KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
MEMBONGKAR IDENTITAS



Saat ini mereka tengah berada dimansion Varessham, sempat hening sejenak kemudian Tn.Elmato membuka suaranya.


"Frans, hubunganmu apa dengan Zerlyn?."


Frans dan Fhai bingung diantara keduanya saling memandang. Sebab, Tn.Elmato menyebut nama Frans tetapi matanya menatap ke arah Fhai.


"Maaf Tuan, saya Fhai dan disamping saya Frans." Ujar Fhai menjelaskannya.


"Akh!! Maaf sepertinya aku sering keliru. Apa kalian kembar?."


"Tidak Tuan."


"Tapi kenapa namanya hampir sama?." Sambung Ken.


"Mungkin satu ema tapi beda bapak." Celetuk Miller.


"Jelaskan Frans, apa hubunganmu degan Zerlyn!." Tekan Tn.Elmato kembali mentapnya dengan tajam.


Fhai menelan ludahnya kasar apalagi saat ini dirinya sedang memasuki kandang singa.


"Ingatlah jika berani main main, kau sudah tau apa akibatnya." Ancam Edgar datar.


Mengetahui jika Fhai tak mampu berkata dan mulutnya seolah kelu, apalagi Zerlyn mengerti dengan pikiran Fhai yang mana dulu pernah Zerlyn katakan jangan pernah membongkar identitas miliknya apapun keadaannya.


Zerlyn masih ingat dengan ucapannya sendiri, apalagi suasana saat ini auranya terasa horor. Banyak pasang mata menatap curiga kepadanya serta Fhai. Tak ingin otak mereka semakin berpikiran buruk, mau tak mau Zerlyn membongkar identitasnya sendiri.


Mengingat sekarang juga mereka pasti sudah mengetahui aslinya, Zerlyn sendiri tanpa ragu memperlihatkan bakatnya secara terang terangan. Hal itu semakin membuat orang yang berkumpul saat ini begitu penasaran.


Apalagi Edgar, sorot mata tajam mengintimidasi lewat tatapannya. Seolah menuntut penjelasan lebih.


"Dia asisten pribadiku! Dan Frans adalah asisten didunia mafia dari ThristyBlood sedangkan Bik May dia yang melatihku selama aku berada diAustralia." Jawab Zerlyn dengan tegas.


Fhai menarik nafasnya lalu menghembuskan dengan kasar sekilas menatap Zerlyn dibelakangnya raut wajah Fhai yang tak bisa diartikan membuat Zerlyn menaikkan sebelah alisnya.


Mendengar jawaban dari Zerlyn yang tegas, dingin dan penuh penekanan membuat semuanya melongo tidak mengerti.


"Wow!!! Sudah kuduga!! Hmmm.. Bagaimana jadinya kalau sesama mafia terkuat dikota X bersatu bersama mafia dinegara A. Apalagi ThristyBlood yang kudengar kabarnya sangat sadis sama sepertimu Ed."


"Sepertinya itu ide bagus!! Mengingat ThristyBlood memiliki kemampuan menembak dari jarak jauh dan jangan lupakan, bukankah diantara kalian juga ada seorang Hacker yang sangat ahli bahkan sampai bisa melindungi seluruh data data penting perusahaan tertinggi?."


"Dan ya termasuk menghancurkan nama perusahaan Wesley serta Harvey dua perusahaan sekaligus hanya butuh waktu satu detik semuanya menjadi kacau dan berantakan."


"Plus mengenai putri, adik dari Nona Zerlyn sekarang menangisi nasibnya sendiri. Dan banyak yang mengatakan tentang rumornya jika Arlyn adalah wanita penggoda simpanan pria belang."


"Ckk!! Miriss!! Sudah dibantu bukannya untung malah buntung!!."


"Sejak berapa kau memimpin ThristyBlood dan menjadi ketuanya?." Tanya Edgar.


"Lama!! Yang jelasnya aku tidak tau, awalnya aku kubur sudah lama dan berpindah negara kekota ini. Namun aku kira bisa mendapat ketenangan setelah menikah dengan anda. Tapi dugaan saya salah! Banyak musuh anda menyerangku secara diam diam terutama saat penyerangan pertama waktu pulang sekolah."


"Siapa yang menyerangmu lebih dulu?."


"Alden, Wesley dari Daffa. Alden mengetahuinya langsung di saat tidak sengaja waktu berada diarea basemant waktu itu. Dan dengan keadaan terpaksa aku kembali mengaktifkan ThristyBlood."


"Breng@!." Desis Edgar geram.


"Kenapa kau tidak memberitahuku? Apa kau ingin bermain dengan mereka tanpa ingin aku ikut campur urusanmu? Dan apa kau tau, mereka adalah bagian dari musuhku?."


Tepat! Sesuai dengan dugaan Ken, pasti ini akan terjadi namun Ken berpikir sepertinya Zeryln memang benar benar wanita kuat.


"Aku tau, tapi tenang saja aku bisa menyelesaikan masalahnya sendiri serta menghapus jejakku dengan bersih. Anda tidak perlu menghkwatirkan saya, yang terpenting bagi anda tidak terjadi apapun. Masalah hidup anda bersih dan nama baik Varessham tidak akan tercoreng akibat dari perlakuanku."


