KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
JAGOAN NEON BERKUMPUL 2



Bibirnya tersenyum sinis, tidak menghiraukan teriakan bak orang gila didepannya. Lantas kemudian Zerlyn membenarkan posisinya menjadi berdiri tepat di depan mereka.


"Biarkan aku bermain main sedikit, jangan menghalangi langkahku Fhai. Katakan saja pada anak buah ThristyBlood untuk segera menyerang mereka dengan trik licik sekalipun yang berada dititik A dan B."


"Baik Nona, saya sudah menyelesaikan seluruhnya serta meretas Cctv tentang berita hari ini yang mengabarkan tentang penyerangan dihotel X."


"Untuk masalah terkait pernikahan anda yang sudah tersebar dimedia sampai terdengar ke negara A saya tidak menghapusnya, itu tergantung anda dan kembali ke Tn.Edgar sendiri Nona." Jelas Fhai.


"Kerja bagus Fhai, dengan begini Ny.Hellen tidak akan murka dan drop kembali saat mendengar kabar buruk tentang hotel X. Dan untuk info itu, biarkan saja Fhai yang terpenting jangan sampai berdampak keperusahaan A. Apa kau sudah mencari siapa orangnya?."


"Semuanya sudah selesai Nona tidak perlu memikirkan apapun soal permasalahan itu. Saya bersama Frans sudah menyelesaikannya, hanya tinggal membereskan di titik lokasi A dan B."


"Bagus!! Kau tidak perlu ikut campur kali ini, aku tidak ingin Edgar curiga padaku. Kau bersama Frans bagi tugas melawan mereka tanpa sepengetahuan dari musuh."


"Tapi Nona..--"


"Ikuti perintahku Fhai!."


"Baik, jika membutuhkan saya hubungi langsung Nona."


"Hmmm."


**


Slade bangun dari posisinya kemudian berjalan tertatih dengan tangan terbalut robekan kain segera mendelat ke arah Zerlyn.


"Hallo Nona Zerlyn. Rupanya anda berada disini sejak tadi?."


"Ekh, hallo Tuan!! Anda benar sekali, tebakan yang bagus. Apa anda ini seorang dukun?." Tanya Zerlyn terkekeh.


Slade tersenyum samar menatap Zerlyn dengan intens dari sorot matanya Slade menebak jika Zerlyn seperti wanita pada umumnya, hanya saja memiliki keberanian yang tinggi.


Lantas Slade menoleh kebelakang untuk menatap Edgar sekilas, lalu kembali menatap Zerlyn di depannya.


"Hei, Ed apa Nona ini adalah istrimu?." Tebak Slade dengan menunjuk ke arah Zerlyn.


Edgar tersenyum sinis "Baji@ sepertimu tidak pantas menyentuh yang bukan milikmu!."


"Siapa bilang Ed aku tidak bisa menyentuhnya? Aku bahkan bisa sedikit mencicipi tubuh istri cantikmu, dan sepertinya istrimu.. Hmm.. Masih gadis Ed."


"Bukankah begitu Nona manis." Ucap Slade dengan tangannya yang akan menyentuh dagunya, namun Zerlyn kemudian menepis dengan kasar.


BUGGH!!!


ARRGHHHH!!!


BRRAKKKK!!


Zerlyn kemudian berjalan mendekati Slade yang terbanting diatas meja, lalu mencengkram kuat kemeja putih yang digunakan Slade sampai Slade meringis menahan nafas yang terasa sesak.


"BERHENTI MENYENTUHKU BODOH!." Bentak Zerlyn kemudian kembali memukulnya hingga keras.


BUUGGHHH!!


BUGGHH!!


KRAAKK!!


Slade memuntahkan darah segar tepat didepan Edgar, Ken, Miller serta Tn.Elmato. Berkali kali mereka merasakan ngilu dan miris secara bersamaan apalagi saat mendengar suara tulang yang retak.


Bibir mereka tak hentinya mengoceh tidak jelas, umpatan kasar lolos keluar begitu saja.


"Oh!!Shi@!."


"Nasib yang naas, tapi setimpal dengan rasa yang nikmat!!."


"Tak kusangka selain istrimu cantik ternyata dugaanku benar, Nona jelmaan iblis sepertimu Ed."


"Dan benar faktanya jika Nona seperti memiliki keahlian bela diri yang tinggi."


"Benar Ken, dari sorot matanya tidak ada gurat ketakutan. Dan mengenai pidato itu, aku bahkan sendiri sampai sekarang tidak bisa melupakannya."


Edgar diam mencerna ucapan dari mereka yang membenarkan adanya. Namun disisi lain, Edgar bingung dengan identitas asli dari Zerlyn itu sendiri meskipun Edgar mengakui jika Zerlyn sangat hebat mengikuti peran sandiwaranya.


**


Zerlyn tersenyum puas melihat Slade terkapar mengenaskan kemudian beralih menatap anak buahnya. Mereka terkejut melihat bossnya sudah tewas.


Anak buahnya kemudian mengepung Zerlyn yang saat ini posisinya berada ditengah tengah mereka.


"Astaga Zerlyn!." Teriak Tn.Elmato panik ingin membantunya namun mengingat tali yang melekat ditubuhnya sangatlah kuat.


"Ayo!! Nona semangat!!." Teriak Miller terkekeh geli.


Edgar sontak melototkan matanya menatap Miller, Miller menggerakkan bahunya acuh.


Zerlyn mendengar ucapan absurd dari mereka tersenyum kecut, kemudian segera membasmi anak buah Slade. Menangkis, melawan, menghindar, serta memberikan bogeman cinta, meninju dengan tangan kosong meski tangannya terluka parah Zerlyn tak memperdulikan hal itu.


