
AUSTRALIA.
Bibirnya terus mengambang, senyuman dibibirnya begitu merekah sekian lama tidak bertemu sampai lupa waktu.
"Bik May, apa Bibi masih ingat dengan River Lee?." Tanya Fhai.
Bik May sekilas keningnya tampak mengkerut tidak mengerti dengan arah pembicaraan Fhai yang menurutnya secara tiba tiba itu. Apalagi melihat wajah Fhai yang sangat serius.
"Hmmm.. Ya!!! Ada apa Fhai? Apa kalian sedang ada masalah?." Jawab Bik May memandang ketiganya dengan serius.
"Anak buah ThristyBlood serta anak buah Varessham disandra oleh musuh dari 3 penguasa indonesia serta Australia. Mereka saat ini ada diberbagai Negara S, K, dan terakhir A. Setiap hari mereka berpindah pindah tempat untuk menghilangkan jejak mereka." Jelas Fhai.
"Lalu, dimana anggota ThristyBlood yang lain? Dan siapa 3 penguasa itu Fhai?."
"Aku yang menyuruhnya untuk memantau dan berpindah tugaskan sementara dan mereka berada di beberapa negara yang terpisah. Sedangkan 3 penguasa itu adalah Lemos, Harvey dan Wesley." Sambung Zerlyn.
"Lemos? Astaga!!! Ini bukanlah waktu yang tepat untuk membalas mereka. Apa kalian tau, Lemos lah yang paling kuat dan memiliki kekuasaan tinggi tidak mudah kalian hancurkan begitu saja." Tegur Bik May.
"Untuk itulah saya meminta Bibi untuk meminta bantuan kepada River." Timpal Frans.
"Bibi, apa hubungannya DXA dengan Nelma dan siapa itu Millie? Bukankah setauku Nelma itu tidak memiliku perusahaan?." Tanya Zerlyn.
Bik May tersenyum hangat dalam pikirannya ternyata Zerlyn masih memikirkan tentang wanita jal@ itu.
Meski sepenuhnya Bik May menceritakan siapa Nelma, akan tetapi Bik May hanya pada intinya saja tidak sampai secara deatil.
Dan dalam benak Bik May sangat takut jika sewaktu waktu pria tua bangka itu membongkar rahasia besarnya.
Apalagi sekarang, mereka sudah terang terangan mengincar nyawa Zerlyn yang seharusnya Varessham-lah melindunginya bukan justru sebaliknya.
"Bibi sudah mengatakannya waktu itu bukan?." Jawab Bik May mengelus pucuk rambut panjangnya yang tergerai.
"Tapi aku menemukan datanya diperusahaan Halton Bibi."
"Halton? Yang dipimpin oleh Miller?." Tebak Bik May.
Zerlyn mengangguk membenarkan.
Fhai dan Frans saling memandang menatap Bik May yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
TOK!TOK!TOK!
"Masuk!."
"Hallo Maya." Sapa River Lee tersenyum hangat dengan mata yang menatap ke arah mereka bertiga.
"Hallo Lee, apa kabarmu?." Sambut Bik May.
"Kabarku baik. Siapa mereka? Dan gadis ini? Sangat cantik." Puji Riverr Lee saat melihat Zerlyn.
"Dia Fhai, Frans dan Zerlyn yang pernah aku ceritakan waktu itu. Kau tidak melupakannya bukan?." Sahut Bik May.
"Hmmm.. Aku ingat, ternyata kalian sudah dewasa. Apa kalian masih ingat denganku?." River Lee segera duduk ditengah tengah mereka.
"Siapa yang tidak akan melupakan seorang raja nyolong jambu diarea kuburan." Celetuk Frans.
River Lee terkekeh "Pasti ada masalah berat tentang klan mafia kalian sampai memanggilku datang kemari?." Tebaknya.
"Ya! Termasuk salah satu anak buah Varessham serta putra penerusnya dan putri bungsungnya."
Mendengar nama Varessham, River Lee merasa bersalah dalam hatinya ia mengutuk keras.
"Tuhan!! Semoga ini bukanlah jalan yang salah." Batin River.
"Putri? Bukankah Varessham hanya memiliki dua anak putra?." Kening River Lee mengkerut bingung.
Keempatnya saling memandang lalu menatap River Lee secara berjamaah menuntut penjelasan ceritanya secara detail.
"Boleh aku tau siapa nama putrinya?." Tanya River Lee.
