KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
PROBLEMAS QUE AÚN CONTINUAN CAPÍTULO DIECISIETE



Bibirnya sejak tadi berkomat kamit tidak jelas, sekilas terdengar seperti sumpah serapah serta tak hentinya mengutuk Edgar.


Ya, saat ini Zerlyn tengah menikmati hukuman dari Edgar yang ia berikan untuknya akibat kejadian waktu di markas milik Edgar dengan lancang dan beraninya Zerlyn memasuki area tempat pribadinya.


"Huhh!! Menyebalkan!." Gerutu Zerlyn melemparkan sikat ditangannya dengan sembarangan hingga sikat itu terpental dan mengenai keningnya sendiri.


"AWw!!! Aduhh!! ****!." Umpat Zerlyn mengaduh kesakitan lalu mengusap keningnya.


Tak lama, Edgar memasuki kamar mandi dan sudah bertelanjang dada yang hanya memakai handuk sebatas pinggang.


"Kenapa berhenti?." Tanya Edgar melihat Zerlyn tengah mengusap kening serta bibir itu tak hentinya meringis pelan.


Zerlyn berbalik dan sedetik kemudian berteriak melihat Edgar bertelanjang dada memperlihatkan bentuk tubuhnya.


"Arghhh!!! Tuan kenapa tidak pakai baju?." Tanya Zerlyn menutup mata dengan kedua telapak tangannya.


"Saya mau mandi! Cepat selesaikan pekerjaanmu! Dan gunakan ini!." Tangan Edgar memberikan penggosok kepada Zerlyn.


Zerlyn meraba kemudian menyentuh benda pemberian dari Edgar. Pikirannya berkecamuk kenapa benda itu keras? Batin Zerlyn.


"Buka matamu!." Ucap Edgar melihat Zerlyn yang sejak tadi masih menutup matanya.


Perlahan, Zerlyn membuka matanya dan menatap benda didalam genggaman tangan seperti penggosok punggung.


"Jangan lelet! Cepat gosok lalu pijat punggungku!." Perintah Edgar yang sudah masuk kedalam bathUp.


"Tapi Tuan saya tidak bisa menggosok apalagi memijat?." Tanya Zerlyn risih dengan perintah dari Edgar yang selalu mencari cara untuk menghukumnya.


"Jangan banyak tanya! Dan jangan banyak alasan! Cepat kerjakan!." Bentak Edgar tidak ingin mendengar alasan apapun lagi dari Zerlyn.


Mau tak mau Zerlyn akhirnya mengalah dan menuruti perintah dari Edgar.


___


Zerlyn meregangkan otot ototnya yang kaku, kemudian keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan hukumannya.


Sejenak ia melihat Edgar tengah berbaring dengan lelap, Zerlyn berpikir mungkin sudah tidur dan menjemput alam mimpinya.


Tak ingin membuang kesempatan, Zerlyn segera mengambil laptop miliknya yang ia sembunyikan ditempat aman versi menurut Zerlyn itu sendiri.


Disaat membuka laptopnya, Zerlyn sedikit terkejut baru saja akan mengecek ia sudah melihat ribuan email yang masuk, hal itu wajar mengingat beberapa akhir ini Zerlyn sangat malas apalagi harus dengan mencuri waktu senggang sangatlah tidak mudah. Berbeda seperti di waktu yang dulu.


Padahal, itu adalah pekerjaan sampingannya memegang kendali saham perusahaan, menjaga berbagai kode rahasia milik perusahaan itu sendiri.


Menjadikannya seperti ini bukanlah atas dasar kemauannya, mengingat Zerlyn harus banyak mengorbankan waktunya serta melindungi nama baik sebuah perusahaan di Australia.


Perusahaan yang memiliki nama ZN GROUP sebuah perusahaan ternama serta terbesar di negara A tersebut. Semua sudah mengetahuinya mengingat ZN adalah perusahaan yang sangat terkenal, memiliki banyak cabang termasuk negara Indonesia. Hanya saja tidak tahu siapa pemiliknya hingga saat ini masih menjadi misteri.


Yang sepertinya selalu bekerja dibalik layar, serta memburu nama MrZ itu sendiri. Setiap deretan nama nama perusahaan besar, sudah tau siapa MrZ.


Ya, dialah hacker raksasa terkenal yang melindungi data data kepemilikan kode rahasia milik perusahaan. Tidak ada yang tau seperti apa rupa dari MrZ tersebut, namun jika diminta bantuan selalu ada di posisi terdepan.


Tak terkecuali jika ada yang berniat ingin menjatuhkan nama rivalnya, MrZ tidak akan pernah mau membantunya apalagi memberikan kode rahasia tersebut.


___


Pagi hari yang seperti rutintas biasa, Zerlyn sibuk dengan dunia bukan Versi aslinya. Ya, sibuk menyiapkan segala keperluan dari Edgar dan sejenak melupakan pekerjaan di mansionnya.


