KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
GELISAH



Zerlyn baru saja sampai dimansion, beruntung sore itu masih tampak sepi entah pergi kemana seluruh penghuninya? Zerlyn acuh dan tidak memperdulikannya.


Bergegas segera naik kelantai atas, dengan gerakan cepat menyambar handuk, baju bersih serta menyiapkan obat p3k. Zerlyn takut, jika sebentar lagi Edgar sudah pulang dari jam kantornya.


Rasa penat, lelah, dan letih terbayar sudah disaat air dingin shower itu membasahi kulit putihnya, meski bibirnya bergetar serta terdengar suara ringisan menahan perih akibat beberapa luka disekujur tubuhnya.


Setelah lamanya berkutat dengan aktivitas mandi serta membungkus luka ditangannya dengan perban, segera Zerlyn melangkah keluar kamar untuk menuju rumah sakit tempat Stella dirawat.


Zerlyn belum mengetahui bagaimana keadaan sahabatnya tersebut, dalam hatinya berdoa semoga selamat dan baik baik saja.


...___...


Baru langkahnya tiba dilantai bawah, Zerlyn terkejut melihat penghuni mansion sudah berkumpul diruang utama. Menelan ludahnya secara kasar, kemudian memberanikan diri untuk meminta ijin kepada Ny.Hellen.


"Hmmm.. Mamah.." Sapa Zerlyn menunduk ketakutan.


Ny.Hellen menoleh melihat Zerlyn berpakaian sudah rapih membuatnya keheranan "Zerlyn, kau mau kemana?."


"Saya minta ijin mau kerumah sakit X menengok sahabat saya Mah, apa boleh?." Ucap Zerlyn.


"Sahabat yang mana?." Sambung Tn.Elmato.


"Sekolah saya Tuan, namanya Stella."


"Baiklah, tapi pulang jangan terlalu larut malam Zerlyn." Tegas Ny.Hellen memperingati.


"Apa aku boleh ikut?." Tanya Clara yang sedang memangku boneka chucky.


Zerlyn melototkan matanya terkejut buru buru Zerlyn mencari alasan "Tidak Clara, ini hanya sebentar aku cuma ingin memastikan keadaannya saja."


Clara langsung menekuk bibirnya "Akh, gak seru! Kemarin Kak Zerlyn tidak mengajak aku ke mall waktu itu yang sudah janji sampai aku menunggu lama. Ekh, taunya malah gajadi."


Zerlyn diam sejenak mengingat janjinya dulu kepada Clara, sedetik kemudian Zerlyn menjitak keningnya sendiri.


"Hmmm.. maaf kelupaan." Sesal Zerlyn.


"Sudah tidak apa, bagaimana nanti kalau kita bertiga jalan jalan." Usul Ezra menggoda Clara.


"Akh, yang benar??." Tanya Clara dengan antusias.


Ezra mengangguk membenarkan "Hmmm."


"Boleh!! Bagaimana dengan Kak Zerlyn?."


"Hmmm.. Boleh. Baiklah, aku berangkat dulu Mamah papah Zerlyn pamit."


"Berangkat dengan siapa Zerlyn?." Tanya Tn.Elmato.


"Sendiri pah." Jawab Zerlyn kemudian melangkahkan kakinya.


Baru saja tiba dipintu utama, secara bersamaan Zerlyn bertemu dengan Edgar yang masih menggunakan stelan jas lengkap menatap keheranan.


"Saya ijin kerumah sakit X Tuan." Ucap Zerlyn yang mengetahui jika Edgar sedang memperhatikannya.


"Hmmm.." Balas Edgar singkat.


"Kalian baru pulang?." Tanya Ny.Hellen mendekati kearah pintu.


"Iya Tante, sekalian numpang makan." Jawab Miller tersenyum lebar.


Ny.Hellen menggeleng pelan sudah tidak aneh dengan sifatnya "Ed, antarlah Zerlyn kerumah sakit menemui sahabatnya. Kalian sudah lama bukan tidak saling mengobrol santai, apalagi satu mobil bersama?."


Zerlyn terlonjak kaget dengan ide konyol yang Ny.Hellen ucapkan barusan.