"Akh!! Pantas saja selama ini Nona sampai tidak membuat masalah besar sedikitpun. Membuatku semakin curiga apalagi ditambah dengan identitasmu Nona. Jadi, apa itu alasannya anda sampai menutupi identitas aslinya?." Timpal Miller.


"Benar, mengingat nyawaku adalah sebagai ancamannya. Aku tidak ingin Tuan Edgar terhormat sampai turun tangan sendiri, aku tidak ingin mengganggu waktu berharganya hanya demi mengurus masalah sepele."


"Sepele katamu? Dan anggap kepergiaanmu keluar negri, menyerang musuh terkuat dari Varessham apa itu kau anggap sepele?."


"Aku sudah biasa menyerang mereka walaupun seorang diri, bahkan menyerang 20 preman sekalipun sangat mudah bagiku."


"Wow!! Aku terhura Nona, dan aku percaya akan hal itu. Apalagi saat anda beraksi memegang dua senjata laras panjang menurut penglihatanku Nona sudah terbiasa melakukannya."


"Ckkk!! Sombong!." Sinis Edgar.


"Dan termasuk membunuh anda sangat mudah bagiku!." Desis Zerlyn tersenyum miring menatap Miller dan Ken.


Miller menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal "Hehehe bercanda!!."


Ken menelan ludahnya, meski baginya sudah biasa melihat hal itu dari Edgar tapi untuk kali ini rasanya berbeda.


"Mamah tak menyangka kau seperti itu Zerlyn?." Lirih Ny.Hellen.


Zerlyn tersentak hatinya kemudian berjalan mendekati Ny.Hellen lalu duduk disamping seraya merangkul pundaknya.


"Mah, maafkan Zerlyn setelah satu misi ini selesai Zerlyn janji akan menuruti keinginan mamah. Tapi untuk saat ini Zerlyn belum bisa memenuhi keinginan mamah." Sesal Zerlyn berharap Ny.Hellen mengerti.


"Misi? Misi apa lagi Hah!! Biarkan menjadi urusanku sekarang!."


Zerlyn menatap Edgar sinis, ingin rasanya ia mencekik lehernya "Ckk!! Ursan anda? Apa telingaku sudah tuli sekarang?."


"Bagus! Itu lebih baik biar kau bisa jadi penurut dan menuruti perintah dariku!."


"Tapi maaf saya bukan babu anda!."


"Ya! Kau adalah istriku! Pembangkang!."


Zerlyn terkekeh "Dan adalah cecenguk yang harus saya basmi!."


"Apa kau bilang Hah!! Berani mengatakan seperti itu!."


"Apa? Bukankah itu faktanya!."


"Hei!!." Teriak Miller melerai perbedatan gabut keduanya dan merasa heran dengan pasangan sesama iblis itu.


Keduanya menoleh ke arah Miller, namun kembali menatap satu sama lain. Bibir mereka berdua sama sama sinis dalam hatinya saling mengutuk.


Disaat keduanya masih terlibat perdebatan kecil, ponsel Fhai berdering dengan keras membuat Tn.Elmato menatapnya dengan intens.


"Angkat Frans." Tukasnya.


Frans menggeleng kepalanya pelan, Lagi dan lagi Tn.Elmato selalu salah menyebut namanya.


"Hei Frans nasibmu kurang mulus bagiamana jika ku gantikan namamu menjadi Maemunah." Celetuk Miller terkekeh.


"Ckk!! Bukankah itu nama jala@mu?." Sindir Ken.


"Kendedes Please Stop! Jangan mengungkit dan membawa nama kekasihku disaat situasi seperti ini." Tegur Miller.


Frans tersenyum miring "Sepertinya itu tidak cocok untukku, apa mau aku tukar dengan wanita pilihan dariku?."


Miller menatap Frans dengan kedua alis menyatu mencerna ucapan yang Frans lontarkan. Satu detik kemudian bibirnya tersenyum mengambang.


"Akh benarkah?." Ujar Miller berjalan mendekatinya "Siapa Namanya Frans?."


"Untukkmu, datanglah ketempat itu." Frans memberikan satu kartu nama kepadanya.


Mata Miller melotot tajam melihat kartu nama berada ditangannya "Wow!! Australia!! Kau dapatkan ini dari mana?."


"Tidak perlu bertanya ambil saja jika kau mau." Frans menatap Miller penuh arti.


"Thangs Kawan. Perkenalkan aku Miller, senang berkenalan denganmu." Sapa Miller menjulurkan tangannya.


Frans mengangguk lantas membalas jabatan tangannya.


Fhai melirik Zerlyn dengan kode dari matanya, Zerlyn kemudian berdiri dari duduknya dan mengahmpiri Fhai.


"Ada apa?." Bisiknya.


"Harvey menelpon Nona, sepertinya membahas kontrak kerjasama itu mengingat sebelumnya Tn.Grayson sudah mengirimkan pesan singkatnya."


"Ehem!! Tidak sopan rasanya jika didepan suaminya sendiri berdekatan dengan pria lain." Sindir Edgar.


Keduanya menoleh ke arah Edgar lalu Fhai memundurkan langkahnya.