KING MAFIA IS MY HUSBAND

KING MAFIA IS MY HUSBAND
MISI PENYELAMATAN 5



AMERIKA.


Sesaat setelah membasmi anak buah Luke, bergegas Edgar mencari anak buah ThristyBlood yang mendapat kabar dari Tyler jika mereka telah membantu melepaskan anak buahnya.


Edgar tidak menyangka jika Zerlyn adalah ketua dari ThristyBlood dan sangat menyesal dengan ucapannya jika sudah menuduh serta sudah lancang menyelesaikan kontrak pernikahannya. Andai saat itu, ia mengikuti saran dari Miller yang mencoba menenangkannya.


Ditambah mengenai identitas miliknya yang mulai terkuak dan terbongkar melalui dari berkas informasi tentang data perkuliahannya.


Entah apa alasannya sampai Zerlyn menyembunyikan hal itu, tapi Edgar bisa menyimpulkan jika nyawanya dalam ancaman bahaya.


Kemungkinan, semua tidak akan terjadi seperti ini. Edgar merasa hatinya hampa dan kosong, meski Zerlyn tidak pernah cerewet ataupun membuat masalah besar, terkecuali baru kali ini saja.


Dan itupun Zerlyn melakukannya secara diam diam, rela berbohong kepada Tn.Elmato dan Ny.Hellen hanya demi memyelamatkan dan pergi keluar negri meski beranggotakan 2 orang.


Edgar merasa tidak becus menjaga istrinya, apalagi statusnya sebagai mafia terbesar tidak bisa mencari mereka yang disandra.


Apalagi saat ini Zerlyn pergi bersama asistennya Fhai, sehingga Edgar sudah tidak sabar ingin menghukum asistennya serta memeluk Zerlyn dengan erat.


Edgar merasa dalam dirinya ada yang kehilangan sesaat setelah kepergian dari Zerlyn. Dan ia hanya mengatakan akan pergi keluar kota, namun beberapa hari Zerlyn tidak kembali.


Awalnya Edgar melalui harinya biasa saja, akan tetapi setelah satu minggu lamanya Zerlyn tidak kembali, Edgar sedikit merasa khwatir mengingat Zerlyn juga tidak pernah mengabarinya.


Tn.Elmato yang dari awal sudah menaruh curiga, segera menuntut Edgar untuk menjelaskan perihal pernikahnnya dengan Zerlyn.


Edgar akhirnya mau tak mau menceritakan keseluruhannya sampai Tn.Elmato sangat marah apalagi Ny.Hellen lagi lagi pingsan mendengar penjelasan langsung dari Edgar.


**


"Tepat dimana posisinya?." Tanya Edgar.


"Maaf Tuan sepertinya kita kehilangan jejaknya, tadi saya sebelum mendekati anda, anak buah ThristyBlood masih berada disini." Jawab salah satu anak buah Varessham.


"Apa itu artinya mereka sudah pergi begitu?." Tebak Edgar.


"Benar Tuan."


"Arghh!! Sialan! Pergi kemana mereka?." Tanya Edgar menununtut penjelesan.


"Maaf saya tidak tau."


"Ada berapa keseluruhannya?." Tanya Ken.


"6 anggota, salah satunya ibu ibu." Jawab salah satu anak buah Varessham.


Ken serta Edgar mengekerut keningnya, sementara Miller dan Stev tersenyum kecut dan menahan tawa.


"Ffftt!! Ibu ibu? Wahh!! Sangat hebat, selain jago masak dan memakai daster ternyata sangat ahli menembak." Timpal Miller.


"Lebih tepatnya serba bisa, apalagi kalau saat menembak memakai daster. Wow!! itu sangat pro sekali." Sambung Stev sedikit terkekeh.


"Aku membayangkannya saja membuatku geli Stev." Ujar Miller.


Miller dan Stev tertawa lepas.


"Garing!." Ketus Ken sinis.


"Hei! Bukan waktunya untuk bercanda! Kalian cepat kejar siBuluk! Sisanya ikut denganku!." Perintah Edgar.


"Kemana?." Celetuk Miller bingung.


"Australia." Ujar Tyler.


Sontak semuanya menatap ke arah Tyler dengan sorot mata mengintimidasi.


"Australia? Apakah Zerlyn ada disana?." Tanya Edgar.


"Tidak! Tapi saya masih ingat dengan pembicaraan mereka waktu Nona Zerlyn mengatakan untuk menyuruh 6 anggotanya berangkat ke Australia. Sisanya Nona Zerlyn nanti menyusul, sebelumnya Nona akan membasmi anak buah Hunter lebih dulu." Jawab Tyler.


"Membasmi? Jadi mereka sedang dikepung oleh anak buah Hunter? Semantara mereka hanya dua orang? Zerlyn dan asistennya?." Tebak Edgar.


Tyler mengangguk membenarkan.


"Shi@!." Umpat Edgar mengepalkan tangannya kuat.


"Seharusnya kita ke Australia sekarang, tidak perlu mencari Nona Zerlyn mengingat waktunya juga tidak memungkinkan. Dan saya percaya jika Nona bisa menjaga dirinya dengan baik." Usul Tyler.


"Ya! Tapi kau tau sendiri saat ini dia bersama siapa Hah!." Bentak Edgar geram.


"Akh, sepertinya sudah ada yang mulai jatuh cinta Nih." Celetuk Miller.