"Mah, aku cape! Aku bukan tukang ojeg yang bisa mengantarnya sesuka hati." Tolak Edgar menatap tajam ke arah Zerlyn.


Zerlyn menelan slavinanya secara kasar "Akh, saya rasa apa yang di ucapkan Tuan benar mah."


Ny.Hellen mengkerutkan keningnya "Tuan? Siapa? Suamimu?."


"Ekh!!."


"Biar aku saja yang mengantarnya Tante." Tawar Miller


Edgar langsung menatap ke arah Miller dibelakangnya kemudian menoleh Ken disamping "Antarkan dia!."


Ken mengangguk, kemudian Edgar melangkah pergi masuk kedalam.


"Mari Nona." Ajak Ken.


Zerlyn menatap ke arah mereka satu persatu dengan raut wajah kebingungan, mengetahui hal itu Ny.Hellen segera angkat bicara.


"Pergilah Zerlyn, setidaknya ada yang melindungi dan menjagamu. Maafkan atas sikap Ed padamu dia selalu saja bersikap seperti itu." Sesal Ny.Hellen.


"Akh, tidak apa apa Mah. Aku pamit dulu."


Ny.Hellen mengangguk, lantas Zerlyn segera keluar disusul Ken dibelakangnya.


"Berhati hatilah Nona." Bisik Miller saat langkah Zerlyn melewatinya.


Ken mendelik tajam menatap Miller, Miller hanya menggerakkan bahunya.


...___...


Selama dalam perjalanan, Zerlyn terlihat tegang berkali kali membuang nafasnya secara gusar. Telapak tangannya sudah basah oleh keringat dingin, suasana dalam mobil menjadi canggung dan hening.


Ken sejenak menatap Visi Mirrornya dan tau jika Zerlyn tengah dilanda tegang terlihat dari gurat wajah serta duduknya yang seperti tidak nyaman.


"Tenangkan diri anda Nona, saya bukan fredator yang suka memakan orang." Tukas Ken.


"Ekh!! Anda berbicara dengan saya?." Tanya Zerlyn kebingungan.


"Lalu menurut Anda saya berbicara dengan siapa? Mengingat hanya ada Nona disini." Jawab Ken ketus.


"Sialan! Gak Tuannya, asistennya sama sama galak." Batin Zerlyn dongkol.


"Hmmm.. Maaf Tuan." Lirih Zerlyn dengan pelan.


"Saya bukanlah majikan anda Nona." Tegas Ken.


Zerlyn memutar bola matanya jengah mendengar ucapan kaku yang Ken lontarkan untukknya. Zerlyn berpikir merasa berbicara dengan sebuah manekin.


...___...


Selang selama 45 menit dalam perjalanan, Zerlyn meminta segera menghentikan mobilnya.


"Ken, berhenti disini saja." Pinta Zerlyn.


Namun Ken tidak mengindahkan permintaan Zerlyn, Ken terus melajukannya menuju tempat penyimpanan mobil. Zerlyn melototkan matanya menatap Ken geram.


"Hei! Sudah kukatakan turun disini." Teriak Zerlyn.


"Tidak baik jika saya menurunkan anda disini Nona."


"Cihh!! Menyebalkan!." Gerutu Zerlyn sebal.


Ken tersenyum samar mendengar ucapan dari Zerlyn, perlahan Ken sedikit mulai mengenali sifat istri rahasianya tersebut.


Memiliki sifat keras kepala, pembangkang, sulit diatur, tegas tidak berbeda jauh dengan Edgar. Serta tubuh tinggi sekitar170cm, rambut panjang, kulit putih, alis tebal, bibir tipis, bulu mata lentik hampir mencapai level sempurna. Batin Ken.


Disaat Ken menilai penampilan dari Zerlyn, matanya tidak sengaja melihat telapak tangannya dibalut kain perban seperti sengaja disembunyikan dari jaket tebal yang Zerlyn gunakan.


