KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
KEBENARAN YANG SALAH



Setelah puas bercerita hingga membuat Millie kembali tertawa, dalam hati Zerlyn merasa bangga bisa membuat Millie bisa tersenyum ceria.


Kini langkah kakinya menyusuri lorong demi lorong rumah sakit untuk menuju ruangan dimana Alden dirawat. Menurut laporan dari orang suruhannya, luka Alden tidaklah terlalu serius hanya perlu dirawat selama beberapa hari.


Beruntung saat itu Alden langsung dilarikan ke rumah sakit hingga tulang retak diwajahnya masih bisa diatasi.


Sesaatnya di pintu ruangan VIP Zerlyn sedikit terkejut ia baru mengetahui jika Alden bukanlah umat biasa walaupun Zerlyn sudah tau siapa Alden apalagi memiliki marga pengusaha terkenal dinegara X.


Zerlyn yang selalu penasaran, apalagi ia sendiri memiliki bidang usaha yang sudah terkenal, bahkan perusahaan besar memakai jasanya. Sangat mudah bagi Zerlyn sendiri mencari data informasi tentang Alden.


Belum tangan itu memutar knop, telinganya tidak sengaja mendengar keributan didalam. Jiwa penasarannya naik menjadi level 1, lantas daun telinganya menempelkan ke pintu VIP.


Zerlyn seolah melupakan ucapan perintahnya sendiri kepada anak buahnya yang sewaktu ia lontarkan waktu digudang saat itu. Sampai membuat salah satu diantara mereka mendekati Zerlyn yang tengah menguping.


"Nona." Panggil Jasper.


Zerlyn terlonjak kaget kemudian menoleh ke arah belakangnya serta mata itu menyipit dengan alis mengkerut. Tak ingin aksinya ada yang diketahui, Zerlyn mengelilingi ke setiap sudut lorong VIP.


"Semuanya aman Nona." Tukas Jasper seolah tau apa yang menjadi kekhwatiran dari Zerlyn.


"Hmmm.. Ada apa?."


"Nona jika ingin informasi itu, kami akan memberikannya langsung secara live apa yang terjadi didalam. Mengingat Nona sendiri yang meminta saya untuk melakukan tugas dari Nona." Jelas Jasper.


Zerlyn melongo mencerna ucapan dari Jasper "Ngomong apaan gak ngerti."


Pria jangkung bertubuh kekar itu menghela nafasnya kemudian menggeleng pelan ia berpikir ada apa dengan Zerlyn? Kenapa otaknya menjadi lemot?.


"Nona meminta saya untuk memasang Cctv serta alat perekam di setiap sudut ruangan Alden dirawat. Jadi, Nona tidak perlu melakukan hal seperti tadi."


"Akh, aku hampir melupakan hal itu." Ujar Zerlyn menjitak keningnya sendiri.


"Apa Nona masih mengingatnya?." Tanya Jasper kembali.


"Hmmm.. Sekarang pergilah, tetap awasi dari jarak aman segera kirim ke emailku." Perintah Zerlyn.


"Sudah saya melakukan Nyonya, mengingat cctv itu langsung terhubung dengan ponsel anda."


"Baiklah, kau boleh pergi ingat jangan sampai ceroboh."


"Baik, saya permisi." Pamit Jasper kemudian melangkah pergi dari hadapan Zerlyn.


Zerlyn segera mencari tempat persembunyian, matanya mengedar ke sekeliling namun sialnya tidak mendapatkan tempat yang dirasa aman. Kemudian, ia menatap dari jarak jauh melihat Jasper bersamaan dengan Julian tengah bersantai duduk sambil mata mereka tetap mengawasi.


Tak tinggal diam karena takut aksinya ketahuan Zerlyn melangkah buru buru kembali mendekati mereka.


"Apa ada masalah Nona?." Tukas Jasper kebingungan.


"Tidak ada, aku hanya mencari tempat persembunyian." Ujar Zerlyn dengan mata memandang kedepan.


"Bagiamana semuanya?." Sambung Zerlyn.


"Semuanya sudah terkontrol, aman seusai dengan apa yang Nona inginkan. Saya mendapat laporan dari Frans mengatakan jika informasi kejadian waktu kemarin tidak ada yang mengetahuinya. Meski baru beberapa kali bocor ke media, Frans mencari siapa dalangnya dan tak membutuhkan waktu lama Frans berhasil melacak keberadaannya. Saat ini orangnya masih berada di markas ThristyBlood."


"Namun, sepertinya Nona harus memastikannya kembali. Apalagi, maaf saya pribadi tidak tau mengenai hal itu, saya tidak tau orang itu siapa. Mungkin Nona bisa mengetahuinya." Jelas Jasper panjang lebar.


"Maksudnya apa? Apa yang kau katakan? Apa ada masalah besar?." Tanya Zerlyn.