"Jatuh cinta dengan sibocil? Ckk!! Aku hanya takut dia mati konyol!." Bantah Edgar.


"Sama saja! Sejak kapan kau menyukai wanita Ed." Jawab Stev mencibirnya.


"Berhenti membicarakan omong kosong! Kita berangkat sekarang! Sisanya bawa Ezra pergi dari pusat A." Perintah Ken.


Mereka mengangguk kemudian segera bersiap siap untuk berangkat terbang ke negara A.


**


Fhai tetap tenang mengemudi sedangkan dua musuhnya sedang mengejar mobil mereka dibelakang.


Suara tembakan menggema sepanjang malam, Zerlyn berkali kali menembak akhirnya mobil mereka kalah meski harus mengorbankan mobilnya sendiri.


DORR!!!


DDOORRR!!!


"Sh@!." Umpat Fhai memukul stir kemudinya sesaat satu buah peluru hampir saja melukai kepalanya.


BRUUKKK!!


"Aduhh!!." Zerlyn mengaduh kesakitan gara gara terjungkal dan jatuh ke bawah.


"Nona apa baik baik saja?." Tanya Fhai sedikit menoleh kebelakangnya.


"Ya!! Dan sepertinya sihantu itu sudah memblokade tempat ini Fhai, kita lawan mereka mengingat waktu juga tidak banyak." Perintah Zerlyn lantas segera keluar dari mobil bersamaan dengan Fhai.


Keduanya terkejut melihat begitu banyaknya anak buah dari Hunter yang tak sebanding jumlahnya.


"Hallo Zerlyn dan Fhai." Sapa pria tua didepannya.


"Cihh!! Maju semuanya!." Tantang Zerlyn melihat anak buah Hunter yang bisa Zerlyn tebak mencapai dua pulung orang.


Pria tua itu tersenyum sinis, lalu mengkode anak buahnya menyerang Zerlyn dan Fhai.


"Berhati hatilah Nona." Tegur Fhai.


Zerlyn mengangguk mengerti, keduanya lantas mengambil jurus seribu miliknya. Pertarungan yang pas Fhai melawan sepuluh, dan Zerlyn pun berjumlah sama.


BBRUGG!!


BRAKK!!!


KRAKKKK!!!


CCRANGGG!!


DOORRR!!!


Fhai sedikit terkejut mendengar suara tembakan, Fhai takut jika Zerlyn mengalami luka serius. Lantas segera menoleh ke belakangnya, dan sial! Fhai tidak menemukan keberadaan Zerlyn.


"Arghh!!." Geram Fhai yang emosi.


Fhai melampiaskan kemarahannya kepada anak buah Hunter memberinya bogeman mentah sampai berkali kali, tidak peduli tangannya terluka.


Setelah puas melihat musuhnya terkapar tewas dengan wajah tidak berbentuk. Fhai segera menekan Walkie Talkie ditelinganya.


"Nona. Nona berada dimana?." Tanya Fhai dengan nafasnya yang masih tersengal lelah.


"Hutan Fhai, sial mereka bertambah banyak dan mengejarku!." Jawab Zerlyn.


"Arah mana Nona? Saya akan kesana sekarang." Tanya Fhai segera berlari masuk kedalam lebatnya hutan.


"Pukul 06 arah mata angin pohon JAMBE." Jawab Zerlyn.


"Baik, saya berada dijarak 30 meter dari posisi anda, apa Nona bisa melihatnya?."


"Tidak! Aku sekarang sedang tidak fokus Fhai, entah kenapa aku merasa ketakutan saat ini."


Fhai menelan slavinanya, Fhai bisa merasakan bagaimana suara Zerlyn yang sedikit bergetar dan gugup. Fhai segera mengambil langkah cepat bersamaan musuh Hunter berada di belakang mereka.


"Mmmphhtt!!!." Zerlyn melotot terkejut pikirannya takut jika Hunter menangkapnya.


"Sttt!!! Ini saya Nona." Fhai membekap mulut Zerlyn lewat tangannya, Zerlyn sedikit merasa tenang kemudian reflek memeluk Fhai.


Fhai terkejut dan kembali jantungnya berirama berbunyi.


"Aku takut Fhai." Lirih Zerlyn semakin mempererat pelukannya dan sedikit menangis. Fhai bisa melihatnya saat bahunya bergetar.


"Tenangkan diri anda Nona saya berada disini." Ujar Fhai berusaha melepaskan pelukannya.


Zerlyn akhirnya sadar dengan perlakuannya secara tiba tiba membuatnya sangat malu, dan pipinya bersemu merah.


Beruntung suasana hutan itu gelap dan tidak ada cahaya rembulan yang menerobos masuk disela selah celahnya.


"Jangan berisik mereka masih ada disekitar ini." Tegur Fhai menyenderkan tubuhnya didasar pohon berbatang besar.


Mereka saat ini sedang bersembunyi dibalik pohon sementara musuh berada tidak jauh dari posisi mereka.


Fhai kembali merangkul pinggang Zerlyn untuk lebih dekat dengannya, sesaat melihat anak buah Hunter berpatroli disekitar tempat persembunyiannya.


Jarak mereka kembali dekat, Zerlyn bisa mendengar bunyi detak jantung Fhai yang berdetak kencang. Posisi tubuh Zerlyn yang tinggi dan hanya sebatas lehernya.


Apalagi jarak mereka yang sangat tipis, sekali bergerak bibir keduanya akan kembali bertemu.