Ken berpikir apa yang terjadi? Mengapa Ken sendiri tidak mengetahuinya sejak awal? Apa ada yang mengganggu Zerlyn yang statusnya sebagai Nona muda di keluarga Varessham? Tapi, siapa yang berani mengganggunya? Sementara Edgar sendiri tidak tau masalah perihal dari istrinya tersebut. Apa yang disembunyikan dari Zerlyn?. Pikir Ken sendiri tidak habis pikir dengan sifat Zerlyn selalu menyembunyikan masalah hidupnya dan tidak mengeluh ataupun menceritakan apapun bahkan kepada siapapun termasuk Ny.Hellen dan Tn.Elmato.


Hidupnya damai, tenang dari gurat wajahnya terlihat tidak menampilkan kesedihan sedikitpun. Padahal jauh dalam hatinya, Zerlyn rapuh dan sangat ketakutan seperti butuh sosok yang kuat untuk melindungi dirinya. Ken terus menatap wajah Zerlyn serta bisa sedikit menebaknya.


"Aku harus mencari tau!." Gumam Ken pelan.


Hatinya sedikit teriris apalagi saat melihat luka diperban itu seperti masih sangat baru, darah merembes keluar hingga tercetak dengan jelas.


...___...


Ken segera keluar bersamaan dengan Zerlyn yang disaat Ken akan membukakan pintu unukknya, namun Ken sepertinya terlambat.


"Ken, pulanglah aku bisa sendiri." Perintah Zerlyn menyembunyikan luka ditangannya dengan gerakan cepat kebelakang tubuhnya. Zerlyn seolah tau jika Ken memperhatikan hal itu.


"Tenang saja Nona, saya akan menunggu." Jawab Ken kemudian berjalan mendekat.


Zerlyn panik kemudian memundurkan langkahnya sampai terpojok di body mobil.


"Ken! Mau apa kau!." Desis Zerlyn menatap tajam kearahnya.


Disaat jarak keduanya sudah dekat, Ken segera menarik tangan Zerlyn. Yang membuat Zerlyn terkejut, gerakan Ken tidak bisa Zerlyn ketahui sampai akhirnya Ken berhasil melihat luka itu dengan jelas.


"Hei! Lepaskan!." Pekik Zerlyn untuk menarik tangannya kembali.


Ken menatap tajam Zerlyn hingga membuatnya tidak bisa berontak lagi.


"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya?." Tanya Ken.


"Bukan urusanmu! Pergilah, aku bisa pulang sendiri." Jawab Zerlyn dengan enggan.


"Perlu saya laporkan kepada Tuan untuk kembali menghukum Nona kecilnya yang nakal? Dan apa anda tau Nona, jika hal itu itu terjadi dan membuat Tuan Edgar marah maka bersiaplah dunia Anda tidak akan bebas. Hidup anda selama 24 jam akan dipantau melalui bodyguard yang Edgar suruh untuk Anda." Jelas Ken sedikit menakutinya.


Benar saja, Ken mengetahui pergerakkan Zerlyn yang semakin gelisah terbukti dari bola matanya bergerak tak menentu serta keringat dingin keluar dari pelipis keningnya.


Zerlyn menelan ludahnya, bingung apa yang harus dilakukannya saat ini? Otaknya seakan buntu tidak bisa berpikir dengan baik. Jika memang takdirnya untuk menceritakan kepada Ken, maka nyawa seluruh penghuni mansion adalah sebagai ancamannya. Zerlyn tidak ingin hal itu sampai terjadi.


"Please Ken jangan katakan hal ini, aku mohon!! Tolong, sekarang pergilah aku harus secepatnya melihat Stella." Pinta Zerlyn seraya mengiba serta tangannya menggenggam Ken.


Ken terkejut dan menggeram kesal disaat melihat tangannya digenggam oleh Zerlyn. Baru pertama kali inilah, Ken berurusan dengan sejenis wanita.


"Dimana ruangannya Nona?." Tanya Ken menatap Zerlyn dengan lekat.


Zerlyn melihat Ken sepertinya tidak nyaman saat membaca kode dari tatapan mata Ken, tak lama Zerlyn baru tersadar dengan perbuatannya.


"Ekh, maaf Ken aku tidak sengaja." Sesal Zerlyn melepaskan genggamannya, setengah gugup. Sejenak, Zerlyn berpikir mungkin gara gara inilah, Ken merasa tidak nyaman.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