
Entah kenapa hatinya begitu gelisah semenjak kepergian dari istrinya, Zerlyn. Membuat jiwanya menjadi hampa dan sepi.
Biasanya yang selalu menemaninya tidur walaupun cuma beralaskan kapret berbulu. Namun terkadang Edgar selalu melihat wajah tenangnya saat terlelap dalam mimpi.
Sikap yang keras kepala, sulit diatur, pembangkang itulah ciri dari Zerlyn. Dan Edgar tau akan sifatnya seperti itu, tetapi Edgar baru mengetahui jika Zerlyn memiliki sifat yang sangat bertolak belakang.
Hal itu terbukti saat dirinya baru memasuki mansion melihat seluruh maid ketika menyambutnya dengan wajah terlihat murung walaupun kepala mereka menunduk, tapi Edgar bisa menebaknya dengan mudah.
Apalagi saat Tn.Elmato yang juga terlihat sedikit kecewa dari raut wajahnya.
"Baru pulang? Dari mana saja?." Tanya Tn.Elmato.
"Markas." Jawab Edgar berlalu pergi.
"Tunggu! Papah belum selesai bicara." Tukas Tn.Elmato langsung menghentikkan langkahnya.
Edgar berbalik lalu menoleh kearah Tn.Elmato "Apa?."
"Apa benar Zerlyn pergi keluar kota bersama temannya dan sudah meminta izin denganmu?." Mata Tn.Elmato menatap Edgar secara intens.
"Sial! Ternyata sibocil itu benar benar pergi!." Batin Edgar geram.
Sejenak Edgar diam, ia bingung harus menjawab apa dan mencari alasan agar Tn.Elmato percaya padanya.
"Hmmm.. Ia pah, dan aku ga tau berapa hari dia liburan."
"Keluar kota mana? Vila, hotel, apartemen dalam acara apa? Dan siapa nama temannya?." Tanya Tn.Elmato kembali dengan mengintrogasinya.
"Pah! Sudahlah aku lelah, aku ingin istrhat." Balas Edgar acuh.
"Apa kau ada masalah dengannya? Mau sampai kapan kau akan menyembunyikannya dari papah?."
"Maksud papah apa? Menyembunyikan soal apa?." Tanya Edgar geram dan sedikit terkejut.
"Hubunganmu dengan Zerlyn! Kau tidak lihat Hellen kondisinya sekarang? Dia seperti orang gila, tidak mau makan, tidur. Dan kau! Kau malah keluar, pergi tidak jelas ditambah perusahaan kacau karna ulahmu!."
"Papah tidak mempermasalahkan jika perusahaan kacau karna kau mencari mereka, tapi ini? Tidak jelas!." Sambung Tn.Elmato menggerutu kesal.
"Pah, aku harus mencari kemana lagi? Bahkan seluruh dunia sudah aku cari sampai ke pelosok terkecil sekalipun!."
"Apa seperti ini putra papah? Apa sekarang kekuatannya sudah melemah? Apa tidak malu jika seluruh dunia tau bahwa seorang penerus Varessham kabarnya menghilang? Dan sampai saat ini belum ditemukan jejaknya? Mau disimpan dimana muka papah? Papah sangat malu Edgar!." Bentak Tn.Elmato memijat kepalanya yang terasa berdenyut.
"Maksud?." Alis Edgar mengkerut bingung.
"Kabarnya, ada yang meliput dan mengetahui kabar buruk itu. Papah berusaha untuk menyimpannya dengan rapat agar tidak bocor ke media, itupun hanya satu kali terjadi. Dan baru saja akan menyampaikan beritanya, namun tak lama berita itu sudah menghilang. Papah bingung, tidak tau siapa yang melakukannya."
"Termasuk berita mengenai kasus insiden di hotel waktu itu? Padahal sudah jelas media, kamera, wartawan banyak yang meliput. Tapi, tidak ada satupun berita mengenai penembakan itu. Kecuali berita tentangku dan Zerlyn." Tebak Edgar.
"Ya, kau benar Hellen juga awalnya sangat syok mengenai hotelnya harus terpuruk kembali. Dan takut jika citranya semakin buruk, namun sesaat menunggu selama satu hari Hellen terus bertanya kenapa berita itu tidak muncul? Akhirnya, salah satu anak buah Varessham mengatakan jika berita sudah ada yang meretasnya secara otomatis."
"Dan sesaat setelah aku pergi ke markas Wesley, benar apa yang dikatakan Zerlyn. Jika mamah terikat dengan tali seorang diri tapi aku tidak melihat yang lain. Dan anehnya anak buah Slade keseluruhannya sudah tewas. Begitupun juga kabar mengenai hotel disaat akan membereskan kekacauan, aku tidak menemukan apapun semuanya selesai bahkan tidak adak jejak sedikitpun."