"Clara Velina Anastasya?." Jawab Zerlyn.
"Clara? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu." Gumam River.
"Apa kau mengenalinya Lee?."
"Setauku dia adalah anak dari Daffa, sewaktu Millie melahirkan anak kembar tetapi Daffa lebih dulu membawa keduanya disaat Miilie kondisinya masih kritis."
"Daffa? Maksudnya Leo?." Zerlyn teekejut mendengar cerita dari River yang sama persis saat Millie menceritakannya waktu itu.
"Sama saja Zerlyn, bukankah nama dia Daffa Leonard Wesley?." Alis River mengkerut bingung menatap Zerlyn yang seperti mengetahui sebuah rahasia besar.
"Termasuk Stella dan Alden?." Timpal Fhai.
"Alden atau Leo. Clara atau yang biasa dipanggil Velina dia adalah anak kembar itu yang dibawa oleh Daffa." Jelas River.
"Dan apa kalian tau Daffa berotak sangat licik dan cerdas, tujuan mereka memisahkannya hanya karna demi uang. Daffa sudah membuat perjanjian kepada Millie disaat Stella serta Clara dewasa Daffa akan kembali membawa mereka." Terang River.
"Lalu, apa hubungannya Millie dan Nelma serta DXA?." Tanya Zerlyn kembali.
Bik May wajahnya menjadi pucat seketika mendengar Zerlyn yang menuntut penjelasan kepada River.
Setelah berpikir sejenak, Bik May akhirnya mengangguk pasrah saat River mengkode lewat matanya.
"Kau masih ingat dengan ibumu ternyata Zerlyn." River tersenyum kecut dan antara merasa iba melihat Zerlyn begitu penasaran apalagi kematian dari sang ibunda sangat misterius.
"Please River, jangan main main denganku! Jelaskan sekarang!." Bentak Zerlyn menatap tajam.
"Wow!! Aku lupa jika didepanku adalah sang ketua dari ThristyBlood. Hmmm.. Baiklah jika kau menginginkannya, aku kabulkan." Tukas River.
"Nelma adalah pemilik sah perusahaan DXA GROUP dia menikah dengan Grayson. Tetapi, Grayson hanya mengincar perusahaannya saja. Setelah bertahun tahun menikah akhirnya Nelma hamil dan melahirkanmu."
"Kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama, setelah Nelma dinyatakan tidak bisa hamil kembali disaat Grayson menuntutnya untuk meminta satu calon bayi untuk generai penerus Grayson. Tetapi Nelma tidak bisa memenuhi keinginannya."
"Grayson kembali menikah dengan Fannie serta membawamu dan mencuri saham DXA untuk menyuntikkan dana keperusahaannya. Sampai DXA bangkrut namun sekarang perusahaan itu dijaga ketat oleh anak buah Lemos."
Cerita River dengan jelas membuat Zerlyn tak bisa berpikir jernih. Kepalanya menggeleng pelan sangat bingung seolah dalam pemikirannya Zerlyn tidak bisa mencerna setiap kata kata dari River.
Zerlyn tidak menyangka kenapa bisa terjadi seperti ini? Apa yang mereka sembunyikan darinya?.
Bik May sigap merangkul Zerlyn untuk menenangkannya. Dalam hati Bik May sangat iba melihat penderitaannya apalagi belum masalahnya dengan Edgar.
"Kesimpulannya Harvey dan Wesley bergabung serta meminta bantuan kepada Lemos untuk menghancurkan ZN GROUP dan Varessham?." Tebak Frans.
"Melalui Stella dan Clara untuk dijadikan Alat?." Sambung Fhai.
River mengangguk membenarkan "Dimana titik lokasi Stella dan Clara sekarang?."
"Negara S. Somaliland." Ucap Fhai.
"Astaga!! Kenapa kalian tidak bilang dari awal?." Tanya River terkejut dan menatap mereka berempat.
"Ada apa Lee? Bukankah eksekusi mereka malam ini?." Jawab Frans kebingungan.
"Setidaknya kita harus memulai persiapan, apalagi Stella dan Clara dalam bahaya." Jelas River.
Zerlyn mendongkak, "Bahaya? Maksudnya bahaya seperti apa?."
Frans dan Fhai saling memandang kemudian mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Luther.
"Luther tunjukan posisi dimana Clara dan Stella sekarang!." Tuntut Fhai.
"Maaf Tuan, tapi Jasper yang berada dititik Somaliland bukan saya. Saya saat ini berada di Amerika." Jelas Luther.