"Tidak Nona, apa sebelumnya Nona sudah melihat rekaman video waktu digudang itu?." Jawab Jasper.


Zerlyn menggeleng pelan.


Jasper menarik nafasnya kemudian menatap Zerlyn disamping duduknya "Dalam video itu Frans melapor jika dia melihat sosok pria berseragam SMA KEMBANG 7 RUPA sedang menonton aksi tersebut."


Zerlyn terkejut lalu kemudian matanya melotot menatap mereka berdua "Selanjutnya apa yang terjadi?."


"Tenang Nona, selama seharian Frans sudah melacaknya dan berhasil menemukan pria itu. Dia yang mengatakan akan mengancam serta memberitahukan aksi kejahatan Nona kepada kepala sekolah, namun belum hal itu terjadi Frans sudah lebih dulu menangkapnya."


"Siapa orangnya?." Tanya Zerlyn menuntut penjelasan.


"Maaf saya tidak tau Nyonya." Jawab Jasper.


Zerlyn membuang nafasnya pikirannya tiba tiba menjadi kacau dan pusing.


"Hmmm.. Baiklah, aku pinjam mobilmu."


Jasper mengangguk kemudian menyerahkan kunci mobilnya kepada Zerlyn.


Zerlyn segera melangkah pergi sesaat setelah melihat pria tua itu sudah keluar dari ruangan Alden.


___


Tak ingin membuang waktu lebih lama, Zerlyn segera melangkah masuk.


CEKLEK!!!


Zerlyn tersenyum samar melihat Alden sudah terlihat segar, hanya saja menyisakan beberapa lebam serta luka dibeberapa titik.


Pandangannya mengedar ke setiap sudut ruangan, melihat beberapa benda yang tersimpan rapih dan objeknya sangat pas. Dalam hati Zerlyn tersenyum puas dengan pekerjaan anak buahnya begitu teliti sampai mereka tidak menyadari hal itu.


Kemudian langkahnya mendekati Alden, Alden melotot tajam menatap Zerlyn.


"Hai Alden." Sapa Zerlyn.


Alden tersenyum kecut sebenarnya ia sendiri malas untuk bertemu dengan Zerlyn. Apalagi Zerlynlah yang menyebabkan dirinya sampai masuk rumah sakit.


"Hallo Zerlyn." Sambut Alden.


"Bagaimana Alden?." Tanya Zerlyn.


"Seperti yang loe lihat." Jawab Alden acuh.


"Hmmm.. Luka seperti itu sepertinya bagi loe bukanlah hal yang biasa?." Tebak Zerlyn.


"Menurut loe?."


Zerlyn terkekeh "Seandainya gue bisa bunuh loe langsung ditempat, rasanya pasti akan menyenangkan."


"Kenapa? Apa hati loe masih ada rasa peduli?." Ujar Alden tersenyum miring.


"Peduli? Sepertinya otak loe sedikit geser sekarang." Tukas Zerlyn membantah keras.


"Loe boleh menang kali ini, tapi bersiaplah loe gak akan bisa lolos lagi dari gue Zerlyn."


"Oh ya? Perlu gue minta buktinya?."


"Gue sudah menyebarkan video itu dalam akun pribadi, orang terpenting didunia bersiap akan selalu meneror loe kapanpun itu."


Zerlyn terdiam sesaat mendengar kata 'meneror' yang kemudian teringat kembali dengan kejadian waktu tadi pagi.


"Termasuk buket bunga rose hitam?."


"Otak loe tidak bodoh dan bego! Loe tau sendiri jawabannya apa tanpa perlu mengatakan hal itu." Ujar Alden sedikit terkejut menurutnya saat mencerna ucapan Zerlyn, Alden tidak menyuruh siapapun termasuk memberikan buket bunga padanya.


"Akh, tapi asal perlu loe tau video itu seluruhnya sudah gue hapus. Tidak ada sisa sedikitpun termasuk dalam akun pribadi loe Alden Leonard Wesley." Jelas Zerlyn dengan menekan kata kepanjangan nama Alden.


Alden terkejut bagaimana bisa Zerlyn tau nama kepanjangannya? Tapi darimana? Batin Alden kebingungan.


"Darimana loe tau nama itu!." Desis Alden geram.


"Kenapa? Loe merasa?."


"KATAKAN! SIALAN!." Bentak Alden emosi.


Zerlyn tersenyum kecut kemudian ponselnya berdering, segera ia mengambilnya yang tersimpan dalam jaket kulit hitam.


"Hallo."


"..."


"Hmmm.. Baik aku kesana sekarang."


Zerlyn segera keluar ruangan, tanpa pamit dan permisi meninggalkan Alden dengan emosi dalam dadanya.


🌿🌿🌿🌿