KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
PRAT2



Acara itu sangat mewah, banyak kolega bisnis dari Varessham yang ikut hadir kesan glamour terlihat begitu jelas. Serta kamera yang menyorot diberbagai sudut, wartawan sikepo dengan sigap berdiri menunggu antrian.


Membuat Zerlyn sedikit pusing tidak bisa mengontrol situasi dengan baik hingga memutuskan untuk ketoilet sejenak.


"Mah, Zerlyn ijin ke toilet sebentar." Pamit Zerlyn kepada Ny.Hellen yang berada disampingnya.


"Tapi, jangan lama lama yah." Tegur Ny.Hellen.


Zerlyn mengangguk kemudian bergegas pergi membuat Edgar menatapnya kebingungan.


"Toilet sebentar Ed." Tukas Ny.Hellen seolah tau jika Edgar sedang memperhatikannya.


**


Zerlyn membelokan langkahnya menuju tempat aman dan sepi yang jauh dari jangkauan cctv serta pengawal Varessham. Penjagaan yang begitu ketat membuat Zerlyn sedikit kesusahan melancarkan aksinya.


Dirasa aman, sejenak ia mengatur nafasnya kemudian menekan Earphone Walkie Talkie ditelinganya.


"Fhai, aku sudah ada ditempat."


"Baik Nona."


Tak menunggu lama, Fhai segera datang dengan pergerakkan hati hati agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pengawasan mata tajam milik para pengawal disetiap sudut hotel. Diluar bahkan dalam gedung tak lepas dari penjagaan mereka.


"Bagaimana tentang laporan itu Fhai?." Tanya Zerlyn.


Fhai mematung menatap Zerlyn tak berkedip mencermati setiap inci tubuhnya dan Fhai mengakui jika malam ini Zerlyn sangat cantik. Meski tidak terlalu terkesan glmaour baik dari makeup, dan gaun yang digunakannya terlihat cocok dengan postur tubuh ramping serta kaki jenjangnya.


"Semuanya aman sampai ujung gedung pengawalan dari Varessham. Jadi, saya tidak perlu sampai mengeluarkan anggota inti dari ThristyBlood. Namun, perlu saya garis bawahi, berhati hatilah dengan ciri orang seperti ini mereka bisa lolos dari pengawan karna aksinya begitu licin dan licik." Jelas Fhai seraya menunjukan beberapa foto dilayar ponsel miliknya.


Zerlyn segera mencermati foto itu secara teliti dari mulai ujung rambut dan ujung kakinya.


"Kenapa bisa? Bukankah kau sendiri yang mengatakan pengawalan itu sangat ketat?."


"Mereka menyamar sebagai Maid Nona dan apa anda sudah tau mengenai kabar mengenai LEMOS?."


"Tidak? Tapi, aku mengenali dari sidik jari mereka saat berada didalam lift."


"Ada salah satu anak buahnya yang menyamar sebagai Maid serta satunya lagi sebagai tamu kolega bisnis dari Varessham. Dia LISON JOHNSTONE." Fhai kembali mengarahkan ciri cirinya kepada Zerlyn.


Zerlyn mengangguk mengerti. "Apa penjelasan maid yang tadi itu adalah anak buah dari Lison?." Tebak Zerlyn.


"Anda benar, tujuan mereka meneliti project yang ZN2 serta Varessham kerjakan saat ini dan ingin mengetahui kabar tentang pernikahan rahasia anda."


"Project? Project tentang apa?." Tanya Zerlyn kebingungan namun sekilas pikirannya kembali teringat dengan ucapan Frans waktu itu.


"Pembuatan sebuah Mall terbesar dipusat kota B yang termasuk wilayah LEMOS."


"Termasuk perusahaan cabangnya?."


Fhai mengangguk membenarkan "Mengenai identitas anda sendiri maaf Nona saya tidak bisa menjaminnya kali ini." Sesal Fhai.


"Why?."


"Mengingat begitu banyak kamera serta wartawan yang meliput. Anggota inti pasti tidak akan sampai menghapus seluruhnya apalagi gedung ini memiliki cctv tingkat tinggi, akan sangat kesulitan nantinya."


"Aku sudah pasrah Fhai, menutupi juga terkadang mereka masih saja menyerangku." Ujar Zerlyn dengan dongkol.


Fhai tersenyum kecut dari wajah Zerlyn bisa terlihat jelas jika memang saat ini ucapannya benar mengakui adanya.


"Dimana Frans?." Tanya Zerlyn.


"Didalam gedung Nona, ada apa?." Jawab Fhai.


"Aku ingin menanyakan soal foto waktu kemarin Fhai, aku tidak sempat menanyakannya."


"Foto mengenai sebuah keluarga beserta bocah sekitar umur 5 tahun?." Tebak Fhai.


Zerlyn mengangguk antusias "Benar, kau mengetahuinya?."


"Polesan? Apa maksudmu?."


"Cuci foto itu kembali." Ucap Fhai.


"Boleh saya tau siapa mereka Nona?." Tanya Fhai memicingkan matanya menatap Zerlyn dengan lekat.


"Yang aku tau dia MILLIE beserta STELLA yang waktu itu pernah kau temui dirumah sakit." Jawab Zerlyn.


Fhai diam sejenak untuk mengingat waktu kejadian dirumah sakit. Fhai berpura pura menjadi sahabat saat masa sd nya dulu dengan Stella. Terdengar konyol memang, tapi tidak ada pilihan lain sampai Fhai akhirnya mengangguk setuju dengan ide konyol dari Zerlyn.


"Akh, yah!! Saya baru mengingatnya Nona. Bukankah mereka kerabat dari DXA GROUP? Dan mengenai suaminya selingkuh dan memilih wanita lain bernama NELMA itu?." Tebak Fhai.