"Oh!! Astaga kenapa aku bisa lupa." Gerutu Fhai dongkol.
Frans memandang Fhai sinis "Ckk!! Ceroboh!."
Fhai acuh kemudian menlpon Jasper. "Dimana posisi sekarang?."
"Negara S Tuan." Jawab Jasper.
"Tunjukan posisi Clara dan Stella sekarang!." Pinta Fhai.
Jasper segera mengarahkan bidikan camera tersembunyi miliknya, Fhai, Frans, Zerlyn, Bik May dan River sangat terkejut.
"Malam sekarang adalah yang terakhir, sebelumnya sudah memberitahukannya kepada Varessham dengan syarat menyerahkan project kota B serta hotel X milik Ny.Hellen." Jelas Jasper.
"Jika tidak mereka akan menjualnya, sedangkan Lemos sendiri sudah lebih dulu menjual mereka?." Tebak River.
"Maaf, Anda siapa?." Tanya Jasper kebingungan.
River tersenyum kecut "Aku River Lee yang memiliki kekuasaan didaerah kalian."
"Anda sombong sekali." Sinis Jasper yang merasa tidak aneh dengan namanya.
"Hmmm.. Bukankah anda dipihak Varessham? Mengapa ikut kerja sama dengan ThristyBlood?." Sambung Jasper curiga.
Sontak semuanya menatap ke arah River. River yang ditatap oleh mereka hanya memutar bola matanya "Pertanyaan macam apa itu? Kau menuduhku Heh? Lalu, kau punya bukti apa kalau aku berada dipihak Varessham?."
"Akan kubuktikan nanti, wajah anda terlihat jelas di kode scan milikku." Ancam Jasper.
River menelan ludahnya secara kasar "Sialan!Bangs@!." Gerutu River dalam hatinya.
"Silahkan kalau kau memang bisa." Ejek River.
"Nona, berhati hatilah anak buah dari 3 penguasa sudah menyebar dan juga anak buah Varessham akan tiba. Saya secara pribadi akan mengirimkan emailnya sebagai ciri dari mereka masing masing." Jelas Jasper.
"Baik Jasper, tetap pantau mereka dan laporkan segera padaku."
"Kemungkinan malam ini akan megadakan pestanya atas keberhasilan mereka yang telah mendapatkan buruan dari seorang pengusaha terkenal dinegara I serta diberbagai negara lainnya yang memiliki kekuasaan tertinggi."
"Maksudnya?."
"Varessham. Clara, dan Ezra." Jelas Jasper.
"Are you ready?." Sinis River dengan memandang mereka satu persatu.
"Kalau kau memang terbukti dari Varessham, kapalamu yang akan ku penggal!." Ancam Fhai dengan mata yang tajam.
"Hey! Tenanglah aku bukan penghianat seperti apa yang ada diotakmu!." Bantah River kemudian mengambil peta ditangan Bik May.
"Baiklah, misi kali ini Aku serta anak buahku menyelamatkan Ezra, Whalter dan anak buah Varessham di negara K. Zerlyn dan Bik May dinegara S. Fhai dan Frans dinegara A. Bagiamana? Apa ada yang merasa keberatan?." Tanya River.
"Hmmm.. Boleh juga." Gumam Zerlyn yang tak ingin berdebat dan lebih baik mengalah.
"Bagiamana dengan Frans dan Fhai? Jika kalian ingin merubahnya, tak masalah." Usul River.
Keduanya saling memandang satu sama lain, sekilas Frans mengangguk pelan sebagai kode jika ia setuju dengan ide dari Fhai yang lebih dulu mengkode lewat matanya.
"Aku dan Nona Zerlyn ke negara S. Frans dan Bik May ke negara A. Anda ke negara K untuk menyelamatkan sisa pengawalnya." Jelas Fhai.
River menaikkan satu alisnya lalu bibirnya tersenyum kecut "Hmmm boleh juga idemu, dibawah pimpinan siapa mereka?."
"S, Hunter. A, Luke. Dan K, Jordan."
"Astaga!! Sibrewok lagi!!." Gerutu River menggelengkan kepalanya pelan.
"Bagaimana?." Tanya Fhai kembali.
"Baiklah, kita siap siap sekarang." Jawab Zerlyn lantas berdiri dari duduknya.
Keempatnya mengangguk setuju lantas segara menyusun dan mengatur segala strateginya.