"Dan disaat kau akan membunuh anak buah Wesley Zerlyn menahannya dia berkata..--"
"Harvey, Wesley, dan Lemos."
"Tidak tau pah." Jawab Edgar.
"Kau sudah menintrogasinya? Bukankah itu semuanya sama Ed?."
"Zerlyn tidak mengatakan apapun."
"Maksudmu? Zerlyn kau bawa ke markas?." Tanya Tn.Elmato terkejut.
Edgar mengangguk membenarkan.
"Apa kau sudah gila sekarang Hah?!." Bentak Tn.Elmato geram.
"Zerlyn bahkan sangat menyukai tempat seperti itu, dari gurat wajahnya tidak ada ketakutan sedikitpun. Akan tetapi, Zerlyn malah menampar Marrie dengan kuat." Cerita Edgar mengenang waktu di markasnya.
"Marrie? Siapa lagi yang kau maksud? Dia selingkuhanmu? Apa kau tidak puas sudah mempermainkan perasaan Zerlyn setelah Arlyn Ed?." Tuduh Tn.Elmato.
"Pah! Wanita sialan itu yang sudah memberikan obat kedalam minuman waktu dihotel, dia yang meyamar sebagai Maid berkat perintah dari Zerlyn melalui Ken. Bahkan Marrie tau jika dia mengatakan kalau Zerlyn ketua dari ThristyBlood." Bentak Edgar.
"Apa ThristyBlood? Ed kau tau tentang mafia yang dipimpin seorang wanita?."
Edgar melongo tidak mengerti, ucapan Tn.Elmato membuat Edgar menjadi ambigu.
Tn.Elmato menjitak keningnya sendiri "ThristyBlood adalah mafia terkuat dan memiliki kekuasaan tertinggi dikota A dan B yang konon juga katanya termasuk MrZ. Banyak perusahaan besar diberbagai negara berkerjasama dengannya. Berkat bantuan darinya, saham perusahaan semakin naik, sistem keamanananya juga semakin kuat sampai tidak bisa diretas dan sertai memiliki perlindungan yang berlapis."
"Termasuk perusahaan Varessham?." Tebak Edgar.
Tn.Elmato mengangguk "Aku sangat penasaran Ed."
"Bukankah anggota ThristyBlood sedikit hanya memiliki sekitar 200 anggota? Dan sampai sekarang tidak ada yang mengetahui keberadaannya? Bahkan data datanya menghilang seperti perusahaan DXA dinegara A. Apakah mengalami nasib yang sama?."
"Kau masih ingat dengan sambutan Zerlyn saat dihotel X dan waktu disekolah saat mengadakan lomba dengan SMA KEMBANG KANBOJA waktu kita diluar negri Ed? Sambutannya sangat lancar dan aura dalam jiwanya seperti seorang pemimpin sangat tegas dan tidak ada kegugupan dalam nada bicaranya."
"Ya papah benar, bahkan Zerlyn selalu menggunakan Walkie Talkie ditelinganya. Saat ditanya pun Zerlyn selalu mengelak dan beralasan, tapi Marrie mengatakan hal yang berbeda..--"
"Ed! Marrie adalah musuh dari Lemos, kau percaya dengan kata kata hasutannya? Apa jangan katakan jika Zerlyn keluar kota adalah alasannya untuk pergi jauh darimu?." Tebak Tn.Elmato.
Edgar hanya menunduk tidak berani menatap secara intens. Dalam ucapannya Edgar memang membenarkan hatinya terasa sesal dan menyesal, bahkan mulutnya sendiri mengatakan jika masih mencintai Arlyn.
"Jangan katakan jika kau jugalah yang mengatakan masih mencintai Arlyn! Papah tidak menyangka kau terhasut oleh ucapan busuknya!." Tebak Tn.Elmato yang seolah bisa membaca pikiran Edgar.
"Maaf Pah!!." Lirih Edgar yang mulai bingung dengan pikirannya.
Tn.Elmato tak menggubris lantas segera berlari kekamar utama milikknya, Edgar segera mengikutinya dari belakang.
"Pah, papah mencari apa?." Tanya Edgar melihat Tn.Elmato seperti maling.
"Panggilkan Maid, Ken serta beberapa pengawal waktu dihotel X serta Gedung XX." Perintah Tn.Elmato.
"Untuk apa pah?." Tanya Edgar.
"Sudah cepat panggilkan!." Jawab Tn.Elmato yang masih sibuk mengumpulkan berkas milik Zerlyn sepertinya tertinggal saat Zerlyn terburu buru.
Edgar acuh dan tidak mengerti namun akhirnya menurut lantas segera menekan tombol darurat.