pria breng@ seperti itu, ingat masih ada Stella disamping tante yang masih membutuhkan perhatian lebih serta kasih sayang tulus."


"Saya mengerti hal itu, Meski terkadang saya tidak bisa melupakan tentang Leo. Apalagi saya sangat rindu kepada kedua anak kembar saya. Setiap malam, setiap saya tidur selalu bermimpikan mereka, saya selalu bertanya apakah mereka sudah makan? Sudah minum?."


"Namun mereka tidak pernah menjawab selalu berpaling lalu pergi menjauhi saya. Saya berpikir apakah mereka setelah dewasa sudah melupakan siapa ibu kandungnya? Saya takut sekali Nak Zerlyn, saya takut mereka melupakan hal itu."


"Tante, percayalah semuanya akan baik baik saja. Feling hati yang kuat tidak akan mampu melupakan seseorang meski kita tidak mengenal ataupun sekedar melihat wajahnya. Tuhan tidak akan memisahkan takdirnya lebih jauh, tidak akan memberikan cobaan yang lebih. Walau dunia tau seberapa rapuh jiwanya menahan siksaan kerinduan yang menyiksa."


"Tapi kenapa selama 100Abad lamanya Tuhan tidak pernah menemukan saya kembali kepada mereka Nak Zerlyn? Apa Tuhan mengutuk saya? Tapi apa salah saya? Setelah saya melahirkan, Leo selingkuh dan berpaling kepada wanita lain. Tapi Tuhan malah menghukum saya bukan Leo?."


Zerlyn tersenyum tipis menatap Millie dengan raut wajah penuh kekecewaan, emosi, amarah dalam dadanya hingga urat di leher itu terlihat jelas.


"Bersabarlah tante, saya yakin Tuhan kali ini tidak akan salah menghukum lagi. Hanya saja tante butuh kesabaran sedikit lagi, menunggu hingga mereka memeluk tante tanpa ingin melepaskannya."


"Bersabar? Menunggu? Sampai kapan Nak Zerlyn? Jujur saya sudah sangat lelah. Berkali kali saya melakukan pencarian dari kota, luar kota, pelosok, luar dan negri hasilnya tetap nihil. Bahkan saya sudah menghabiskan seluruh harta saya hanya demi menemukan mereka."


"Hmmm.. Maaf tante apa ada foto kedua anak tante? Mungkin bisa saya bantu untuk kembali mencari mereka." Usul Zerlyn kemudian.


Millie menggelengkan kepalanya pelan "Saya tidak punya, mereka hilang saat saya baru sadar dari koma. Beruntungnya Stella tidak dibawa keluar negri membuat saya tidak terlalu merasakan kesepian tanpa kehadiran mereka."


"Lalu, apa tujuannya mereka dibawa keluar negri?." Tanya Zerlyn penasaran.


"Entahlah saya tidak tau akan hal itu untuk apa? Sebelum saya bertanya lebih jauh kepada Leo, Leo lebih dulu menceraikan saya tanpa sebab dan alasan yang jelas. Bersamaan dengan seorang wanita cantik disampingnya, tangan mereka saling merangkul satu sama lain."


"Hmmm.. Maafkan saya tante, sepertinya saya terlalu jauh mengoreksi informasi tentang keluarga tante."


Mille kembali tersenyum menatap Zerlyn disampingnya, hati Millie saat ini merasa jauh lebih baik sesaat setelah bercerita seluruh keluh kesahnya kepada Zerlyn.


Meski Millie tau pertemuan itu baru dan untuk kedua kali inilah mereka kembali bertemu, hati Millie mengatakan saat berada didekat Zerlyn Millie merasa aman serta nyaman.


Yang paling jelasnya Millie merasakan keamanan berlipat, entah kenapa Millie meyakinkan perasaannya sendiri walaupun tidak ada buktinya sama sekali. Tapi Millie yakin jika Zerlyn bukanlah gadis sembarangan.


Entah itu apa, Millie sendiri tidak tau ia seolah bingung dengan otaknya. Berada didekat Zerlyn seperti terdapat magnet selalu ingin berdekatan dengannya meski bibir itu saling diam tidak mengucapkan sepatah katapun.


Apalagi sesaat pertama kali bertemu, dalam hati Millie memuja wajah cantik Zerlyn yang tidak pernah bosan untuk dipandang.


🌿🌿🌿🌿