"Wow!! Ayo Nona lebih semangat lagi!!." Teriak Miller kembali yang heboh melihat adrenalin didepannya. Miller sangat kagum dengan gerakan dari Zerlyn yang begitu gesit saat musuh berusaha meninjunya, namun Zerlyn bisa menangkisnya dengan cepat.


Tn.Elmato berkali kali harus menutup matanya dan berusaha menulikan telinga saat mendengar suara yang membuatnya ngilu.


"Hei Miller daripada kau berisik, lebih baik kau membantuku!!." Bentak Zerlyn yang kelelahan membasmi anak buah Slade, dadanya kembang kempis naik turun menghirup udara sebanyak banyaknya untuk paru paru yang terasa kering. Keringatnya mengucur deras.


"Membantu bagaimana? Apa Nona tidak melihatku? Aku bahkan sangat kesusahan melepas tali sialan ini." Teriak Miller.


"Melepas Jal@ kau sangat gampang, tapi untuk melepas seperti itu saja kau lemah!." Ciber Ken mendelik sinis.


"Hei Ken, kau selalu saja membahas para kekasihku. Apa kau iri denganku? Sedangkan kau saja tidak laku laku." Ucap Miller dengan tertawa keras.


"Kalian selalu saja berdebat yang tidak penting! Lihat Zerlyn dia sampai kesulitan, harusnya kalian membantu bukan membicarakan omong kosong!." Bentak Tn.Elmato yang sudah geram dengan keduanya.


Keduanya langsung diam, lantas Ken sekilas melirik ke arah Edgar dan melihat Edgar mengangguk pelan. Akhirnya mereka memiliki ide gila untuk melepas tali yang melilit ditubuhnya.


Awalnya Ken kesusahan dan gagal, namun Ken tidak putus asa. Mencoba lagi dan lagi akhirnya berhasil melepas ikatan tali itu, kemudian membantu Edgar, Miller serta Tn.Elmato.


Pas disaat mereka sudah bisa bernafas, Edgar segera mengambil senjata miliknya bertepatan saat Zerlyn sudah tidak bisa melawan anak buah Slade.


DORRR!!!


DORRR!!!


Zerlyn terkejut kemudian menatap Edgar yang tengah berdiri tangannya memegang senjata api serta ikatan tali itu ternyata sudah terlepas. Dan disaat Edgar akan kembali menembak Zerlyn segera menahannya.


"Tuan! Stop! Jangan bunuh mereka semua sisakan empat, selain itu Tuan bebas ingin mencincang dagingnya tidak masalah buat saya." Tegur Zerlyn.


Semuanya terkejut mendengar teguran dari Zerlyn, tidak memahami arti maksudnya.


"Apa maksudmu Hah! Berani kau mengaturku! Mereka telah membunuh semua anak buahku!." Bentak Edgar.


"Ya! Saya tau, tapi ini bukan waktu yang tepat! Mereka adalah anggota inti dari Harvey, Wesley, serta Lemos. Mereka semua sama! Tapi memiliki ciri yang berbeda." Jelas Zerlyn.


"Apa? Lemos?." Tanya Tn.Elmato melotot tajam.


Zerlyn mengangguk "Sekarang kita kelokasi titik A dan B. Mansion saat ini sedang dikepung oleh beberapa anggota lainnya. Untuk sekarang saya belum bisa menjelaskannya, waktu yang sangat darurat."


"Biarkan saya pergi ke titik A dan Tuan, serta Ken, Miller, Tn.Elmato pergilah ke titik B. Ny.Hellen, Clara serta Ezra berada disana markas Slade, Wesley. Mereka saat ini membutuhkan bantuan kalian." Jelas Zerlyn dengan memberinya arahan.


"Kau memiliki hak apa Hah?? Sampai dengan beraninya merintahku?." Sinis Edgar.


"Tuan, apa yang dikatakan Nona itu benar. Kita harus bergerak cepat sebelum anak buah yang lainnya membunuh Nyonya serta yang lainnya." Tegur Ken.


"Pantas saja anak buah Varessham tidak datang membantu, rupanya mereka menyerang dimansion." Gumam Miller.


"Apa istriku baik baik saja Zerlyn?." Tanya Tn.Elmato.


"Maaf Pah, mengenai kabar itu saya tidak tau." Jawab Zerlyn.


"Tuan, saya akan pergi melindungi yang lain di titik A, kalian pergilah ke titik B. Miller apa kau membawa motormu?."


Miller mengangguk kemudian memberikan kunci motornya "Berhati hatilah Nona."


Zerlyn lantas mengambil kunci motor ditangan Miller lantas menatap Edgar didepannya.


"Tuan, saya ijin pamit." Ucapnya kemudian memungut senjata api laras panjang serta genggam yang teronggok didekat kakinya.


"Apa segitu miskinnya dirimu?." Cibir Edgar.


"Sudah tau kenapa harus bertanya?." Tukas Zerlyn lalu melangkahkan kakinya untuk pergi keluar gedung.


Edgar sendiri merasa tak yakin dengan semuanya, sampai Edgar belum bisa mencerna setiap ucapan yang Zerlyn lontarkan. Kenapa, mengapa, pertanyaan itu sukses membuat otaknya berdenyut pening.


Hatinya tak mampu menolak ataupun mencegah aksi Zerlyn yang akan melindungi mansion Varessham. Entah hal apa Edgar sampai tidak bisa berkata apapun, entah karna kejadian tadi yang mengetahui jika Zerlyn mampu melindungi dirinya sendiri atau entah ada hal lain yang Edgar pikirkan.