"Hmmm.. Benar Fhai, aku sendiri bingung mengenai siapa Nelma, Millie serta hubungannya dengan DXA group. Semua informasi tentang mereka sangat minim apalagi Nelma datanya saja tidak ada, sedangkan DXA itu sendiri yang kutahu gedung perusahaannya dijaga ketat." Cerita Zerlyn sedikit dongkol dan kesal.


Fhai mengangguk membenarkan kemudian membuang nafasnya "Setau saya, DXA adalah perusahaan terbesar dinegara A yang berurut nomor dua setelah ZN GROUP. Sudah berbagai perusahaan besar ikut kerjasama dan bergabung serta menanamkan saham tertinggi sampai DXA mengalahkan ZN. Namun itu tidak bertahan lama saat..--"


"Grayson menghancurkan perusahaan DXA serta mencuri sahamnya sampai bangkrut?." Potong Zerlyn.


"Ya, sampai saat ini perusahaan Grayson sendiri mengalami krisis sampai meminta bantuan kepada anda."


"Melalui kontrak kerjasama serta masuk kedalam email itu? Ckk!! Seperti pengemis."


Fhai tersenyum samar mendengar umpatan Zerlyn yang seakan sudah muak "Namun semuanya kini berbeda saat Grayson meminta bantuan lewat Lemos."


"Huhh?? Kau tau info itu dari mana Fhai?."


"Frans Nona. Frans selalu detail mencari data informasi di sekeliling anda siapa yang berniat mencelakai nyawa anda, termasuk hal lainnya. Frans selalu sigap terdepan melindungi anda, hanya saja Frans sepertinya belum sempat mengatakannya kepada Anda. Bahkan Frans rela tidak tidur seharian hanya terobsesi mencarinya dengan sangat sempurna."


"Aku bahkan tidak pernah menyuruhnya sampai sedetail itu Fhai?."


"Itulah Frans Nona. Dari dulu Frans masih aktip mengaktifkan ThristyBlood meski Nona sendiri yang meminta menguburnya. Namun tidak bagi Frans."


Zerlyn mengangguk "Baiklah, kabari aku jika ada apapun itu Fhai."


"Baik Nona, berhati hatilah musuh kali ini berkeliaran bebas mencari mangsanya." Tegur Fhai mengingatkan.


Zerlyn kembali mengangguk kemudian dirasa tempatnya masih aman Zerlyn segera melangkah keluar dengan berjalan santai seolah tidak terjadi apapun.


**


Langkahnya terhenti tepat disamping Ny.Hellen dan berpura pura tersenyum namun masih terlihat kaku. Sekilas, matanya menatap kesamping Edgar melihat wanita cantik merangkul mesra tangannya. Namun berbeda dengan Edgar yang seolah risih dan enggan.


"Akh ternyata kau sudah kembali Zerlyn, baiklah perkenalkan ini Daffa perusahaan dari Wesley. Daff, perkenalkan ini Zerlyn istri Edgar, gimana cantik kan?." Sapa Ny.Hellen seraya memperkenalkannya tak lupa memuji kecantikan dari Zerlyn.


"Wow!! Sangat Cantik sekali Ny.Hellen. Hallo Nona Zerlyn, perkenalkan nama saya Daffa." Sapa Tn.Daff memperkenalkan dirinya, meski ia sendiri sudah tau mengenai Zerlyn.


"Hallo Tuan, saya Zerlyn." Sambut Zelryn seraya menyambut uluran tangan Tn.Daff.


"Ed, apa itu istrimu? Sepertinya masih dibawah umur sekali, apa kau menikahi bocil? Akh, jangan - jangan kau sudah tidak laku lagi sampai harus menikahi gadis seperti dia?." Sinis Arlyn menilai penampilan dari Zerlyn dari atas sampai bawah, dalam hatinya sedikit iri apalagi saat ini Zerlyn memakai gaun dress terbaik yang harganya fantastis.


"Perkataanmu seolah benar Nona Arlyn, bahkan sepertinya hanya Nona yang pantas untuk Tuan muda Edgar." Timpal Tn.Daff terkekeh pelan.


Ny.Hellen geram melihat hiled ceket yang terus saja menggoda Edgar. Apalagi saat mendengar Tn.Daff malah justru mendukungnya. Kemudian, tangan Ny.Hellen menyenggol siku Zerlyn lantas Zerlyn menoleh melihat Ny.Hellen seperti sedang menahan emosi dalam dadanya, Zerlyn hanya menggeleng pelan tidak peduli dengan kode lirikan darinya.


"Sangat tepat, namun sungguh sangat disayangkan Edgar malah memilih selingkuh dan menikahi bocil." Pekik Arlyn menaikkan suaranya membuat para tamu langsung menoleh ke arah mereka.


"Tidak perlu ikut campur urusan pribadiku!." Geram Edgar menahan emosinya ingin menghempaskan dengan kasar tangan Arlyn yang sejak tadi terus merangkulnya. Edgar tidak ingin merusak imagenya didepan publik, walaupun seluruhnya sudah tau siapa dirinya.


"Aku tau, kau masih mencintaiku kan Ed? Demi melupakan aku kau sampai rela menikahi bocil seperti dia." Tuduh Arlyn yang membuat Edgar semakin tak kuasa menahan emosinya


"Menjauh dariku!." Edgar menatap tajam Arlyn disampingnya, sontak membuat Arlyn melepaskan rangkulan tangannya dan menjauh dari Edgar meski itu hanya sejenak.


"Aku kembali lagi nanti sayang." Bisik Arlyn seraya menggoda Edgar kemudian berjalan menjauh.


🌿🌿🌿🌿