Mengingat sekarang ada Ny.Hellen, mengetahui jika Zerlyn bekerja dimansion pasti akan sangat marah besar. Dan Edgar harus memutarkan otaknya untuk mencari cara agar Zerlyn tidak melupakan siapa dirinya tersebut.


Selesai dengan persiapan dari Edgar, Zerlyn segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi bersiap siap untuk berangkat sekolah.


Edgar lebih dulu turun kebawah menemui mereka yang sudah menunggunya di meja makan.


"Loh, Ed dimana istrimu?." Tanya Ny.Hellen melihat Edgar hanya turun seorang diri.


"Apa masih lama Ed? Aku ingin meminta bantuan kepada Kak Zerlyn." Ujar Ezra mengutarakan keinginannya.


"Ez, kau itu kuliah sedangkan Zerlyn masih status SMA tidak mungkin ia paham dengan pelajaran tentang perkuliahan lagian soal soalnya juga sangat berbeda jauh." Tegur Tn.Elmato mengingatkannya.


"Siapa tau aja kan Pah? Seenggaknya bertanya itu lebih baik." Bela Ezra yang tak mau kalah.


"Kamu itu dikasih tau sangat susah Ez, mangkannya setiap kali dosen menerangkan itu perhatikan baik baik." Timpal Ny.Hellen.


Tak lama, Zerlyn segera turun dan sekilas ia melihat Ezra. Keningnya mengkerut sejak kapan Ezra datang? Batin Zerlyn. Kemudian menghampiri serta menyapa mereka.


"Selamat pagi Tuan muda Ezra."


"Eh, Ka Zerlyn kebetulan sekali." Pekik Ezra dengan semangat kemudian menyerahkan beberapa lembar kertas kepadanya.


"Maksudnya apa?." Tanya Zerlyn keheranan.


"Kakak tolong bantuin soal ini, aku pusing sekali." Jawab Ezra.


Zerlyn melihat lembaran kertas soal yang ia ketahui itu adalah tentang perkuliahan. Dan sekilas bibirnya terkekeh bersamaan dengan keningnya menampilkan guratan gelombang halus.


"Ada apa Kakak?." Tanya Ezra melihat Zerlyn yang sedikit aneh.


"Kenapa salah semua?." Jawab Zerlyn.


Ezra melotot mendengar ucapan dari Zerlyn "Huhh?? Serius Kak Zerlyn? Bagaimana bisa?."


Zerlyn sekilas memandang ke arah Ezra dan sedikit merasa iba, kemudian mengambil balpoin ditangannya dan menulis jawaban ulang dalam lembaran kertas tersebut.


Dengan cepat, Zerlyn menjawab 200 soal mata perkuliahan yang isinya harus disertai dengan penjabaran serta penjelasan menggunakan rumus rumus yang rumit.


"Zerlyn, apa kamu paham soal tersebut?." Tanya Tn.Elmato melihat tangan Zerlyn terus saja menuliskan jawaban demi jawaban dengan raut wajah santai tanpa berpikir lebih dulu.


Hanya memerlukan waktu lima menit, Zerlyn sudah menyelesaikan seluruhnya. Kemudian menyerahkannya kepada Ezra.


"Sudah selesai Kak Zerlyn?." Ezra kemudian mengecek kembali lembar kertas itu dan matanya berbinar terang melihat tulisan milik Zerlyn yang rapih, jelas, serta rumus rumusnya mudah dipahami.


Ny.Hellen merebut soal kertas tersebut dan menggeleng pelan tidak mengerti apalagi saat melihat rumus yang membuat otaknya lemot.


Lantas memberikannya kepada Edgar untuk mengecek dan Edgar mengangguk membenarkan sebagai jawabannya.


"Kamu tau darimana jawaban ini Zerlyn?." Tn.Elmato yang sedikit memahami soal lembaran itu dibuat bingung dengan otak dari Zerlyn.


"Hanya asal saja Tuan." Balas Zerlyn singkat.


"Asal? Tapi kenapa jawaban itu benar semuanya?." Sambung Ny.Hellen menatap Zerlyn dengan curiga tidak mungkin gadis yang masih SMA bisa mengetahui persoalan tentang kuliah.


"Hmmm.. Hanya kebetulan Nyonya." Ujar Zerlyn kemudian ponsel jadulnya berdering menandakan ada panggilan masuk.


Segera Zerlyn mengambil ponsel disaku seragamnya sejenak ia mengecek nama dilayar, namun hanya tertera nomor tidak ia kenali.


📞 "Hallo?." Sapa Zerlyn saat telpon sudah tersambung.


|| "Hallo Nona Zerlyn, hari ini mungkin kau bisa bernafas dengan lega tapi sekarang, aku tidak akan membiarkanmu bebas kembali."


📞 "Apa maksudmu!." Geram Zerlyn dengan bersuara pelan.


|| "Bagaimana rasanya kabur Nona? Apa menyenangkan?."


Zerlyn diam mematung kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya dan sejenak ia kembali teringat waktu kejadian kemarin. Dalam hatinya, Zerlyn terus mengumpat kesal.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